Posts Tagged ‘social’
Tanggal Merah
Apa yang ada di benak Anda, orang Indonesia di Indonesia, ketika mendengar frasa 'tanggal merah'? Sebagian besar pasti membayangkan 'hari libur'. Tanggal merah, frasa unik yang berasal dari angka penanggalan berwarna merah di kalender yang menyimbolkan hari libur, entah hari Minggu atau hari-hari lainnya yang diakui negara sebagai hari libur.
Manusia perlu keteraturan dalam aktivitas hidup. Bekerja di hari ini dan itu, bahkan menetapkan dari jam sekian hingga sekian. Selanjutnya sebagai penyeimbang keteraturan itu, konsep suatu hari yang digunakan untuk beristirahat total pun diperlukan. Maka diadakan hari libur di mana manusia berhenti sejenak dari pekerjaan rutin di hari-hari lainnya.
Tak hanya manusia, ... read more »
Laser Malaysia dan Henry Fonda
Jika boleh meminjam kata-kata mas Iman Brotoseno: lagi-lagi sepakbola! Ya, 26 Desember 2010 keriuhan terjadi di Twitter. Saat itu sedang berlangsung pertandingan final pertama AFF Suzuki Cup 2010 antara Malaysia kontra Indonesia di Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Rupa-rupanya suporter Indonesia memperkarakan penggunaan sinar laser oleh suporter Malaysia untuk merusak konsentrasi para pemain tamu.
Entah dari mana awal mulanya, entah siapa pionirnya, kabar perihal laser itu begitu cepat mewabah. Bisa jadi lebih cepat daripada laju gosip di pedesaan. Mulai dari anak SMP hingga pengusaha batik berteriak lewat tulisan, "Malaysia cheat laser! Malaysia cheat laser!" tanpa tedeng aling-aling, suara bulat dan lugas. Apalagi ... read more »
Kontinuitas Egoisme
Tak luput dari ingatan, suatu waktu seorang kenalan pernah menasehati [atau memaki-maki] saya perihal keikutsertaan dalam pemilihan presiden dan anggota legislatif mahasiswa sebuah perguruan tinggi antah barantah, yang aneh lagi tidak membanggakan.
"Kamu harus ikut nyoblos! Tunjukkan kepedulianmu terhadap kampus ini. Jadi mahasiswa kok apatis."
"Aku lebih kenal merk-merk rokok ketimbang nama-nama mereka."
"Kamu sih, gaulnya terkotak-kotak gitu. Mainnya cuma yang satu fakultas, atau paling satu jurusan... Itupun paling mahasiswa nggak bener tukang mabuk."
"Hahahaa... Jadi apa nanti itu presiden dan para anggota legislatif mahasiswa itu mau melawan kebijakan kampus yang mengkotak-kotakkan mahasiswa berdasarkan disiplin ilmu?"
"Maksudmu apa?"
"Kamu anak kedokteran gigi toh, bisa atau pernah ... read more »
Tentang Pengorbanan
Pada suku-suku di Pegunungan Tengah Papua--seperti suku Dani, Yali, dan lain-lain--mengorbankan anggota tubuh ketika ada angota famili yang meninggal dunia adalah sebuah tradisi yang dipertahankan beratus-ratus tahun lamanya. Pengorbanan ini biasanya berupa pemotongan jari. Potong jari ini hanya dilakukan jika famili terdekat seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, atau saudara kandung meninggal dunia.
"Wene opakima dapulik welaikarek mekehasik."
Pedoman dasar hidup bersama dalam satu keluarga, satu fam/marga, satu honai (rumah), satu suku, satu leluhur, satu bahasa, satu sejarah/asal-muasal, dan sebagainya (Yulianus Joli Hisage, 2005). Itulah yang mendasari pengorbanan yang mereka lakukan. Bagi warna Pegunungan Tengah yang sangat menjunjung tinggir arti keluarga, pengorbanan ... read more »
Sesat-Pikir Logika Dalam Politik
Logical fallacy atau sesat-pikir logis adalah suatu komponen dalam argumen, muncul dalam statement klaim yang mengacaukan logika. Sesat-pikir logis menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan karena klaim argumennya tidak disusun dengan logika yang benar.
Mudahkah menghindari sesat-pikir logika? Tidak. Justru itu sangat susah. Saya pun masih banyak melakukan kesalahan berlogika dan penyusunan argumen, baik disengaja (?) atau tidak.
Seringkali sesat-pikir logika dilakukan oleh orang-orang yang kurang memahami tentang penalaran logis, orang yang tidak bisa menempatkan dirinya pada posisi orang lain, hingga orang-orang yang berpendapat bahwa ketika pendapat diserang maka egonya diserang. Golongan yang pertama ini disebut Paralogisme, yaitu pelaku sesat-pikir logis yang tidak menyadari ... read more »
Bragaweg
Bukan. Bukan pusat jeans itu, bukan Cihampelas. Bukan pula dataran tingi yang sejuk itu, bukan Lembang. Bukan pula Jalan Dago, juga bukan Riau. Apalagi mall, pusat perbelanjaan, factory outlet, kafe serta tempat kongkow terkenal lainnya di Kota Bandung yang kini semakin menjamur dan membikin semarak kota pegunungan itu. Satu tempat yang dapat membuat saya jatuh cinta pada kunjungan pertama itu adalah Bragaweg, sebuah kawasan kota tua di tengah-tengah Kota Bandung, yang kini dikenal sebagai Jalan Braga.
Parijs van Java, julukan itulah yang melekat di benak orang-orang jika membicarakan soal Kota Bandung. Percakapan mulai dari kelas warung kopi hingga kafe terkait dengan ... read more »
















