
bloodshed everywhere, from children to the oldies
Di sebuah pesawat dalam perjalanan menuju Jakarta, 2 bulan yang lalu, saya kebetulan mendengar obrolan antara ayah dan anak yang duduk di sebelah saya. Sang ayah saya perkirakan berumur sekitar 30-an tahun. Yah, prediksi dari raut wajah, penampilan, dan postur saja kok. Sedangkan sang anak saya perkirakan masih di bawah 10 tahun, masih SD. Kira-kira cuplikan obrolannya seperti di bawah ini.
***
Ayah: “Nak, kamu kok keliatan senang sekali. Baca komik apa sih?”
Anak: “Detektif, pa! Komik detektif. Keren banget, detektifnya bisa mecahin kasus pembunuhan yang polisi aja ga bisa mecahin.”
Ayah: “Detektif? Pembunuhan?”
Anak: “Iya pa! Pembunuhnya hebat lho. Bisa bunuh orang beberapa kali tapi ga ketauan. Tapi detektifnya lebih hebat lagi bisa tau siapa pembunuhnya. Coba deh papa sekali-kali baca!”
Ayah: “O gitu, kamu baca yang tenang ya, jangan ribut. Ini di pesawat.”
Saya: “Ouch, pembunuhan. Wah, anak-anak sekarang sudah akrab benar dengan kriminalitas ya?”
***
Sekarang saya tiba-tiba teringat lagi obrolan ayah dan anak di pesawat waktu itu. Saya jadi merasa betapa kejamnya saya berucap seperti itu. Apa mungkin saya hanya kesal saja, karena waktu itu saya dalam perjalanan pulang ke kampung halaman, begitu mendengar Papa meninggal dunia?
Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, sekiranya bukan saya saja yang kejam. Media hiburan pun begitu. Ayah anak itu pun sama. Mengapa?
Saya memikirkan lagi apa yang dibaca oleh anak tersebut waktu itu. Ya, sebuah komik detektif impor dari negri Romusha yang lumayan populer di negara kita tercinta ini. Komik yang menarik saya rasa, dan pembacanya pun tersebar dalam berbagai generasi. Mulai dari anak SD hingga om-om kantoran.
Ironis sekali, komik yang menjadi media hiburan banyak disalahartikan sebagai konsumsi anak-anak belaka. Ini yang menyebabkan banyak orangtua tidak begitu peduli akan komik yang konsumsi anak-anak mereka. Toh mereka pikir komik cuma untuk anak-anak. Padahal nyatanya komik sama seperti media lainnya, memiliki rating tertentu. Ada yang memang ditujukan untuk semua umur, ada yang untuk remaja, dan ada pula yang ditujukan untuk mereka yang sudah dewasa. Masalah rating ini nyatanya masih belum membudaya di negara kita tercinta ini.
Ah, tanpa banyak mengoceh sana-sini, saya cukup kembali ke kamar kost sambil berkata lagi: “Wah, anak-anak sekarang sudah akrab benar dengan kriminalitas ya?”
.
.
.
.
Catatan: Di sini saya memakai kata “komik”, ketimbang “manga“. Supaya pembaca awam lebih bisa memahami dan tidak tersesat dalam dunia “otaku” yang kelam. :lol:
Labels: cencorship, comic, culture, indonesia, social, violence

















vertamax!!! 8)
*menunduk liat chika diatas*
lha kok dua yah
pasti tentang detektip conan...
bah... aku kok kebagian jatah juga jadi Om2 ya
komik kriminalitas.. uhmmm kayaknya harus dengan bimbingan deh.. mungkin bagi sayah komik adalah hal bagus untuk stimulus hobi baca pada sianak
:mrgreen:
@ cK [1]: Cih...
@ almascatie [1]: *tabur garam*
@ almascatie [2]: *tabur merica*
@ almascatie [3]: *tabur gula*
@ cK [2]: Lalalaaa... Apa iya?
@ CY: Lha? EMang iya kan? :mrgreen:
@ almascatie [4]: Hohohooo.. Kudu diawasin dan dibimbing. Tau-tau ntar baca Hentai.
ente salah roze, gw ga pernah baca Conan hihihi...
@ CY: Lha?
Komik kan buanyak, om. :lol:
komik yg diijinkan tuk anak2 semestinya yg selevel Dora, Barbie, atau lazy town dan Barnie mungkin.
@ CY: Cis... :lol:
*liat anak-anak sekarang yang bacaannya berdarah-darah macam Bleach, Naruto, dll, dsb* :lol:
samurai x
x
dan lain -lain
Tepat, saya kira suatu hari nanti akan ada orang tau yang secara tanpa sadar membelikan anaknya Golden Boy hanya karena anggapan bahwa komik itu untuk anak - anak.
mending dikasi yg "Pemanah Rajawali" atau "Rajawali sakti & pasangan pendekar" dan karya2 Cin Yung lainnya, masih ada pesan moralnya di sana
@DeBe
Golden Boy yg di film-kan itu ya? yg tangannya sekeras batu itu?
hetrixx... mumpung abu onta-nya lagi off :mrgreen:
om-om kantoran...
ops:
*timpuk pake kunci 22*
Golden Boy?
boing!! boing!! boing!! :ngiler:
mestinya orang tua mendampingi anaknya dlm mengonsumsi apapun
mulai dari bacaan sampe pelem apalagi sinetron
jadi si anak bisa ngambil yg baiknya aja
apa bener orangnya lagi off?
saya ndak tega hetrik...
perasaan, dunia otaku itu nggak kelam deh...
Master, kali aja saat kecil pinter mengonsumsi kejatahan dan pembunuhan versi komik, besar nanti malah jadi detektif, pembasmi kejahatan...
ato jangan-jangan anak-anak dibeliin komik hentai kamen gara-gara dikira satria baja Hitam.
Padahal komik dewasa juga banyak beredar di gramed tuh. Apa masih di anggap untuk anak anak ya?
@Mardun
Satria baja hitam versi orang miskin... hwakakakak
terbitan sakura komik biasanya adult tuh...
@chika
wah, tante chika baca yang gituan ya???
*pandangan menuduh
ah, favorit gwa Dragon comic kok.
Tuh kan anak kecil aja seneng.
Ada apa manggil-manggil nama-ku? Ada kasus yang perlu di-selesai-kan? :mrgreen:
diambil dari http://www.caping.wordpress.com
saya ga ngerti, bagaimana mengartikannya :mrgreen:
komik detektif conan keren lho 8)
golden boy sama peach keren kali ya...
sama immoral sister...
huehuheuhe...
Hmn~ *tertarik sama gambarnya*
Komik? Haha, penyebab kemarahan ortu tuh XD
<-- sering dimarahin sama ortu tapi gak jera jera beli komik. dasar anak gak bisa diatur!
@ eMina: Yeaaa... :lol:
@ Mihael "D.B." Ellinsworth: Kan "Boy" gitu lho.. :lol:
@ CY [1]: Oiya, karya Master Chin Yung dijadiin komik ilustrasi keren oleh Lee Chi Ching lho!!
@ CY [2]: Review filmnya!!!
@ CY [3]: Cih...
@ caplang™ [1]: Emang om-om kan? :lol:
@ caplang™ [2]: Biarkan anak berkreasi juga, orang tua cukup jadi saringan.
@ caplang™ [3]: SIAL!!!
@ suandana: Kelam acho, hasilnya si "Luce" yang sering komen di blog ini nih. :lol:
@ kurtubi: Iya, semoga ndak jadi kriminal. Amin...
@ mardun: Ente tadi siang donlot hentai di kampus kagak bagi-bagi!! :evil:
@ danalingga: Namanya juga pandangan kolot.
@ CY [4]: Maksudnya? :?
@ cK: Kan tuh ilegal mbak. :lol:
@ morishige: Baru tau kamu? SI tante kan yang ajarin aku...
@ Luce: Otaku diam aja...
@ extremusmilitis: Manggil ente apaan? Suka ke-GRan mulu sejak naksir asisten nih. :?
@ goop: Same here.
@ Zazi: O ya?
@ myresource: Hush!! Ngajarin yang ga bener. :twisted:
@ arisa~: Kan rikuesnya situ. :lol:
Kalau komiknya bisa difilter, ga bakal kena marah ah.
Paling2 detekrif conan.
Namanya saja belum terjadi apa2 (if u kno wat i mean)
@ Uchiha Miyu: Jangan prasangka buruk dulu... :lol:
hohoho,. itu yang dilakukan orang tua sara sampe kira2 sd kelas 5,.
sampe2 halaman di komik kesayangan jadi ga lengkap karena dirobek gambar ciumannya :lol:
tapi udah smp, mulai bebas karena dianggep makin ga apa kali ya?
hmmm~
atau anak dianggap udah gede'??
hmmm~
mari kita tanya para orang tua yang bergoyang
:lol:
@ saRRRRRRRa: Disembunyiin dong, kayak aku nih sayang....
Ayah : Lagi baca apa..??
anak : Hentai pa..
Ayah : Hentai itu apa...???
anak : rrrrrr......itu lho pa....yang gulat sampe berdarah-darah...
Ayah : lho itu kan bukan bacaan kamu... banyak adegan kekerasannya...
anak : g pa pa kok pa...ntar yang tarung itu temenan terus liburan ke pantai
Ayah : oh ya sudah kalo gitu...jangan ramai, kita lagi di pesawat
dan Gun pun ngiler sambil dengerin
@ Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim:...
*ngakak ampe ejakulasi baca komen celo aka Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim di-atas* :lol:
Wakaka, jangan bawa-bawa asisten dong, kan malu
ops:
Bedewe, itu bisa yakin mereka ayah anak dari mana hayo bro? jangan-jangan itu korban fed***l lagi? :roll:
maaf..
hanya ingin meralad saja
"dalam dunia “otaku” yang kelam. :lol:"
hmm...munkin lebih tefadnya, gemerlap?
Mhuehuehehueheuheu
*lagi mbaca komik hentai*
@ extremusmilitis : nggak lagi bro...mereka naek pesawat ke lokasi orgie incest...!!!
ow yeah...shake your body ma child...
*sumpah nih blogg rattingnya dewasa*
Kok jadi agak kebapaan, Gun? Syukurnya anak-anak saya tidak membaca buku komik, he he he. Mereka baca buku-buku dogeng atau buku pengetahuan umum yang ringan-ringan saja. Membaca komik pembunuhan kaya gito mesti didampingi kalee, sambil menjelaskan kepada si anak bahwa yang kaya gito ga boleh ditiru.
ah, gwa biasanya dah bacanya scanlation seh.
fave wa saat ini :
To-Love-RU(bknn yg ngarang Black Cat)
Mx0(bknn yg ngarang Pretty Face)
Fairy Tails ( bknn yg ngrang RAVE)
@ extremusmilitis: Kan aku bilang cuma prediksi.
Tapi obrolannya kira-kira begitulah. Omonganku waktu itu cuma kebawa emosi sesaat mungkin..
Korban apa? *lugu*
@ hoek: Otaku kebanyakan cowok semua, makanya kelam. :lol:
@ Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim: Oi... Oi... Ini semua umur bung,...
@ Hanna: Kebapakan? - -a
(apa ini anak siap jadi pengganti papa ya...ouch, baru kuliah juga)
Well.. Kasih komik juga dong, cik.
Tapi bertahap, yang ringan dulu, baru lama-kelamaan yang remaja. :lol:
@ Luce: Otaku banyak kabur ke scanlation akibat males beli. :lol:
kayaknya kamu pantes duduk di departemennya Harmoko dulu "Menteri penerangan" trus bredel aja tayangan/media yang bau kriminalitas gitu aja kok repot
*tebar bunga kamboja lagi*
:lol:
@ annots: Ane ndak suka brendel ya akhi. :lol:
Keterbukaan dan kebebasan, apalagi pada anak-anak, harus ada bimbingan ortunya, kan?
@ almascatie: *sembur pakai air garam*
*liat header*
rozenesia
handsome white rose?
rose? :twisted:
*lempar granat ke seluruh penjuru* :twisted:
*ketembak granatnya mina*
*nggak jadi komen, mending gw ke tempatnya cameron bright*
@ eMina: Lha emang aslinya gitu kan? :lol:
@ Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim: ...
oh cameron bright....
kenapa forummu nggak bisa dibuka dari kompi kampus...???
@ Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim: Puji Tuhan. :lol:
eh bisa... cok degh forumnya cameron bright ini
forum internasionalku yang pertama *terharu*
*padahal bahasa inggris sama sekali g bisa*
@ Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim: SPAM!! :evil:
@celo: buset dah... -___-
@ Uchiha Miyu: Mau tabur garam ke dia? :evil:
welgedewelbeh .................. hidup shinchan
ohh... cameron bright....
*eh coba cari di gugel...cameron bright ngelink kesini g ya...??? *
@ mulut: Amen. :lol:
@ : Mau komoderasi hah!? :evil:
"@ Uchiha Miyu: Mau tabur garam ke dia?"
AYO!!!!! /gg
@ Uchiha Miyu: *tabur*
[...] tidak ada pendidikan budi pekerti dalam kurikulum pendidikan kita, ataukah karena terlalu banyaknya produk cerita/film yang mengandung nilai-nilai kekerasan, atau karena memang itu lah sifat dasar [...]
Buh... memang anak kecil sudah berkembang, termasuk saya
Baca komik saya juga mirip2 begitulah...
Memang kriminalitis tidak baik untuk anak (ceramahin diri sendiri) tapi kok saya biasa aja ya nge-liat begituan?
Padahal di komik udah ada ratingnya kan?
R untuk remaja
D untuk dewasa.
Jadi salah siapa?
Salam kenal,
phiy ^^v
saya suka hentai
*ups...
:salah ketik:
@ Ataner: Ratingnya itu... :lol:
@ phiy: Salam kenal juga. Salah siapa? Entah. Ortu ga liatin rating yang dibaca anak-anak. Anak sendir juga ga permasalahin rating.
@ dobelden: Same here, milord. :lol:
Saya suka Kungfu Boy...
*hening*
udah nggak zaman lagi ya?
Paradigma orang Indonesia kan? Jangankan komik, tipi pun begitu.
Tapi di Endonesia, apalah artinya rating?
@ Junarto Imam Prakoso: Rasanya ada yang versi baru tuh, om.
@ Lemon S. Sile: Heheheeee... Rating nggak membudaya. :lol:
Yang penting happy~
*baca BLEACH*
Saya baca komik biasa2 aja ah - -
Asal anaknya ngerti itu tidak masalah ya buat aku
Apa mungkin itu komik Detective Conan atau apaan yah? *masih penasaran*
Sekalian hetrik
Indonesia kebanyakan tidak peduli rating
Angel saja yang masih golongan R sudah baca yang D, waktu itu dia pernah beli 3 x 3 Eyes, bukannya macam hentai atau apa, menjijikan saja gambarnya (iiiyyy, badannyna ancur gitu ~_~)
Tapi berhubung akan menginjak masa R, jadi enggak apa-apa degh
Baca Death Note? Biasa 'ah!~
ngomong2 minna san...kapan pertama kali bersentuhan dengan dunia mesum bin hentai...?
klw aku pertama kali nonton bokep klas 6 sd...
di negara asalnya komik yang dimaksudkan juga buat konsumsi anak sd kok
komik itu..
mahal :cry:
Kawan2, coba cek liat film Voltus 5 di Youtube ini. Film kartun tahun 1980-an.
Saya nggak tahu apakah termasuk anime manga atau bukan. Yang di bawah ini versi internasional, yang dulu saya tonton versi Jepang. Waktu itu robot-robatan lagi ngetrend.
http://youtube.com/watch?v=mpXTvvGlZbk
Cerita komik yang tentang pembunuhan lah, kekejaman emang harus dibimbing kalo anak2 dibawah 12 tahun membacanya. Kita sebagai orang yang lebih tua harus menjaga generasi selanjutnya supaya ga terlalu kejam.
@ Ravelt: Wohohooo.. :lol:
@ Shishoukura [1]: Amin.
@ Shishoukura [2]: Nggak tau juga saya. :lol:
@ Shishoukura [3]: *tabur garam*
@ Ataner: Aminnn.. Asal ndak hentai e? :lol:
@ William Clive: Dasar senpai ero yang satu ini...
Ane kelas 1 SMA... *jujur*
@ khim: Memangnya saya bilang komiknya ya? :lol:
@ danasatriya: Donlot mangascan aja. :lol:
@ Junarto Imam Prakoso: Ntar diliat pak, thanks. Koneksi lagi lemot sih.
@ AdityaWirawan: Bagusnya sih, ada sinkronisasi vertikal gitu.
memangnya saya bilang komiknya juga? =p
@ khim: Tapi kok kayaknya tau komik yang dimaksudkan... :lol:
Juga tau buat anak SD... :lol:
zaman sekarang mang masih ada komik utk konsumsi anak2?
bukan hanya komik..hukhukhuk lagu untuk kalangan anak juga sudah menghilang tanpa rimba, kemarin dengerin anak tetangga yang masih umur 8 taon nyanyi ' kekasih gelap' nya si ungu..hue hue
@ Dhe' lagi nga' nyambung [1]: Makin tersisih sih... :lol:
@ Dhe' lagi nga' nyambung [2]: Hueheheee... :lol:
hoax...
@ celo: Lha iya to'... :?
[...] miss Camelia adalah seorang pemalas tukang baca komik yang sangat mudah lelah. Maka perjalaan pulang pergi, sayalah yang membawa motornya sementara ia [...]
[...] dalam melafalkan kata-kata. Hingga diriku yang kecewa akan ketidakseriusan pemerintah dalam mengelola penikmat media, dan aku pun [...]
lagi demam naruto neh ...
>