
pe·so·na n 1 guna-guna; jampi; mantra (sihir): dukun itu membuat (mengenakan) — kpd gadis itu; 2 daya tarik; daya pikat: senyum gadis itu penuh –;
me·me·so·na v sangat menarik perhatian; mengagumkan: tari-tarian Minang klasik dng pakaiannya yg cemerlang sungguh ~;
me·me·so·nai v membuat (seseorang) supaya kena pesona;
me·me·so·na·kan v 1 mengenakan pesona (kpd); menjampi; 2 mengagumkan; memukau: tari-tarian Sunda modern telah ~ para penonton;
ter·pe·so·na v 1 kena pesona (guna-guna); 2 terkena daya tarik; sangat terpikat (tergiur) hatinya; terkagum-kagum: saya ~ oleh pemandangan seindah itu
Paling tidak itulah sekelumit pengertian dari kata “pesona” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan. Setelah terdiam menatap potret di atas, saya jadi memahami bagaimana perasaan Ken Arok yang terpesona ketika melihat betis Ken Dedes. Betis yang menurut ramalan Begawan Lohgawe mengisyaratkan bahwa dari rahim perempuan itu kelak akan terlahir raja-raja tanah Jawa.
Ketika menyelami sajak Wystan Hugh Auden tentang “kita mesti saling mencintai, atau mati,” Goenawan Mohamad pernah menulis, pesona—atau terpesona kepada yang berbeda, adalah bagaikan mencintai. Lanjutnya, “menyentuh apa yang terbatas dalam diri sendiri pada saat bersua dengan yang-lain, dan sadar bahwa bahasa tak bisa menangkap apa yang ada dalam diriku dan yang-lain itu.” Dan ya, saya terpesona dengan apa yang tak saya miliki itu.
Pesona dapat dimiliki oleh banyak hal, entah itu yang berupa fisik, perilaku, kata-kata, gagasan, fenomena. Pesona-pesona itu terlahir karena menarik, dahsyat, bergairah, memikat, layaknya mukjizat, serta sifat adi dan maha lainnya. Kadang ada hasrat manusia untuk memiliki berbicara di sini. Pesona lantas merangsang kekurangan, menyuntikkan dorongan agar terus memiliki, hingga membawa pada keterikatan.
Dalam dunia patriarkis, sering digadang-gadangkan tiga racun dunia: harta, tahta, dan wanita. Jangan sampai tergoda oleh pesonanya, begitu nasihat klasik yang selalu diwariskan dari ayah ke anak. Namun nampaknya pesona seperti yang dilukiskan dalam nasihat tersebut juga ada berupa—atau dalam bentuk pandangan dan nasihat itu sendiri. Ada pada bagaimana seseorang terpesona dengan indahnya kalimat nasihat tersebut, yang lantas mengikutinya, entah menelaah kembali atau atau melepaskan segalanya pada pesona.
sparkling angel I believed // you were my saviour in my time of need
blinded by faith I couldn’t hear // all the whispers, the warnings so clear
Pesona, seperti sihir, ujar Plato, ialah apapun yang mengelabui manusia—sebuah mantera yang memikat.
* Temptation II—photograph and poetry—by MOKO
Labels: art, design, enchantment, love, photography, sex, struggle, temptation

















Nggg... Padahal saya cuma terpesona dengan foto itu. Tapi kok jadinya entri kayak begini ya...
paha modelnya keren...
Ah skirt nya mirip Skirt yang di Gonzo seharga 90rb. Huehehe, target shopping list buat bini.
Ceweknya cantik
Boneka pink yang berbahagia...
*ngiri*
Theme blogmu apik, goen..keren!!
Modelnya langsing, jangan2 dia diet cuma makan buah2an..
wah terpesona ma gambarnya... tapi kok aku bingung.. hoho...
Like This.... :thumb:
terpesona pada pesona itu sendiri..
bahkan tulisan pun bisa sangat mempesona (saya). Terlepas dari segala atribut fisik, ketika sudah terpesona pada tulisannya, pikiran dipenuhi oleh ilusi dan imajinasi yang terciptakan daripadanya. Maka ke-terpesona-an pun makin menjadi -jadi. Padahal, hanyalah ilusi.
fotonya benar2 memesona
coba kamu dateng pas JFW kemaren... banyak yg kayak gitu disana... *eyeroll*
Save image as..
Tulisan ini layak mangsuk CaPing.. penuh referensi dari sumber lain dan tajam.. setajam silet *halah*
modelnya agak BB17 nie...
hehehe...
salam kenal ya mas dikunjungan pertama ini...
Saya pun terpesona dengan tampilan blog ini. Endonesa banget!
*mata melotot, mulut menganga, alis naik setinggi 3cm*
pria normal akan berkata, cek,cek,cek... hehehe
saya juga terpersona jadinya,
dengan foto itu, postingan dan theme blog ini
Yang mau nge-save, klik di sini. Resolusi tinggi dan lebih banyak variasi fotonya!