Jika kita mencari contoh yang (hampir mendekati) sempurna untuk karakter yang mempunyai perpaduan antara Barat dan Timur, antara teologi dan filosofi, atau lebih-lebih Kristianitas dan Buddhisme, mungkin salah satunya adalah Jimbo, tokoh fiktif buah pena penulis Jepang, Takashi Matsuoka. Yang menarik adalah ketika kita bertanya-tanya, bagaimana melihat dan menyikapi sebuah perbedaan, terlebih lagi dalam masalah agama dan keyakinan? Matsuoka menjawabnya dengan indah lewat Jimbo.

Jimbo, rahib Zen mantan misionaris Kristen dalam novel Matsuoka berjudul “Samurai, Kastel Awan Burung Gereja”, seringkali menyebut nama Kristus dan Buddha dalam doanya. Untuk rahib kepala Sohaku ia nyanyikan Sutra, fasih dengan lidah Amerika. Dalam setiap doa dan ratapan sesalnya yang dalam, ia senantiasa mendoakan anak-anak yang hidupnya telah dia akhiri terlahir kembali di Kerajaan Tuhan atau di Tanah Murni, dalam pelukan Kristus Raja Damai atau Kannon Dewi Welas Asih.
Jimbo, sebelumnya James Bohannon, seorang misionaris Kristen yang dikirim ke Jepang untuk mewartakan Gospel. James Bohannon, sebelumnya Ethan Cruz, bandit Wild West yang tumbuh dari tempat pelacuran, perburuan ternak, dan letupan senjata api. Dari seorang koboi berwatak keras, yang kemudian mencari pengampunan Tuhan dan menjadi pelayanNya, dan berakhir sebagai seorang rahib yang menguasai filosofi dan teka-teki Zen. Jimbo mungkin saja telah mencapai pencerahan, yang ia akui belum ia dapatkan sama sekali.
“Mereka yang tidak menerima kata-kata Buddha mungkin mau menerima katakata Kristus dan mendapatkan keselamatan yang sama,” ujar Jimbo ketika menyanggupi diri untuk membantu pembangunan rumah misi dan gereja, sekalipun saat itu ia menjadi salah satu wakil rahib kepala di kuil Zen.
Riwayat perjalanan spiritual Jimbo berakhir saat pistol kaliber 44 Matthew Stark merobek jantungnya. Sebelum mati pun ia masih sempat mendoakan lelaki yang menghabisi nyawanya agar mendapat ampunan Tuhan serta senantiasa dilindingi Buddha dan sepuluh ribu dewa. Ia tak peduli ke mana ia akan pergi, ke Surga Kerajaan Tuhan atau Tanah Murni Sukhavati. Jimbo mati, tanpa ada sesal tersisa.
Ada sesuatu yang menarik mengenai pandangan Jimbo terhadap agama. Ia begitu terbuka dan sama sekali tidak menutup diri dari agama lain. Pernah suau ketika saat musim dingin, ia mencoba mengira-ngira apakah hari itu hari Natal. Baginya tak ada salahnya mengingat Natal, walau ia bukan lagi seorang Kristen. Yang ingin ia ingat bukanlah kapan tepatnya tanggal 25 Desember, namun hakikat dan pesan yang disampaikan lewat hari Natal tersebut.
Anand Khrisna pernah berujar, “jika kau menganggap agama dan kitab suci sebagai tujuan, kau akan menduakan Allah.” Dan begitu juga bagi Jimbo, kata-kata Kristus dan Buddha memang jauh berbeda, namun apakah pesannya juga berbeda? Tak terlalu jauh berbeda, menurutnya.
Mungkin inilah yang dimaksud oleh kalimat: damai di langit, damai di bumi. Itu tercipta ketika pesan-pesan dari para rasul, santo, atau orang-orang suci lainnya benar-benar diresapi ke dalam sanubari umat manusia.
Selamat Natal.
* foto Maria-Kannon (Bunda Maria yang disamarkan dalam sosok Dewi Kannon) diambil dari situs tentang Aizu.
Labels: belief, buddha, christian, japanese, novel, peace, xmas

















[...] Riwayat perjalanan spiritual Jimbo berakhir saat pistol kaliber 44 Matthew Stark merobek jantungnya [...]
baru tahu,ternyata ga cuman selaput dara aja yg robek..!!!!
jantung juga bisa...!!!!
wah,kamu cerdas gun..!!!!
*kamu kie bahas apa tho..???*
Wah, bidaah sinkretisme ini! heresy! blasphemy!
apakah kamu merasa damai malam ini goen?
wew ... inklusivisme inihhh .... eniwei ... Merry Christmas alll
kog gw dari aussie yak ? trus, kog ava gw di sini, di blog ami, ma di blog eru sama yk ??? saiah mencium bau2 persekongkolan .....

Selamat hari natal juga Gun. Apakah di surga sana benar-benar damai ya?
Selamat natal Gun, sudah liat bintang malam ini? Surgamu spt apa toh?
damai di bumi....dama di hati....
damai di hati.....damai di bumi......
kekuatan memaafkan.....aku belajar banyak dari mamasku, gun. kongkret, langsung.
dari dia juga, aku belajar menghilangkat tirai2 / sekat2 agama.
btw, dia pengen ketemu kamu, gun.
Ah fotonya menarik. Upaya para Kakure Kirishitan untuk menyembunyikan kepercayaan mereka bukan?
Merry Christmas
@ escoret: Kayaknya otakmu juga bisa robek deh Peng!!!
@ Catshade: Heh, blasphemy is my middle name!
@ didut: Setelah menikmati pemandangan cewek-cewek bergaun tadi... Ya!
*dibakar isteri*
@ pilus [1]: Huuush!
@ pilus [2]: Ya karena kau punya gravatar lah.
Deteksi Aussie karena pakai Tel-Flash atau IM2.
@ chrisibiastika: Well... Yang membuat damai itu kita, mbak. Free will kita!
@ Gage Batubara: Sayah lihat cewek-cewek bergaun saja tadi, Ge...
@ meong: Haiyah, ketemu cowok. Emoh.
@ lambrtz: Hihihiii... Nangkap juga.
Iya, cuma lagi iseng nyari-nyari foto yang mengkaitkan Kristen-Buddha (dan Jepang), eh tiba-tiba keingat sama Maria-Kannon. Menarik memang kalau membicarakan Maria-Kannon ini, kapan-kapan saya pelajari lebih dalam lagi dan saya tulis ah.
Hmm..Jimbo itu novel ato komik yah? jadi pengen baca nih..
>
selamat merayakan natal gun !!!


tentang tawaran sengsu darimu. kapan-kapan aku tagih
Waktu saya baca ini harusnya kita jadi damai di negeri ini, taip kenapa saya ga damai ya..
by the way, Mery Xmas n Hepi new year.
Salam damai ...
~mencari damai
damai... damai..... btw, natalan gun? selamat natal yak
menarik seperti biasanya!
merry christmas everybody..
Happy Christmas GUN !@!
*asem kikodku lucifer*
That's rite brother..! How wonderful world is .. when we respect each other. Damai beserta kita.. Merry x'mas..
*Ternyata ada Jimbo nyang laen, soalnya saya cuman teu Akira Jimbo-drumernya Cassiopea* 0$!
Selamat merayakan hari Natal yaa dik Goen.
Eh, jadi Kristen lagi kalo pulang Borneo, Gun? Panen selamat Natal.. 0:]
Berhubung saya tak Natalan, sebaiknya saya menyiapkan sepucuk kaliber limapuluh tuk menembak sinkretismemu ini...
Damai di bumi, damai di blogsfer, damai di gunawanrudydotkom...
bingung juga gw bacanya.
ga pernah denger ada cerita ini.. >_>
kita emang ga bisa mengatakan isinya berbeda. sumbernya menurut gw juga tetep sama. tapi, mungkin pengembanganya yang berbeda-beda. dan, itu sulit lho, bener-bener mengerti apa hakikat yang telah disampaikan oleh orang-orang suci itu. gw ndiri juga belum bener-bener paham dengan kata-kata penuh makna yang mereka sampaikan.
merry christmas gun~
Natal taon ini dapat kado apa, Gun? !@!
Met Natal ya Guuun....
Saya malah sering mendapati pesan tersirat dari Buddha dan Kristus adalah sama ketika kita memprediksi efek akhir dari pelaksanaan beberapa sabda Beliau2 tersebut.
ah selalu ga bisa PELTAMAX duh huluf L nya mana??
gak mudik gun? pa dah di kampung halaman neh?
Selamat merayakan Natal
Semoga makin damai di bumi dan damai di hatimu....
apakah agama memang membatasi? atau hanya oleh segelintir umatnya saja..
selamat natal,
damai bagi seluruh umat ♥
Met Natal Bro! Damai di langit, damai di bumi, damai di hati. Tak pikir tadi Jimbo itu Drummer favorit saya jeh, si Akira Jimbo. Ealah, jebulnya...
Met Natal & tahun baru!
Akhirnya terlewati tanpa bom dan teror ya... Proficiat

Selamat Natal, amitabhaa..
apa ini toleransi beragama, goen?
Selamat Natal dan Tahun Baru ya Gun
>
OOT: met natal (telat) dan selamat taun baru juga
hmmm... benar itulahyang kita semua cari.. kedamaian yg hakiki...

itu cerita nyata ya?
wah template blognya bagus banget. bikin sendiri ya? bisa ajarin kah?
sepertinya mirip mirip takuan dalam musasi yang trkenal itu
Selamat, selamat, selamat natal...
*ngelag*
baru tau kalo ada cerita begitu.
selamat tahun baru ya gun.. natalnya uda lewat jauh siy...
Selamat Merayakan Nata...*telat banget ya*
Baru sempet baca, Om.
Jadi pengen baca novelnya lagi.
*waktu itu bacanya masih SMP sih jadinya ga terlalu paham*
mmm.. Saya lupa udah tulis di blog ini ato belum ya? Blog saya pindah mas gun di http://d-revoz.com
Mampir ya !@!
wah menarik banget. thx infonya
Jimbo itu yang punya Hanamasa Resto Gun...
met tahun baru imlek...
terima kasih atas bantuan anda. selamat natal
Wah wah Goen religious juga yah....
hukum poteng.
kalo gak, ditarik pake 4 kuda ke arah yang berlainan. huhuhu...
parah banget juga tuh hukuman jaman dulu.
mas, udah baca gajah mada dan senopati pamungkas?
hmm...lagi penasaran saya sama ceritanya.
mirip dengan dewi kwanim yach
salam kenal ^_^^_^
wow! baru tau saya filosofi-nya sebegitu agung
manis skali...
Menarik...
jimbo? wah, bisa menjadi teks fiksi yang menarik utk dibaca, mas goen. cocok direkomendasikan utk temen2 dan sahabat kita agar mereka ndak gampang terpicu amarahnya ketika sedang berbicara ttg masalah perbedaan agama dan keyakinan.
Heh?anand krisna si penulis sandi sutasoma prnah bilank gtu??ckckckckc...apa alsan dya mengatakan bhwa menganggap agama n kitab sbagai tujuan merupakan penduaan Allah?? bukannya Dia telah mencantumkan tujuan hidup manusia didlam swtu kitan naik scra tersirat maupun tersurat..
simpel. karena agama dan kitab suci itu media, alat, untuk mencapai tujuan.