
Satu lagi seri dari Saran-saran yang Menyebalkan terbit. Kali ini singkat saja, saya tidak akan berbicara panjang lebar. ![]()
Selain kegiatan melempar masalah, ada lagi saran-saran yang menyebalkan yang, bagi saya pribadi, kurang saya sukai. Sebuah kegiatan yang mirip dengan melempar masalah memang, dan solusi yang ditawarkan cukup-cukup-cukup fantastis. Sebelumnya mari saya berikan contohnya terlebih dahulu.
Contoh Tulisan: Artikel Mengenai Buruknya Penegakan Hukum Di Indonesia
Komentar klasik yang (mungkin) menyebalkan:
“Anda seharusnya jangan cuma bisa ngomong saja. Kalau Anda rasa penegakan hukum di Indonesia ini masih buruk, mengapa Anda tidak terjun sendiri ke lapangan untuk memperbaikinya? Coba Anda alami sendiri, Anda jadi jaksa, hakim, atau sejenisnya, baru Anda bisa ngomong macam-macam.”
Contoh Tulisan: Artikel Otokritik Mengenai Cara Beragama
Komentar klasik yang (mungkin) menyebalkan:
“Loe sadar ga sih? Tulisan loe ini cuma memecah belah umat aja. Percuma loe nulis di sini, ga ngaruh tau. Seharusnya sebagai sesama umat agama X kita musti mengingatkan secara langsung, ga pake nulis kayak gini di blog segala. Ga ngefek, bro!”
Contoh Tulisan: Artikel Mengenai Korupsi Anggota Dewan
Komentar klasik yang (mungkin) menyebalkan:
“Begini, apapun yang saudara tulis, percuma saja. Anggota Dewan yang saudara kritisi hampir tidak mungkin membaca tulisan saudara di blog ini. Lagipula jika saudara rasa saudara memang kompeten untuk menulis sepeti ini, coba saja tulis di media massa seperti koran atau sebagainya. Menulis di blog ini sama saja percuma.”
Contoh Tulisan: Artikel Mengenai Sisi Buruk Demonstrasi
Komentar klasik yang (mungkin) menyebalkan:
“Situ nulis juga percuma, apa situ udah ada tindakan nyata? Kalo situ cuma bisa nulis kayak gini tapi ga ada tindakan di lapangan mah sia-sia aja. Apa yang situ tulis, semuanya ga ada apa-apanya. Lebih baik yang demonstrasi di jalan keimbang situ yang cuma bisa ngetik di depan komputer!”
…dan contoh lainnya.
Ya, mungkin maksudnya memang baik, tapi sepertinya ini terkesan terlalu cepat menarik kesimpulan. Lagipula, jika memang tidak setuju dengan apa yang dikemukakan penulis dalam artikelnya, sanggahlah dengan argumen yang bagus dan bermain cantik, tidak dengan serta-merta menyalahkan sambil melempar masalah seperti contoh-contoh di atas. ![]()
Kembali ke hakikat blog saja, bahkan saya juga tidak mengetahui secara pasti hakikatnya. Tapi apakah semua hal yang diakukan adalah percuma. Menulis ya menulis, terlepas di media apapun itu. Tiap orang orang mempunyai cara dan media yang berbeda untuk mengungkapkan pendapatnya. Paten atau tidaknya menulis di blog, semuanya kembali kepada si penulis.
Pembahasan selanjutnya diteruskan pada kolom komentar.
Labels: cyberworld, discussion, fallacy, indonesia, social

















Maaf, PERTAMAX habis.
saya bukan termasuk yang memberikan saran menyebalkan itu khan?
*ngulum lolipop*
Paling nggak, walopun hanya dengan menulis, kita udah menyampaikan apa yang pendapat kita. Itu udah keitung sebagai usaha daripada cuma duduk-duduk pura-pura gak tau...
*Kalimat kedua itu introspeksi diri...
*
lagi-lagi, blog dan segala bumbu-bumbu penghiasnya.
dibiarkan saja Mas...
selama yang komen masih manusia, ya pasti ndak jauh jauh dari kesehariannya, ya toh?
oiya, saya rasa rasa, di blog ini banyak makhluk makhluk yang perlu busana tambahan...
:mrgreen:
*colok flesdis*
oiya lagi, slaam kenal!

ah ya, roze? saia ingin bertanya, yang saia ketahui, jenis-jenis saran tersebudh sefertina berbau ad hominem, ya? ato saia yang salah mengendus?
sebenerna kalo soal saran-saran ini, kembali lage kefada feradaban masyarakadh endonesa. Yang setau saia ada beberapa orang yang sefertina masi primitif sangadh, sehingga tidak bisa mendayagunakan sebuah kotak feedback untuk memberikan umpan yang baik, tetapi justru malah merusak suasana. Maklum, mereka pikir media internet adalah media yang menjunjung tinggi kebebasan sepenuhnya, sehingga mereka merasa bisa berbuat sesukanya.....
@ cK: Mana saya tahu... :?
*baca mangascan
hentaiVirgin no Kankei*@ Bebek Jamuran: Ahahaaaa... Benar itu, benar. :evil:
@ Payjo: Welcome to Blog-o-sphere!
@ siKalungFlesdis™: Salam kenal.
Saya udah berusaha membiarkan, hihiii... :lol:
@ Hoek Soegirang: Saya juga mencium ad-hominem. Ya, penarikan kesimpulan yang terburu-buru... :?
Ah, poin-poin pada paragraf kedua itu, saya setuju sangat! :mrgreen:
ohohoh, dasar manusia2 berpikiran sempit..........
Aih...
Rasa-rasanya enggak pernah ngirim saran model kayak gitu deh...
@ Luce: Entah ya. Justifikasi ndak bisa langsung dilayangkan sih. :?
@ Sumaru Onigiri Suka Makan Nasi Kepal yang Dibuatkan Ibu: Baguslah.
Percuma ente ngomong begini... Udah ada tindakan nyata belum?
:lol:
@ Kopral Geddoe: Percuma ente komen begitu... Udah ada tindakan nyata belum?
:lol:
:mrgreen:
Kalau tidak senang, tegur saja langsung pada saat diskusi..
@ StreetPunk: Lha? Di blog ini rasanya ga pernah.
Lagipula ini kan sekuel dari entry Kopral Geddoe dan entry saya mengenai saran-saran yang menyebalkan. :mrgreen:
Saya termasuk yang nge-post hal semacam itu ngga, ya...
Benar, saya setuju..
Itu saran menyebalkan yang membuat insting membunuh saya kerap kambuh.. :mrgreen:
@ Cynanthia: Lha mana saya tahu.
@ qzink666: Hohohooo... Udah pernah digituin? :mrgreen:
*saya pribadi sih, baca liat kasus gini di OMG*
Setiap individu manusia mempunyai karakter yang berbeda-beda, jika menulis di blog pasti akan mendapatkan risiko saran yang beraneka ragam, yang kadang tak ada kaitan dengan artikel yang ditulis.
Jadi, dengan ngeblog, kita juga dituntut latihan sabar, dan bisa menjawab komentar yang kadang tak diharapkan.
well... saran dan pendapat itu beda... saiyah nggak ngeliat itu sebagai saran yang mungkin menyebalkan... tapi pendapat yang mungkin (sangat) menyebalkan...
saya jadi kepikiran nulis manfaat wordpress di journal kedokteran,..
thanks 4 the idea...
Nulis sendiri itu juga kan udah berarti berbuat ya roze?
namanya juga saran berbeda2, tapi kalo gitukan namanya tantangan boz...
eh gambarnya.... amfun deh
*ntar dituntut pornografi loh*
menulis itu relaxing, bahkan terkadang mencerahkan

ide yg tadi nya nggek terpikirkan bisa ngalir begitu saja ketika menulis
eh ada gambar2 yg lain nggak? sepertinya seru
wah yang komentar kayak gitu iri sama kegilaan orang2 blogsphere...
terima saja roz
toh bagus juga buat koreksi hehehe....
cuex aja
namanya juga negara demokrasi
saya mah cuman bisa komen ajah ... eh komen jakayk gini menyebalkan gak?!?
=================================
"Jadi anda mau apa...?!! Hah...!!!"
"Sabar Pak... sabar..."
Gak bisa... kurang ajar nih orang..."
Iya .. tapi Bapak sabar dulu...."
"Pokoknya gak bisa... titik...!!!"
*kaplok*
*balas tonjok*
*tendang*
*Ciaaatttttt.......*
lho kata Hoek Soegirang itu kan feedback, umpan balik. mengumpan lalu membalik. kalo umpannya cacing, berarti ikannya sedang dipancing. kadang ketangkep pemancing, kadang diserobot akismet... *halah alasan gak update* :mrgreen:
nice blog....
*lempar komen sembunyi blog* :mrgreen:
menyebalkan adalah fitur! (gue udah nyebelin belum? :mrgreen: )
::roze, kamu hanya bisa nulis seperti ini, ini sangat menyebalkan... sekian dan terima kasih :lol:
*sok arif mode on*
::roze, aku rasa mereka yang membuat commet cukup panjang begitu, kan lumayanlah nambah-nambahin penumpang diblogmu..., paling engga kamu tahu kalau itu menyebalkan...
*sok arif mode off*
sok arif juga menyebalkan... :evil:
ngeblog itu juga untuk melatih kecerdasan emosi loh mas gun. kalo ada saran yang menyebalkan, kita ndak usah ikut2an sebel. *halah* eh, ini termasuk saran yang menyebalkan, ndak?
Saya hargai tulisan ini
*salah satu komentar klasik* :lol:
Btw, lah klo smuanya musti turun ke lapangan siapa yg mau komandoin??
Kan tulisan ntu bsa jadi guide atau malah "pemimpin" bagi pergerakannya...
Menulis itu merupakan salah satu fitrah manusia. So, just do it!! (Menyebalkan ga?)
Gambar ceweknya manis dan mulus. Anda akan mendapat buah karma mendapat kue yang enak saat bertamu ke rumah orang.
Jangan membiasakan mengisi kolom komentar pertama milik sendiri dengan tulisan "maaf pertamax habis."
Anda sudah menuai buah karma, gak dapat jatah saat datang ke suatu tempat, yang akan terjadi di masa depan.
Adanya kebiasaan "memberi" dimulai dari hal-hal kecil seperti membiarkan kolom komentar pertama kosong untuk pengunjung.
Cintailah blog Anda sendiri, dan cintailah pengunjung yang suka berpertamax ria.
Tumbuhkan cinta dan kasih dari hal-hal yang kecil.
sabar..... kamunya juga harus menanggapi dengan positif .
betewe itu gambarnya ... saru
Gmana kalo "Saran-saran yang Menyebalkan1tersebut" kita anggap sebagai kritikan saja. Tidak siapkah, sehingga menyebalkan ? :lol:
hayo sapa yang sering kasih saran begituan???
Begini sodara, sebenernya apaun yang sodara tulis di sini tidak akan mengubah keadaan. Sebagai seorang blogger Anda harusnya lebih arif dalam menangani hal ini, sebab keterburu-buruan Anda ini justru malah memecah-belah blogger dan membuat kerusuhan publik saja. Percuma Anda nulis di sini, sebab komen-komen seperti itu masih akan terus bermunculan.
*diinjek-injek
whew.. kita nulis blog untuk berbagi ilham kan? bukan untuk memecah belah..
*elus-elus dagu dengan pake kacamata hitam dan sambil nyengir*
waah.. gw pernah digituin pas komen di blog orang..
orang yang ngomen comment gw : "percuma anda menulis panjang lebar jika anda..bla bla bla... karena anda ... bla..bla.. bla... oleh karena itu anda tak seharusnya bla.. bla.. bla.. karena itu tidak ada pengaruhnya anda berkomentar di sini."
dimasu : "HAAIYAAAAAH... *Jleb* *tusuk pantat orang yang ngomen comment gw* "
menurut saya mah berani nulis gitu lebih baik daripada diam, btul?
Emang paling bt kalau ada komen yang menggurui padahal yang memberi komen juga belum tentu bisa mengerjakan apa yang dia komenin itu.
Betul?
Lam kNal aZ
teteup aja panjang
daripada enggak ngapa-ngapain? bagusan mana?
Biarin aja deh, terserah mrk mau komen apa.. Kalo gara2 bbrp baris kalimat itu kamu terpancing bikin posting ttg hal tsb, berarti Ilmu Sembilan Benua yg terakhir itu belum ente kuasai sepenuhnya bung... :mrgreen:
*betulin peci*
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Menyampaikan kritik, melemparkan ide dan gagasan, atau memberikan saran dalam bentuk tulisan, tentunya selama dengan tujuan yang baik, adalah bentuk dari menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran, bahasa kerennya Amar makruf nahyu al-munkar.
Sehingga jika ada anggapan menulis di dunia maya sebagai sesuatu yang sia-sia adalah penilaian yang sangat dangkal. Kenapa? Alasan paling utamanya adalah karena internet sangat accessible, sehingga kalaupun anggota DPR -contoh kasus saja- tidak membaca kritik yang disampaikan publik melalui internet secara langsung, namun orang lain dapat membacanya dan sangat terbuka kemungkinan jika pesan tersebut akan diteruskan melalui sumber-sumber lain, sehingga akhirnya sampai kepada objek (anggota DPR). Lagian, anggota DPR dan pejabat yang gak bisa dan gak mau mencari iformasi melalui internet patut dipertanyakan integritasnya. Kenapa? Lha mereka kan dapet fasilitas laptop canggih... keterlaluan kalau cuma dipake ngetik atau nyimpen file porno. Biaya berlangganan sambungan internet juga tidak seberapa dibandingkan gaji yang mereka terima.
*halah, berlebihan*
halah... ada paragraf yang hilang... jadi gak nyambung antara paragraf satu dengan yang kedua....
Apa sengaja disensor? :evil:
*menebar fitnah MODE ON*
@Ram-Ram Muhammad

maaf pak, pecinya terbalik
@ edratna: Iya, Bu. Saya rilis entry ini, sebagai patokan gimana kalau saya dapat komen kayak gitu. Masalahnya di blog ini belum pernah sih.
@ Andrew Wijaya: Lha itu saran.Bukannya dia menyarankan untuk langsung turun ke jalan atau berbuat? :mrgreen:
@ bayu: Wah bagis itu. Saya dukung deh!
@ danalingga: Iyo iyo... :lol:
@ aRuL [1]: Tantangan... Duh,aku belum dapat tantangan.
@ aRuL [2]: Kenapa dengan gambarnya? :mrgreen:
@ joyo [1]: Betul itu. Jadi pas saya nulis, eh kepikiran yang lain sampai bisa nulis tiap hari kayak gini. :lol:
Gambar lain? Banyak di HDD. :mrgreen:
@ Moerz: Entah ya. Bisa juga maksudnya baik, tapi ya itu... Ckckckkk...
@ shinobigatakutmati: Masalahnya aku belum dapat...
@ nicoustic: Heheheee... Semoga bisa cuek kalo ntar dapat yah. Tapi demokrasi nggak identik dengan kebebasan sangat lho, tapi kebebasan yang bertanggung jawab.
@ didut: Nggak tuh. :lol:
@ antarpulau: Hohohoo... Memparodikan siapa nih? :lol:
@ sitijenang: Hoalah, saya belum pernah jatuh ke air eh... :lol:
Update sana.
@ fertob: Asyem... :lol:
Mana URLnya? :evil:
@ Diki: Komentar adalah fitur! :mrgreen:
Belum... Belum... :lol:
@ zal: Ndak bisa, ndak bisa. Saking menyebalkannya, saya tutup lho kotak komentar kalo seandainya ada yang menyebalkan terus sampai beberapa komentar tanpa henti. *jahat* :lol:
@ Sawali Tuhusetya: Amin pak. Semoga saya ndak sebel seandainya ada nanti.
@ Praditya: Wakakaaa... Makanya itu, semua ada jatahnya kan?
@ eprak: Nggak kok. Lha ada jatahnya kan?
@ bacteria: Saya belum menanggapinya, wong belum ada di blog ini. :roll:
@ Herianto: Maunya sih sebagai kritikan, tapi yang ditunggu belum datang juga. :lol:
@ alief: Sumpah bukan saya... :lol:
@ Nazieb: Ahahaaa... :lol:
@ nathania: Mana saya tahu. Wong blogger itu heterogen. :lol:
@ dimasu: Wah, kasus nih. Saya belum sih. :lol:
@ maxbreaker: Mungkin ya.Tapi tup setuju sahaja.
@ evelyn pratiwi yusuf: Yup~ Itu dia.
@ Fikrul Setiawan: Salam kenal. :lol:
@ Luthfi: Pendek ah. :lol:
@ atmo4th: Ndak ada yang bisa dibilang lebih bagus sih. Diem kadang juga bisa jadi solusi, tergantung sikon. Tapi di sini yah, emang parah budaya gini.
@ CY: Asyem, bukan terpancing bikinh entry, tapi dapet ilham bikin entry... :lol:
@ Ram-Ram Muhammad [1]: Waalaikum salam. Wuih, panjang... :lol:
Nah maka dari itu, budayakan ngeblog di kalangan pejabat. Setuju? :mrgreen:
@ Ram-Ram Muhammad [2]: Lha, mana saya tau. :lol:
@ joyo [2]: Iya pak, kebalik. :mrgreen:
@ Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy: Amin... Amin... Amin...
nanti kalo misalnya kita udah nulis di harian lokal, ntar juga diomongin percuma.
nulis di harian lokal ga ngaruh, kenapa ga nulis di kompas aja.
ntar udah nulis di kompas juga dibilang percuma. yang dikritik nggak baca kompas.
bah! tailah! :evil:
@ Dekisugi: Lingkaran setan ga ada ujungnya. :lol:
sampeyan juga harus tau, sampeyan nulis kaya gini juga ga ada gunanya!! karena saya cuman mau nyampah aja disini.. :mrgreen:
*kabur sebelum ditimpuk*
Jadi ingat pendapat seorang teman dulu, ketika saya aktif di suatu forum yang membahas masalah lumpur Lapindo. Katanya gak ada pengaruhnya ngebahas yg ginian, lumpurnya masih tetep ngalir...
kalau pertamax habis, jadi ngatri dulu nich
kalau g ngantri ntar ada yg ngasih saran yg menyebalkan he he
@ brainstrom: Cessss... :evil:
@ Gm.: Lebih ga ngaruh lagi kalau cuma diem ga peduli, nee? :roll:
saranku, jangan ngelink ke wikipedia :lol:
@ arya: Mana wiki? :lol:
gyahahahaha... ditanggapin pulak...
@ arya: Saya kan bukan seleb, jadi tiap komen kudu ditanggapin... :cool:
@ Heru:Maaf tadi kejaring akismet. Maaf, PERTAMAX habis itu yah... saya gunakan sebagai anti-virus. :lol:
@eozenesia
Jadi seleb juga gpp koq! Cukup di wordpress saja... hihihi
@ devry: Maksudnya? :?
Itu namanya debat kusir. Kusir saja nggak pernah berdebat.
@ djunaedird: Jadi ya cukup bilang "terima kasih" sahaja ya? :lol:
Saya pernah kejadian begini :
Artikel : Anti Friendster ! (Satir)
Komentar klasik yang menyebalkan:
"Heh, situ masih bau kencur. Nggak usah deh bahas - bahas Friednster kayak gitu."
-----
Kalau yang itu masuk kemana, ya ?
@ Mihael "D.B." Ellinsworth: Wakakakaaa... :lol:
Itu anonim? :mrgreen:
bilang aja gini. . .
klo nulis aja belom tentu dibaca.. apalagi klo ngga nulis
hehehehe
@ Funkshit: Kalau cuma komentar kan dibaca juga to? :lol:
ah roze, gitu aja kok diresehin. biasalah. kalau ada yang buka mulut, ada yang dengar dan ikut2an buka mulut. hargailah itu. karena meski menyebalkan, toh masih ada perhatian.
daripada mendiamkan saja dan tak berpartisipasi. bener, kan?
@ munggur: Belum mengalami aja saya rese, gimana kalau ntar ngalamin ya... Makanya dari sini bisa belajar.
daripade duduk diem aje, biar dr bog juga ya kan kudu ngelakuin! anne pribadi udah sering. But jangan dibales (tuh orang kudu ngerasain tapi ya biarin aja capek ndiri !!!!). Ntar matinya klepek klepek
(mampus lo komentator !!!). Kan harus selalu memulai dari yang kecil (jangan maen loncat ajah. tuh komentator, kan daripade kagak ame skalee. Komentator ono kan pasti maen ngeloncer aje), cuekin aja ! nggak lama lagi juga ya dikubur 
salah ketik :blog bukan bog
Arti kata: anne bukan nama orang tauk
PERTAMAX buat apa ? mending SOLAR aja sekalian
@ asiaputri [1]: Wah, wah. Sabar.
Saya nungguin kasusnya nih. :roll:
@ asiaputri [2]: :lol:
@ asiaputri [3]: ...hetrix nih. :lol:
btw, rosenqueencompany kemana ya? tulisan terakhirnya ada tanggal 13 Desember. Sudah sebulan nih ga nulis. Sehat kah?
Sori ga nyambung dengan tulisan di atas.
Kritik (dalam KBBI) adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dsb.
bisa juga kritik itu baik, ada yg perlu dipertimbangkan, ada juga yang tidak perlu ditanggapi. namun dari semua itu ada ungkapan bijak mengenai kritik dan saran
" Kritik adalah vitamin, saran adalah suplemen."
salam kenal
http://www.erikarianto.wordpress.com
@ Iwan Awaludin: Brother Geddoe lagi hiatus, pak. Lagi mau pindak blog nih, kayaknya barengan saya ngurus kepindahan juga. :mrgreen:
@ erikarianto: Ahahahaaa... Biasanya saya ndak menagggapinya, cuma dengan bentuk
(senyum) saja lho, pak. 

Salam kenal juga.
emang bikin sebel sich klau ada comment yang ga enak mendingan terusin aja berkaryabiar orang mau comment apa kita mah easy aja
@ noki: Sip...
*skip komentar*
Ini lebih ke sanggahan ya? :? Sanggahan yang menyebalkan. :mrgreen:
Gambarnya rada berbahaya tuh.
@ Xaliber von Reginhild: Sengaja memancing berahi pembaca. :lol:
Ini kan ga setuju, tapi ga main cantik.
He he, user yang dulu sempat bikin heboh di wordpress muncul di # 37 yah :grin:
@ sigid: Ndak apa, biarrin aja.
serius nih.
menurut saya, ini adalah contoh sempurna bahwa ternyata interaksi interpersonal di dunia maya pun rawan dengan konflik seperti di dunia nyata.
apa yg dik gun contohkan adalah contoh2 individu tipe toxic alias racun. mereka ini gemar sekali membuat kita merasa tak berarti dan mengesampingkan usaha bahkan mimpi kita. mereka ada keenderungan untuk menyedot energi kita dengan memberi energi negatifnya. individu2 tipe ini, dalam dunia nyata, sepatutnya untuk dihindari, menurut para pakar self-development.
coba baca buku2 nu age ttg self development seperti celestine prophecy, the secret, quantum ikhlas, dsb.
contoh sempurna lainnya, seperti di komen # 59.
energi itu menular/memantul. kalo kita deket2 dg orang2 dengan energi negatif, maka kita pun merasakan demikian. pernah gak, merasakan, kumpul dg bbrp orang tertentu tapi kita tidak merasa gembira, dunia serasa kelabu, pesimis, wis pokoke gak enak di perasaan. kita jadi ragu2, takut, khawatir. malah2 kita terseret dalam pusaran energi negatifnya, wah ini berabe bangetttt.
sementara ada orang2 tertentu, kalo kita deket2 ma dia, bawaanya kok hepi, seneng, bikin hidup jd lebih hidup.
coba cermati temen2 kita, apa reaksi mereka sehabis berjumpa dengan kita *cara ngecek apakah kita termasuk toxic*
nah, gimana kita musti merespon orang toxic kayak gt ???
kl saya mah, cuekin aja. ga usah deket2 lama2. lha tapi kalo model racunnya seperti komen2 kayak conto di atas ??? mo dihapus kok nanti berasa tdk demokratis, kl dicuekin kok bertengger trs dan mau ga mau kebaca.....
yah rada susah sih. gw pernah. rasanya emang ga enak.
dan ini adl salah stu bukti lg, bahwa energi pun terdapat hingga ke tataran kata2 dlm tulisan.....
PS. menurut pengalaman saya, ketika bergaul dg orang2 yang bernergi positif dan negatif, mbandingin aja nih. sama2 kritik ya, tapi rasanya bedaaaaaa banget. kita menengar kritikan mereka yang berenergi positif, jadi 'tercerahkan'. sedangkan oleh mrk yg tergolong 'racun' itu, kita malah jd skeptis, nglokro, ga semangat, wes pokoke letoy dan ujung2nya uring2an deh...
@ restlessangel:
Wah, istilahnya kereeeeennn... 8O
Ya, bagi sebagian orang yang mudah ciut nyalinya, dengan adanya komentar racun seperti ini, dia akan jadi minder dan malah stop melakukan apa yang sedang ia lakukan.
Mudah kok, asal dibeliin/dipinjemin. :mrgreen:
*anak ini kalo ndak beli buku politik, ya komik* :lol:
Hohohooo... Mungkin. Rasa-rasanya pernah.
Wah, aku sih rada gimana nih. Ada 2 teman di kelas. Aku dekat si A enak aja, dekat si B juga. Tapi kalo A sama B dekatan kok aku kayak ngerasain aura ga enaaaaak gitu. Si B juga pernah cerita kalo dia ga nyaman aja sama si A. :?
Yup, angin lalu. Kucing mengeong, motor saya berlalu. :cool:
Ahahahaaaa... Iya juga.
Hehehehe..... Biasanya Komentator itu "DIBAYAR PEMERINTAH" buat ngomentarin blog itu...... kan mending ngusulin (biar dikit dikit) daripada duduk diem pura 2 nggak tau...... apalagi malah justru ngegosipin. kayaknya buku tentang emosi cocok buat kamu (dan komentator. apalagi dia emosinya kayaknya gampang disulut dech
) ok........
*kucing lewat* :gun
@ asiaputri: Ah dibayar, teori konspirasi nih... 8O