Dan akhirnya (bagi saya) CSS Naked Day ’08 berakhir! Walaupun ini tahun pertama saya berpartisipasi dalam event ini (maklum saya newbie di blogsphere), saya mendapatan banyak pelajaran berharga dari hari yang bisa dibilang orang sebagai hari yang cukup iseng. Ah, seperti yang bisa dilihat, baru saja sebelum tulisan ini dirilis tampilan blog saya telah kembali seperti sebelumnya. Jika dihitung dengan zona waktu WIB, sekitar jam 7 pagi. Saya memang sengaja memakai standar waktu GMT untuk mengakhiri event ini, dengan pertimbangan menghargai peserta yang lain. Hehehee… ![]()
Saya bukan seorang web designer, jadi tidak bisa berbicara terlalu banyak mengenai apa yang saya dapatkan dari event ini. Tapi mungkin bisa dijadikan renungan juga bagi kita? Semoga. Mungkin ini sekelumit alasan saya mengikuti event tersebut ditambah pelajaran yang saya dapat darinya.
Pertama, saya benar-benar merasakan standar web bagi saya adalah sederhana dan simpel. Seperti yang tertulis di website CSS Naked Day, yaitu penggunaan (x)html yang sepantasnya, semantik, dan terstrukur. Tidak dengan desain ribet dan mewah yang kadang memusingkan mata (tapi jika semantik, why not?). Ketika blog saya ini ditelanjangi tanpa CSS selehai pun, jadi terlihat apakah susunannya kacau atau tidak. Desain yang semantik dan terstruktur, mungkin akan tetap terlihat cantik walau tanpa CSS. Tapi blog saya? Biar pengunjung yang menilai.
Kedua, bagaimana menghargai konten. Apakah selama ini Anda menyukai sebuah blog hanya karena desainnya saja atau kontennya saja? Lebih baik lagi jika karena desain dan konten yang bagus. Saya ingin memperlihatkan kepada penunjung blog saya bahwa inilah konten saya, ini isi saya. Mungkin perumpamaannya adalah jangan menilai saya dari fisik saya semata, tapi sikap dan sifat saya. Sekarang jujur, yang mana yang lebih membuat Anda betah membaca; konten yang bagus namun desainnya jelek (bahkan telanjang tanpa CSS sama sekali) atau desain yang sangat bagus namun kontennya biasa-biasa saja? Saya jadi ingat kutipan dari Scott Allan Wallick: “I offer themes that showcase your content, not my design skills.”
Ketiga, yaitu saya ingin memperlihatkan ketelanjangan blog saya. Ini masih berkaitan dengan poin kedua. Saya ingin melepaskan kesombongan saya dengan menampilkan blog yang telanjang tanpa CSS. Apakah pengunjung masih menghargai blog saya jika tampilannya seperti kemarin?
Keempat, tentu saja menghargai desain. Jika umat Islam mengatakan salah satu hikmah ibadah puasa adalah dapat merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang berkekurangan dan bisa menghargai makanan dan minuman, maka saya bisa bilang hikmah dari event ini adalah dapat tampil sebagai blog yang tanpa ada apa-apanya, miskin, dan saya menghargai desain-desain yang pernah saya pakai. Apakah kita begitu melekat pada desain? Kadang kita begitu bergantung pada desain hingga melupakan hal-hal penting lainnya seperti kecepatan akses penunjung dan konten kita.
Kelima, seperti yang dikutip dari xhtml.com.
- Only content free from formatting can be easily repurposed
- The use of
fontelement or inline CSS fuses content and formatting together. By turning off the CSS on your Web site, you can see if your content is free from formatting and if it can be easily repurposed in a different page layout, should you want to redesign your Web site in the future.- Content is king
- Are visitors attracted to your Web because of its quality content or because of its pretty layout? By turning off the CSS on your Web site, you have the opportunity to see what you are really offering your visitors – quality content!
- Good markup is search engine-friendly
- Search engines are blind – they don’t see the pretty formatting on your site. By turning off the CSS on your Web site, you have the opportunity to see your Web site in a similar way to how search engines see it. Making sure your Web site works well with CSS turned off will make it easier for search engines to process your Web pages and will lead to a better search ranking.
Setidaknya, dengan memberanikan diri menampilkan blog telanjang tanpa CSS lebih dari 24 jam, saya mendapatkan banyak hal berharga ketimbang membiarkan desain blog ini tetap jumawa setiap hari. ![]()
happy naked day! see you next year.
Labels: code, css, cyberworld, design, naked day, xhtml


















See you.
@ antobilang: Mau lihat saya bugil lagi?
telanjang lagiiii
aku lebih suka yg gak telanjang. yg css naked gak enak di mata
Lama tidak bertemu... ternyata hobi telanjangnya makin menjulang tinggi...
|
Tobat Gun... tobat... kembalilah berpakaian. |
Kalo blog saya sih.. meski pake CSS tetep kelihatan kayak ndak pake..
belom puas ngeliat Goen telanjang..
telanjang itu indah

ini lagi bicarain apaan cih....
sampai ketemu lagi, Gun2.
@ edy: Tahun depan!
@ venus: Kalo semantik kayaknya enak mbok.
@ Ram-Ram Muhammad: Udah ini.
@ Nazieb: Keliatan pake itu.
@ tukangkopi: Kalo liat caplang?
@ sluman slumun slamet: Seriyus?
@ Hanna Fransisca: Heheheee... Kemaren ada CSS Naked Day 2008.
wew...
telanjang dan tidak telanjang
dan ternyata saat telanjang content malah lebih nyata, eh?
apa itu css gun? ajarin sayah
dah keracunan standar web yah..

biasanya desainer web indo banyak yg ikut..kok taun ini jarang/gak ada ya..
yg bukan desainer web malah lumayan..
@ Goop: Sekali-kali cobalah~
@ dobelden: Saya ga bisa juga.
@ dani: Ndak ikut mas
desainer web?kemaren di opera mini v 3, semua terlihat sama
Keenam: Dapet backlink dari situs CSS Naked Day :-]
tak pikir kowe telanjang.. wakakakakakkakaka...
Mungkin arti CSS NAKED = Cunawan See Sukak NAKED, getooo.... |
|
weks, waktu kemarin aku liat ini website gak pake tabel, sidebar jadi di kanan, berantakan deh...
Gw kira lu lagi ajiph ajiph selama website kena bug...
Wah... nggak sempat lihat waktu telanjang. Bacanya via BB sih...
@atas,
correction.. "Tabel dikanan" = Dikiri.. Damn Typo! Woot~ janji ga akan hettrix... :kabur:
@ nico: Asyem...
@ The Sandalian: Hush... :-]
@ Anang: Suka liat yang telanjang, cak?
@ Mbelgedez: Sayah emang suka liat yang naked....
>
@ DensS cessario [1]: Makanya baca entry pengumumannya. Jangan fast-reading.
@ Arif Sukombor: Hihihiii... Untung ga keliatan.
@ DensS cessario [2]: Ga kenaaa...
What the? Aku fast-reader? (emang bener sih).
Kemarin gitu ya? atau kapan ya? pokoknya pas aku nemu Spoilernya website baru Geddoe.. :lol:
Pokoknye, aku telah menyaksikan sebuah website yang acak kadut deh (website apa yah?) dan ternyata ketika tidak sengaja
nyasarke sini lagi, tau2 ada CSS naked day 08, soalnya waktu itu gak bisa baca entry karena acak kadut, lalu karena kadut ada acak dan acak ada kadut, dan bagaimanapun pula ada adut juga, karena adut itu nama kucing gw..lalu.... Comment ini juga acak kadut... |
|
*Kesummon karena salah ngebaca judul*
duh, saya gak mudeng nyang beginian...
*komen sampah :-]
eh baru tau sayah ada CSS Naked Day ‘08,
kapan nih bajunya mau dibagi2?
fuji tuhan, akhirnya acara laknat-fengumbar-aurat itu berakhir juga!!!

siyal..ngga sempat liat gimana telanjangnya...
oo jadi intinya itu toh...
c u next year...
akhirnya kang, saya bisa akses blog sampeyan lagi.
ini pun di bantu pake proxy

itulah kenapa saya jarang mampir di mari, blog sampeyan sptnya ikut keblokir d t4 saya, termasuk blognya om hoek.soegirang
@ DensS cessario: Ya ya yaaa...
@ Amed: Ngeres Med?
@ wennyaulia:
@ rumahkayubekas: Kurang membumi ini event.
@ jimmy: Ane jual ente beli.
@ hoek soegirang:
@ taqi: Mau lagi?
@ hanggadamai: Semoga masih bisa ikutan.
@ detnot: Kakakaaa... Blog saya mungkin bahas agama kali ye?
ngga jd ikut krn koneksi lelet pas mo nyeting plugin naked css
kl diliat pake disable css-nya web dev fx sih kayaknya aman..
ctrl+a
ctrl+c
jaga2 kl koneksi ngadat dan komen mesti ngetik ulang..
@ dani: Tadi dibales via email.