Aku telah melihat tembok Babilonia yang agung yang di atasnya terbentang jalanan untuk kereta-kereta perang, dan patung Zeus di Alfeus, dan taman-taman gantung, dan Kolosus Matahari, dan karya besar yang membangun piramida-piramida tinggi, serta kuburan yang besar dari Mausolus; namun ketika aku melihat rumah Artemis yang menjulang ke awan-awan, yang lain itu semuanya kehilangan keindahannya, dan aku berkata, “Tengoklah, selain Olympus, Matahari tidak pernah lagi melihat apapun yang sedemikian agung.”
– Antipater of Sidon, Greek Anthology IX.58
Literatur tersebut dipercaya sebagai awal mula daftar 7 Keajaiban Dunia; yang kini terus diperdebatkan pembagiannya. Entah itu Keajaiban Dunia Kuno, Keajaiban Dunia Pertengahan, Keajaiban Dunia Alami, Keajaiban Dunia Bawah Air, Keajaiban Dunia Modern, atau 7 Keajaiban Dunia Baru.
Dulu kita boleh berbangga diri karena Borobudur, candi Buddha yang ada di Indonesia masuk ke dalam daftar 7 Keajaiban Dunia. Tapi pada tanggal 7 Juli 2007 (07-07-07) terpilih 7 Keajaiban Dunia baru, dan tanpa Borobudur di dalamnya. Indonesia terkejut, dan mungkin hanya terkejut. Peristiwa ini dipengaruhi sekaligus mempengaruhi kondisi dunia pariwisata di Indonesia.
Apa mau dikata? Mungkin saja salah satu penyebabnya adalah hal-hal seperti berikut ini.
Foto #1: “Aduh mbak, kalau mau narsis ya silahkan, tapi ya hargai dan patuhi aturan yang ada…”
Foto #2: “Pak, Bu… Orangtua ya ajari anak yang baik. Kalo gini gimana entar anaknya gede ya?”

Apakah tulisan DILARANG MEMANJAT | NO CLIMBING kurang besar? Atau bagaimana? ![]()
Dimohon, jangan dianggap terlalu serius tulisan ini. Cukup sebagai sindiran dan introspeksi bagi kita semua dalam berbagai hal saja. ![]()
Tulisan terkait:
Keterangan:
- Klik gambar untuk melihat foto asli.
- Foto diabadikan oleh Gun pada 02/03/08 di Candi Borobudur, Indonesia.
- Silahkan memakai foto ini untuk keperluan apa saja.
- Tak perlu mencantumkan nama saya sebagai pemilik foto, namun jangan akui hasil jepretan Anda.
Labels: buddha, culture, history, indonesia, international, photo, rules, satire, tourism



















kenapa g kencing skalian disitu ya??
*dikutuk*
Wahaha... Ini foto yg ditunjukin waktu itu...
Kok yg kamu bilang tentang orang tua anak yg manjat itu gak di tulis dsini juga?? Apa disensor yah??
Hohohoho... ndak jadi didelete toh draftnya, dab?

Oh,... borobudur nasibmu emang ...
Merefleksikan kita banget ya Oom Gun?
*inget yg moto orang ngerokok di SPBU* :-]
buset deh tuh orang
Ealah, Gun. Orang Indonesia. Merokok pun mereka tak urus padahal sudah ada Undang - Undangnya.
Kabarnya mulai 1 Januari 2008, CFC itu dilarang. Tapi kayaknya hanya sesumbar, soalnya sampai Februari ini kayaknya lemari es masih banyak peminatnya.
kurang! kurang besar! wakakakaka!!
@ Goop: Ente pernah?
@ adit-nya niez: Itu ada orangtua manjat di sebelah kanan, foto nomor 2.
@ Nazieb: Ini autospoting...
@ danalingga: Gimana kalau kita perbaiki nasibnya?
@ Payjo: Lha SPBU itu kan satir...
@ Zazi: CUma buset?
@ Mihael Ellinsworth: Saya merokok!
*tapi kadang sendirian*
Kekekeee... Itu hal umu. Lah ini ke warisan budaya saja dibeginikan... Tapi pada perotes pula Borobudur ga masuk 7 keajaiban dunia!
@ Me-u: Atau kudu pake bahasa manusia goa yah?
wah, bener juga mas gun. kalo orang tua pada "buta huruf" *habis, jelas ada tulisan segede itu masih ndak tahu jugak* justru malah membimbing anaknya manjat stupa, bayangkan saja kalo ratusan anak yang nai. walh, stupanya bisa ancur itu.
tanggal 7 bulan 7 ituh ulang tahun saya...
padahal peringatannya segede itu ya..

ada peringatannya aja masih berani ngelanggar, gimana nasibnya kalau ngga ada peringatan tuh.
bisa jadi ilang semua kepala patungnya...said a bloke that smoked in a gas station.
@ sawali tuhusetya: Dan secara ga langsung mendidik anak buat langgar aturan kan pak?
@ iphan: Owkey...
@ pengki: Wakakaaa...
*sambil nggondol kepala stupa*
@ Kopral Geddoe: Yang rokok itu kan satireee...
Aturan ada buat dilanggar yaa :-]
*kaburrrr*
langsung tegur aja trus bilang
"
"kelas berapa SD mbak?, blum bisa baca yah? sini saya ajarin
kuwalat sama sang budda itu...
beli anjing pitbull, iket di situ aja... dijamin ga ada climbing2an lagi
Mungkin tandanya harus diganti " hanya monyet yang boleh manjat disini" ----"don't climb only monkey"
borobudur tuh kumuh banget . . .
pedagangnya gak teratur . . .
Barangkali prilakunya yang malah lebih pas dibilang salah-satu dari sekian keajaiban dunia,
jahh!! nasibku..
gambarnya gak bisa dibuka di kantor. diblok... 
ah hahahaha... visualisasi orang suci aja ga dihargai apalagi larangan di SPBU, seharusnya melihat dari jarak bbrp meter kita sudah harus menghormat. Bagaimana kalau visualisasi nabi-nya yg dibegituin orang lain ya??? mungkin akan ada bbrp rumah yg hangus terbakar dan bbrp nyawa melayang sebagai korban rajam massa. Huh... mau menang sendiri.. :?
tapi memang bener, sepertinya makin lama orang-orang makin buta huruf. bukannya makin pinter, aneh..
mestinya dipasangi kawat listrik di sekitarnya
eh, jadi inget temen saya...
Dia mobilnya masuk jurang waktu pulang dari borobudur. entah cuma kebetulan atau emang bener-bener kutukan, sebelum pulang dia sempet nyelipin rokok di mulut patung diatas.
untungnya ga ada yang meninggal..
Kok jadi percaya tahayul gini ya...
jadi banarrr... pantat sapa grank toe?
om... om chama ne sumbunk skarank.....
aku bimbang dengan web dikaw satoe nehhh.....
tar ajarin ku bikinnya om lhaaa.....:">
@ sarah: Bukan, ada karena dilanggar itu.
@ aRuL: Bakal ditabok cowonya...
@ iman brotoseno: Ah, Sang Buddha sangat welas asih.
@ kenji:Lha diiket di semua stupa?

Ndak ada turis ntar...
@ daeng limpo: Wekekeee... Tau ndak, yang naek cuman orang Endonesah aja semua.
@ bachtiar: Pedagangnya maksa co.
@ rumahkayubekas: Nah ini dia! Bener, cuma wisatawan lokal yang kayak gitu. Wisatawan asing mah sopan. Kayaknya ngerasa punya sendiri aja ya...
@ tukangkopi: Aku upload photobucket.
@ CY: Wakakaaa... Standar ganda inih merekaa...
@ yorick 100% [1]: Ngerasa punya sendiri itu.
@ edy: Jadi ndak indah lagi dong.
@ yorick 100% [2]: Jahhh... Serem.
@ Naru: Pantat cewe yang seenaknya langar aturan.
Wakkkakakakakka.... satir-nya mantap seperti biasa, Mas!
Ah, kalau begini terus orang Indonesia beneran cuma bisa mimpi.
Nggak jelas siapa yang bego, siapa yang pinter, dan siapa yang cerdas....
pdhl d banding menara eifel borobudur lebih keren bro
*btw shoot angle buat poto bokong si embak boleh juga

Test...
@ Cynanthia: Kalau mau ada yang bisa dibanggakan, hargailah kebanggan itu kan?
@ detnot: Jahhh... Sayangnya Borobudur ga teratur banget.
Lha ente urus isteri tersayang sana.
@ Goen [test]: Diterima.
Daripada fotoin org yg melanggar, kenapa ga tegor aja org2 yg manjat itu ?
*kalo aku sih ga berani hehe*
*baca komen DeBe*

ah, saya belum pernah ke borobudur, dan saya pikir awalnya borobudur itu di Jogja. Tapi ternyata bukan ya...
Saya lihat orang yang memanjat, membelakangi tulisan semua. Ga baca kali. Mungkin dikiranya tulisan di papan itu adalah penjelasan dari patungnya.
Hmm, ga tau deh kayak gimana Borobudur sekarang. Yang pasti dari dulu juga ngga pernah masuk tujuh keajaiban dunia. Masuk nominasi buat yang baru aja ngga koq.
pasti awalnya mau photo bokong si Mbak....
.. hayo ngaku .. 
akhirnya dipajang ni Postingan
bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kebuadayaannya
itu salah penempatan larangan
menmpatkan papan larangan kok dibelakang.. ya ngga kebaca lah
btw, saya menemukan 3 pantat di 2 gambar tersebut :-]:-]
eh... itu sandal warnanya ungu.. jangan2 itu bener2 "sandal" waktu kecil ??
@ Jiewa: Jahh... Sama deh.
@ eMina: Deket Jogja kok.
@ Iwan Awaludin: Tulisan itu hampir ada di semua stupa yang terbuka pak.

Itu anak orangtua yang bimbing anak kecil dari belakang lho bimbingnya.
Nominasi sih beberapa kali masuk, tapi yang terbaru ini nggak.
@ leksa: Enak ajah.

Ini autoposting kok. Pas aku sakit.
@ noki: Sip!!!
@ funkshit: Ente doyang pantat yah?

Iya tuh, sandal ungu...
yang memperihatinkan bukan soal panjat patung macam itu Gun, tapi pencurian patung dan benda2 bersejarah lainnya untuk kepentingan komersial!

kok cuma pantatnya doank?
Wah, kapan-kapan mas Gunawan main ke Candi Gedongsongo di Ungaran, dekat Semarang.
Disana lebih parah, panti pijat (plus) bertaburan, sampah dimana-mana, jam 10an pagi ke atas banyak anak SMA pada naik ke hutan di atas candi untuk "berguling-guling".
Kalo ke Semarang mampir saja, deket kok dari sana.
Hmm, saya kok malah ngeliatin bekangnya mbak itu yak
O ya, di sana terdapat manifestasi Geothermal berupa mata air panas dan juga fumarole. Bagus kok
@ antobilang: Itu yang nyata, punyaku ini yang bercandanya.
@ zam: Lha emang mau apanya?
Kalo dari depan ntar ketahuan... 
@ sigid [1]: Jahh... Yang komen di atas mas itu si pakar candi. Ntar ndoyok ke sana bareng si pakar ah...

Saya juga pernah dengar kalau di beberapa desa daerah Ungaran banyak yang ehem-ehem itu.
@ sigid [2]: Tadi kena moderasi. Ahoi, saya ga ngerti.
yah, kok jadi begitu yaa... sedih juga liatnya
@ Ravelt: Mental manusia yang maunya dihargai tapi ndak bisa ngehargai.
oh, cuma becanda to, tak kira kamu udah siap digobang pepeng bahas beginian.... hihihihi

@ antobilang: Jah... *lirik kiri-kanan liat om Pepeng*
saia termasuk orang yang ikut...... borobudur ndak yah?
kebetulan karena rumah saia deket dengan TKP, saia sering mbludus (masuk secara sembunyi2)..
Kabar terbaru kayaknya tambah panas aja deh.. hohohoooo...
@ vcrack: Ikut apa?

Bener, rasanya beda... *kayak tau aja*
"@ Me-u: Atau kudu pake bahasa manusia goa yah?"
plg2 pada cuek bebek
@ Me-u: Refleksi...
heheh.. aku pernah main ke pabrik rokok.. hebatnya di sana tidak ada tulisan "dilarang merokok.. padahal merokok sangat berbahaya bagi keamanan produksi.. tulisannya diganti jadi 'area bebas api...
@ ardianzzz: Nah, buka yang http://gunawanrudy.com/2008/01/23/stasiun-pengisian-bahan-bakar-umum/
Wah, manusia-manusia pemberontak aturan...