
sudah, buat apa membicarakan yang lain
UPDATE: Ending ditambahkan…
PERINGATAN PENULIS: Kisah ini disadur dari kisah nyata belaka. Nama orang, lokasi, dan lain-lain telah disamarkan agar menjaga privasi.
Kisah kali ini disadur dari kisah nyata, jadi bukan karangan saya semata. Peringatan, agar nantinya tiada penyesalan, tulisan kali ini adalah curhat. Sekali lagi adalah curhat. Paham?
Baiklah, sekadar perkenalan tokoh terlebih dahulu.
Mahasiswa A, di sini kita singkat MA saja. Eits, bukan mahasiswa abadi, maksudnya. Mahasiswa aneh yang masuk ke beberapa kelas agama, baik diam-diam atau terang-terangan. Status agamanya masih belum diketahui oleh sebagian besar teman seangkatannya.
Dosen B, kita singkat DB saja. seorang dosen agama X yang mengajar di kelas MA. Dosen yang sangat-sangat mengutamakan disiplin, apalagi soal absensi dan keterlambatan masuk kelas.
Ada apa dengan kedua tokoh ini? Konflik kah?
***
Kelas Agama X, pertemuan pertama, Minggu kedua September…
Pembahasan mengenai apa itu agama.
DB: “Jika saya melakukan kekeliruan, jangan sungkan untuk mengkoreksi. Mengerti?”
MA: …
Kelas Agama X, pertemuan kedua, Minggu ketiga September…
Pembahasan mengenai pemahaman mengenai agama X.
DB: Sekarang ini, banyak sekali umat-umat non-X yang melancarkan tuduhan kepada agama X hanya berdasarkan pemahaman yang sepotong-sepotong mengenai kitab suci X. Untuk itu, kita sebagai umat agama X haruslah mengkoreksi pemahaman mereka yang hanya sepotong-sepotong itu. Karena kitab suci bukanlah sesuatu yang bisa dipahami secara tekstual saja. Jika hanya secara tekstual, anak kecil pun bisa menjadi ahli agama.”
MA: “Jadi, menurut Bapak, tindakan apa yang sebaiknya dilakukan umat agama X jika umat non-X menyerang agama X dengan pemahaman mengenai agama X yang hanya sepotong-sepotong?”
DB: “Sebaiknya tak perlu saja, toh mereka juga nanti capek sendiri. Tapi jika sudah meresahkan banyak pihak, ada baiknya sebagai umat agama X yang baik, kita sebaiknya melakukan pengkoreksian atas tuduhan mereka. Bicara baik-baik dan berikan penjelasan kepada publik mengenai dajaran yang sebenarnya,”
MA: …
Kelas Agama X, pertemuan ketiga, Minggu keempat September…
Pembahasan…
MA tidak masuk karena ada urusan mendadak di pulau lain.
Kelas Agama X, pertemuan keempat, Minggu pertama Oktober…
Pembahasan mengenai mengapa memilih agama X sebagai pedoman hidup.
DB: “Agama X adalah agama universal yang merupakan rahmat bagi alam semesta. Agama bagi seluruh umat manusia, tidak seperti agama Z yang khusus bagi bangsa M saja, atau juga agama Y. Di kitab suci agama Y sendiri juga ditegaskan bahwa agama itu hanya untuk bangsa M saja. ‘Tiada lain aku diutus selain kepada domba-domba yang tersesat dari bangsa M.’ Jadi agama X berbeda dengan kedua agama tersebut. Benar jika dikatakan agama X adalah untuk seluruh umat manusia.”
MA: “Pak, saya sedikit mengkoreksi. Ayat dari kitab suci yang bapak kutip tadi hanya sepotong saja. Jika dibaca keseluruhan, yang dimaksud bukan begitu. I hanya ingin menguji keimanan perempuan dari bangsa N. Disebut jelas dalam kelanjutan ayat tersebut. Jika bapak hanya mengutip sepotong-sepotong, yaitu bagian itu saja, maka maknanya akan melantur jauh dari yan dimaksudkan di kitab suci agama Y, Pak.”
DB: “Coba Anda jelaskan.”
MA: blablabla… *menjelaskan, disingkat saja, terlalu panjang*
DB: Jadi menurut Anda begitu?”
MA: Benar, Pak. Saya kebetulan juga sering membaca kitab suci Y. Bapak sendiri yang mengatakan bahwa jangan memahami kitab suci secara tekstual. Bapak juga bilang bahwa banyak umay non-X yang menyerang ajaran X hanya dengan pemahaman yang sepotong-sepotong. Tapi tadi bapak menjelaskan ke kami semua dengan hanya mengutip sepotong ayat dari agama Y yang maksudnya melantur jauh dari yang selengkapnya dijelaskan pada kitab suci agama Y. Jadi, jangan sepotong-sepotong juga dong, Pak!”
***
…dan curhat selesai. :twisted:
*kabur ke Sam Po Kong di Semarang setelah kontra dosen dan seisi kelas*
UPDATE!!!
Karena beberapa pihak penasaran akan ending dari kisah ini, maka…
Ah, endiangnya di luar dugaan, cukup biasa. DB berhasil mengendalikan keadaan dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada MA. Tanya jawab memakan waktu lebih kurang 10 menit dan akhirnya waktu untuk kelas agama berakhir. Menurut MA, gara-gara dijejali dengan seabrek pertanyaan yang sebagian besar diantaranya OOT, klarifikasinya mengenai pencomotan ayat yang sepotong-sepotong jadi seakan tertimbun.
Yak, selesai!
Labels: belief, christian, college, indonesia, islam, lecture, religion, social, struggle

















NO PERTAMAX ALLOWED! :twisted:
yay vertamax!!!!!!!
@ hoek ga login: Wakakakaaa... :lol:
*tertawa melecehkan*
you rock gun!!! XD
lha? agama orang dua diatas ini X, Y, atawa Z??
:lol:
arrgghhh....ga bisa vertamax
_____________________
ah ya, si MA emang bener-bener sesat (TM) !!!
ndak bole itu membantah dosen! ndak baek!!!
lagian juga, tau afa segh si MA, khan dia cuma (TM) mahasiswa!!!
Kadangkala yang begini agak terlupakan juga ya... menganjurkan untuk jangan mengutip hanya sebagian dari kitab X tapi juga mengutip sebagian dari kitab non-X. :?
Kelanjutannya bagaimana?
@ razu: Dan nilaiku terancam kayaknya. :lol:
@ almascatie: Nggak jelas, kayaknya. :lol:
@ hoek ga login: Hueheheee... Pokoknya dosen lebih lebih berkuasa. :lol:
@ Xaliber von Reginhild: Seperti yang saya katakan di Y!M barusan.
namanja dosen kajaknja emang loetjoe jah? dimana-mana ada adja jang kajak gitoe.
@_@ pake X, Y, AB, DB jadi bingung @_@
Wah, si MA ternyata memang telah benar-benar tersesat. *geleng-geleng*
Ini betulan kisah nyata, mosok sih masih ada standar ganda gitu? :shock:
@ Lemon S. Sile: Wadjarlah, Toean.
@ Zazi: Hueheheee... Maunya pisang atau anggur gitu? :lol:
@ danalingga: Di SMP - SMA aku kan sudah kenyang disodorin Mat*** 15:26 itu.
babat habis!! ayoo!!! hajar!!!!!
*serasa nonton WWF*
:lol:
MA adalah murid yang memperhatikan pelajaran.
:mrgreen:
@ saRe': Saya cuma ga tahan kalau ada singgung-menyinggung antar agama dengan sedikit pengetahuan akan agama yang disinggung. :lol:
ngabsen dulu. udah ngantuk. mo bobo...besok dibaca deh... 8)
jadi Anda--Rozenesia-- ini apa sih sebenarnya?
@ cK: ...
@ Lemon S. Sile: Hmnn? Pertanyaannya ambigu. :?
hal yang memang sering & banyak terjadi . . . = ="
@ qhiichan: Makanya saya curhat. :lol:
agama X, Y, Z ? jadi ingat persamaan kuadrat
*ending cerita MA diusir dari kelas oleh DB* :mrgreen:
mm... memang agama harus lebih dipahami secara menyeluruh.
nah biasanya memang yang lebih memahami adalah orang-orang sudah mendalaminya. wajar kalo ahli-ahli agama mengerti dan paham.
Yah coba tanyakan saja ke ahli agama supaya lebih paham... tidak sepotong-sepotong..
jangan-jangan dosennya dulu kuliah agamanya dapet C
Ah, fenomena yang benar-benar umum, tapi baru kali ini ada yang menuliskannya.
Hayah, kalau saling mengutip kitab ndak selesai-selesai mas, puanjang jadinya. Belum ntar kalo ada yang marah-marah.
Gimana kalau ndak usah saling menyerang
"tulisan kali ini adalah curhat. Sekali lagi adalah curhat. Paham?"
IYA IYA!!!
Gun, ini lo ngomongin lo sendiri ya? -__- (Ya iyalah, inikan blog curhat) soalx lo kan baca 2 kitab skrg.
mending kamu aja yang jadi
gurudosen agamanya.. :mrgreen:Hee...he...he...
Tipical orang Indon, kitab agamanya sendiri ajah, sukak ndak mudeng apalagi mbaca. Tapi demen bangets ngomongin kitab agama orang laen.
Pokoknya terjadi antar umat deh.... Ndak nyang ini, ndak nyang itu, klakuannya sama ajah...
Lucu.... :lol:
trus udah dikeluarin dari kelas blm sama dosennya?
Saya udah pernah..ya karena masalah kayak gitu juga.. :mrgreen:
siap2 aja dapet nilai sangat memuaskan :evil:
numpang liat-liat ya hehe..
numpang lewat ya......hehehehe
salam kenal kang.....
curhat thoo???
yaaa...mudah2an sang dosen juga ga menilai seseorang hanya krn melihat ideologinya yang sepotong-sepotong....
jadi bagemana endingnya? sudah ada cewek di kelas itu yg bisa saya rojer?
...
...
...
...
...
...rojer...rojer...bisa dikopi? ganti!
sip2 jangan setengah2 ...
trus reaksi dosennya?
katanya speechless tuh :lol:
endingnya gimana? o.o?? apa akhirnya MA dimutilasi?? atau digoreng di wajan?? [diinjek]
*siboek mentjari stempel*
"aha...ketemoe nih stempel"
*tjap kapir di dahi MA*
*dari djaoeh ngeliat DB nganggoek-nganggoek*
Wah, hattrick [menatap yang atas]
papi, mutilasi ajah yang hattrick seperti dosennya papi me-mutilasi kata2! :twisted: [diinjek]
Hee? Emang hattrick ga boleh ya?
Wuahaha, no comment lah.
Sekali-kali, sodorin satu buku ke dosennya, biar ngerti!
Kayak topik di gotei aja, bedanya.. Agamanya kebalik
ILustrasi fakta yang menarik dan memikat nih, Mbak. Toleransi antarumat beragama di negeri ini agaknya masih rawan konflik. Justifikasi terhadap kebenaran yang mereka yakini cenderung makin narcis habis. Padahal, sebenarnya kalau pemahaman terhadap sebuah agama dilakukan secara *halah* kaffah alias sempurna (tidak sepotong-sepotong) agaknya konflik dan debat kusir yang mengatasnamakan agama bisa dihindari.
eh, hampir lupa. Maafin juga saya Mbak kalau ada salah2 kata. Selamat hari raya idul fitri.
@ tan andalas: Hush... Ini bukan kelas matematika. :lol:
Eh, ending ditambahkan.
@ aRuL: Saya bingung mau bertanya ke ahli agama yang mana dan ahli agama dari agama apa. :?
@ mardun: Jadi saya bakal dapat C juga nih.
@ Kopral Geddoe: Ahahaaa... Saya menulisnya buat curhat aja. Soalnya nilai saya bakal terancam kalau-kalau dosen sangat subjektrif. :lol:
@ sigid: Saya maunya ga usah menyerang lah. Tapi masih ada beberapa oknum...
@ Uchiha Miyu: Lha? Kok yang dikomentarin malah tulisan curhatnya? :?
@ cK: Jangan mah, ntar semua mahasiswa pada agnostik semua.
@ mbelgedez: Iya ah, mbah. Pahami aja kitab sendiri. Ga usah repot sama yang lain.
@ calonorangtenarsedunia: Dosennya licik nan pintar ah, saya dihujani pertanyaan aneh sampai kelas akhirnya selesai.
@ 'K,: Moga ga ngulang aja semester depan. :lol:
@ Diffz_Cool: Sila.
@ senyumeva: Syalam juga.
@ grace: Ahahaaa... Amen. :lol:
@ Shelling Ford: Selamat, di kelas banyak gadis lugu nan manis yang muasih jomblo. :lol:
@ bakazero: Baca aja endingnya T___T
@ Dream Maker: Kayaknya bakal digorang di neraka....
@ celotehsaya: ... :lol:
@ bakebake: Wew, apa dosennya mau saya sodorin kitab suci agama Y yang saya punya. Ntar disita dengan alasan dipinjam ah. o.O
@ Sawali Tuhusetya: Ah, Pak. Bagi saya, cukup memahami lebih dalam ajaran agama yang dianut saja tanpa perlu menjelek-jelekkan agama lain walau itu di kalangan sendiri. Karena agama yang kita anut sendiri saja belum bisa kita kuasai secara mendalam, apalagi agama lain.
dosen juga manusia
yg masih bisa salah
:lol:
berat sekali curhatnya bu, saya gak ikutan ah, apalagi kalo curhatnya setengah-setengah
terlebih yg ngerti juga setengah-setengah, ribet ..
*ngakak-ngakak guling* :lol: :lol: :lol:
Pantesan kemaren d Y!M kok aneh apa ya... pantesan aku bingung... ternyata ini toh ==a...
Lagipula... ampun-ampun XD XD... *ngakak* tak sopannya mahasiswa sekarang ini...
*ngiri*
*nggak pernah punya dosen yang aneh kaya DB*
Kan lumayan tuh... buat isi waktu luang
ohohoho, menarik............
tapi kenapa di kelas agama lo kg disinggung soal Atheisme, Komunisme, ato kepercayaaan orang Irian?
saya pilih agama Z aja deh...
emang di setiap pelajara agama selalu diisi dengan perbandingan suatu agama dengan agama lain ya? susah jadinya kalau begitu..
kebetulan sih dari SD sampai tamat kuliah, di pelajaran agama saya sangat amat dan benar2 jarang menyebut apalagi membandingkan dengan agama lain, cukup urus diri sendiri aja..
salam damai
Ini endingnya gmn yah? Penasaran... :?:
@ caplang™: Dosen juga mahasiswa kan. :lol:
Hush... Jangan ketawa. :mrgreen:
@ warmorning: Udah dibilang ini blog curhat yang ga jelas, bukan penenaman dogma kok.
@ cK: :?
@ Ataner: Hush... Hush... Namanya juga
mahasiswamanusia.@ auriNgoNpaiSte: Mau aku paketkan? :lol:
@ Luce: Lha? Soalnya cuma yang ini yang bisa saya sanggah dengan tepat. :lol:
Komunisme ga gitu berhubungan sama pelajaran agama ach.
@ mrlekig: Katanya sih buat meyakinkan kalau ente-ente (mahasiswa) sudah memilih agama yang tepat. :lol:
@ Fukutenshi Youfan: Lha? Udah saya tulis kan di entry? Update kan kemarin malam. :?
ahahahahaha...makanja mbak...jij djangan soejka main rahasia2an...dibold poetih gittoe...
betewe...taoen depan jij ngoelang makoel agama kan...??? :?
@ celotehsaya: Hush... Itu kan ciri khas saya.
Ngulang mata kuliah agama? Ogah! Ogah! :twisted:
ah komen saya yang kemarin di delete.curang ?
apa ditelen akismet ?
@ nayz: Tidak di-delete. Saya menghargai setiap komen yang masuk kok. Tidak masuk akismet.
Cuma nyasar ke http://rozenesia.wordpress.com/2007/09/12/Halo-Dunia/
saya jadi meragukan jenis kelaminmu, Gun.. :mrgreen:
@ calonorangtenarsedunia: Sudahlah, saya tau kalau nama Shan-in (Xiang Ying) itu agak feminim. Artinya mengandung kata-kata feminim pula.
*ngambek*
Ah, silakan >D
Pake pos biasa ya?? Biar nyampenya dua minggu kemudian >D
(dan si dosen udah mati keabisan napas)
emang artinya apa?
*OOT*
OOT :
pa-papi ini laki-laki sejati kok! mana mungkin bukan, kalo bukan, dia kupanggil 'mami', bukan 'papi'!
Lha klo makan, emang harus sepotong-sepotong kan....???
Masa semua langsung dimasukin....
hehehe.... ga nyambung!
*kaburrrr*
*sowan ke rumah mathematisce buat ngitung formula-nya* :lol:
gak nyangka yak bro juga concern dengan legitimasi agama yang emang lagi terjadi saat ini
trus, kenapa lo jg kg ngebahas soal Animiism? agama gwa tuh..........
Suruh si DB (bukan DeBe ya hihihi...) ke blog saya dan baca2 trus jabarkan pertanyaan2 yg dia kasi ke kamu biar gw bikin stress dia :twisted:
Ahh... dosen agama..., mau mengajar ttg kebenaran kok pake cara yg ga bener..., kalo istilah gw utk DB diatas itu "Menjilat ludah sendiri"
Hahahaha...kayaknya waktu si MA berlibur ke pulau lain itu, dia sedang menyiapkan apalan2 buat ngadalin si DB tuh...wkwkwkw
yup..jangan sepotong2 kalo gak mau dipotong...
lah tapi menoeroetkoe DeBe tjoekoep bidjak kok dengan tidak langsoeng marah tapi menghindari rasa maloe dengan memberikan pertanjaan jang OOT...
dia taoe tjara mejelamatkan moekanja....tapi tidak taoe tjara menjelamatkan moeloetnja...
pak sawali kok belum dateng lagi ya? :lol:
@ calonorangtenarsedunia [1]: Bright... Fragnance... :cry:
@ Dream Maker: Entah... Siapa tahu saja aku wanita. Siapa tahu7 saja aku lelaki. Dari mana kamu tahu?
@ dwihandyn: Parahnya makan dogmanya sepotong aja, yang lain disisihkan. :lol:
@ extremusmilitis: Multireligi itu menarik.
@ Luce: Hidup ANIMEism...!! :lol:
@ CY: Nyuruh dosen? :lol:
@ One Piece: Engg... Saya ga berlibur, ah... :?
@ celo *kagak log in*: Cih, coba dia marah... Dan aku aktiufkan recorder di HP. :lol:
@ calonorangtenarsedunia [2]: Apa maumu hah? :lol:
walaupun lebih tepat agama eke dibilang loliism seh.
(hidup Kodomo no Jikan!!!anime baru MUST-SEE season ini!!!!)
itu avatarnya...
avatarnya.........
sefertina saia fernah melihad dimana yahhh..............
AH YA!!!
BOKEF JEFANG!!!!
hohohoho cerita lalu cerita lalu,
masih sering diulang-ulang
Nostalgia kah gun ? :lol:
hentai nih
@ Luce: Haruhiism, nee? :?
@ hoek: Enak aja! Ga bener ituuu!
@ rudyhilkya: Heheheee... Curhat kesel aja, Pak. :lol:
Jangan mikir hentai ach. :lol:
Ga mau apa2 kok.. :mrgreen:
*muka tanpa dosen*
ah...salah!!!
harusnya dosa..
Hruhiism?itu juga! tp wa lebih tepat disebut KyoAniism daripada Haruhiism
(KyoAni=Kyoto Animation, Studio HEBAT yg bantu bikin FullMetalPanic?Fumoffu, FMP!TSR, Inuyasha, dan Creator dari AIR, Haruhi, Kanon 2006, Lucky Star, dan Clannad)
btw, dah nonton Clannad blom lo? bagus tuh, Charnya ada yang bisa 500 Hit Combo :lol:
ah ija...mbak rose ini pan lolism...
Eh, kalo bahasa Batak itu Dosen singkatan dari "dongan na senu", artinya... teman yg gila wakakaka.....
Ada orang jelek . . .
*larii................*
*narik garis lurus*
ternyata yang sepotong-sepotong itu bawa sampah ndak setengah-setengah...
*dikejar-kejar ama yang empunya blog* :lol:
belajar agamanya juga sepotong sepotong, kelasnya cuma seminggu sekali...
salam kenal
@ calonorangtenarsedunia: Kayaknya disengaja deh... :roll:
@ Luce: Kirim DVDnya ke aku!!! :twisted:
*kesal nggak ada waktu donlot*
@ celo *kagak log in*: Enak aja... Aku Moeism tauk! Moeee~ Moe~
@ CY: *lapor ke perserikatan dosen*
Baidewei, katanya kalo om kuliah lagi, nilai om bakal dipangkas. :lol:
@ Naru: SPAM terus kau...
@ extremusmilitis: *pasang jebakan a la Indian*
@ iman brotoseno: Seminggu sekali aja udah males, pak. :lol:
Salam kenal juga.
Endingnya justru jadi membingungkan. Padahal tanpa update endingnya sudah bagus.
Penonton KUCHIWA!!!! :lol:
@ Lemon S. Sile: Mari kita tunggu reaksi DB setelah kuliah aktif kembali. :lol:
gila :lol: dosennya disikat :twisted:
canggih gun
Lha.. yg bilang "DOngan naSENu" itu juga dosen (plus teman) gw dulu dikuliahan kok
@ rudyhilkya: Kata dosennya sendiri kan boleh komplain, pak. Tapi ntar gimana ya nasib saya...
@ CY: Ohohohoooo... :rolleyes:
::rozenesia, memang jika berbicara tentang tulisan entah itu kitab atau apalah, biasanya menghasilkan pro-kontra...dan entah kenafa aku koq terfikir pribahasa, "berburu di padang datar, bagai bunga kembang tak jadi" kenafa ya...???
@ zal: Pro-Kontra emang wajar terjadi, mas. Tapi rasa-rasanya kalau standar ganda dan ngutip sebagian, kok rasanya konyol ya. :roll:
#zal#
bukannya berburu di padang datar dapat rusa berbelang kaki ya?
@ mardun: Apapun lah.
:
un, benar, inilah pancinganku, potangan awal, itulah yang tertulis, yang terlihat sama kaki yang belang, tapi tetap kaki, lanjutannya adalah pendalaman dari hal yang pertama bukan.....thank sudah menyambutnya....
@ zal: *manggut-manggut*
::keh..keh..keh...kenafa..kenafa manggut-manggut... *ngeles mode on* masak satire aja yg boleh berkembang di bloger, gaya gini udah lama juga ada...misalnya di AQ, " jangan katakan raina, katakanlah unzurna, dengarkan" engga nyambungkan, keunikan kalimat inilah yg membuat daya tariknya, setelah ditarik aku difahamkan...huihh nyambung buanget..." *ngeles mode off* hmm melirik roze, ...benar roze tadi itu aku ngeles...
@ zal: Soalnya lagi ngeliat diskusi sih.
Ngeles atau apalah, silahken... :lol:
(soalnya saya juga sering)
pembaca yang baik. baca doang ngga komen.
@ qnewt: AHahaaa... Silahken.
Tipikal...
kebanyakan orang memang cuma mau melihat satu sisi...
humm, jika saya jadi dosennya (dalam mata kuliah itu) mungkin saya akan beri nilai C.jika kebetulan saya mengajar pada saat yang sama mata kuliah seperti 'dasar-dasar logika', pengaruh agama dalam politik atau etno-religio politik mungkin saya beri nilai A.
sebab kelas pendidikan agama itu sudah pasti subyektif, hampir tiap pemeluk agama membandingkan apa yang dia anut dengan pemeluk agama lain (paling tidak dalam tataran pemikiran pribadi) sudah pasti hal tersebut sifatnya preferensial.dosen yang mengajar pelajaran agama tersebut, terlepas dari kesubyektifannya, memang tugasnya seperti itu (mengajar mata kuliah agama). jadi jangan disalahkan, karena ia dalam posisi yang sudah seharusnya.
hendaknya kita semua tetap mencari kebenaran dalam agama yang kita anut, berusahalah supaya apa yang kita anut tidak semata-mata 'warisan' dari orang tua kita...
humm, ya. untuk mahasiswanya, mungkin ia dapat dikategorikan dapat berpikir obyektif. tapi jika seumpama ada diantara kalian yang berpikir sebagai mahasiswa tersebut, cobalah berpikir jika seumpama jadi dosen tadi kira-kira apa yang kita katakan?
tapi saya pikir penjelasan sepotong tersebut tidak dapat dihindarkan. tidak mungkin BLER!! secara holistik dijelaskan. penjelasan sepotong-sepotong memang berguna secara politis untuk menyebabkan efek mislead dalam masyarakat dan macam-macam. penganut agama manapun sadar atau tidak terlibat dalam struggle of power atau politis. karena beberapa agama tertentu mengembangkan 'misi'. yang secara tidak langsung berbenturan dengan misi yang diemban dari penganut agama lainnya.
penjelasan sepotong yang dimaksud dosen tersebut adalah sepotong penjelasan yang diungkapkan penganut agama lain yang ditujukan untuk menggoyahklan atau menyesatkan permeluk agama yang (menjadi target) dianut atau yang kebetulan diajarkan dosen tersebut.
so both of them can't help it...uhh. terus terang saya pernah mengalami kedua kondisi tersebut, sebagai mahasiswa tadi...dan sebagai dosen tadi...
so farewell
bagus juga komen diatas ini...
tapi....bagian ininya salah
masalahnya dikelas agama saya sama sekali tidak menyinggung agama lain *setidaknya sampai saat ini* tapi lebih ke pendalaman materi tentang agama sendiri...padahal ini agama yang sama lho....
dan bagian ini ambigu
maksudnya katakan...???katakan untuk menjawab pertanyaan si mahasiswa atau gimana...???kalo apa yang dia katakan untuk membalas pertanyaan si mahasiswa, saya rasa itu tidak akan terjadi karena si dosen sudah berpikir subjektif, jadi mustahil si dosen bakal menjawab pertanyaan si mahasiswa dengan objektif...yang ada mungkin malah si dosen ngotot mati-matian membenarkan statement yang dia ucapkan pertama....
saya pribadi bilang sih...manusia bukan tuhan...pantas jika manusia berpikiran subjektif....
eh tunggu dulu...bahkan tuhan juga egois lho....
nah, tuhan saja bisa subjektif apalagi manusia
@ dewo Agree, milord.
@ Spitod-san: Tapi subjektifitas itu tetap perlu.
@ William_Clive: Terima kasih untuk masukannya yang berharga. Di sini saya menuliskan segala sesuatu dengan subjektif, karena ini blog saya.
Bukan blog umum... 

...saya cuma memimpikan sebuah pengajaran agama yang tidak menjelekkan agama lain. Membanggakan agama yang dianut memang bagus, tapi merendahkan agama lain...itu yang saya nggak sukai.
@ celo bukan celoteh tolol: Ahahahaaaa... Yap, yap. Dalam posisi dosen, mustahil ngalah, lho. Pasti ngotot.
Tuhan Egois?hal ituwajar, sebab Tuhan maha segalanya. tuhan ada dimana-mana mulai dari tempat ibadah yang paling mulia hingga tempat maksiat yang paling hina...
Tuhan berhak Egois, karena memang segala daya upaya berasal dariNya...
manusia sebagai makhluk Tuhan dianugerahi sebagian ilmunya, mungkin sepersemilyar,sepersetriliun, seper semega triliun...ilmu yang Tuhan berikan pada manusia hanya sedikit, bagai setitik debu yang terombang-ambingdalam tetesan airdalamsamudera lepas dalam satu planet dalam satu tata surya yang tidak lebih besar dari debu dalam galaksi dalam semesta raya (ngos-ngos)...
pemberian itu berupa akal, ilmu, logika, nurani, berikut ego dan subyektifitas...manusia sebenarnya Tuhan ciptakan sempurna,terlepas dari segala keterbatasan yang dimilikinya.potensi manusia untuk taqwa dan 'fujur'(lalai), manusia dengan rasa-karsa nya merupakan perwujudan sifat tuhan yang bermacam-macam,mulai positif,netral dan negatif...yang maha mencipta dan memuliakan,maha melindungi diwaktu yangsama maha menghukum dan menghinakan...karena itu dapat dikatakan perwujudan Tuhan,ada dalam diri manusia.jika kita menghargai Tuhan yang mencipta maka lindungi dan hargailah ciptaannya yang paling sempurna(yaitu manusia) dan alam semesta yang memberi manusia kehidupan.
kesempurnaan dari manusia muncul jika manusia dalam posisi kesadaran total,kesadaran atas ketidak sempurnaannya sebagai individu.
Tuhan memberikan akal, ilmu, logika, nurani, berikut ego dan subyektifitas,tujuannya supaya manusia dapat hidup di alam yang keras, memiliki determinasi atas suatu atau segala hal dan bermasyarakat,pemberian tersebut hanya sebagai instrumen pembantu bukan sebagai tujuan utamayang perlu disembah atau dipakai sebagai acuan secara total.kebanyakan dari kita (termasuk saya)mungkin lebih meNuhankan logika daripada Tuhan itu sendiri...
kembali ke topik, bukankah dengan kesadaran akan subyektifitas yang tidak bisa kita hilangkan membuat kita berusaha obyektif?
jangan pernah malu dengan subyektifitas,di waktu yang sama berusahalah untuk obyektif...
terkadang saya berpikir, saya berbicara seperti orang suci di jalan yang ideal sambil menggembar-gemborkan berbagai idealisme yang terlihat suci.menyalahkan apa yang menurut saya salah.padahal terkadang seseorang yangsaya persalahkan mungkin sebenarnya tidak mau berada dalam posisi tersebut. dan lupa bahwa Tuhan maha segalanya, Dia bisa meninggikan saya ke tempat yang paling terhormat di mata manusia lain dan mungkin di mataNya, dan menghinakan saya ke lubang paling hina di mata manusia dan mungkindi mataNya...
satu yang hendak saya ungkapkan...even a man with the highest level of conciousness and conscience has no control under his own will...
fuih, panjang memang,ini hanya persepektifseorang subyektif yang berusaha untuk obyektif,tidak berusaha merubah pemikiran individu yang membacanya, hanya memberikan perspektif yang mungkin serupa tapi tak sama...ketidak setujuanatasapa yangsaya katakanmerupakan halyang wajar...
akhir kata, sayaminta maaf pada pemilik blog,saya sadar dan angkat topi atas kecerdasan anda dan semua yang berada disini, maaf jika tulisan tidak berguna ini mengotori blog anda....
wassalam...
@ William_Clive: I cannot give feedbacks for whole of your comments. I'm not in position to do that.
Yup, blog ini wadah kesubjektifitasan saya. Wadah curhat. :roll:
Saya nggak cerdas, makanya saya buat ini blog buat curhat sekadarnya.
Kalau saya cerdas, saya bakal bilang kalau blog itu hanya tern sesaat. :lol:
wah jangan sepotong aja dwonk,
jadinya di kelas itu yg paling cantik sapa? kok dipotong gak dijelasin?
betewe, si MA dapet nilai apa nih dari DB? kok dipotong lagi?
DUh, pake X Y Z... jadi pusing
@ hermawanov: Nilai kan belum muncul.
Paling cantik? Wong ini cuma ngejelasin soal curhat debat, dan semuanya udah diungkapin.
@ Rachma: Maunya?
waah, maaf tiba-tiba saya juga heran, koq kemaren niat banget nulisnya ya?
waduh...
gun, benerkah data di frenstermu itu?kuliah disono?angkatan berapa sih koq kita ga pernah ketemu ya?
@ William_Clive: Sumfah benerr!!! ANgkatan '07, HI.
[...] ini sebuah kisah tentang dialog antara guru dan murid. Hanya saja akan lebih pas dibilang kalau ini adalah dialog tentang guru dan [...]
wah,sering2 lah maen ke lab hankam.ntar insyaAllah kita bisa ketemu...
gw biasa ngenet gratisan disana
@ William_Clive: Ameen... Anak Defensia? 8O
[...] berita bahwa si korban itu buruk, bisa jadi kita terpengaruh penceritaan sang sumber berita yang (mungkin hanya) setengah-setengah, atau bisa saja kita hanya sekedar ikut-ikutan hal yang sedang populer di komunitas kala itu tanpa [...]
[...] cara untuk meyakinkan orang itu bisa datang dari kebohongan. Tapi sebenarnya, kutipan itu masih bersifat setengah-setengah. Dalam artian, Goebbels tidak membenarkan cara [...]
bye the way... situ belajar agama apa sih? Kristen? :3
[...] Cih, saya jadi teringat oleh artikel mas Gun-Gun yang satu lagi; Jangan sepotong-sepotong dong, Pak! [...]
ayat "Tiada lain aku diutus selain kepada domba-domba yang tersesat dari bangsa M" adalah salah dan seharusnya tidak dimasukkan dalam kitab Y, agar tidak menjadi pertentangan dengan ayat yang lain yang lebih disenangi oleh umat Y. Tapi karena sudah terlanjur tertulis dan kitab sudah tersebar ya buat saja pengertian yang tidak sesuai dengan teksnya. Jadi jangan sepotong mengambil ayat untuk menjelaskan suatu maksud, tapi ambillah pengertian yang sudah disepakati oleh kelompok Y, karena hanya dengan mengambil pengertian dari kesepakatan, kita akan mengerti bahwa Y adalah agama yang benar juga. Jika kita mengambil tulisan tulisan dari ayat kitab Y maka akan terlihat ada yang bertentangan dan tidak sesuai dengan kenyataan.
Nah, jika kita membaca ada yang tidak masuk akal di kitab Y, tanya pada umat Y, pengertiannya, meski tidak sesuai dengan isi kitabnya tapi yang dijelaskan oleh umat Y itulah yang benar dan dipakai. Meskipun jelas tertulis di dalam kitab Y belum tentu itu di pakai.
@ Ataner: Kristen, Islam, dan Buddha. :lol:
ayat "Tiada lain aku diutus selain kepada domba-domba yang tersesat dari bangsa M" adalah mungkin seharusnya tidak dimasukkan dalam kitab Y, agar tidak menjadi pertentangan dengan ayat yang lain yang lebih disenangi oleh umat Y. Tapi karena sudah terlanjur tertulis dan kitab sudah tersebar ya buat saja pengertian yang tidak sesuai dengan teksnya. Jadi jangan sepotong mengambil ayat untuk menjelaskan suatu maksud, tapi ambillah pengertian yang sudah disepakati oleh kelompok Y, karena hanya dengan mengambil pengertian dari kesepakatan, kita akan mengerti bahwa Y adalah agama yang benar juga. Jika kita mengambil tulisan tulisan dari ayat kitab Y maka akan terlihat ada yang bertentangan dan tidak sesuai dengan kenyataan.
Nah, jika kita membaca ada yang tidak masuk akal di kitab Y, tanya pada umat Y, pengertiannya, meski tidak sesuai dengan isi kitabnya tapi yang dijelaskan oleh umat Y itulah yang benar dan dipakai. Meskipun jelas tertulis di dalam kitab Y belum tentu itu di pakai.
Salam Kenal
@ dahlanforum: Salam kenal. Nah, maka dari itu. Benturan-benturan terjadi, semisal karena umat A melihat persfektif agama B dari sudut pandang sendiri yang terkesan menyalahkan.
[...] Terinspirasi dari pengalaman pribadi. [...]