Hello world! I'm Gunawan Rudy.

Goen, Rudy, Koh — you name it. Ordinary Homo sapiens, indolent blogger, webdesigner-wannabe.
Broadcasting to [...] watcher live from Djogjakarta, Indonesia, 7°45'58"S and 110°23'4"E.

@gunawanrudy: lama juga tidak menulis esay non-kuliah. untungnya saya bukan penulis yang baik.

Seandainya saya menjadi anggota DPR…

rozenesia // Blog // Wednesday, January 9th, 2008 at 9:00 am // 100 comments

…kepentingan manakah yang akan saya dahulukan: diri sendiri, partai, atau rakyat?

Labels: , , , , , , ,


Facebook // Delicious // Digg // Technorati // Stumble // LintasBerita // Plurk // Twitter


100 Responses

  1. #1 rozenesia Saturday, January 5th, 2008 at 18:35 From INDONESIA

    Di sini saya mengajak pembaca sedikit merenung saja, bagaimana sebuah sudut pandang berbicara. Dan ini adalah sebuah masalah, karena adanya ketimpangan antara harapan dan kenyataan.

    Lahan komentar menjadi tempat diskusi. :D

  2. #2 nieznaniez Saturday, January 5th, 2008 at 18:37 From INDONESIA

    diri sendiri ah...saya egois...

  3. #4 hariadhi Saturday, January 5th, 2008 at 18:37 From INDONESIA

    lho harusnya pilihan rakyat ga ada. Ga realistis, itu! seharusnya:

    kepentingan manakah yang akan saya dahulukan: diri sendiri, keluarga, atau partai?

    hihihi

  4. #5 cK Saturday, January 5th, 2008 at 18:38 From INDONESIA

    waduh...berhubung saya belum ada pengalaman sebagai wakil rakyat, maka dengan jujur dan ikhlas saya menjawab bahwasanya saya mengutamakan kepentingan rakyat. kepentingan pribadi mah belakangan... :D

    *bull$h#t*

  5. #6 Praditya Saturday, January 5th, 2008 at 18:39 From INDONESIA

    Rakyat dunk ah...

    *sok jadi orang baek

  6. #7 Natt Saturday, January 5th, 2008 at 18:40 From SINGAPORE

    Nggak minat jadi anggota DPR. Nggak perlu tabungan dosa di pundi politik, saya fokus pada pundi dosa yang lain :mrgreen:

  7. #8 dhezsya Saturday, January 5th, 2008 at 18:41 From INDONESIA

    gak minat..

    jd rakyat biasa ajah dah repot :D

  8. #9 almascatie Saturday, January 5th, 2008 at 18:44 From INDONESIA

    idealis : rakyat
    karier : partai
    diri sendiri : idem sama karier
    oportunis : cari aman tanpa harus bersinggungan ama idealis
    :mrgreen:

  9. #10 Hoek Soegirang Saturday, January 5th, 2008 at 18:44 From INDONESIA

    kalo saia, fertama kali saia akan mementingkan diri sendiri dulu, yaitu begimananya caranya sufaya balik modal dulu, kalo bisa sih untung dikit lah (kira-kira 20 - 30 Milyar), lalu setelah itu baru memikirkan fartai, kalo bisa sih asal saia untung juga (kira-kira 50-60 Milyar). Setelah kebutuhan dan tuntutan fartai terfenuhi. Baru saia akan memikirkan rakyat. Tafi, karena kebutuhan dan tuntutan diri sendiri saja belum bisa terfenuhi, mosok mesti mikirin kebutuhan rakyat.

  10. #12 v!n+ Saturday, January 5th, 2008 at 18:54 From INDONESIA

    idealisme saya sih: setelah kepentingan diri sendiri terpenuhi (secukupnya & ga berlebihan tentunya), pikirin deh tu rakyat yang menderita.. tapi lagi2 ini adalah idealisme belaka.. perlu pengalaman lebih lanjut utk membuktikannya..

  11. #13 arya Saturday, January 5th, 2008 at 18:58 From INDONESIA

    saya rakyat, mereka cuman wakil rakyat
    cuman jadi wakil kok bangga
    *berlalu*

  12. #14 rozenesia Saturday, January 5th, 2008 at 19:38 From INDONESIA

    @ nieznaniez: Itu harapan Anda, lalu bagaimana kenyataannya? Sesuai? Jika begitu tidak ada masalah dengan Anda sendiri. Entah dengan pihak lain.

    @ almascatie: Silahkan berpikir. :P

    @ hariadhi: Hanya menyodorkan sebuah sudut pandang yang bervariasi, mas. :P

    @ cK: Yup, karena itu dia. Belum adanya pergolakan batin.

    @ Praditya: Semoga tidak ada ketimpangan antara harapan dan kenyataan pada diri Anda, dan pihak lain.

    @ Natt: Pilihan memang. kan?

    @ dhezsya: Katanya Wakil Rakyat itu adalah pembantu rakyat lho... :lol:

    @ Hoek Soegirang: Ahahaaa... Kok katanya wakil rakyat lho. Kalau begitu ada 'masalah' dengan rakyat kan? :mrgreen:

    @ aRuL: W-what...!? 8O

    @ v!n+: Pengalaman? Ya, ini dia yang juga harus ditekankan. ;)

    @ arya: Heheheee... Arogansi rakyat yang ga kepilih jadi 'wakil rakyat'... :lol:

  13. #15 manusiasuper Wednesday, January 9th, 2008 at 12:30 From INDONESIA

    Diri sendiri tapi sebisa mungkin pura-puranya demi rakyat atas nama partai...

  14. #16 Mihael "D.B." Ellinsworth Wednesday, January 9th, 2008 at 12:32 From INDONESIA

    Kalau saya seorang yang banyak omongnya, saya akan pilih Rakyat.

    Kalau saya mau dicap harus mementingkan kelompok, saya pilih partai.

    Kalau saya tukang Korupsi, saya pilih diri sendiri.

    Karena apapun yang akan saya pilih ujung - ujungnya berbuah negatif di mata pengamatnya. Sedikit - sedikit, salah. kadang begitu. Orang Indonesia masih suka protes. IMHO.

    Jadi, saya mengusahakan kalau saya tidak akan jadi anggota DPR.

  15. #17 goop Wednesday, January 9th, 2008 at 12:32 From INDONESIA

    saya akan coba menyeimbangkan semuanya roze :lol:
    *ditimpuk penonton*

  16. #18 Bebek Jamuran... Wednesday, January 9th, 2008 at 12:40 From INDONESIA

    Gw mungkin untuk partai...

    Dengan mementingkan kepentingan partai, siapa tau besok2 gw jadi kepilih terus dan kalo gw udah puas makan uang rakyat, baru ngurusin rakyat yang uangnya gw makanin...

    Satu pilihan untuk semua? :D

  17. #20 Dekisugi Wednesday, January 9th, 2008 at 12:51 From INDONESIA

    bukankah ini saatnya memperkaya diri sendiri? sapa tau aja bisa naik haji berkali-kali :mrgreen:

  18. #21 Uchiha Miyu Wednesday, January 9th, 2008 at 13:14 From QATAR

    1. Diri sendiri.
    2. Rakyat
    3. Dll

    Bukanx mo jd duta besar?

  19. #22 mbelgedez Wednesday, January 9th, 2008 at 13:23 From INDONESIA

    Kan cuman seandainya...

  20. #23 rozenesia Wednesday, January 9th, 2008 at 13:32 From INDONESIA

    @ manusiasuper: Sipppp~

    @ Mihael "D.B." Ellinsworth: Lha ini kan kalo udah terpilih. :P

    @ goop: Kayak mau poligami aja... :cool:
    *lirik avatar*

    @ Bebek Jamuran...: Perhitungan yang matang... :lol:

    @ Kopral Geddoe: Sip aja deh. :mrgreen:

    @ Dekisugi: Kalo bisa nikah berkali-kali? :mrgreen:

    @ Uchiha Miyu: Saya calon diplomat abal-abal, non. :cool:

    @ mbelgedez: Iya, lalu? :?

  21. #24 grace Wednesday, January 9th, 2008 at 13:38 From MALAYSIA

    ah, susah nihh...
    tiga2nya harus balance sebenarnya...
    tapi kayanya lebih condong ke partai dan rakyat deh...
    *di gorok karna berbohong*

  22. #25 Andrew Wijaya Wednesday, January 9th, 2008 at 13:41 From INDONESIA

    diri sendiri tentu harus diutamakan... lalu partai agar kita tetap dapat dukungan... nggak mbantu partai kita bisa dijegal... terus baru rakyat karena rakyat adalah alat yang bisa digunakan sebagai sumber pemerkaya diri... dengan kata lain... kepentingan rakyat disini didahulukan sebagai investasi... saiyah yakin saiyah bisa meraih itu jika saiyah sudah lulus kuliah jurusan ilmu sosiatri... toh sosiatri lahir karena keadaan patologi sosial... jadi pasti banyak tender memperkaya diri usaha membantu rakyat :twisted:

  23. #26 Andrew Wijaya Wednesday, January 9th, 2008 at 13:44 From INDONESIA

    Kalau saya seorang yang banyak omongnya, saya akan pilih Rakyat.

    Kalau saya mau dicap harus mementingkan kelompok, saya pilih partai.

    Kalau saya tukang Korupsi, saya pilih diri sendiri.

    Karena apapun yang akan saya pilih ujung - ujungnya berbuah negatif di mata pengamatnya. Sedikit - sedikit, salah. kadang begitu. Orang Indonesia masih suka protes. IMHO.

    Jadi, saya mengusahakan kalau saya tidak akan jadi anggota DPR.

    Objection...!!! yang mulia... dia bicara diluar konteks... saudara Debe, jika seandainya anda terpilih menjadi anggota DPR mana yang anda pilih...??? jangan berbelit-belit dan mengacaukan sidang...!!! :evil:

    *bakar ban bekas diluar pengadilan*

  24. #27 Andrew Wijaya Wednesday, January 9th, 2008 at 13:52 From INDONESIA

    ralat... harusnya keberatan bukan objection... ROFLOL... susah jadi orang Indonesia yang suka main adaptasi bahasa :cool:

  25. #28 cK Wednesday, January 9th, 2008 at 14:03 From INDONESIA

    postingan bambang™

    *log out*

  26. #29 aRuL Wednesday, January 9th, 2008 at 14:09 From INDONESIA

    kenapa blogger? karena blogger adalah wujud representasi masyarakat.
    liat aja, blogger punya sejuta kritik buat pemerintah, juga punya sejuta solusi buat pemerintah.
    pengennya sih yang menjabat itu blogger karena blogger itu punya kemampuan analisis kuat dan mampu mengatur. liat aja postingannya berbobot, apalagi kalo di dunia nyata pasti deh lebih berbobt lagi manfaatnya...

  27. #30 Cynanthia Wednesday, January 9th, 2008 at 14:10 From INDONESIA

    Diri sendiri, partai, atau rakyat? Rumit juga untuk menjawabnya :?
    Pada kenyataannya, mementingkan hal lain di atas diri sendiri bisa menjadi suatu hal yang konyol. Di sisi lain, dikarenakan dalam hal ini konteksnya adalah Dewan Perwakilan Rakyat, maka jawabannya satu: rakyat dulu yang diutamakan.

  28. #31 Andrew Wijaya Wednesday, January 9th, 2008 at 14:19 From INDONESIA

    kenapa blogger? karena blogger adalah wujud representasi masyarakat.
    liat aja, blogger punya sejuta kritik buat pemerintah, juga punya sejuta solusi buat pemerintah.
    pengennya sih yang menjabat itu blogger karena blogger itu punya kemampuan analisis kuat dan mampu mengatur. liat aja postingannya berbobot, apalagi kalo di dunia nyata pasti deh lebih berbobt lagi manfaatnya…

    blogger jadi anggota dpr...??? jangan ahh mas... nanti kalo mepet dedlen dan kejar setoran, Maria Eva tambah banyak :roll:

  29. #32 serdadulangit Wednesday, January 9th, 2008 at 14:30 From INDONESIA

    Maaf....seandainya anda menjadi anggota DPR, kira-kira ayam sama telur duluan mana?
    *wusssss......trus jongkok ben gak bingung*

  30. #33 Moerz Wednesday, January 9th, 2008 at 14:34 From INDONESIA

    yang harus dikau lakukan adalah...
    berdoa kepada bapak supaya jadi kenyataan...
    sekalian jadi menteri ajah...

  31. #34 Andrew Wijaya Wednesday, January 9th, 2008 at 14:45 From INDONESIA

    Maaf….seandainya anda menjadi anggota DPR, kira-kira ayam sama telur duluan mana?
    *wusssss……trus jongkok ben gak bingung*

    Seandainya saiyah menjadi anggota DPR... akan saiyah buat penelitian besar dengan dana melimpah ruah masuk kantong saiyah mengenai pertanyaan saudara... dan bila negara mengalami kerugian atas penelitian ini... saudara selaku orang yang memotivasi penelitian ini akan dipenggal lebih dahulu...!!!!

    *bakar ban bekas*

  32. #35 aRuL Wednesday, January 9th, 2008 at 14:45 From INDONESIA

    @Andrew Wijaya : *namanya bo......*

    blogger jadi anggota dpr...? jangan ahh mas... nanti kalo mepet dedlen dan kejar setoran, Maria Eva tambah banyak

    wekz? kenapa? wah blogger dan maria eva hubungannya apa? blogger sering selingkuh?
    yah kalo ditunjuk jadi anggota DPR atau pejabat jangan mengelak dong, gunakan semua idealisme saat menulis blognya. kan mantap tuh... :)
    okeh2...

  33. #36 Andrew Wijaya Wednesday, January 9th, 2008 at 14:50 From INDONESIA

    blogger kalo kepepet dikejer trepik hidayat pasti posting video bugil 3gp Ya Tuhan... semoga orang-orang busuk itu tersesat ke tempat sesat ini atas panduan keywords laknat itu ya Tuhan... bayangkan kalo orang yang seperti itu jadi anggota dpr...??? begitu waktu mepet buat nyelesein rapat... pasti bakal banyak Maria Eva :roll:

  34. #37 aRuL Wednesday, January 9th, 2008 at 14:54 From INDONESIA

    @ Andrew Wijaya : tipe bloggerkan banyak, yah jangan blogger yang gitu dong tempatnya itu dia di tempat gituan2 wekekekek :D , mana sempat dia mikir negara. Blogger yang menulis2 tentang pemerintahan, masyarakatn rakyat dong :)

  35. #38 qzink666 Wednesday, January 9th, 2008 at 15:24 From NORWAY

    Tergantung keadaan..
    Kalo pas jadi anggota DPR saya sudah kaya, ya saya utamakan kepentingan rakyat..
    Tapi kalo pas jadi anggota DPR saya masih miskin,
    ya utamakan kepentingan pribadi dulu dunks..
    *berusaha realistis*

  36. #39 Ataner Wednesday, January 9th, 2008 at 15:37 From INDONESIA

    RAKYAT~

    Tapi itu hanya sekedar omong kosong doang... kan susah.

    Memikirkan diri sendiri, ya iya dong. Diri kaga bener mau gimana??

    Partai, partai suka kesulitan, noh, unjuk gigi kan? (hehe, sombongkah?)

    Ya, sebenarnya itu tergantung diri sendiri :D

  37. #40 sitijenang Wednesday, January 9th, 2008 at 15:40 From INDONESIA

    amankan dulu gaji, tunjangan, dan kehidupan pribadi. kalo perlu naek haji. setelah tabungan cukup, barulah memikirkan rakyat yang diwakili. cukup melalui imajinasi. setelah tidak di DPR lagi, pemerintah dicaci dan dimaki. menaikkan citra diri, supaya terpilih kembali... hi hi hi... ngerii... :mrgreen:

  38. #41 dimasu Wednesday, January 9th, 2008 at 15:42 From INDONESIA

    kalo saya,pilih rakyat..
    jelas..
    apalah arti hidup ini jika mencuri harta rakyat.
    jauh lebih baik menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak :)
    .
    .
    .
    .
    *ditimpuk*

    tapi iya loh. opini gw beneran pilih rakyat x(

    @arul
    yup. blogger jadi anggota DPR tidak akan ada skandal "maria eva". yang ada adalah skandal "bayut2" hehe..
    Salut buat anda yang masih memiliki jiwa idealis *lagi serius*

  39. #42 Li Xiang-ying Wednesday, January 9th, 2008 at 15:42 From INDONESIA

    @ grace: Balance. Caranya? :P

    @ Andrew Wijaya [1]: Benar itu. DIkeluarkan dari partai, di DPR pun kita kehilangan posisi. Karena di Indonesia saat ini, partai adalah satu-satunya kendaraan politik untuk memperoleh kekuasaan.
    Saya juga, begitu lulus ilmu HI ini, saya akan mengutamakan duit rakyat dengan jalan diplomasi.

    @ Andrew Wijaya [2]: Saya jadi ingat entry Kopral Geddoe yang: "Saran-saran yang menyebalkan." :P

    @ Andrew Wijaya [3]: Makanya, benerin itu nama dulu... :mrgreen:

    @ cK: *tendang*

    @ aRuL [1]: Masalahnya muncul, ketika ada ketimpangan antara harapan dan fakta. Harapan saat menjadi blogger memang begitu, namun fakta nantinya masih misterius.

    @ Cynanthia: Darimana anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu dipilih? Dari Partai. Siapa yang nyoblos Partai? Rakyat. Terus? :lol:

    @ Andrew Wijaya [4]: Enta mau nambahin keyword laknat yah?

    @ serdadulangit: Ohohohooo... Berfilsafat kah hingga melupakan kewajiban memperkaya diri sendiri? :mrgreen:

    @ Moerz: Menteri? Menteri itu masuk Eksekutif, sedangkan DPR itu Legislatif. Legislatif dicalonkan Partai dan dipilih rakyat. Eksekutif macam menteri diangkat oleh Presiden. :D

    @ Andrew Wijaya [5]: Saking ndak ada gunanya yah? :lol:

    @ aRuL [2]: Jadi anggota DPR ga ditunjuk, tapi mencalonkan diri di Partai, terus namanya dijejerkan berdasarkan nomor urut, siapa yang upetinya ke Partai paling banyak dan dia loyal pada partai, nah ditaroh nomor 1 dan kemungkinan terpilihnya gede. :mrgreen:

    @ Andrew Wijaya [6]: Asyem... Nambahin keyword laknat terus!

    @ aRuL [3]: Yang menjadi masalah adalah ketika idealisme ketika menjadi blogger harus digadaikan demi mengejar kekuasaan. Mau gimana lagi, toh modalnya nggak kecil... :roll:

    @ qzink666: Zaman sekarang yang miskin hampir ga bisa nyalonin diri di Partai buat jadi anggota dewan lho.

    @ Ataner: Meninggalkan partai? Jabatan ente dicabut. :lol:

    @ sitijenang: Masalahnya bisa tahan nggak dengan silaunya kekuasaan dan jadi nggak lupa diri? :mrgreen:

  40. #43 Li Xiang-ying Wednesday, January 9th, 2008 at 15:43 From INDONESIA

    @ dimasu: Semoga pas kepilih, masih ingat janjinya dan ga ada niat balik modal yah. ;)

  41. #44 StreetPunk Wednesday, January 9th, 2008 at 15:47 From UNITED STATES

    Ups, saya sebenarnya kurang suka berkhayal lagipula saya kurang memahami konteks-konteks DPR itu seperti apa. Kalau mau berpikir sederhana, sebenarnya itu bukan pilihan dan kurang tepat untuk ditanyakan mau mementingkan yang mana karena DPR itu harus mementingkan rakyat. Panjangkan saja, DePe'eR=Dewan Perwakilan Rakyat. Siapapun akan langsung tau bahwa DPR harus mementingkan rakyat.

    Sebenarnya ketiga pilihan tersebut masing-masing rentan terhadap kritik yang bisa timbul dari masing-masing pihak baik partai maupun rakyat. Maka kalau jadi anggota DPR, saya akan memindahkan jabatan beresiko tersebut ke orang lain yang lebih pantas untuk mengelolanya..

    * egh, jadi melenceng pula *

    * balik ke pertanyaan awal *

    Kalau bicara kecenderungan untuk mementingkan yang mana, maka saya akan melihat kondisinya dulu. Seandainya rakyat dalam kondisi kritis dan dua yang lainnya dalam keadaan baik-baik saja, tentu saya akan mementingkan rakyat. Kalau keadaannya berbeda, maka tindakan saya pun berbeda. Lihat juga kondisi negaranya, kalau rakyat dan partai fine-fine aja (dalam hal ekonomi, kesejahteraan, dll), ngapain juga dipedulikan, tinggal diarahkan saja sesuai untuk kemajuan negara [dan diri sendiri].

    Kalau sudah menjadi anggota DPR, tentu kehidupan kita akan lebih baik (mengingat gaji anggota dpr saat ini), untuk apa pula kita masih serakah juga mementingkan diri sendiri?
    Jadi singkatnya, untuk sekarang ini, saya masih mempertimbangkan untuk mementingkan rakyat.

    Bagaimana dengan Anda?

  42. #45 Sawali Tuhusetya Wednesday, January 9th, 2008 at 15:53 From INDONESIA

    niru2 para wakil rakyat yang bertengger di senayan. kalo rapat ngantuk, bagi amplop membelalak, habis itu mintak jalan2 keluar negeri. neikmat bener jadi anggota DPR. Halah.

  43. #46 sitijenang Wednesday, January 9th, 2008 at 16:04 From INDONESIA

    kalo gak sekadar umpama... kalo yang di DPR itu saya... baru nanti nengok blog ini lagi. gini roze... enak lho kerja begini... 8)

  44. #47 Li Xiang-ying Wednesday, January 9th, 2008 at 16:07 From INDONESIA

    StreetPunk:

    Ups, saya sebenarnya kurang suka berkhayal lagipula saya kurang memahami konteks-konteks DPR itu seperti apa.

    Jika membaca lahan komentar di sini, sudah akan sedikit terbayang konsep DPR dan perjalanan menuju kursi dewan itu.

    Kalau mau berpikir sederhana, sebenarnya itu bukan pilihan dan kurang tepat untuk ditanyakan mau mementingkan yang mana karena DPR itu harus mementingkan rakyat. Panjangkan saja, DePe’eR=Dewan Perwakilan Rakyat. Siapapun akan langsung tau bahwa DPR harus mementingkan rakyat.

    Begini...dalam teori Metode Penelitian sederhananya (halah, halah), pilihan itu bersinkrininasi dengan masalah. Ada masalah, ada pilihan. Jadi, seperti yang sudah-sudah saya jelaskan, masalah timbul karena ada itu...ketimpangan antara harapan dan kenyataan. Mengapa ada ketimpangan itu? Saya hanya melihat perspektif sebagai pihak ketiga antara anggota dewan dan rakyat, di mana muncul banyak ketidakpuasan rakyat terhadap anggota dewan. Rakyat berharap begini, kenyataannya tidak sesuai. Sama dengan namanya, Dewan Perwakilan Rakyat dengan harapan mewakili rakyat, tapi pada kenyataannya ini sukar sekali ditemukan. Dan bagaimana mewakili rakyat? Seluruh rakyatkah? Mayoritas rakyatkah? Anggota dewan bergerak dengan visi dan misi Partai politik, bagaimanapun, jika mereka sudah melanggar dari apa yang Partai Politik mereka gariskan, walaupun mengatasnamakan rakyat, itu akan sulit dilakukan jika sudah bertentangan dengan Partai Politik mereka. Partai Politik bisa saja memecat mereka, lalu mereka akan kehilangan jabatan di DPR. Jadi, apa yang sebenarnya diwakilkan oleh anggota DPR? Dalam hal ini rakyat yang bagaimana. Rakyat mayoritas, rakyat pendukung partai? Karena tiap Partai mempunya kepentingan politik yang berbeda-beda.

    Maka kalau jadi anggota DPR, saya akan memindahkan jabatan beresiko tersebut ke orang lain yang lebih pantas untuk mengelolanya..

    Ndak bisa. Ndak ada serah terima jabatan. Yang ada serah terima jabatan hanyalah parlemen bikameral semacam upper house di Inggris di mana jabatan di upper house diwariskan secara turun-temurun atau diserah-terimakan. Namun ironisnya posisi upper house di Inggris ini lebih rendah ketimbang lowe house-nya. :P

    Kalau bicara kecenderungan untuk mementingkan yang mana, maka saya akan melihat kondisinya dulu. Seandainya rakyat dalam kondisi kritis dan dua yang lainnya dalam keadaan baik-baik saja, tentu saya akan mementingkan rakyat. Kalau keadaannya berbeda, maka tindakan saya pun berbeda. Lihat juga kondisi negaranya, kalau rakyat dan partai fine-fine aja (dalam hal ekonomi, kesejahteraan, dll), ngapain juga dipedulikan, tinggal diarahkan saja sesuai untuk kemajuan negara [dan diri sendiri].

    Kalau sudah menjadi anggota DPR, tentu kehidupan kita akan lebih baik (mengingat gaji anggota dpr saat ini), untuk apa pula kita masih serakah juga mementingkan diri sendiri?
    Jadi singkatnya, untuk sekarang ini, saya masih mempertimbangkan untuk mementingkan rakyat.

    Yang jadi masalah adalah rakyat yang mana. Hampir nggak mungkin bisa mengutamakan seluruh rakyat karena adanya faktor heterogenitas, terutama di Indonesia ini. Hampir 50% kebijakan anggota DPR adalah kebijakan Partai Politik, di mana Partai Politik adalah satu-satunya kendaraan Politik untuk berkancah di medang perpolitikan dan kekuasaan, untuk menentukan kebijakan. Kembali lagi ke poin yang saya sebutkan sebelumnya.

    Ini memang dilema.

    ...oh ya, ini salah satu faktor penghambat demokrasi. Masih ada 6-7 faktor lainnya sih, tapi saya ngkat ini dulu. Yang paling luas bahasannya.

    Bagaimana dengan Anda?

    Saya sendiri, SEANDAINYA menjadi anggota DPR, saya akan bergerak dengan kebijakan Partai Politik yang saya ikuti. Karena dalam menentukan Partai, itu nggak gampang. Visi dan misi berbeda dengan visi dan misi kita, sudah barang tentu kita akan digerakkan oleh Partai karena alasan jabatan belaka. Mengatur kebijakan umum pun, tentu saja melihat dari Partai itu sendiri, karena ada sinkroninasi antara kepentingan diri sendiri dan kepentingan partai jika memang ada kesamaan visi dan misi.

    Baidewei, saya kayak ngasih kuliah politik aja. :?

    @ Sawali Tuhusetya: Ahahahaaa... Sip deh pak! :lol:

    @ sitijenang: Atu ajarin anggota DPR ngeblog? :P

  45. #48 Dream Maker Wednesday, January 9th, 2008 at 16:23 From INDONESIA

    Partai

    Entah kenapa, kalo diri sendiri...

    Kayaknya sangat mengancam.

  46. #49 arya Wednesday, January 9th, 2008 at 16:27 From INDONESIA

    basbangtututpret. dah pernah nongol, dicabut, trus nongol lagi? fyuh
    *buru2 sainot*

  47. #50 StreetPunk Wednesday, January 9th, 2008 at 16:38 From UNITED STATES

    Bergerak dengan kebijakan partai politik pun kalau tidak sesuai dengan kepentingan rakyat mayoritas, akan tetap sulit juga.

  48. #51 Li Xiang-ying Wednesday, January 9th, 2008 at 16:49 From INDONESIA

    @ Dream Maker: Hohohooo.. Kenapa mengancam? :P

    @ arya: *siul-siul*

    @ StreetPunk: Karena itu, harus memilih parpol dengan menyesuaikan visi dan misi. Urusan pelaksanaan, ini biasanya sulit. Soalnya anggota DPR ga bisa bergerak sendiri.

  49. #52 danalingga Wednesday, January 9th, 2008 at 17:04 From INDONESIA

    Sepertinya jika saya, maka saya akan kompromikan semua kebutuhan. :lol:

    Tapi nggak di jamin juga hasil kompromi bakal optimal bagi kepentingan saya.

  50. #53 aRuL Wednesday, January 9th, 2008 at 17:08 From INDONESIA

    @ Li Xiang-ying :

    Harapan saat menjadi blogger memang begitu, namun fakta nantinya masih misterius.

    kenapa harus beda fakta dengan harapan menjadi blogger? bukannya semua yang ditulis merupakan buah pemikiran yang luar biasa?
    percuma dong jadi blogger hanya ngomong doang, tidak bisa memberikan andil nyata?
    jadi teringat postingan bang aip tentang wawancara blogger dan malaikat.

    Jadi anggota DPR ga ditunjuk, tapi mencalonkan diri di Partai, terus namanya dijejerkan berdasarkan nomor urut, siapa yang upetinya ke Partai paling banyak dan dia loyal pada partai, nah ditaroh nomor 1 dan kemungkinan terpilihnya gede. :mrgreen:

    yah bikin Partai Blogger Indonesia (kesummon pak Ram Ram Muhammad) :D :lol:
    wah itu paradigma emang, tapi apa politik itu harus lewat parpol? apa parpol sudah sebusuk itu?
    yah dirikan partai yang bersih dong. kalo kita berfikir2 gitu terus, kapan kita bisa membersihkan negara ini? kapan mau bergerak?

    * btw kenapa lari ke blogger yah? ah saya ini merubah alur saja... :D sori loh rozenesia :)*

  51. #54 aRuL Wednesday, January 9th, 2008 at 17:10 From INDONESIA

    @ roze : perbaiki dong quotenya... hehehe
    salah... mestinya quote yg ketiga ngak ada... :D
    thanki

  52. #55 SALNGAM Wednesday, January 9th, 2008 at 17:26 From INDONESIA

    Di Republik ini serba salah. Mikirin rakyat, rakyat nggak mikirin saya karena rakyat harus saya bayar untuk milih saya baik uang, nipu dengan akan diberikan Allah jatah di surga. Mikirin diri sendiri, dikiraian egois tapi kalau tidak mikirin diri siapa yang mikirain saya. Mikirin partai, itu harus kalau partai tidak dipikirin partai tidak akan mikirin saya walaupun rakyat akan protes kalau saya kalau saya leebih memikirkan partai. Di Republik ini antara telor dan ayam mana yang duluan. Contoh paling konkrit kelakuan PKS di kampus-kampus, pada hal PKS lahir dengan jargon moralitas. yang mana moral yang mana political game yang mana sekolah tidak bisa lagi dibedakan. Welcome to Banana Republic!!!

  53. #56 Hanna lagi di Singkawang Wednesday, January 9th, 2008 at 17:30 From INDONESIA

    Hahahahaha, pintar sekali, Gun.
    Bangga deh saya, he he he.....

    Hmmm... apa dulu yach?
    tergantung pokok permasalahannya apa dulu, nih?

    tapi, mungkin saya akan memilih kepentingan rakyat. karena seorang pemimpin negara yang baik ialah yang mampu mengabdikan dirinya kepada rakyat bukan rakyat yang mengabdikan diri.

  54. #57 Hanna lagi di Singkawang Wednesday, January 9th, 2008 at 17:33 From INDONESIA

    wo he zong jiao
    dang wo shi hai zi, wo zou le ru cheng shi.
    wo dao da le zai er lu.
    wu gu de, wo xiang you zhuan.
    ran hou, wo zai dao da le zai er lu.
    wo jue ding le dui xiang zuo zhuan, bing qie wo bao chi le zai dao da zai er lu, bu ting.
    wo shi mi mang de.
    wo shi qu le.
    zui hou, wo zhan qu le suo you wo de yong qi he zhuan guo lai.
    shen qi de, lu zhi jie dao zhi le wo de jia.
    wo bu zhi dao wei shen me, wo mei you xiang ren wei we shen me.
    wo kua bu.
    wo hui jia le

    shi ni xie de ma? rang wo hen gan dong... hiks, hiks
    saya tak menyangka Gun bisa menulis puisi sehebat ini, saluttt.

  55. #58 Hoek Soegirang Wednesday, January 9th, 2008 at 18:28 From INDONESIA

    "Ahahaaa… Kok katanya wakil rakyat lho. Kalau begitu ada ‘masalah’ dengan rakyat kan?"
    *mikir sejenak*
    .
    .
    *mikir dua jenak*
    .
    .
    .
    ohh...yayaya!!! saia ngerti maksudna!!!!!!!

  56. #59 Hair Wednesday, January 9th, 2008 at 22:16 From INDONESIA

    mending gajinya di pake buat beli makeUP. he....he...

  57. #60 Diki Wednesday, January 9th, 2008 at 23:08 From INDONESIA

    Diri sendiri, partai, atau rakyat? Wah pilihan yg sulit.. Ga bisa memilih opsi 50-50 yah? Kalau begitu saya pilih opsi Call a Friend! *who wants to be a wakil rakyat yang millionaire*

  58. #61 Fajar Thursday, January 10th, 2008 at 2:12 From INDONESIA

    kalo gw mah kepentingan golongan aja dah
    :lol:

  59. #62 tukangkopi Thursday, January 10th, 2008 at 3:08 From INDONESIA

    kalo kepentingan gw merasa kepentingan diri sendiri sudah terpenuhi baru memikirkan partai. lah gw dan partai kan rakyat juga.. :twisted:

  60. #63 brainstorm Thursday, January 10th, 2008 at 4:00 From INDONESIA

    *munafik mode : on*

    RAKYAT dong.. kan saya dipilih rakyat, "dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat" :cool:

  61. #64 Herianto Thursday, January 10th, 2008 at 5:27 From INDONESIA

    Oh... Politk yang malang, di sini kau cuma wacana... wacana dan wacana. :(

  62. #65 erander Thursday, January 10th, 2008 at 5:29 From INDONESIA

    Tergantung .. saya menjadi anggota DPR karena apa. Jika karena partai yang mewadahi saya .. kita harus fair lah. Masalah kemudian apakah akan membela rakyat atau tidak. Tergantung kebijakan partai. Jika ternyata partai tidak membela rakyat dan itu bertentangan dengan hati nurani, ya kan ada 2 pilihan. Keluar dari partai atau tetap di partai.

    Kalo saya dipilih langsung oleh rakyat. Emang bisa ya dari individu jadi anggota DPR?? .. nah, kalo yang pilih rakyat. Ya mesti membela yang milih dong. Kita dipilihkan untuk mewakili mereka. Gitu deh.

    Kalo untuk diri sendiri .. saya pikir, kaya'nya ga tepat deh jadi anggota DPR. Tapi lebih pas kalo saya jadi President Direktur Perusahaan. Itu lebih pas. Dan yang dibela adalah pemegang saham dan stakeholder.

  63. #66 bayu Thursday, January 10th, 2008 at 5:54 From INDONESIA

    kepentingan investornya dong,..

    hari gini,..

  64. #67 Arsyad Salam Thursday, January 10th, 2008 at 5:55 From INDONESIA

    Anggota Dewan?? kelakuannya mah aya2 wae. Berkelahi saat rapat, melancong ke luar negeri. Banyak duit pula. Kalo saya jadi anggota DPR, ya pikirin perut dulu dong.. lagian rakyat juga udah pintar ngurus diri sendiri, ngapain diurusin?...
    Saya ingat kata2 Macchiavelli :"seorang pemimpin (termasuk legislatif) tak perlu punya sifat2 baik, tapi sangat perlu bila tampak seakan2 memilikinya??? munafik toh??
    Salam

  65. #68 Ram-Ram Muhammad Thursday, January 10th, 2008 at 6:02 From INDONESIA

    Saya memilih tidak jadi wakil rakyat di DPR... istri saya ndak ngijinin... malu katanya!

    Jadi saya ndak bisa berandai-andai kalau jadi wakil rakyat mau bagaimana...

    Ndak kebayang akan seperti apa muka saya dan keluarga, ketika saya terus dibanjiri berbagai macam fasilitas, gaji... di saat rakyat hdupnya menderita dan serba kesulitan.

    *sok moralis MODE ON*

  66. #69 morishige_turun_gunung Thursday, January 10th, 2008 at 6:15 From INDONESIA

    kalo jadi anggota dewan di indonesia sih sepertinya yang didahulukan kepentingan partai..
    lihat aja kenyataan sekarang..
    :-)
    kecuali anda adalah seorang yang benar-benar idealis dan anti-mainstream..
    :mrgreen:

  67. #70 dimasu Thursday, January 10th, 2008 at 6:29 From INDONESIA

    bukankah partai didirikan untuk mewakili suara rakyat...
    saat ini, beberapa partai ada yang idealis seperti itu. beberapa partai lainnya mementingkan kelompoknya dengan mengatasnamakan rakyat. lainnya, partai yang mementingkan kelompoknya sendiri dan memang mengatasnamakan kelompoknya sendiri itu.
    Partai jenis kedua itu yang berbahaya..
    *jadi melenceng ke topik partai*

  68. #71 leksa Thursday, January 10th, 2008 at 6:36 From INDONESIA

    saya milih ga jadi anggota DPR dan mikirin rakyat :D

  69. #72 awan sundiawan Thursday, January 10th, 2008 at 7:09 From INDONESIA

    Kepentingan pribadi dulu penuhi agar tidak korupsi, kalau sudah kepentingan pribadi sudah terpenuhi baru jadi anggota DPR. :D

  70. #73 Li Xiang-ying Thursday, January 10th, 2008 at 9:10 From INDONESIA

    @ danalingga: contoh komprominya? :lol:

    @ aRuL [1]: Masalah utamanya ya itu, manusia ndak bisa ditebak.
    Di Indonesia, jalan satu-satunya bagi warga sipil untuk berkiprah di politik hanyalah parpol. Belum ada UU mengenai calon independen.

    @ aRuL [2]: Yap, sudah diedit.

    @ SALNGAM: Hahahaaa... Komentar dengan alur yang bagus. Carut-marut dunia politik lah yang sangat saya singgung di sini. Yah, mau bagaimana lagi, semuanya punya kelemahan, termasuk demokrasi itu.

    @ Hanna lagi di Singkawang [1]: Howee... Aku nulis ini berkaitan dengan kegundahanku mengenai perpolitikan sih.
    Memang sih, di atas kertas emang mengabdi pada rakyat, tapi di sini timbul masalah. Karena banyak yang terekspos itu tidak sesuai dengan di atas kertas.

    @ Hanna lagi di Singkawang [2]: Puisinya udah dijadiin entry baru~

    @ Hoek Soegirang: Jadi apa hayooo? :mrgreen:

    @ Hair: Manjain istri (bagi lelaki), atau manjain diri (bagi perempuan)? :lol:

    @ Diki: Entry ini Ask the Audience lho. :mrgreen:

    @ Fajar: Lebih ke partai dong? :lol:

    @ tukangkopi: Masalahnya, bisa puas ndak? :lol:

    @ brainstorm: Hush... Hush... :mrgreen:

    @ Herianto: Malang... Mungkin, tapi inilah hidup kan... :(

  71. #74 Li Xiang-ying Thursday, January 10th, 2008 at 9:10 From INDONESIA

    @ erander:

    Tergantung .. saya menjadi anggota DPR karena apa. Jika karena partai yang mewadahi saya .. kita harus fair lah. Masalah kemudian apakah akan membela rakyat atau tidak. Tergantung kebijakan partai. Jika ternyata partai tidak membela rakyat dan itu bertentangan dengan hati nurani, ya kan ada 2 pilihan. Keluar dari partai atau tetap di partai.

    Saya setuju di poin ini. Pilihan ada pada kita. Jika memang Partai tidak membela rakyat dan kita sudah jadi anggota DPR, kita bisa keluar dari partai, tapi ya resikonya jabatan anggota dpr hangus deh.

    Kalo saya dipilih langsung oleh rakyat. Emang bisa ya dari individu jadi anggota DPR?? .. nah, kalo yang pilih rakyat. Ya mesti membela yang milih dong. Kita dipilihkan untuk mewakili mereka. Gitu deh.

    Ndak bisa pak. Kudu dari Partai kalau di Indonesia ini.

    Kalo untuk diri sendiri .. saya pikir, kaya’nya ga tepat deh jadi anggota DPR. Tapi lebih pas kalo saya jadi President Direktur Perusahaan. Itu lebih pas. Dan yang dibela adalah pemegang saham dan stakeholder.

    Heheheee... Kalau bisa sih maunya juga gitu. Tapi ini kalau seandainya sudah jadi. Tapi tauk ah gelap. :lol:

    @ bayu: Lha investor partai kan kita ini yang dicalonkan. :mrgreen:

    @ Arsyad Salam: Masalahnya gini pak. Anggota DPr itu masuk legislatif, dan legislatif taunya cuma bikin UU, yang jalannin ya eksekutif. Jadi otomatis legislatif kurang tau keadaan di lapangan. :?

    @ Ram-Ram Muhammad: Lha ini kalau udah jadi to pak. :mrgreen:
    Hohohooo... Jadi intinya tanggung jawabnya berat kan. :lol:

    @ morishige_turun_gunung: Anti-mainstream partai, dipecat partai lah kau. :mrgreen:

    @ dimasu: Hohohooo... Emang bicarain partai juga kok. :lol:

    @ leksa: Ndak bisa, ndak sesuai pertanyaan 'seandainya' ini. :lol:

    @ awan sundiawan: Jadi anggota DPR pasti keluar modal. Jadi ndak mau balik modal nih? :mrgreen:

  72. #75 qizinklaziva Thursday, January 10th, 2008 at 9:22 From INDONESIA

    Sumpah... saya nggak pernah ngebayangin bakal jadi anggota dewan. Dulu waktu saya dikasih tugas buat ngeliput anggota DPRD, saya pikir bakal enjoy karena di ruang ber-AC. Tapi setelah dua tahun berjalan, saya muak melihat anggota dewan.
    Mereka cuma jual ludah.... hiks... hiks...
    sampe-sampe saya kudu ngeblicklist anggota dewan buat narasumber saya....!!

    http://qizinklaziva.wordpress.com/2007/08/11/uh-dewanku/

  73. #76 Li Xiang-ying Thursday, January 10th, 2008 at 9:55 From INDONESIA

    @ qizinklaziva: Namanya juga legislatif, mana tau keadaan di lapangan. :lol:

  74. #77 saRe' Thursday, January 10th, 2008 at 10:53 From INDONESIA

    kepentingan kota saya tercinta!! :cool:

    *sambil mengepalkan tangan kanan di udara dan mengunyah sirih*

  75. #78 rozenesia Thursday, January 10th, 2008 at 11:01 From INDONESIA

    @ saRe': DPRD aja sana. :lol:

  76. #79 malaikatgimbal Thursday, January 10th, 2008 at 11:55 From INDONESIA

    kalo gw jadi anggota DPR, gw bakal bikin UU yang ngelegalin Ganja ... Biar orang Indonesia ngga pada sutress ...

  77. #80 danalingga Thursday, January 10th, 2008 at 12:17 From INDONESIA

    Contohnya entar kalo saya dah jadi anggota dpr, soale harus praktek langsung. :lol:

  78. #81 hadi arr Thursday, January 10th, 2008 at 12:27 From INDONESIA

    Namanya juga anggota, yang pertama tentunya kepentingan partai karena tanpa kendaraan itu kita nggak akan dipilih oleh rakyat (yang tentu simpatisan partai kita) setelah itu kalau kepentingan partai sudah rasa-rasanya sudah diikuti baru kepentingan rakyat, kepentingan pribadi itu nggak ada nomornya.
    sebab......
    untuk mengikuti aturan partai dan untuk memperhatikan rakyat saya pasti nggak bisa mikir kalau diri saya nggak makmur, keluarga saya nggak subur, kalau kroni-kroni saya terlantar.
    Jadi, kalau saya anggota DPR, nomor satu yang saya perhatikan adalah rakyat setelah kepentingan partai dan kepentinagn partai nomor satu juga setelah kepentingan pribadi
    gitu s e a n d a i n y a

  79. #82 Anti KApiTalis Thursday, January 10th, 2008 at 16:56 From INDONESIA

    Saya Gak Mau jadi wakil rakyat kalo sistemnya masih kayak gini
    Gak punya modal boz ato kalok dimodalin haris ngikutin yang ngasih modal dunk, kayak bapak wakil rakyat kita tuh pas buat UU pasti nghuntungin si modal.
    gw salut bener bener salut ama wakil rakyat kita!!!!bener2 aspiratif?!!!!
    Rakyat mau kaya udah diwakilin
    Rakyat mau Rumah mewah ee dah diwakilin
    RAkyat MAu punya mobil juga diwakilin
    KURANG APA COBA????

  80. #83 Anti KApiTalis Thursday, January 10th, 2008 at 16:59 From UNITED STATES

    Saya Gak Mau jadi wakil rakyat kalo sistemnya masih kayak gini (demokrasi)
    Gak punya modal boz ato kalok dimodalin harus ngikutin yang ngasih modal dunk, kayak bapak wakil rakyat kita tuh pas buat UU pasti nguntungin si pemodal...(UU SDA, UU PMA dll)
    gw salut bener bener salut ama wakil rakyat kita!!!!bener2 aspiratif?!!!!
    Rakyat mau kaya udah diwakilin
    Rakyat mau Rumah mewah ee dah diwakilin
    RAkyat MAu punya mobil juga diwakilin
    KURANG APA COBA???

  81. #84 aRuL Thursday, January 10th, 2008 at 17:20 From INDONESIA

    @ Rozenesia : saya rasa berpolitik tidak harus lewat parpol koq, kalo terbatas pemikiran hanya sebagai anggota DPR, yah politik sebatas itu.

  82. #85 Abeeayang™ Thursday, January 10th, 2008 at 20:49 From INDONESIA

    kepentingan blogger nomor wahid :mrgreen:

  83. #86 aRuL Thursday, January 10th, 2008 at 20:53 From INDONESIA

    @ Abeeayang™ :: sip abeeayang mendukung saya.. :D hidup blogger :D

  84. #87 suba Thursday, January 10th, 2008 at 22:21 From INDONESIA

    klo saya sihh tiap HARI ada PARTY :D :) dari pada korupsi sembunyi2 uang rakyat hahahahahhaa.........

  85. #88 alfaroby Friday, January 11th, 2008 at 4:20 From INDONESIA

    SAYA AKAN MENERAPKAN UNDANG UNDANG MENGENAI LEBIH MEMPERKETAT DALAM HAL PENULISAN PUBLIK, KARENA SAYA ADALAH ANGGOTA DPR

    he he he

  86. #89 rozenesia Friday, January 11th, 2008 at 4:23 From INDONESIA

    @ malaikatgimbal: Ahahahaaaa... Liat nama Anda sih, udah pasti atuh. :mrgreen:

    @ danalingga: Iya, kalau jadi... :lol:

    @ hadi arr: Ah, iya ya. Bagaimanapun karena partai lah satu-satunya kendaraan politik. :D

    @ Anti KApiTalis [1]: Wah, kalau kita cuma bisa menyalahkan sistem tanpa berani terlibat di dalamnya itu susah. :(

    @ Anti KApiTalis [2]: ...

    @ aRuL [1]: Di abad ini memang keberadaan parpol juga udah sedikit tersingkir dengan calon independen. Tapi di Indonesia, satu-satunya kendaraan politik bagi warga sipil hanyalah parpol, karena kendaraan politik itu membawa kepada power (kekuasaan). Power ndak bisa didapat tanpa membonceng parpol. Interest group (kelompok kepentingan) bukanlah kendaraan politik, karena nggak punya power, hanya melakukan interaksi dengan pembuat kebijakan umum aja.

    @ Abeeayang™: Berogeru desho desho? :mrgreen:

    @ aRuL [2]: :lol:

    @ suba: Party itu Partai? :mrgreen:

  87. #90 rozenesia Friday, January 11th, 2008 at 4:30 From INDONESIA

    @ alfaroby: Asyem, mau blokir blog yeh? :mrgreen:

  88. #91 Guh Friday, January 11th, 2008 at 6:52 From INDONESIA

    Saya akan manfaatkan kekuasaan saya untuk bikin koprasi dan sekolahan, koprasinya untuk menghidupi sekolah biar mandiri. Sekolahnya sendiri beda dari yang umum, anak-anak ga diajari jadi maling dengan pake program bajakan, ga diajari jadi mesing penghapal, dan ga diajari jadi fanatik beragama. Pelajaran agama ga ada, cukup budi pekerti aja, kalaupun harus ada, cukup sejarah-sejarahnya aja (termasuk yang brutal2) dari semua agama :)

    Nanti kalau semuanya dah jalan dan bisa mandiri, saya akan mulai teriak lebih keras soal korupsi, ungkap semua walaupun itu teman sendiri :D Direcall pun ga masalah, investasi demi masa depan kan udah jalan.

    *terbangun dari mimpi*

  89. #92 rozenesia Friday, January 11th, 2008 at 6:58 From INDONESIA

    @ Guh: Pendidikan. Hohohooo... Itu emang krisis banget di endonesa sekarang ini.

    Moga mimpinya jadi kenyataan. :mrgreen:

  90. #93 Funkshit Friday, January 11th, 2008 at 9:32 From INDONESIA

    buat rakyat donks...
    keluarga saya, partai saya, dan diri saya ,. termasuk rakyat juga tho ??

  91. #94 morishige_toyotomi Friday, January 11th, 2008 at 10:08 From INDONESIA

    maka dari itu... anggota DPR pasti mendahulukan kepentingan partainya...
    :mrgreen:

  92. #95 serdadulangit Friday, January 11th, 2008 at 10:19 From INDONESIA

    ...Ok, seandainya aku jadi anggota DPR maka aku akan menyeleraskan 3 kepentingan tersebut. Karena sebagai kepala rumah tangga aku gak boleh mengabaikan keluargaku, sebagai anggota partai aku jaga gak boleh cuex dgn kepentingan partai-ku sebab setiap partai tentu punya garis kebijakan partai yg harus ditaati setiap anggotanya dan lagian aku bisa jadi anggota DPR karena partailah yg mencalonkan, trus...sebagai wakil rakyat sudah sangat jelas aku kan membela kepentingannya karena keberadaanku di parlemen memang untuk mewakili kepentingan rakyat. So...ketiga kepentingan itu akan kujalankan dengan se-balance mungkin dengan tetap mengikuti semua aturan/hukum/undang2 yang telah ditetapkan/berlaku, artinya bahwa disaat saya memperjuangkan kepentingan rakyat maka saya juga harus tetap ingat dgn kepentingan partai dan pribadi, saat saya menjalankan kebijakan partai maka saya juga tidak akan meninggalkan kepentingan pribadi apalagi kepentingan rakyat, dan disaat saya memikirkan/menjalankan kepentingan pribadi maka saya harus sadar bahwa saya adalah seorang wakil rakyat yg terhormat yg juga berkewajiban memikirkan/menjalankan amanat rakyat dan anggota partai yang juga harus memikirkan/menjalankan kebijakan partai.

    Jika pertanyaan sampeyan titik-beratnya di "jadi anggota DPR-nya" maka jawabku adalah seperti yg diatas, tapi jika yg sampeyan kehendaki adalah "mana yg didahulukan" maka (menurutku) akan susah menjawabnya....ya kayak pertanyaan "Telur sama ayam duluan mana", sehingga yg paling realistis (kepentingan mana yg didahulukan) adalah tergantung sikon (kita sedang menjalankan peran apa),...pribadi/kepala rumahtangga-kah?, anggota partai-kah ato sbg wakil rakyat-kah?. (*masih gak ada gunanyakah?*)

  93. #96 morishige_toyotomi Friday, January 11th, 2008 at 10:47 From INDONESIA

    kekna yang saya tangkep dari diskusi di atas adalah.... *drumroll* pinter2 milih partai dehhhh.........

  94. #97 rozenesia Friday, January 11th, 2008 at 11:56 From INDONESIA

    @ Funkshit: Bela rakyat borjuis kah engkau? :lol:

    @ morishige_toyotomi [1]: Sip deh. :mrgreen:

    @ serdadulangit: Wah, jawaban yang panjang dan begitu runut. Well... Balancing ya? Itu memang bisa dilakukan, walau sulit. Tapi kurasa bisa kok.

    Jika pertanyaan sampeyan titik-beratnya di “jadi anggota DPR-nya” maka jawabku adalah seperti yg diatas, tapi jika yg sampeyan kehendaki adalah “mana yg didahulukan” maka (menurutku) akan susah menjawabnya….ya kayak pertanyaan “Telur sama ayam duluan mana”, sehingga yg paling realistis (kepentingan mana yg didahulukan) adalah tergantung sikon (kita sedang menjalankan peran apa),…pribadi/kepala rumahtangga-kah?, anggota partai-kah ato sbg wakil rakyat-kah?. (*masih gak ada gunanyakah?*)

    Can't agree anymore sir. Thanks. :D

    @ morishige_toyotomi [2]: Yah, begitulah... :lol:

  95. #98 annots Saturday, January 12th, 2008 at 7:49 From INDONESIA

    Ini bukan tugas/diskusi waktu kuliah diangkat sebagai bahan posting kan?

  96. #99 rozenesia Saturday, January 12th, 2008 at 7:59 From INDONESIA

    @ annots: Nggak, nggak... :lol:
    Waktu kuliah PIP ndak bahas ini kok. :P

  97. #100 gonna Friday, May 9th, 2008 at 23:23 From INDONESIA via Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0 on Windows Windows XP

    Yah... untuk tambahan pertimbangan ada baiknya tahu hal penting
    sistimnya saja sudah salah apalagi yang diharap

    baca deh link

Leave Your Response

Your email is never published nor shared. Make sure you enter the * required information where indicated.
Comments are not moderated, but note that "pertamax" word and its variants will be held in moderation queue.
This is a Gravatar-enabled weblog. And you can add Yahoo! Messenger emoticons to your comment.