UPDATE!!!
“Kita datang ke dunia ini sebagai saudara, tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah, yang ternyata hanya memisahkan kita?”
(Buku: Putri Cina, karya Romo Sindhunata)
…identitas?
“Tak berakarlah hidup manusia ini, seperti debu jalanan, kita beterbangan, dibawa angin, ditebarkan ke mana-mana.”
– Tao Yuan Ming
…siapa itu Jawa? Siapa itu Cina? Siapa itu Papua? Lalu, siapa yang berani menyebut dirinya Indonesia asli?
…tulisan asal kali ini hanyalah pergumulan eksistensial menyangkut identitas-identitas, ketika keberagaman manusia dimampatkan ke dalam satu sistem kategorisasi tunggal yang terkesan sewenang-wenang.
Labels: belief, category, culture, history, identity, indonesia, novel, politic, social

















...
numpang bersabda...
"Kita dilahirkan berbeda tapi kenapa kita mengikuti orang lain? Kenapa kita menempatkan diri kita? Kenapa kita menyamakan diri kita? Kenapa kita terjebak dalam surealis orang lain?" -Annas/Lemon S.-
hieh...
@ Lemon S. Sile: *mencatat sabda baginda di Kitab Suci* :lol:
Ya, ya, ya. Kenapa juga daging, darah, dan perbedaan warna kulit menjadi sumber konflik? Sungguh, amat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang seharusnya dijunjung tinggi. Ajaran agama apa pun saya kira tidak ada yang mengajarkan kita untuk bersikap diskriminatif. Ya, Putri Cina karya Rama Sindhu memang layak dibaca untuk membangkitkan kesadaran kita akan pentingnya menjaga nilai kerukunan dan persaudaraan lintas suku, agama, ras, dan kelompok (golongan).
@ Sawali Tuhusetya: Sebenarnya saya ingin sambil menyelam
terus tenggelamminum air, pak. Sekalian kampanye agar perbedaan nggak menjadi perselishan karena beda itu indah. Sekalian juga promosi buku Romo Sindhu yang terbaru ini. :lol:*pengen ke Kolese St. Ignatius*
Keragaman adalah anugerah Tuhan. Saya percaya itu.
...uuhh.. sedikit curhat, saya benar-benar merinding dan terbawa suasana begitu membaca halaman-halaman awal buku Putri Cina... Saya merasa benar-benar apa itu istilahnya, ah, lupa.. - -
sempat salah masuk kamar tadi gun :smile:
eh rupanya keleru
Memang engkaw berhobi mengumpulkan massa neh lewat coretan ...
siap-siap dapat pencerahan :winks:
Bagus untuk meningkatkan kemampuan bahasa tulisan 8)
Sekalian nyoba smiley teks :lol:
Udah saya ganti koq alamat WP-nya .... kemarin kehapus gara-gara latihan bikin url aneh yang lucu :evil:
Saya malah bikin kontra blog apa nanti di suspend ya? :?:
Any idea :roll:
Siap jadi penulis buku kontroversial :?: kayak Pramoedya
kalo ga beda gimana mo cari pasangan :lol:
Dgn berbeda baru timbul energi,
dgn berbeda baru timbul gairah,
dgn berbeda baru timbul keindahan.
Bukankah Listrik ada krn positif-negatif,
bukankah keluarga ada krn lelaki-wanita,
bukankah keharmonisan ada krn Yin-Yang.
Indahnya perbedaan ...
Hah!!! Kita?!!! Nggak salah tuh, loe kali.
Kekekekeke...
oh, iya sepertinya putri cina menarik tuh. *catat dalam daftar belanja*
Oh, iya ros *lidah kelu nih* kalo mo ketemu romo shindu ajak ajak dunk.
*mayan hetrik*
*bujuk yg lagi ngambek*
Tao Yuan Ming itu apanya Tao Ming Tse??
*digoreng empunya blog*
Aku terlahir krn sebuah perbedaan.
Perbedaan melahirkan sebuah kehidupan.
"Order and Uniformity is totally BORING BORING BORING..... It tears me... or you.... to pieces......"
heheheeheheh....
Because of the reason stated on the passage above,Chaos and Madness are simply wonderful.... somehow.... but unfortunately, not wonderfully simple....
kita kulo nahnu
we us were united
not departed
separated
not broken hearted
just brain minded....
let me go home now,,,
i wanna come home...
i miss you mom....
mungkin kebanggaan atas kaumnya menyebabkan semua ini terjadi...
memandang rendah yang bukan kaumnya..
*binun*
.
.
*melangkah gontai*
.
.
*mnatap iri*
ko kamuh bisa fosting segh!!!
ARGGHHHH....
FENGEN FOSTIIIIIINGGG!!!!!!!!!!!!!!!
ARRGHHHHHHHHH............
(ah ya, saia numfang curhad disini...mhuehuhue)
KITA?
MENDINK GUE AMA KEBO DARIFADA AMA LOE!!!
MHAHHUAHUAHUAHUA
*OOT mode OFF*
“Kita datang ke dunia ini sebagai saudara, tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah, yang ternyata hanya memisahkan kita?”
hmm...emang memisahkan, tafi manusia juga funya hati untuk menyatukan bro! mhuehuhue
eh....saia HETRIX YAK!!!
MHUAHUAHUA..
skalian top score kalo geto!
Kafirkan para Hetrix dan Pertamax ! :twisted:
Kukira QUOTE - QUOTE itu hanya kau abadikan dalam kitabmu. :lol:
*orgil mode : ON*
susah2 amat? daripada dipisahkan oleh daging dan darah , lebih baik kita musnahkan penghalang itu!!!
bantai!bunuh!hancurkan!!!!!!
uh, identitas memang bisa seperti pedang bermata dua
dsikriminasi? -__-;a
semua manusia basodara
Hahaha... Wikipedia mode ya, Gun...
hell yeah, kalo semuanya bisa saya lakukan sendiri, kasian yang lain kalo nanti ga kebagian peran :mrgreen:
si Tuhan itu memang jago bikin skenario,
skenario hidup.
perbedaan itu yang menghidupi kehidupan.
perbedaan juga yang bisa mematikan kehidupan.
pinter2nya manusia aja buat menyikapi perbedaan itu.
pinter2nya Tuhan juga buat ngatur manusiaNya,
karena Dia yang bertanggung jawab penuh terhadap munculnya perbedaan,
terciptanya perbedaan.
lagian berbeda-beda, kita khan tetap satu jua.
satu bumi.
Kita dilahirkn untuk memiliki..
tp...??? knp ada sj cewek yg panta bensin....
dASarrRR MateriiIiIiI....
yach kita didunia ini bukan untuk MEMILIKI...org yg kita cintaiiii...
namax...jg blm jodoh...
kalo udah pasti kn dtg dgn SEndiRiNYaaa....
Nmx jg Nasib yang Kitorang dpt..........!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
bangoen doenks mbak...!!!
kalo g maoe perbedaan didjadikan permasalahan ja jij ke boelan sono...
ato ke dapoer sono noh, ambil pisaoe teroes boenoeh diri....
hari gini mah...jang paling banjak toeh..
Tapi multikultural dan pluralitas nantinya kelihatannya rada sulit untuk bersatu... apalagi kalau sudah ada yang primordialis, berhubung kultur satu sama lain ngga nyambung, jadinya susah menetapkan persatuannya. :?
Kadang-kadang homogen bagus, kalau tujuannya kesatuan komunitas 90%, menurut saya.
Jangankan yg jelas2 berbeda.. Yg satu rumpun aja (malesia-endonesia) gontok2an mulu, mas.. :evil:
@ rudyhilkya: Ngumpulin massa, pak? Mungkin begitu, eheheee...
Kontra blog? Maksudnya?
@ caplang™: Kan ada yang namanya homoseksual. :lol:
@ CY: I love it, too... gege. :lol:
@ danalingga: Heheheee... Beli sana! Beli~ Wealah, saya sering lewat--sedikit mampir--Kolese St. Ignasius kok, tapi belum pernah ketemu.
@ calonorangtenarsedunia: ...~
@ cK: Cucu anak keponakan dari saudara kedua bibinya paman guru blablablaaa....
@ gimbal: So God bless us!
@ Magister of Chaos: Okay, just express your feelings, milord.
@ han: Different cultures, different religions... Think different, eh?
@ aRuL: Bangga atas kaum itu wajar dan bagus memang, asalkan nggak menandang rendah yang lain. Tapi...bisakah? :roll:
@ hoek: Semoga masih banyak yang punya hati (bukan lever).
@ Mihael "D.B." Ellinsworth: Mau liat kitab-kitab di kamar kost saya? :lol:
@ Luce: Sssttt... Bikin senjata pemusnah masal yok, Kev?
@ fertob: Ah, akhirnya ada lagi yang nyambung... Inilah identitas, tuan.
@ Uchiha Miyu: Maybe~
@ mr lekig: Yuppie! Semua manusia, nggak perlu ditonjolkan semacam saudara seagama gitu lah~
@ ,,,ItadaKimasu Onigiri,,,: Maybe. :lol:
@ Shelling Ford: Tapi ngejar cewe kudu dilakuin sendiri, bro.
@ endjivanhouten: Ahahaaaa... Love your words. Tuhan memang seorang sutradara yang mantap.
@ dolfis: Kejar nasibmu! Kejar! :lol:
@ celo *kagak log in*: Lha? Bukannya semua udah dijawab dengan kutipan Tao Yuan Ming?

Ada sebuah statemen, lalu ada pertanyaan "Identitas", dan di bawahnya disuguhkan jawaban.
@ Xaliber von Reginhild: Hahahaaa... Nggak ada yang bener-bener homogen, tuan. Yang satu agama aja misalnya, sering gontok-gontokkan. Jawabannya ada pada kutipan Tao Yuan Ming tersebut, memang.
@ qzink666: Satu rumpun, satu agama, satu negera. :lol:
Nggak ada yang Homogen, Gun...
Adanya cuma homo sapiens sama homoseks :lol:
yang penting saling menghormati....
HORMAT GRAK!!
kaga usah senjata pemusnah Masal!!
sebarkan Virus Hinamizawa!!!! dan eke akan jadi Kami-sama!!
BWAHAHAHAHA!!!!!
*Takano mode: ON*
PS: nonton Higurashi no Naku Koro ni Kai ep 12 klo mo tahu detilnya penjelasan gwa
be nice aja . . . . . . .
hehehe.....
" Kita datang ke dunia ini sebagai saudara, tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah, yang ternyata hanya memisahkan kita?”
(Buku: Putri Cina, karya Romo Sindhunata) "
banyak orang yang liat orang dari ras, keturunan, dll - -
OOT : aku update blog. Ada kamu di situ = =
kirain judul lagu lawas SO7
:evil:
@rozenesia:
Wah, kalau dalam konteks agama, ngga tahu ya. :? Agama sih memang susah
makanya sering jadi bahasan
. Maksud saya sih dalam tradisi, kultur, dsb semacamnya. Kalau negaranya masih sama, biasanya cenderung lebih mudah untuk menyatukannya.[...] , semoga tidak ada lagi cerita rasis yang menyebar. Hiduplah dalam keselarasan, sebab semua kita ini adalah manusia, ya sama-sama manusia. Dan semoga pada akhirnya, kita semua pun dapat menjadi [...]
@ alex: Saya paham perasaan anda... Memang, menjadi homo sapiens sekaligus homoseks itu berat... Saya memang cuma homosapiens... Tapi saya coba memahami anda...
*digampar*
@ sikendi: Amen.
@ Luce: KIRIM DVDnyaaa!!! :twisted:
@ bachtiar: Okay, brother.
@ zazi: Keturunan Kraton lah, darah biru lah, ras lain lah, capeee deee~
@ 'K,: *siul-siul*
@ Xaliber von Reginhild: Memang lebih mudah menyatukannya, tapi rasa-rasanya kurang seru aja.
*ditimpuk*
UPDATE!!!
djawa ik, tjina jij, papoea HM...
Indonesia asli...???kita bertiga moengkin...???:?
@ celo *kagak log in*: Maksud ente aneh acho =___=
djawaban ik...komen nomer 47
setoedjoe....jang beda ja oedah, beda adja...g bakal bisa satoe...
tjap adjaik makar, tapi jang namanja binekha toenggal ika itoe emang tjoeman oetopia...
betewe, jang ini beneran opp lho....
50
@ celo *kagak log in*: Jawaban yang membuatku bingung... :?
Bacanya susah plus kayaknya ada ketidaksinkronan dah.. :?
Tauk ah gelap...
Indonesia Asli?
bagaimana bisa tahu mana Indonesia asli? sementara yang mana yang Indonesia saja kita juga tidak pernah mendapat kepastian dengan jelas
*lirik malaysh**t* :evil:
berbeda-beda kita ini satu juga.
satu nusa satu bangsa satu bahasa satu bumi
@ mardun: Ahahahahaaaa... Lalu bagaimana generasi muda bisa bangga menyebut dirinya sebagai "Orang Indonesia"?
(lha? keingat Iwan Fals~)
@ endjivanhouten: Saya harap begitu yang akan terjadi di lapangan.
ada yang bilang jadikanlah perbedaan tu sebagai alat untuk kita saling mengenal jangan jadikan perbedaan tu sebagai penghancur diantara kita!
Halah....ngpmong apa ya aku........!!!!!!
patokan asli palsunya dari mana nih?
Yang saya tahu kita ini manusia asli, entah kalo ada yang manusia jadi-jadian. :lol:
OOT:
Gun, masih pake no 3 itu kah?
membahas perbedaan.
mencari patokan mana yang asli mana yang bukan,
bukankah itu membeda-bedakan?
sadar atau tidak,
kita sering membedakan sesama.
"semoga masih banyak yang punya hati..."
bro? semua manusia funya hati, tafi yang fatut disayangkan adalah
1. hati mereka tidak digunakan sebagai mestinya
2. mereka lebih suka merusak hati mereka dibandingkan merawatnya
makanya ada fenyakit lever...mhuehuehue
@ epa: Amiiin. Semoga di lapangan kejadiannya gitu.
@ syafriadi: Kayaknya nggak ada aseli absolut deh. :roll:
@ danalingga: Lha? Mas dana aseli manusia?
Saya kira nggak :lol:@ calonorangtenarsedunia: Kalau ada rikues, ya saya ganti ke 3. Kenap-a? :?
@ endjivanhouten: Makanya saya nggak suka aja dengan penyebutan 'aseli'.
@ hoek: Fungsi hati apa yo? :?
homogen itu kan tidak selamanya bagus.
contoh :
andaikata, semua perempuan di Palembang, sifatnya seperti saRa..
..
...
ahiiiieeYY~ seramnyaaa!! :twisted:
@ saRe': Anooo... Sifat tante kayak gimana? :mrgreen:
stelah batja bener-bener, baroe sekarang ik paham maksoednja....
*mangoet-mangoet*
primodialisme perloe oentoek mendjaga 'kemoernian garis darah'
*halah malah tjoerhat*
@ celotehsaya: Benar paham nih? :? *elus jenggot*
sepertinja....
[batja : anggap ini spoiler djika tak berkenan]
tapi setjara ik beloem batja boekoenja ja ik beloem taoe pasti apa jang jij maksoedkan....
ini tentang region dan segala perbedaan jang menjelimoetinja boekan...???
tapi dalam satoe region matjam Indonesia kan ada banjak region 'khoesoes' matjam djawa, soenda dan lain-lain...
ik loepa maoe noelis apa...makloem tjapek baroesan poelang...
ik berasa kalo boekoe ini pasti tentang idiom konjol => lope oper eprithings...
@ celotehsaya: fufufuuu... Ane nggak ngambil dari buku itu seh, cuma ambil kutipannya doang.
tjih...terlaloe loeas tjakoepannja....
terlaloe banjak sasaran jang jij toedjoe...
dan terlaloe sedikit orang jang memiliki kepandaian setara dengan jij...
@ celotehsaya Lha? Intinya simpel aja kok, kutipannya Tao Yuan Ming.
*Salut, salut, salut.*
Pandangan universal tentang persamaan hak atas harkat dan martabat kemanusiaan memang harus terus dibumikan. Tanggalkan identitas, pengkastaan, dan idiom2 promordial lainnya. Sudah saatnya kelompok mayoritas dan minoritas bergandengan tangan, tanpa ada yang merasa mengebiri dan dikebiri.
@ Sawali Tuhusetya: Yup, ini salah satu yang ingin saya tekankan, pak. Bergandengan tangan, tanpa ada yang merasa mengebiri dan dikebiri.
(seperti kata Tao Ming Yuan)
Karena manusia pada dasarnya seperti debu jalanan, beterbangan entah ke mana, tanpa terikat terlalu dalam pada sebuah 'identitas' fisik.
oh intinja itoe...
baroe sampai tahap primodial sih ik...makloem masi ketjil...
kan ja oedah ik bilang...primodial penting oentoek mendjaga kemoernian garis darah...
bergandengan antar ras daerah hanja akan menodai kemoeljaan garis darah sadja...
ja ja ja... *serahkan stempel* ...tjap adja ik sebagai orang jang rasial
@ celotehsaya: Baidewei, ndak ada yang murni atau aseli pada diri manusia, pada hakikatnya.
berasa kek jij jang njiptain manoesia adja bisa ngomong gittoe
jang djelas ketjap jang ik djoeal jang paling manis, jang lain sampah...
pendapat kek gitoe mah pasti ada dihati setiap manoesia...ito kalo jij manoesia lho...kalo jij berasa Toehan ja~~~
What race do we belong to? Do we belong to brown race? white race? black race? Yellow race? No, we all belong to one race only: the human race!
terlalu banggakah kita sebagai seorang **ras kita** masing2?
bangga boleh, sebagai bentuk keanekaragaman.. tapi banggakan lagi identitas kita sbg WARGA NEGARA INDONESIA. uahahaha...
**semangat nasionalisme
iya brothe ros, saya ini masih asli manusia , walau kadang bertindak bagai dewa, atau bahkan bagai Tuhan. :lol:
Gpp sih. No mu yang ada di daku itu yang 3. Yo wes..
Brother Ros....
:lol:
:lol:
*ditampar
GunRoze*@ celotehsaya: Memang manusia selalu merasa dirinya yang bener, tapi itu akan berbenturan dengan kebenaran manusia lain. Karena itulah ndak ada yang aseli murni di dunia fana.
@ Yari NK: Agree, sir.
@ Nathania: bangga memang bagus, namun dengan tidak merendahkan yang lain.
@ danalingga: *meragukan* :?
@ calonorangtenarsedunia: Yang AS mau...?
@ alex: ... :twisted:
boleh..boleh..mana?
@ calonorangtenarsedunia: Via Y!M aja.
seandainya KITA bisa mengikuti filosofi pelangi. Bahwa pelangi itu beragam warnanya, namun menjadi indah karena keberagaman itu.
semoga KITA bisa seperti pelangi -keberagaman yang ada pada kita menjadikan lebih indah dan lebih menguatkan.
Siapa China? Siapa jawa? Siapa sunda? Sadarlah, kita ini sama. Berdarah merah yang berbau amizzzz. Makasih ya, dah postingin ini.
g bisa pokoknja jang lain itoe kelas rendah...!!!
kelas ik jang paling tinggi...
*kelasnja dipoetjoek menara babel*
[...] pendapat ik pribadi, semoea masalah jang terdjadi di Indonesia ini sebenarnja diakibatkan oleh keanekaragaman pendoedoek Indonesia [...]
mungkin setiap perbedaan hanyalah dikepala masing2 orang.... otak yang menjadi karunia terbesar disatu sisi telah menjadi musibah terbesar diseberang lain

Segala sesuatu adalah bagian tak terpisahkan dari keberadaan kita(ini).
*lha, apalagi sih ini*
Kadang seperti ada kecenderungan bagi beberapa orang bahwa ada kebanggaan tersendiri menjadi eksklusif, menjadi kelompok tersendiri dan secara sadar atau tidak sadar ternyata hal tersebut menghalangi mereka untuk berbagi kasih.
Numpang nanya, pernah dapat bukunya Sindhunata yang "Waton Urip" ndak ya?
Susah bener nyarinya.
@ eMina: Yup, dunia ini penuh spektrum warna-warna yang berbeda tapi tetap bisa berikatan ^^
@ Hanna: Ahahaaaa... Nice, ci! Nice!
Darah biru? Makan tuh darah... :lol:
@ celo *kagak log in*: *elus jenggot* :?
@ almascatie: Perbedaan kan ibarat pedang bermata dua.
@ dwihandyn: Memang. :mrgreen: (ini juga apa ya?)
@ sigid: Padahal rasanya akan lebih bangga lagi jika berbagi kasih tanpa memandang status kan? ^^
Anooo... Nggak dapat juga tuh, om...
@rozenesia: Yaa, lebih variasi deh...
Lebih sulit juga memang, kecuali ada yang deus ex machinanya...
Ah untung saya bukan ras mana-mana... tapi ras idi...
@ Xaliber von Reginhild: Mengungkap nama, eh? :lol:
Bukan nama depan saya... tapi nama klan... disebutkan supaya terkenal.
*dibantai* :lol:
@ Xaliber von Reginhild: Mau saya tulis lengkap di sini? :mrgreen:
*OOT pun terussss berjalaaan* :roll:
jadi inget komik 'Aerial Sculpture'
"Darah kita sama merah, tapi kenapa kita berbeda?"
[lupa karakter yang mana]
saya mau jadi ras malaikat ajah~ mau jadi yang lain dari yang lain
@ Dream Maker: Ras malaikat disilangkan dengan ras idi jadinya apa ya... :roll:
Jangan... nanti identitas saya sebagai agen rahasia terbongkar. :? *ditembak artileri*
Supaya ngga OOT, komen lagi...
Bukannya berpikir ngga-ngga, tapi mungkin darah memisahkan agar ngga terjadi perkawinan antar saudara/incest? Supaya kromosomnya ngga bersatu... mungkin.
Tapi dulu setelah Adam dan Hawa gimana ya.
rozenesia:
Wah, wah... :?
@ Xaliber von Reginhild [1]: Hehehee... Kalo ngerujuknya sama Adam - Eve, ya kita ini sedarah. :lol:
...tapi, ah capek.
@ Xaliber von Reginhild [2]: *siul-siul*
[telen papi]
@ Dream Maker: Ihihihiii... Ada apa?
Hmmm...
Saya mengerti kalau itu adalah tulisan asal...
@ Mihael "D.B." Ellinsworth: Eh, mau saya tulis panjang lebar kayak REFLECTION, Chapter #1: Indonesia, the Largest Country in the World with a Chinese Problem? :lol:
cukup sudah tulisan panjang...
betewe, kau kelas apa...???kelas rendah ya...???
cih kalah dunks sama aku....aku kelas pribumi, kelas paling rendah...!!!
*uts sejarah tadi soalnya ada yang aku jawab gitu*yang tentang stratifikasi setelah kolonialisme itu*
@ celo *kagak log in*: Kompeni Belanda kan melakukan pengkotak-kotakan demi mensukseskan politik skenario minoritas perantara.
Lengkapnya ada di tulisan yang aku beri URL-nya itu...
halah...aku malah jadi kepikiran...sebenarnya pengkotak-kotakan ini ada setelah atau sebelum kolonialisme sih...???
tapi IMO waktu hindhu masuk dengan segala strata dan kastanya itu udah pengkotak-kotakan degh :?
@ celo *kagak log in*: Tapi pengkotak-kotakan Kompeni ini tujuannya menguntungkan Kompeni doang. Warga Tionghoa dimanjakan, jadi sapi perah kompeni. Pribumi dibatasi...
terus pas konflik... Tionghoa dijadikan kambing hitam deh.
Ini juga berlaku pas OrBa. :?
Sebelum ini saya berfikir, bahwa berkata “aku tahu perasaanmu” akan memberikan manfaat
Tapi lama-lama ko merasa jadi sok tau ya?? Benar apalagi kalo belum pernah mengalami.
Mungkin sebaiknya ngeliat2 dulu kali, siapa lawan bicara kita yg menerima kata
ampuhitu.Hingga ada kalanya kata itu terucap, namun tak jarang cukuplah hanya diam dan mendengar
Eh saya salah kamar, blum baca yg kita
maafkeun paman silakan klo mo diedit yg diatas dan yg ini
Dari pada tanggung, saya minta ijin untuk hetrik
dan skaligus comment, sekarang udah baca :mrgreen:
_________________________________________________________
Hitam akan indah bila ada putih, merah, kelabu dan jingga?
Bila hanya putih, bosan
Apa lagi kalo hanya hitam,
Tapi saya teteup suka biru
Intinya, langit mendung yang sebagian putih, sebagian kelabu, dan sebagian hitam, tidak kalah dengan langit senja yang semburat kekuningan, jingga dan merah. Semua berperan, dalam keragaman kita memilih
__________________________________________________________
Wuih!!! sekali lagi saya bingung sedang OOT apa sok tau?? :evil:
Lho, kok nyampur sih komennya? :?
*wets, salah topik, maaf.
*
Soalnya tadi saya lihat judulnya adalah Feeling of the Meager, tapi isinya dari entri yang "Kita?". Serius lho.
Bukti:
http://i10.tinypic.com/72jp553.jpg
Jadinya saya kira nyasar.
Btw, ngga niat hetrik lho. Sungguhan.
Engg... Kalo masalah 'ketuker' gitu aku juga pernah di sini
ampe bingung sendiri
Ada apa ini pap? [numpang OOT]
@ goop: ga apa kok, biarin aja komen itu jadi arsip.
Eh bener tuh, dunia ini kan banyak warnanya~
@ Xaliber von Reginhild: Ini problem layout Tarski kok.
@ Dream Maker: Tarski.
[...] kita menilai pesan seseorang dari siapa dirinya, bukan apa yang dikatakannya? Entah. Manusia memang berbeda satu sama lainnya. Dan saya yakin perbedaan itu adalah [...]
[...] terbang ke dalam lingkaran setan akan sebuah konflik sosial di negeri ini. Dimulai dari sebuah hakikat identitas, diriku yang berada antara duniawi dan rohani, hingga menyoal politik dan sejarah kelam, beserta [...]