Seorang pemuda menghampiri lelaki yang sedang mabuk di sudut ruangan, lalu berkata “Kau hanya marah kepada Tuhan yang kau sangka tidak adil. Jika kau benar-benar berdoa dan berusaha, Tuhan itu Maha Baik.”
Lelaki itu hanya tersenyum lalu berkata dengan tenang, “Mengapa aku harus marah kepada tuhan? Bukankah aku tidak mempercayai keberadaannya? Sangat lucu…”
“Jika kau heran mengapa aku tidak percaya akan eksistensi tuhan, aku sendiri malah heran mengapa engkau percaya,” lanjutnya.
Labels: atheism, belief, god, misconception, philosophy, religion, theism

















Hmm... Jadi dipingpong pertanyaannya...
Hmmm.. aku juga heran kenapa kamu heran...
Herankah kamu kalau aku heran kenapa kamu heran?
Ah, aku juga heran..
Saya juga heran mengapa Anda menulis ini.
*nyampah*
*digampar*
Hmm... senada dengan komikstrip yang waktu itu?
saya jadi heran maksudnya postingan ini apa????
ato nga ada maksudnya???
*nyengir kuda*
iya nih, saya juga terheran-heran saking herannya
Urung tau mabuk ngomongke bab ketuhanan. Ora mudheng
wew.... sebuah "tembakan" jitu bagi mereka yang menganggap diri bertuhan tapi perilaku keagamaannya melebihi sikap orang2 ateis. btw, mas gun emang suka main pingpong yak, suka sodok sana sodok sini, hehehe :lol: ada juga yang kena smash loh!
kalo menurut saya tiap orang punya prinsip sendiri2 jadi kita gak usah "ganggu" orang lain dengan prinsip yang kita pegang
saia koq ndak mudeng yah.. terlalu berat buat saia ini kyaknya...
dan saya masih terheran-heran membaca postingan ini..
Heran kenapa orang sangat suka mempersoalkan hal ini.
*dilempar ke jurang*
maksudnya apaan yah? ga ngerti. apa sayanya yang bego kali yah?
hmmmm....
bingung
tapi percaya azalah sama Tuhan.
aku heraan~
aku heraaann~~
:-] :-] :-]
saya juga heran kenapa kamu nggak dicari cari FPI
Saya malah heran kenapa ada malam dengan bulan yang diperindah bintang2
Saya heran...
Kok aku ga nemu aneh pada tanda baca?
saya gak heran tuh! gejala umum manusia sekarang kok!
saya heran kenapa keycode saya klo komeng disini selalu "cherubim"...
Yang saya lebih heran lagi, ada manusia yang menghampiri orang mabuk lalu berceramah tentang Tuhan. Kurang kerjaan banget.
saya lebih heran sama yg bikin postingan

*ngaboooooooor minta perlindungan hongib
aku jadi bambang neee..........
obrol apaanlah kaliyan itoe?
tuhan itu apa sih kk???
jadi herman... .eh heran.....
Lha orang mabuk kok diajak ngomongin Tuhan?
Saya jadi heran.
bung... kalo kata Nietzsche anda ini masuk dalam orang2 metafisis. begitu ditanya percaya tuhan tidak ada, malah menjawab kenapa percaya tuhan ada....
hehehehe....
saya masih heran.. kenaapa takako kitahara buru2 retired
pen, kalok cumang heran berarti tingkatanyah dangkal, akuh malah Herman:-]
*di cium dhini*
ada apa yah?
Taktik ndoyok nomor 2 "NGELES"
gw heran kok bisa2nya gw baru baca postingan ini sekarang. Yahoo!Alert makin payah!

gw juga heran kenapa orang itu "menuduh" si pemabuk marah pada Tuhan sedangkan si pemabuk itu tidak berkata apa2 tentang itu
@ adit-nya niez: Tau ya...
@ Nazieb: Hermaaan dee...
@ Xaliber von Reginhild: Komikstrip? Maksud?
@ Ina: Entah. :-]
@ venus: Nyantai mbok.
@ sawali tuhusetya: Hehehee... Dapat sedikit poinnya pak.
@ jimmy: Yak, sedikit poin lagi.
@ vcrack: Ngeles!
@ cK:
@ Cynanthia: Hal macam apa?
@ pink: Saya lagi stress aja.
@ Hanna Fransisca: Percaya pada Tuhan? Percaya eksistensi Tuhan? Atau...?
@ saRe': Nyanyi malah.
@ Cerita Indonesia: Amaaaann... Masih blog ini.
@ phiy: Halaaah...
@ Dream Maker: Xixixiii...
@ Junarto: Lha?
@ gempur: Sumpah bukan kebiasaan saya.
@ niez-nya adit: Mana saya tahu.
@ Kroco Geddoe: Selamat! Anda dapat poinnya! Gyahahaaaa...
@ detnot:
@ Naru: Baca, Gen..
@ itikkecil: Apa? Herman Saksono?
@ calonorangtenarsedunia: Ya! Itu poinnya!
@ Febenance: Lha emangnya yang di entry ini aku?
@ funkshit: Saya heran kenapa balasan Myth ke komen kita kayak gitu.
@ abeeayang: Apa? Punya skandal dengan Herman Saksono?
@ aRuL:
@ annots: Praktenya?
@ tukangkopi: Google Reader dong!

Ini kan cuma potongan cerpenku, mas.
nyaha..tu orang sotoy abis yak? tau dari mana klo marah???
ohoho^^ atheisnya ngejawab dengan sangat keren..
Gue heranx, kok rasax pernah dengar gitu, tp dr mana ya? O__o
@ nne: Poinnya ya, harusnya kta bisa membedakan antara percaya dan percaya kepada keeksisan.
@ Me-u: Humn? Rasanya dialog kayak gini banyak banget deh.
Saya heran kenapa judulnya harus heran
Heran...orang atheis dengan religis kok bisa dialog ya?...wakakakakka
@ CY: Suka-suka... :-]
@ daeng limpo: Dialog bagus kan? Biasanya misuh.
sungguh mengherankan, ya
tapi percaya atau tidak pada Tuhan, saya yakin masing -masing orang punya alasannya.
@ emina: Makanya ituuuu... |
|
KOk aq jadi heran?
@ Zee: :-]
"Jika kau heran mengapa aku tidak percaya akan eksistensi tuhan, aku sendiri malah heran mengapa engkau percaya,"
He he, keknya dulu pernah denger ungkapan seperti ini deh entah dimana

Waktu itu jawaban saya "that's your problem buddy, not mine"
@ sigid: Kakakaaa... Ya, itu urusan sampeyan bukan urusan saya.
Memang pertanyaan seperti itu suka membuat orang heran :mrgreen:
aduh si green itu kelepasan
@ Mirza Ali Al Husain: Pake "
" saja~
membingungkan......
antara logika dan koherensi......
ah pilih yang punctual aja
kenapa heran? :-]
@ shinobigatakutmati: He?
@ anton: Ya karena harus heran.