Hello world! I'm Gunawan Rudy.

Goen, Rudy, Koh — you name it. Ordinary Homo sapiens, indolent blogger, webdesigner-wannabe.
Broadcasting to [...] watcher live from Djogjakarta, Indonesia, 7°45'58"S and 110°23'4"E.

@gunawanrudy: my last.fm's recently listened tracks: ipang - ada yang hilang, ipang - ada yang hilang, ipang - ada yang hilang, dst..

Sepucuk Surat Karna

Gunawan Rudy // Blog // Friday, August 22nd, 2008 at 3:54 am // 60 comments

“Maka, jika aku esok mati, istriku, kenanglah kebahagiaan itu. Satu-satunya kesedihanku ialah bahwa aku tak akan lagi bisa memandangmu, ketika kau memandangku.”

Penggalan terakhir dari surat yang ditulis Adipati Karna kepada istrinya tercinta, Surtikanti, di malam yang senyap namun menggetirkan di padang Kurusetra. Malam-malam terakhir pertumpahan darah yang selamanya tetap membekas, di hati dan di jiwa. Sepucuk surat yang menggambarkan perasaan terdalam Karna, rangkaian kata yang abadi–yang mengukir perasaan yang abadi pula. Entah dari mana saya mendapatkan kutipan itu, mungkin saja pecahan kepala?

Meskipun secara tersurat Karna dalam wiracarita Mahabharata digambarkan sebagai tokoh antagonis, saya tetap mengagumi dan memiliki respek mendalam terhadapnya. Konon tokoh ini mempunyai sifat yang lengkap dan kompleks. Karna angkuh dan sombong, namun juga pemberani dan sangat percaya diri. Karna kejam dan kadang menghalalkan segala cara, namun juga sangat setia kepada teman dan murah hati kepada kaum tak punya. Karna yang memiliki kesaktian luar biasa, akan tetapi dihambat oleh status sosialnya–yang disebabkan jati diri sesungguhnya dibuang. Karna iku salah sijining tokoh wayang sing kalebu antagonis ning bisa diarani simpatik. Entah benar atau tidak, kadang secara misterius saya mengakui ada banyak kesamaan antara saya dan Karna.

Menyelami Karna, terlalu panjang jika kita mencoba menelan semua tentangnya. Alurnya begitu lena, dan begitu sukar untuk memamahnya. Ini tentang sepucuk surat saja. Cukup itu.

Karna membuka tulisannya malam itu dengan persoalan kematian. Tentang ramalan akan dirinya, tentang keteguhan dan kegetiran dirinya memilih turun berpacu dalam pertempuran. Karna yang teguh dan keras kepala. Keras kepala memang bisa menjadi sifat yang baik atau buruk, tergantung dalam persoalan apa sifat yang satu ini akan bermain. Bisa jadi karena keras kepala seorang yang idealis akan tetap kukuh mempertahankan idealisme yang dianutnya hingga penghabisan kalimat dengan tanda titik. Satu lagi biarpun begitu, bisa juga menjadi sifat yang tidak luhur karena biasa menutup mata dan telinga terhadap suara-suara lain yang mencoba memberi aura positif, yang toh bisa berupa sentilan, sindiran, atau kritikan halus maupun tajam. Perbuatan, Karna menyelaraskan perihal kematian dengan perbuatan yang harus dilakukannya. “Bagiku, pada mulanya adalah perbuatan. Dari perbuatan lahir pengetahuan, dan dengan pengetahuan itu aku bisa merumuskan diriku,” ujarnya ketika menyangsikan kodrat.

Lalu dimulailah sedikit kilas balik dan penceritaan riwayat hidup Karna yang malang. Yang haus mengetahui bahwa dirinya adalah anak pungut. Yang tertolak menjadi murid para mahaguru karena status sosialnya. Hingga semuanya berbelok tajam ketika Duryudana menerimanya dengan tangan terbuka. Karna tahu mengapa Duryudana mengangkatnya, dan hatinya terkoyak dan terbakar atas penghinaan para Pandawa terhadap dirinya yang papa. Kata-kata yang seperti keberanian bisa datang dari mana saja, akan menjadi panutannya dan membuat semangatnya bergelora. Pelajaran hidup yang berharga, sekali lagi bisa disadur dari kisah Karna yang malang namun tanpa kenal kata menyerah. Keberanian dan kesunguhan hati, namun sayangnya sedikit terpicu oleh api dendam yang perlahan, bahkan tanpa disadari membakar hati umat manusia.

Tapi di tengah-tengah tadi Karna menyadari satu hal mengenai ilmu. Katanya ilmu memang akan mengukuhkan kedudukannya, semakin tinggi, tidak lagi dianggap anak yang hina. Karna ingin bebas, begitu ujarnya di mulut. Tapi dia sendiri berdusta. Mengakui dusta karena akhirnya ia menganggap bahwa ilmu juga tidak membuatnya bebas, malah menjadi perlambang mana yang lebih tinggi, dan mana yang lebih rendah. Toh jika berilmu tinggi, kadang kita akan bersemangat berbagi ilmu kepada yang lain. Meski kadang terbesit sedikit rasa tinggi hati. Itulah permasalahannya, ketika itu sedikit demi sedikit ilmu akan menimbulkan keangkuhan.

Alunan romantisme terasa di penghujung surat, tatkala Karna menyanyikan rasa cintanya kepada Surtikanti. Sebuah balutan pengharapan dan pesan kasih. Yang sebelumnya dikukuhkan dengan kata-kata tentang keberanian dan perbuatan, tentang usaha yang tak kenal lelah dan takut. Karna menutupnya dengan indah. Sebuah surat yang lembut namun memancarkan aura keteguhan.

Dan keesokan hari setelah Karna menuliskan surat penuh kasihnya, ia gugur di tangan Arjuna. Hari itu hari ke-17 perang saudara berdarah di padang Kurusetra. Memang sebuah kematian yang terjadi sesuai dengan ramalan, namun Karna tahu ia adalah seseorang yang ada, seseorang yang menjadi, karena pilihannya, dan karena perbuatannya. Karna telah berbuat.

Saya tahu kalian para pengembara gurun dalam lingkaran itu pasti membaca ini, toh ini bukan seperti Bimasena yang menghadapi Duryudana. Karna tetap menjadi perlambang pribadi yang kompleks, dan saya tak tahu perasaan saya sendiri ketika harus melakoni hidup yang seperti dirinya.

Berakhirlah curahan hati berbalut ketidakjelasan ini. Dan selamat pagi, sinuwun.

Labels: , , , , ,


Facebook // Delicious // Digg // Technorati // Stumble // LintasBerita // Plurk // Twitter


60 Responses

  1. #1 Infinite Inficio Friday, August 22nd, 2008 at 4:32 From INDONESIA via Opera Opera 9.52 on Windows Windows XP

    Reserve komen pertama...

    Huuuu... masih belum mengerti T_T

    Apa ini perihal yang sama mengenai yang ada di Plurk? *lirik paragraf terakhir*

  2. #2 aGoonG Friday, August 22nd, 2008 at 4:53 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0 on Windows Windows XP

    karna PLURK kah ?
    *demam PLURK*

  3. #3 Goenawan Lee Friday, August 22nd, 2008 at 5:36 From INDONESIA via Opera Opera 9.51 on Windows Windows XP

    @ Infinite Inficio: Maybe, dear... :>

    @ aGoonG: Karena karma Plurk? :P

  4. #4 Jauhari Friday, August 22nd, 2008 at 6:31 From INDONESIA via Safari Safari 525.20.1 on Mac OS Mac OS X

    Satu-satunya kesedihanku ialah bahwa aku tak akan lagi bisa memandangmu, ketika kau memandangku

    Ndak kuwat saya baca QUOTE itu... :((

  5. #5 danalingga Friday, August 22nd, 2008 at 6:33 From INDONESIA via Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

    Karna itu sekompleks apa sih?

  6. #6 edy Friday, August 22nd, 2008 at 7:26 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows Windows XP

    saya suka dng senjata andalan Karna
    tapi ndak suka dng senjatamu, Gun... :P

  7. #7 IMAN Friday, August 22nd, 2008 at 14:16 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.16 on Mac OS Mac OS X

    saya harus sepakat bahwa ilmu linuwihmu tentang hidup hampir mencapai tingkat kesempurnaan dalam usia semuda itu..he he he
    Btw Tidak mudah memahami philosophy Adipati Karna. Disatu sisi dia dipandang pengkhianat dan disisi lain dia adakah pahlawan kurawa..

  8. #8 zen Friday, August 22nd, 2008 at 18:28 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.3 on Windows Windows XP

    Karakter karna macam itulah yang membuat Mahabharata jauh lebih menarik sebagai metafora dari manusia dan kehidupan. Pada Mahabharata, pribadi-pribadi hadir dengan kompleksitas karakter, kewajiban, hak dan sederet persoalan eksistensial yang sukar dibaca hitam-putih. Mereka dipaksa mengambil keputusan di tengah belitan takdir para Dewa yang tak bisa ditolak. Pendawa dan Kurawa berikut semua pribadi di dalamnya menjadi tamsil: Bahwa manusia --memang-- tak sesederhana dalam kisah-kisah Cinderella. Itulah sebabnya Ramayana kurang bergema di hadapan Mahabharata.

    Di situ, Karna menjadi ilustrasi yang paling terkenal, mungkin juga paling kuat.

  9. #9 Kroco Geddoe Friday, August 22nd, 2008 at 19:40 From MALAYSIA via Opera Opera 9.51 on Windows Windows XP

    Setuju, setuju.

    *pura-pura mengerti*

  10. #10 afwan auliyar Friday, August 22nd, 2008 at 20:33 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows Windows XP

    memang bener2 kompleks sifatnya......

    ampe saya ja jd kompleks pusingnya mbaca suratnya ntu.... :D

  11. #11 sawali tuhusetya Friday, August 22nd, 2008 at 22:42 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.12 on Windows Windows XP

    sepintas memang karna bisa dibilang tokoh antagonis karena berada di kubu pendawa, mas gun, tapi jiwa dan kepribadiannya sungguh layak dikagumi. putri dewi kunti yang "berselingkuh"dg bathara surya *mohon dikoreksi kalau salah* ini menang sosok yang konsisten. berpihak kepada penawa merupakan jalan dan dharma baginya untuk menegakkan nilai2 kebenaran.

  12. #12 kw Saturday, August 23rd, 2008 at 0:13 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows Windows XP

    wah kowe paham wayang to? aku blas
    sepakat, kita bisa "mengubah" kodrat, kalau mau.

  13. #13 Bebek Jamuran... Saturday, August 23rd, 2008 at 0:47 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    Quote-nya berat... :(

    Semua orang punya keunikannya masing-masing... :d *entah komen ini nyambung ato nggak*

  14. #14 yusdi Saturday, August 23rd, 2008 at 9:05 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0 on Windows Windows XP

    hayah gun gun..... trus kapan kita2 bs ketemu ama...... ahmmm you know laahh :)>-

  15. #15 Yeni Setiawan Saturday, August 23rd, 2008 at 11:08 From INDONESIA via Opera Opera 9.51 on Linux Linux

    Dewa Indra ikut bertanggung jawab atas kematian Karna. Demi agar Pandawa menang, Dewa Indra meminta karna menanggalkan rompi perangnya dan menyerahkan pusaka pamungkas kepadanya.

  16. #16 Darojatun Saturday, August 23rd, 2008 at 11:51 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows Windows XP

    dalang toh mas? pake dikomentari juga rupanya ceritanya ya. itu kisah nyata atau fiksi sih wayang. keknya fiksi deh ya.

  17. #17 antobilang Saturday, August 23rd, 2008 at 13:42 From INDONESIA via Safari Safari 525.21 on Windows Windows XP

    weh, calon budayawan tenan ki :d

  18. #18 bakulsapi Sunday, August 24th, 2008 at 12:16 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    pelajaran hidup yang tersirat dari wayang memang filosofis dan sangat mendalam maknanya. bagaimana kalau bikin wayang blogger. tokohnya 3maskenthir yang itu tuh...

    sayangnya kita sekarang hidup pada dunia modern dan dicekoki tivi, vcd, dvd dan segala macam..sehingga filsuf bijak jaman dulu tidak bisa kita dapat. salut buat artikelnya.

  19. #19 banyu Sunday, August 24th, 2008 at 12:17 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.4 on Windows Windows XP

    episode karna cukup jelas maknanya buat saya.. sih
    cuma mahabarata itu kebanyakan cerita yang lainnya rada absurd

    kaya drupadi yang difilmkan itu, huhuhu

    oh ya, slm kenal ya.. saya blogger baru

  20. #20 Fikar Sunday, August 24th, 2008 at 12:42 From QATAR via Opera Opera 9.50 on Linux Linux

    wah quote nya ngeri....

  21. #21 didut Sunday, August 24th, 2008 at 17:47 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0 on Windows Windows XP

    dan karena Karna pulalah Gatotkaca hrs mengakhiri hidupnya

  22. #22 leksa Sunday, August 24th, 2008 at 17:57 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.12 on Windows Windows XP

    sejauh mana kamu paham Karna?
    sekedar baca wikipedia dan eksplorasi bahasa budaya untuk persembahan kepada kekasih tercinta?

    ah,.. jadi Gunawan sajalahh kau itu,..
    itu lebih udah cukup ....

  23. #23 Xaliber von Reginhild Sunday, August 24th, 2008 at 18:10 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 on Windows Windows XP

    Jadi pingin baca komik wayang lagi. *ga nyambung*

  24. #24 Goenawan Lee Sunday, August 24th, 2008 at 19:40 From INDONESIA via Opera Opera 9.51 on Windows Windows XP

    @ Jauhari: Ndak kuat gimana, bang? :))

    @ danalingga: Heheee... Menurut njenengan? :D

    @ edy: Senjataku itu khusus cewek...

    @ IMAN: Pengkhianat karena putra Kunti tapi memihak Kurawa? :D
    Sayang sekali, mas... saat putra Kunti yang lain (Arjuna, Bimasena) mencaci dan mengejek Karna, Duryudana lah (tanpa mempedulikan alasan) yang menerima Karna. :(

    @ zen: Ya, Karna mengalami pergu;atan yang sangat berat. Kebanyakan karakter juga, nggak bisa dinilai hitam-putih jahat-baik begitu saja. Sangat bias.

    @ Kroco Geddoe: Terima kasih ya akhi.

    @ afwan auliyar: Dibawa santai aja, masbro. :D

    @ sawali tuhusetya: Kunti kan ndak sengaja men-summon Dewa Surya saat masih ABG. Lalu Surya memberinya putra yaitu Karna. Sayangnya Kunti akhirnya 'membuang' putranya karena saat itu masih muda dan belum siap jadi ibu.

    @ kw: Aku blas juga, kang. Yap, asal ada niat dan berusaha.

    @ Bebek Jamuran...: Nyambung ah, masbro. :P

    @ yusdi: Hush, lagi telponan nih.

    @ Yeni Setiawan: ...tapi karena senjata dari Dewa Indra sebagai barter itu Gatotkaca mampus kan? :D

    @ Darojatun: Sesukanya, mas. :D

    @ antobilang: Nyindir ki! :))

    @ bakulsapi: Rasanya dari barang zaman modern pun kita bisa mendapatkan filosofi deh. :P

    @ banyu: Salam kenal. Justru Mahabharata itu saya kira sangat kompleks.

    @ Fikar: Terus?

    @ didut: Hwakakaa... Lalu secara nggak langsung membuat Karna terbunuh di tengah Arjuna.

    @ leksa: Wiki opo tho? Dah lama aku ndak baca Wiki e. :|

    @ Xaliber von Reginhild: Bacalah! :D

  25. #25 rudy hilkya Monday, August 25th, 2008 at 16:35 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.16 on Windows Windows XP

    karna cinta tentunya :mrgreen:

  26. #26 MaNongAn Monday, August 25th, 2008 at 16:40 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Ubuntu Linux Ubuntu Linux

    manstabs, seorang budayawan adalah seseorang yang nyambung jika berbicara dengan budayawan lainnya (lirik Zen). Goen, anda sudah ingin naik tingkat ke taraf Begawan kah?
    Thx, udah uri-uri budaya, meski hanya budaya kakawin. Kapan nih nulis ttg budaya asli?

    .::he509x::.

  27. #27 Nazieb Monday, August 25th, 2008 at 22:24 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows Windows XP

    I know this...
    Intinya adalah "Hidup Adalah Perbuatan"

    Sejak kapan kamu jadi agen-nya Sutrisno Bachir, hah?

  28. #28 ndoro kakung Monday, August 25th, 2008 at 22:29 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows 98

    saingannya paman yang budayawan itu tuh ... :d

  29. #29 Goenawan Lee Tuesday, August 26th, 2008 at 16:23 From INDONESIA via Safari Safari 522.13.1 on Windows Windows XP

    @ rudy hilkya: Ah, masa sih, pak?

    @ MaNongAn: Akch, saya bukan budayawan kayak di paman, kang. :D

    @ Nazieb: Saya bakal ngaku jadi agen kalau ybs bayar saya 3 milyar. :-]

    @ ndoro kakung: Ah saya masih kalah sama Ndoro... ^:)^

  30. #30 alabahy Thursday, August 28th, 2008 at 6:35 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.7 on Windows Windows XP

    hahaha.... saya orang jawa yang gak tahu menahu masalah beginian.

    Sifat karna yang baik2 yang sepatutnya di jadika tauladan

  31. #31 Bumi-Langit Thursday, August 28th, 2008 at 8:34 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.16 on Windows Windows XP

    saya ndak tahu mengenai tokoh2 pewayangan Jowo...agak sedikit sok tahu tokoh pewayangan gorek dari jawa barat hehe

  32. #32 hanggadamai Thursday, August 28th, 2008 at 9:06 From INDONESIA via Flock Flock 1.0.9 on Windows Windows XP

    endingnya sedih sih,,,

  33. #33 ario saja Thursday, August 28th, 2008 at 10:24 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.16 on Windows Windows XP

    ngomong2 si karna kok puitis gitu yah :-?:-?

  34. #34 dobelden Thursday, August 28th, 2008 at 11:43 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.16 on Windows Windows XP

    bukan pesan kematian khan gun? :d

  35. #35 edy Thursday, August 28th, 2008 at 16:56 From INDONESIA via Mozilla Mozilla 1.6 on Debian GNU/Linux Debian GNU/Linux

    eh iya, mbok sekali-sekali mlipir ke jakarta... :-]

  36. #36 Goenawan Lee Friday, August 29th, 2008 at 22:13 From INDONESIA via Opera Opera 9.51 on Windows Windows XP

    @ alabahy: Sifat buruk juga bisa jadi refleksi. ;)

    @ Bumi-Langit: Hahahaaa.. Saya sok ngertinya yang dari Jawa e. :D

    @ hanggadamai: Ah masa? :))

    @ ario saja: Lah tiap orang bisa puitis kok. :P

    @ dobelden: Bukan. :D

    @ edy: Ngapain tho? :|

  37. #37 antown Saturday, August 30th, 2008 at 3:32 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Mac OS Mac OS X

    saya suka blognya, bersih...

    salam kenal

  38. #38 ekowanz Saturday, August 30th, 2008 at 16:58 From UNITED STATES via Opera Opera 9.60 on Windows Windows Vista

    hayah emoticonnya skype |(

  39. #39 CY Sunday, August 31st, 2008 at 1:05 From INDONESIA via Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    Jangan2 kamu titisan-nya Karna...

  40. #40 Toga Sunday, August 31st, 2008 at 18:37 From HONG KONG via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5 on Windows Windows XP

    apapun ceritanya, karna telah menemukan alasannya hidup dan alasannya mati: duryudana yang membuatnya merasa jadi manusia berharga.

    on the other side, aku sendiri kadang ga pasti untuk apa aku hidup, apalagi karena apa aku pantas pati.

    belum lagi kalo kita bicarakan, betapa keberanian dan kemampuan membentuk takdir sendiri itu adalah puncak pencapaian seorang manusia, yang bahkan membuat terganggu para dewa.

    karna seperti sisifus, berani mencuri api milik para dewa, meski karena itu harus beroleh hukuman yang lebih perih dari sekadar kematian.

    Entah benar atau tidak, kadang secara misterius saya mengakui ada banyak kesamaan antara saya dan Karna.

    Karena saya mengagumi Karna, izinkahlah juga saya mengagumi anda
    !@!

  41. #41 funkshit Monday, September 1st, 2008 at 16:17 From INDONESIA via Opera Opera 9.51 on Windows Windows XP

    saat putra Kunti yang lain (Arjuna, Bimasena) mencaci dan mengejek Karna, Duryudana lah (tanpa mempedulikan alasan) yang menerima Karna

    duryudana kan menerima karna karena dia butuh bantuan untuk menghadapi pandawa . .. kok bisa bilang tanpa mempedulikan alasan ???

  42. #42 Adriano Minami Tuesday, September 2nd, 2008 at 11:25 From INDONESIA via Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    Suatu tulisan yang amat sangat bagus!
    Saya senang sejarah kebetulan, tp ada beberapa tulisan yang belum saya mengerti.

  43. #43 Chic Tuesday, September 2nd, 2008 at 15:07 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Mac OS Mac OS X

    wooogh deja vu! :o

    weh iya kemaren baca di Plurk... :-?
    *berlalu*

    :y

  44. #44 aprikot Tuesday, September 2nd, 2008 at 15:32 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows Windows XP

    trus klo gaya surat cintamu ke mojang priangan itu ga diposting sekalian gun?

  45. #45 Gelandangan Tuesday, September 2nd, 2008 at 22:45 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.12 on Windows Windows XP

    wahhh plurk bisa mendatangkan surat cinta yah :D
    mau222222

  46. #46 testbug_goen.EXE Wednesday, September 3rd, 2008 at 8:53 From INDONESIA via Google Chrome Google Chrome 0.2.149.27 on Windows Windows XP

    Tes komen pertama dengan Google Chrome. Kedeteksi jadi apa ya.

  47. #47 Goenawan Lee Wednesday, September 3rd, 2008 at 14:35 From INDONESIA via Google Chrome Google Chrome 0.2.149.27 on Windows Windows XP

    @ antown: Wah blognya doangm tulisannya nggak. Ya salam kenal juga. :D

    @ ekowanz: Ada yang mirip kowe tho? :))

    @ CY: Nggak mungkin~

    @ Toga: Yap, Karna tidak mau cuma menerima begitu saja dan berpasrah. Ia berusaha, ia berbuat.
    Kesamaan yang jelek-jeleknya aja tuh Lae. :P

    @ funkshit: Tanda kurung itu maksudnya nggak mempedulikan alasan sebenarnya Duryudana. Bukan Duryudana yang nggak mempedulikan alasan.

    @ Adriano Minami: Eh ini sejarah ya?

    @ Chic: He? Mau saya plurk soal wayang lagi? :D

    @ aprikot: Lha itu privat, budhe... :|

    @ Gelandangan: Kok plurk?

    @ estbug_goen.EXE: Kebacanya Safari di MAc OS X, Gun. Kan rendering Google Chrome mirip Safari.

  48. #48 -=«GoenRock®»=- Thursday, September 4th, 2008 at 21:56 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows Windows XP

    Kamu mirip karna? Tapi kamu bukan anak pungut kan Gun? :piss:

  49. #49 -=«GoenRock®»=- Thursday, September 4th, 2008 at 21:59 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Mac OS Mac OS X

    Weks, ketahuan tadi pake PC ^^;

  50. #50 -=«GoenRock®»=- Thursday, September 4th, 2008 at 22:02 From INDONESIA via Google Chrome Google Chrome 0.2.149.27 on Windows Windows XP

    ikut ngetest pake krum :d

  51. #51 -=«GoenRock®»=- Thursday, September 4th, 2008 at 22:03 From INDONESIA via Google Chrome Google Chrome 0.2.149.27 on Windows Windows XP

    yay! Kebacanya kok Safari ;)) ups, sorry malah hetrik :d

  52. #52 AngelNdutz Friday, September 5th, 2008 at 10:59 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.16 on Windows Windows XP

    Karna emang romantis kok :*

    *Paman Goop tampaknya benar ;))

  53. #53 Gempur Friday, September 5th, 2008 at 13:40 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Linux Linux

    karna bagi saya orang baik seperti halnya bisma.. mereka berdua orang yang berada di waktu dan tempat yang salah.. hehehe..

  54. #54 Goenawan Lee Friday, September 5th, 2008 at 15:20 From INDONESIA via Google Chrome Google Chrome 0.2.149.27 on Windows Windows XP

    @ -=«GoenRock®»=- [1]: Enak sahaja. >:)

    @ -=«GoenRock®»=- [2]: MANAAA MEKSBUKNYAAAA~

    @ -=«GoenRock®»=- [3]: Jadi?

    @ -=«GoenRock®»=- [4]: Karena sesama webkit, makanya Safari.

    @ AngelNdutz: Apanya yang benar?

    @ Gempur: Saya rasa benar saja, Pak. Toh membela Kurawa adalah kebenaran bagi mereka.

  55. #55 william_clive Thursday, September 11th, 2008 at 23:37 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows Windows XP

    hmm tambah satu scene...waktu dewi kunti nyoba bujuk karna sebelum duel dengan arjuna...karn bilang sama kunti ibunya...

    "Ibu, saya atau arjuna yang nantinya mati...pandawa akan tetap lima..."

    waktu kunti memunguti tubuh karna yang hancur terkena pasupati...
    arjuna: apa yang bunda lakukan? karna adalah musuh pandawa...!?
    kunti hanya menjawab lirih menahan tangis..."dia abangmu nak...."

    well, kesusasteraan indonesia memang dipengaruhi sastra india(ramayana-mahabaratha-barathayuda) dan indonesia bisa bikin mahabharata versi mereka sendiri (jawa) degn menambahkan falsafah orisinil...agak mirip dikomparasikan dengan jepang yang banyak pengaruh chinanya (see yuu,fengshenyanyi,san guo zi, suihuochuan)...dan akhirnya mereka bikin versi lain dengan manga dan game...

    kamu makin lama makin bijak ya...berusaha naruh kepala di langit dan kaki di bumi bersamaan...

    suka karna ya...?well in my case i like bhisma...

    bikin reviewnya dunks...

  56. #56 Goenawan Lee Friday, September 12th, 2008 at 11:01 From INDONESIA via Google Chrome Google Chrome 0.2.149.29 on Windows Windows XP

    @ william_clive: Bukannya Pandawa merujuk pada anak-anak Pandu (baik dengan Kunti maupun Madri)? Jadi kalau Arjuna mati, Karna yang bukan anak Pandu (meski anak Kunti) nggak bisa disebut Pandawa dong?
    Bijak? Ndak, makin ngaco malah. :=!

    Bhisma nanti lah, setelah...Prabu Salya~

  57. #57 william_clive Saturday, September 13th, 2008 at 0:13 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows Windows XP

    well, ngga tau yah...agak rancu juga sih latar dari ceritanya itu patriarki atau matriarki ....?

    soale kalau di budaya hindu india, kalau kawin...keluarga cewe yang bayar mas kawin...hmm orang jawa juga bilang kalau nikahan itu hajatanya keluarga cewe...

    tokh semuanya bukan benih dari pandu...bukannya hampir semua pandawa hasil pembuahan kunti dan madri dari beberapa dewa?
    indra=arjuna, vayu=bimasena,nakula-sadewa=aswin...yudhistira aku lupa...

    yah, tapi karnanya emang pernah bilang gitoe sih...

  58. #58 Goenawan Lee Saturday, September 13th, 2008 at 4:53 From INDONESIA via Google Chrome Google Chrome 0.2.149.29 on Windows Windows XP

    @ william_clive: ...karena Pandu kena kutuk. :P
    Tapi arti literal dari "Pandawa" adalah "anak Pandu" kan?

  59. #59 C4ndra Monday, September 15th, 2008 at 9:02 From SAUDI ARABIA via Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows Vista

    Karna adalah cerminan tokoh yang tidak mudah untuk dipahami. Mungkin orang yang pernah mengalami kompleksitas dan dilema hiduplahlah yang sekiranya mampu meraba hebatnya pergulatan batin yang ia tanggung. Hidup adalah pilihan. Tidak ada keputusan lain kecuali harus memilih.

    Karna telah lebih dahulu menentukan pilihannya sebelum Ibunya Kunti, Bhisma bahkan Arjuna mampu mempengaruhi keputusannya. Sebuah keputusan yang tegas, teguh dan sangat beralasan tentunya.

    Kalau menurut saya Karna adalah sedikit dari tokoh yang berada di pihak yang salah tapi ia berada di jalur yang benar.

  60. #60 Goenawan Lee Monday, September 15th, 2008 at 9:17 From INDONESIA via Google Chrome Google Chrome 0.2.149.29 on Windows Windows XP

    @ C4ndra: Ya, jalur yang benar. Jalur yang ia anggap kebenaran bagi dirinya. Itulah pilihannya, ia ak mampu tergoyahkan. Salut atas komentar njenengan. d^b

Leave Your Response

Your email is never published nor shared. Make sure you enter the * required information where indicated.
Comments are not moderated, but note that "pertamax" word and its variants will be held in moderation queue.
This is a Gravatar-enabled weblog. And you can add Yahoo! Messenger emoticons to your comment.