Hello world! I'm Gunawan Rudy.

Goen, Rudy, Koh — you name it. Ordinary Homo sapiens, indolent blogger, webdesigner-wannabe.
Broadcasting to [...] watcher live from Djogjakarta, Indonesia, 7°45'58"S and 110°23'4"E.


Posts Tagged ‘anthropology’

Tanggal Merah

Tanggal Merah Gunawan Rudy Dec 31st, 2010 25 comments
Apa yang ada di benak Anda, orang Indonesia di Indonesia, ketika mendengar frasa 'tanggal merah'? Sebagian besar pasti membayangkan 'hari libur'. Tanggal merah, frasa unik yang berasal dari angka penanggalan berwarna merah di kalender yang menyimbolkan hari libur, entah hari Minggu atau hari-hari lainnya yang diakui negara sebagai hari libur. Manusia perlu keteraturan dalam aktivitas hidup. Bekerja di hari ini dan itu, bahkan menetapkan dari jam sekian hingga sekian. Selanjutnya sebagai penyeimbang keteraturan itu, konsep suatu hari yang digunakan untuk beristirahat total pun diperlukan. Maka diadakan hari libur di mana manusia berhenti sejenak dari pekerjaan rutin di hari-hari lainnya. Tak hanya manusia, ... read more »

Natal Indonesia: Ritus Angan-Angan

Natal Indonesia: Ritus Angan-Angan Gunawan Rudy Dec 25th, 2009 21 comments
Sembilan tahun yang lalu teror menghantui malam Natal di Indonesia. Sejumlah bom di beberapa gereja meledak hampir berbarengan, belasan orang terbunuh pada malam kudus tersebut. Perayaan Natal yang seharusnya disambut dengan suka cita dan penuh khidmat menjadi ketakukan dan masih menyisakan rasa trauma di tahun-tahun setelahnya. Itu hanya sekelumit mimpi buruk mengenai tragedi Natal di negeri ini. Kini perasaan was-was orang sudah berangsur tenang setelah beberapa tahun terakhir tidak ada kejadian serupa yang terjadi. Natal kembali disambut dengan suka cita. Di rumah bersama keluarga, pertemuan besar famili dan sanak saudara, misa dan kebaktian di gereja, hingga perayaan Natal pelajar dan mahasiswa. Oh ... read more »

Kontinuitas Egoisme

Kontinuitas Egoisme Gunawan Rudy Dec 16th, 2009 19 comments
Tak luput dari ingatan, suatu waktu seorang kenalan pernah menasehati [atau memaki-maki] saya perihal keikutsertaan dalam pemilihan presiden dan anggota legislatif mahasiswa sebuah perguruan tinggi antah barantah, yang aneh lagi tidak membanggakan. "Kamu harus ikut nyoblos! Tunjukkan kepedulianmu terhadap kampus ini. Jadi mahasiswa kok apatis." "Aku lebih kenal merk-merk rokok ketimbang nama-nama mereka." "Kamu sih, gaulnya terkotak-kotak gitu. Mainnya cuma yang satu fakultas, atau paling satu jurusan... Itupun paling mahasiswa nggak bener tukang mabuk." "Hahahaa... Jadi apa nanti itu presiden dan para anggota legislatif mahasiswa itu mau melawan kebijakan kampus yang mengkotak-kotakkan mahasiswa berdasarkan disiplin ilmu?" "Maksudmu apa?" "Kamu anak kedokteran gigi toh, bisa atau pernah ... read more »

Tentang Pengorbanan

Tentang Pengorbanan Gunawan Rudy Nov 27th, 2009 20 comments
Pada suku-suku di Pegunungan Tengah Papua--seperti suku Dani, Yali, dan lain-lain--mengorbankan anggota tubuh ketika ada angota famili yang meninggal dunia adalah sebuah tradisi yang dipertahankan beratus-ratus tahun lamanya. Pengorbanan ini biasanya berupa pemotongan jari. Potong jari ini hanya dilakukan jika famili terdekat seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, atau saudara kandung meninggal dunia. "Wene opakima dapulik welaikarek mekehasik." Pedoman dasar hidup bersama dalam satu keluarga, satu fam/marga, satu honai (rumah), satu suku, satu leluhur, satu bahasa, satu sejarah/asal-muasal, dan sebagainya (Yulianus Joli Hisage, 2005). Itulah yang mendasari pengorbanan yang mereka lakukan. Bagi warna Pegunungan Tengah yang sangat menjunjung tinggir arti keluarga, pengorbanan ... read more »

Bahasa Nasional[is] dan Kebudayaan

Bahasa Nasional[is] dan Kebudayaan Gunawan Rudy Feb 6th, 2009 10 comments
Momen yang disebut sebagai "Sumpah Pemuda" memang telah lewat. Ada hal yang menarik terkait dengan momen tersebut, sebagaimana adanya dengan fenomena-fenomena mutakhir: tak lain ialah bahasa. Momen "Sumpah Pemuda" menyinggung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, selain menyoal bangsa dan tanahair yang satu. Momen tersebut tahun ini sedikit-banyak mengangkat persoalan bahasa terkait dengan "sengketa kebudayaan" antara Indonesia dan Malaysia, fenomena "bahasa alay" di kalangan generasi internet, serta "bahasa gado-gado" yang memakai berbagai macam bahasa dalam satu kalimat (seringkali menyisipkan bahasa Inggris dalam dialog berbahasa Indonesia), juga masalah-masalah klasik seperti berkurangnya pemakaian bahasa daerah dan punahnya beberapa bahasa daerah karena tidak ada lagi ... read more »

Panglima Burung

Panglima Burung Gunawan Rudy Oct 24th, 2008 121 comments
Dalam masyarakat Dayak, dipercaya ada ada suatu makhluk yang disebut-sebut sangat agung, sakti, ksatria, dan berwibawa. Sosok tersebut konon menghuni gunung di pedalaman Kalimantan, bersinggungan dengan alam gaib. Pemimpin spiritual, panglima perang, guru, dan tetua yang diagungkan. Ialah panglima perang Dayak, Panglima Burung, yang disebut Pangkalima oleh orang Dayak pedalaman. Ada banyak sekali versi cerita mengenai sosok ini, terutama setelah namanya mencuat saat kerusuhan Sambas dan Sampit. Ada yang menyebutkan ia telah hidup selama beratus-ratus tahun dan tinggal di perbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Ada pula kabar tentang Panglima Burung yang berwujud gaib dan bisa berbentuk laki-laki atau perempuan ... read more »