Masih ingat entri kemarin? Ya, karena masih agak penasaran, maka aku berinisiatif untuk mencari tahu siapa sebenarnya pengirim email itu. Masalahnya cuma satu saja, aku tidak tahu cara melacak IP pengirim email.
…
…
…
Masalah kan?
Jadi kucoba bertanya kepada om Leksa, kebetulan beberapa waktu yang lalu saat kopdar ia pernah bercerita mengenai soal ini. Jawaban didapat, kuubek-ubek UTF email, dan kudapatkan IPnya. Setelah sedikit melacak IP, akhirnya aku sampai… Pikiranku sampai pada nama sebuah kota. Kaget aku. Merujuk kepada nama kota yang pernah kutempati saat SMA dulu.
Sampai di sini aku merasa seperti ada yang janggal. Dan itu benar. Setelah beberapa saat bernostalgia dalam pikiran, akhirnya aku sadar bahwa aku… Aku yang sebenarnya dituju oleh email itu.
Okelah jika ingin cerita jelasnya. Begini, sekitar mendekati tengah tahun 2006, ada perlombaan membuat blog yang diselenggarakan oleh Telkom. Entah karena baru pertama kali sehinga mungkin sosialisasinya kurang, lomba membuat blog sepi peserta sedangkan lomba ketahanan berinternet 48 jam non stop lah yang menyedot banyak peserta. Kebetulan waktu itu aku baru mulai belajar apa itu blog, dan kebetulan pula aku ikut. Kalau tidak salah, sebelum lomba dimulai aku bertanya kepada salah seorang temanku yang juga mengikuti lomba itu mengenai apa isi blog yang akan ia buat. Ia mengatakan akan membuat blog yang isinya curhat, aku berkomentar dengan ketus: “Ah, ga mutu…”
Mengapa aku bisa berpikir bahwa akulah yang bersalah? Nama kota itu. Nama kota itu yang mengingatkanku dan menyadarkan aku bahwa sebenarnya aku yang dituju olehnya. Setahuku ia masih menetap di sana selepas SMA. Karena itu aku yakin mungkin dia yang mengirimkan email itu. Itu hanya kota kecil, dengan sedikit blogger di dalamnya. Dan sekarang aku menjadi sangat merasa bersalah dengan penyataan sombongku saat itu. Betapa darah muda seorang pemula yang menganggap dirinya hebat, padahal aku tak ada apa-apanya saat itu. Hanya pecundang.
Jika benar itu dia. Aku akan sangat merasa bersalah, karena dia lumayan sering berkunjung dan memberi komentar di blogku yang coretangunawan.wordpress.com. Aku sangat bersalah karena selama ini tidak menyadarinya. Beberapa saat yang lalu kucba mengingat alamat blognya, dan setelah ingat kubuka blognya yang ada di Multiply. Cukup lama dibiarkan tidak update rupanya.
Satu lagi yang membuatku merasa bersalah. Kukira momen datangnya email itu pas untuk menyadarkan mereka yang mendiskreditkan blog curhat. Tapi ternyata aku, dulunya begitu arogan, dan dengan kasarnya mengecap blognya sebagai ang tidak bermutu. Melihat kesalahan sendiri itu sulit, apalagi itu sudah lewat. Arghhh… Sakit rasanya aku sekarang. Merasa seperti manusia paling rendah saja. Ternyata banyak sekali kesalahan di masa lalu yang tidak kita sadari. Menyalahkan orang lain itu mudah, menuduh orang lain itu mudah, merasa benar itu mudah, tapi melihat kesalahan diri sendiri itu sulit…
Maaf, maaf atas kesalahan masa lalu yang tak kusadari. Semuanya sudah kusampaikan lewat email, sekiranya benar itu dia. Tapi kuharap memang benar itu dia. Baru saja aku mendapatkan nomor ponselnya yang baru, dan baru saja kutelepon, dan nomornya sedang tidak aktif. Kutinggalkan pesan singkat berupa SMS terlebih dahulu, dan nantinya kucoba menelepon lagi untuk mengakui semuanya dan meminta maaf. Kalaupun bukan dia yang mengirimkan email padaku, mungkin saja ia bukan temanku itu, aku juga ingin mengaku dan meminta maaf atas kesalahan yang pernah aku buat dulu. Maaf. Sekali lagi maaf atas semua arogansiku dulu, atas semua perlakuan dan kata-kataku. Aku telah sadar aku salah, dan konyolnya apa yang kukatakan tidak bermutu dulu malah kulakukan sekarang ini. Itu salah satu kesalahan paling fatalku. Kepada semuanya, aku juga mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan terakhir, kepada Miyu, aku minta maaf jika caraku bercanda lewat komentar membuatmu tersinggung. Aku tidak akan mengulanginya lagi di tempatmu.
.
m(_ _)m
.
…aku akan tetap melanjutkan curhatku lewat blog ini (dan dilanjutkan ke rumah virtual baru yang sedang dicari). Kulanjutkan. Mau menghujatku di sini? Silahkan.
Mungkin saja Pak Guru yang ini tahu siapa temanku tersebut…
Labels: cyberworld, letter, social

















Weks...! Halah...
Vertamax!
salut, minta maap di depan umum
mudah2an temanmu mau memaapkan
Ooh gitu tho Roz ceritanya... Tapi kok memendamnya kesalnya lama banget, seperti terus inget dengan kata-kata ketusnya Roz dulu. Sampe segitunya.
Terlepas dari semuanya, salut deh udah bersikap seperti cowok *bletak* ... mau meminta maaf dengan gigih, bukan cuma basa-basi, tapi bener-bener gigih...!
Udah deh... yang penting kewajiban meminta maafnya sudah ditunaikan. sekarang berkarya lagi nyok...!
Sodara elo yang gak bisa lepas dari peci
*gigi gemeretak*
Kesalip caplang buat komeng keduax... :mrgreen:
saya maapken, nak. 8)
postingan ini benar-benar membuat kamu terlihat jantan,
mbakgun... :mrgreen:udah...jangan nagis gidu donk........dah tak maafkeun kok...
ngakak baca komeng keduax cK :lol:
Wah, pejantan tangguh coy..
Semoga Anda dimaafkan & diterima di sisi-Nya..
*ditendang..
Wah, lagi saat emosional nih :mrgreen:
Kenapa njuk merasa seperti manusia paling rendah to mas.
Tapi manusia hebat yang bisa ngalahkan ego hingga mampu membuat permintaan maaf, di depan umum lagi.
Sepertinya kalo "manusia rendah", akan terlalu takut untuk melakukan hal seperti itu :grin:
dimaafin..... tapi baguslah,
seorang seleb blogberani meminta maaf di depan publikHo ho, tadi nomor 10, nomornya Maradona .....
Jadi di kota asal bloggernya masih dikit? Hmm, prospek buat bikin komunitas blogger baru dan sepatutnya andalah yang jadi komandan. Trus sadarkan mereka, blog curhat gpp yang penting apdet
aha..... menyadari masa lalu emang sipp
:lol:
wah... gimana caranya??
*tiba-tiba tertarik* halah *ngumpettt*
__________________________________________________
btw, memang kadang meminta maaf mudah, tapi entahlah kalo memaafkan... barangkali saja tabungan kepercayaan yang kau tabung pada nya, belum kau ambil semua roze... sehingga masih ada sisa, atau mungkin bunga, ah entahlah
Ah.. jadi ingat sebuah serial silat (Tapak Sakti Buddha kalo ga salah), seorang pendekar tanpa tanding pernah mencerca seorang tukang obat kecil dan jelek yg hendak berebut gadis pujaan dgnnya. Akhirnya gara2 itu, si tukangobat mendendam sampai menghabiskan seluruh keturunan sang pendekar dgn racun dan adu domba hingga tinggal sang pendekar sendirian tanpa sanak saudara lagi. Di pertempuran terakhir antara sang pendekar hebat dgn si tukang obat yg sama sekali tak tahu kungfu itu, baru terungkap semuanya.
Ah.. sungguh benar pepatah "mulutmu harimaumu", mudah2an saya masih sanggup bertahan menjaga mulut ini keluar dari sarangnya.
Amitabha...
haha.. ternyata kamu curhat juga
*GAK MUNTUUU... :evil:
*kaburrr...
hehe.. ada posting terbaru ternyata...
salut juga deh!
ini nih contoh cewek cowok sejati...
sang empunya blog cewek apa cowok sih???
fotonya kok cewe tapi banyak yang manggil "BRO"
lalaki nya?
*pulang...
*cough cough*
saiyah di smandamarang bukan smadadut
*cough cough*
*diusir*
eh, ini curhat juga bukan sih?
nangkep2nya sih ada curhat terselubung
*nyungsep*
iye .. itu emang lo yang dituju
nda nyadar aja lo .. .
"m(_ _)m"
tu ekspresi apa seh ?
ato benda apa seh sbnrnya ?
Wow... Ternyata seperti itu ceritanya...
Btw, caranya gimana gun buat ngecek IP imel itu..??
Btw btw, lho kok di sidebar blom ada link novelna? :lol:
woohhh.. salut mas roze mau minta maap di depan publik *tepuktangan*
teringat laguya sherina,
"semua manusia di dunia pasti punya kesalahan
namun hanya yang pemberani yang mau mengakui
semua manusia di dunia pasti pernah sakit hati
hanya yang berjiwa satria yang mau memaafkan.."
yang lalu biarlah berlalu
hmmm, ciri calon pejuang, berani mengakui ke-salah-an. aku dukung bro
Hmm....kira-kira cerita-nya beneran gak ya...? (*mungkin*)
Trus..minta maaf-nya sungguh2 gak..? (*mungkin*)
Kasihan dia....kelihatannya dia terpukul sekali...(*mungkin*)
Apakah dia sudah sadar....? (*mungkin*)
Ah...mungkin dia memang dah sadar....(*mungkin*)
Mungkinkah dia gak mengulanginya lagi...? (*mungkin*)
Haalahhhh.....kok jawabannya mungkin semua? (*mungkin*)
Yo wis....kita tunggu aja perubahannya....(*ho'oh....*)
Weiih....ternyata sampeyan eko patrio to.....? (*mungkin*)
*SToouuuP Press...: yg lalu biarlah berlalu*
gun, ????, ?????
zhia you
@ Ram-Ram Muhammad [1]: ...
@ caplang[dot]net: Soalnya bukan cuma kepada teman, tapi kepada semua blogger.
@ Ram-Ram Muhammad [2]: Uh, aku ga tau soalnya sampai sekarang ya hubungan baek-baek aja. Masih nunggu SMS nyampai. :?
@ Ram-Ram Muhammad [3]: Sabarrr.. :mrgreen:
@ cK [1]: *peluk-peluk*
@ cK [2]: Uhuk... *tertohok*
@ Abeeayang(tm) [1]: Avatarnya... Avatarnya... 8O
@ Abeeayang(tm) [2]: ...
@ Nazieb: Amien...
@ sigid: Uuuhhh... Soalnya selama ini aku nggak nyadar dulu pernah ngomong gitu.
@ itikkecil: Permintaan maaf kepada semua.
@ annots: Komunitas lagi, komunitas lagi. Ckckckckkk....
@ almascatie: APalgi kalau banyak dosa-dosanya...
@ goop: Ndak tau saya.
Ya ini lagi nunggu HP aktif, kok lama banget...
@ CY: Pinjemin bukunya~ Kalo ga, di mana bisa donlot aja.
Sadhu... Sadhu... Sadhu...
@ dobelden: Lha entryku hampir semua curhat to?
@ GiE: Anooo... Biasakan liat halaman about ya. ^^;
@ Andrew Wijaya: Smadadut namanya aneh banget sih, dulunya Smadaparay... Malah berubah....
@ Luthfi: Murni curehat, ndak terselubung.
@ funkshit: Ekspresi bersujud minta maaf.
@ Praditya: Ngecek imel udah kujelasin di Y!M barusan...
Ada tuh, gambar Haruhi yang paling atas.
@ chrisibiastika: Yah, dosa kepada banyak blogger. Aku sekarang mengharapakan maaf aja atas dosa masa lalu.
@ daeng limpo: Tapi dijadikan pelajaran, daeng.
@ extremusmilitis:
Hahahaa.. Thanks~
@ serdadulangit: Hoalah, aku bilang gitu cuma sekali... Tapi ga taunya bikin orang sakit hati. Apa aku akan mengulanginya....
@ aprikot: ANooo... itu bacanya... "ta shi zheng ming, nin (ni formal??) you da xin zang" ya? *ndak gitu bisa hanzi*
Ke neng, gan xie. Wo zai jiang she fa shi geng hao.
*sorry, ndak bisa nulis hanzi*
seperti koment sy sebelumnya di posting sebelumnya.
semoga kita bisa belajar yah..
napa? cuantix khan apatyarku... :lol:
@ aRuL: Amin.
@ Abeeayang™: Selingkuh kau.

Itu kan fotonya si S.D. yang udah pernah kuliah di blognya bang fertob.
Tsah.. Semoga sekarang merasa lebih baik setelah minta maaf ya, bro..
Dan saya yakin dia pasti akan maafin kamu, bro..
kalo emang sudah bisa terlacak alamatnya lewat IP, memungkinkan ndak utk kopdar. dengan bertemu langsung suasananya pasti beda mas gun. tapi kalo ndak mungkin, pernyataan maaf di entry ini sudah menjadi bukti kalo mas gun sudah bener2 merasa bersalah. meski demikian, juga ndak baik loh *halah sok nasihatin* terlalu larut dalam perasaan serba bersalah.
@ qzink666: Amin...
@ Sawali Tuhusetya: Libur semester saya usahain ketemu. Lama juga saya ga pulang ke Palangkaraya, pak...
Barusan SMS saya sampai, mau nelpon dulu...
lha? selingkuh dari sapa?
lagi OL nich?
@ Abeeayang™: Hohohooo... OL lah. :mrgreen:
terharu rek!
wah ya itu memang kita harus berhati-hati dalam berucap dan berkomentar!
@ nicoustic: Yea, tapi kadang apapun yang kita omongkan, bisa tidak sadar terucap...
Bagus bung. Anda layak dapat bintang..
Btw, si ijal jago juga ya..
*sembah Ijal* :mrgreen:
@ tukangkopi: Bintang itu nama temenku, dia cowok... hoekkk...hoek...
Untung ada si om Ijal, kalo ndak ndak nyadar aku!
Jarang2 ada yang mo mengaku dirinya salah.. jarang2 juga ada orang yang mo minta maaf depan umum kek gini.. jarang2 juga ada orang yang mo maafin dgn tulus iklas.. heee
hwee.. jadi bener donk pepatah "padi kian berisi kian merunduk"?
takh apa.. yang penting sudah minta maaf dan ga ngulangin lagi tah..
maaf-maafan ga harus saat lebaran.
memang lebih mudah minta maaf drpd mameafkan dg tulus.
marilah saling memaafkan n kita bwt tulisan lebih menarik n lebih rame.
*sodorin steak*
@ nana: Jarang ada yang mau komentar di blogku. :cry:
@ Nathania: Yup, pastinya deh.
@ chrisna: Amin...
@ Zazi: Ya! Kau janji traktir steak~
SALUT ... *sambil meluk Roz ...*
-Ade-
@Roze
eh, yg Tapak Sakti itu gw rental DVD-nya taon 2006 lalu. Kalo komik mungkin ada ya. Kan ada komik Tapak sakti yg model kayak Long Hu Men kan...
@ Sayap KU: Aminnn..
@ CY: Bleh, Males, muahal...
Pelajaran untukku juga. Kadang saya juga usil kaya gito. Ah, moga ga terulang hal yang sama. ???????
Ah, dikau ternyata manusia juga, kirain malekat.
Btw, entry ini termasuk curhat juga nih.
Salut untuk Mas Gun. Alhamdulillah Mas Gun sadar. Semoga kesalahan yang sama tidak terulang lagi.
Ketinggalan berita nih...
huwewew...
akhirnya kau bertobat juga Nak...
ah, kau hebat sekali Nak... berani mengakui kesalahan dan menunjukkannya dihadapan orang lain itu bukan perkara yang mudah Nak...

salut untuk Gun...
......
*duduk diam sementara dan berpikir*
Hmmmm.... -___-
What shall I do... -__-
*getok gun*
Puas! /gg
Kebetulan benar2 mengerikan lho.
Wah, dendam bisa ampe segitu, ya. :?
*introspeksi diri*
Semoga temanmu itu mau memaafkan kesalahanmu.
mengingat:
manusia adalah mahluk pendosa :twisted:
menimbang:
dosa mas gun yang udah melebihi pak harto :shock:
memutuskan:
kalo pak harto aja dimaafken moso' mas gun ndak dimaafken.. :mrgreen:
ah...ga penting
*alt+F4*
.
.
.
.
*kaborrrrrrrrrrrrrr*
sekarang bukan saatnya hujat-menghujat, melainkan sebuah momen introspeksi diri.
terima kasih atas dua hal yang telah anda ajarkan kepada saya:
~ jangan asal bicara
~ bicara harus sesuai dengan tindakan.
kedua hal itu kayaknya [pernah] saya lakukan (sengaja ataupun tidak).
maafkan juga semua kesalahan saya.
::meskipun aku sadar terjebak dengan teori menaikkan trafict ala roze, aku tetap comment...goblog ya... :roll:
Blog curhat! :evil:Hoo, lomba yang waktu itu ya, yang di mall? Manusia belajar dari masa lalu...
"@ nana: Jarang ada yang mau komentar di blogku" :sad:
*SPEECHLESSSSSSS*
YANG BERLALU BIARLAH BERLALU
EMOSI DI BUANG JAUH JAUH
PELAJARANNYA YANG KITA AMBIL
dimaapin.
Masalah lagi... masalah lagi. Wuh ...
Hidup ini memang masalah ... :lol:
Tapi sudah selesaikan ?
Ayo cari masalah baru ! :mrgreen:
pendendam banget ya... kok baru kerasa sekarang marahnya.....
orang bilang sich "Bukan yang paling kuat yang bisa betahan, tidak juga yang paling pintar, tetapi siapa yg paling dapat merespons perubahan'
merespon kritikan dan menyadari kesalahan masuk kategori g ya....?
Menyadari kesalahan dan langsung konfrensi press permohonan maaf...
Keplokkeplokeplokkeplok... *tepuk tangan maxutnya*
m(_ _)m <<---Ini maksudnya apa ya Mba? Lucu bgt!
mampir sejenak, kelelahan....boleh nginep di sini gak? hehehe
@ atapsenja: Ta yi jing yuan liang wo, jie mei.
Graaaaa... Gimana caranya nulis hanzi?
@ danalingga: Emangnya malaekat ga pernah salah?
@ Cynanthia: Amiinn~
@ adek: Berita apa? :?
@ Mrs.Neo Fortynine: Tobat... Yeaa... Huhuhuuu...
@ Uchiha Miyu: Yeee... *peluk-peluk*
@ p4ndu_454kura: Udah kok, tadi malam nelpon.
@ brainstrom lagi ngga punya duit: Ahahaaa... Oi, jangan ungkit-ungkit dosa. :lol:
@ Hoek Soegirang [1]: *sambit*
@ StreetPunk: Amin. Sama-sama.
@ zal: Trepik kepalamu, wong aku terus nulis entri baru. :lol:
@ Xaliber von Reginhild: Yup, udah agak lama... Aku sampai lupa. :?
@ Hoek Soegirang [2]: Lha iya to?
@ alfaroby: Amiinnn~
@ Nisa: Makacih~ *peluk-peluk*
@ Herianto: Itu udah di-post masalah barunya. :lol:
@ febrian: Ndak marah, cuma mau ngisengin plus ngingatin aku.
@ Heru: Ah, saya rasa termasuk!
@ mrsyusuf: Ahahaaaa... Aku kayak diisengin kemarein.
@ FaUZaNeVVa: Ekspresi minta maaf... :?
@ harie insani putra: SIlahken~
Banyak sekali hikmah yang bisa saya dapat dari dua postingan mu ini. Dan itu bisa terjadi pada siapa saja bahkan diri saya yaitu kesalahan masa lalu, yang sering terlewatkan atau terlupakan oleh kita tapi tidak oleh orang lain. Semoga Allah mengampunkan dosa2 kita. Menjadikan kita sebagai orang2 yang semakin baik di kemudian hari. Sukses ya Roze.
@ erander: Amin... Setelah ini aku coba merenungi masa lalu saya sejenak, lalu mencoba memperbaikinya di masa depan.
Emang betul bahwa yang suka marahnya diperpanjang akan berkurang bahagianya !
@ hari2: Lha orangnya iseng ternyata... :?
Saya jg pernah komen ngasal, ud klik submit baru nyesel kenapa nulis begitu.
Uhuuuu.... jd merasa ga mutu :S
@ Irwan: Masa laluku kebanyakan dosa.
::Roze, "Masa laluku kebanyakan dosa.
dasar sok tahu, :evil: emang dosa itu apaan ... :roll:
@ zal: Lha? Lha?
Apa ya... :roll:
What? Du sa (capacity, let go~)? :mrgreen:
welaaa,,ternyata oh ternyata,,,
@ ika: Forgive me...
*semprot baygon*
kemarin aku berkunjung ke situsnya itu
teman sekelas kah atau yang imut satunya ....
kalo no hape udah kagak punya tu temannya
tapi saya senang mendengarkan kata-katamu yang bertobat di atas hahahaha
kasi kabar apa yang bisa saya bantu ?
weleh lama kali posting ini tapi masih mengundang kehadiran pembaca ya ...