aku, duniawi dan rohani
tiadalah malam sepi menyelimuti hati
wahai tuan bijaksana serta berbudi
akankah hidupku kosong setelah tiada harta lagi
atau merekah layaknya kelopak bunga surga abadi?
tidakkah hati tetap hampa tanpa mimpi
menanti jawab akan sebuah teka-teki
yang timbul seiring terbitnya mentari
dan hilang saat berakhirnya hari?
aku menulis untuk menikmati duniawi
aku menulis untuk menghayati rohani
menggauli kebadanan nikmat tak terperi
mengekang diri tak membenci rohani
menyenangi rohani dengan wajah berseri
menahan batin tak lupa akan duniawi
tetap mengikat jiwa pada rohani
walau tetap berjalan dalam duniawi
itukah yang kini membuat diriku alami?
tak bisa memang disebut suci
namun serasa elok dalam untaian nurani
juga pada raga lapuk yang belum mati
ah tuanku yang datang menghampiri
kini hidupku tenang bagai karya seni
inikah jawaban dari sebuah misteri
yang terus menghantuiku tak pasti?
meski dulu sering kuteriakkan aku tak berani
dan di akhir sebuah puisi
aku terlelap dalam damainya hidup ini
[ LXY / GR / a.k.a rozenesia, Oktober 2007 ]
***
Sesungguhnya saya senang menikmati kebadanan. Namun di lain pihak, saya tidak membenci kerohanian. Boleh bagi saya menyenangi dunia, tapi ada sedikit batasan agar nafsu saya tidak terlalu duniawi. Dan saya juga menyukai rohani, tapi tetap tak boleh larut di dalamnya. Saya yakin di antara dua hal tersebut terletak kebahagiaan bagi saya, mungkin juga bagi orang lain. Atau bahkan bagi kebanyakan umat manusia. Siapa tahu… ![]()
Puji Tuhan. Amen! ![]()
PS: Sumpah, saya tidak menghamili pacar Anda! :lol:
Labels: belief, buddha, philosophy, religion, world, zen

















...
menikmati nikmat kebadanan itu nyang pigamana sih nak, aku kok ra mudheng... menggauli kebadanan itu apa to.... badan sapa yg di gauli....ini bahasane kok modern tenan, lha aku katrok jee.... hehehe
Afa ini...? Afa ini...?
Btw, cup B rules. 8) *ngelanjuting yang dari IM*
Dasar poeisi....Haik, haik, haik...
Jangan menggauli Badan sebelum menggauli rohani, komentar yang ngawur.. :mrgreen:
ga mudeng...
critakan dg bahasa yang lebih jelas donk bang gun... @__@
wah wah Gun, lo dah terjerumus ke kehidupan mahasiswa yang 'gelap' ya?
ckckck, mank khas lo Gun.............
@ Evy: Biasa, bu. Anak ini lagi stress. Jadinya ngaco. :mrgreen:
@ Kopral Geddoe: D Cup ruless tauk! :lol:
@ Mihael "D.B." Ellinsworth: Suka-suka ane, mau badan yang mana duluan. :lol:
@ diandra nyoba komen kali pertama: Jelas ah, ini. :?
@ Luce: Loe aja kali yang gitu, Kev. :lol:
Nyadar napa sih? :lol:
Puisinya merdu. Semua di akhiri huruf i. Keren. Salut.
Oh ya, koko itu panggilan akrab, imut-imut, gemasin. Bukan karena usianya dewasa. Kalau yang dewasa biasanya kita sapa dengan engko. Si sulung di rumah pun di panggil koko. Ya, deh. Sapa nama aja, ya.
Puisi berikutnya di tunggu, lho. Saya senang membaca puisi.
asal seimbang, biar ngga jatoh.....
*makin memperkeruh pemahaman :lol:
@ Hanna: Masalahnya aku nggak terbiasa dipanggil 'koko', ci.
Dede pun ga pernah manggil aku 'koko', selalu panggil nama... = =
Ahahaaa... Ciri khasku nih, selalu buat puisi dengan rime tertentu kayak gini. ^^
@ kendi: Gimana seimbangnya, om? :lol:
whew Gun...o_o
keren loh...
hihihihihihihi....
aq suka kalimat akhirnya XD
@ razu: Thanks sis... ^^
*pura-pura nggak tau*
Kalimat akhir yang mana ya?
Nggak boleh ! Pokoknya™.....
@ Mihael "D.B." Ellinsworth: Sabar... Sabar.. Saya nggak menghamili pacar Anda juga kok. :mrgreen:
hoo...
*baru sadar klo akhirannya i semua... (dihajar)
tuan loe sapa gun ?
Itulah kalo si Om kebanyakan makan mie, terbukti kan efek racunnya...!! :mrgreen:
@ diandra sudah ga pertama lagi: Gileeee... Nama kamu keren banget... :lol:
*mikir yang nggak-enggak* :roll:
*dibuang*
Ahemn... Ciri khas puisi saya kan? :mrgreen:
Tuan? Ah, cuma kiasan saja~
@ CY: Pokoknya™ BAKMI! :twisted:
huehuehue~ PS-nya lucu =w=
papi, tapi aku gak ngerti puisinya, di parafrase-kan dong :lol:
papi dipanggil koko? koko gun...
[kok gak cocok sih kedengerannya?]
@ Dream Maker: PS-nya kan... nyata atau nggak ya... :lol:
Nggak ngerti? Baca terussssss... :twisted:
Eh, cocok ga cocok ya biarin acho =
Ah, berakhiran i semua...
Hubungan dengan yang ada di PS apa? :?
@ Xaliber von Reginhild: Ciri khas, ciri khas... Tuan.
Hubungannya? Saya nggak berhubungan macam-macam dengan calon kekasih paduka kok. :mrgreen:
trus sapa yg menghamili?
btw, skarang majang poto :mrgreen:
apakah itu artinya rozenesia telah menikmati segala hal yang bersifat badani dan rohani?
kata lainnya, telah mencobanya?
telah mengungkap misteri?
begini, semua itu boleh dihayati, boleh dinikmati. tapi pada saat yang tepat nanti de. bila saatnya sudah tepat.
Kayaknya biasanya sastra lama.
He? Kenafa jadi nyambung kesitu? :?
papi... gak ngerti...
udah baca 3 kali -___-
[pusing sendiri]
*ralat... sastra baru.
@ caplang™: Situ mau dituduh?
@ emina: God knows... :roll:
@ Xaliber von Reginhild: Ini sastra afa dong?
@ Dream Maker: Nanti juga paham sendirinya ah. :lol:
@ Xaliber von Reginhild [2]: Ralat diterima.
komentar saya sepertinya prasangka buruk ya..
jangan jangan salah persepsi nih... -_-
@ emina: Nevermind//
gak dong @_@
@ Zazi: What's up, mifans? :?
i'm not yer fans = =
nama adalah doa bang gun....
spoiler : gun sudah merasakan..
@ Zazi: Sumfah bin Ya'Kin? 8O
@ Diandra..: Merasakan apa? :?
Jangan bikin gosip kau.
Wah, terlambat komen nih *nenggak ke atas* Ya, ya, ya, puisi yang bagus, bisa jadi katharis jiwa. Rimanya pun berakhir dengan bunyi /i/ semua. Sangat cocok dibaca di kamar. *hehehe termasuk puisi kamar kali yeee* Tapi muatan isinya bagus juga nih. Agama apa pun juga tidak mengajarkan pemeluknya untuk berbuat berlebihan. Jasmani dan rohani, raga dan jiwa, mestinya harus ada upaya untuk menjaga keseimbangannya. Tidak larut dalam ke dalam kubangan salah satunya. OK, salam hangat.
yakin :evil:
@ Sawali Tuhusetya: Ahahaaaa... Ga apa kok pak, yang penting udah memberi masukan yang berharga.
Kamar ya... Eh, puisi ini kan dibuat di kamar kost yang sumpek. :lol:
Yup, keseimbangan antara jasmani dan rohani, ibadah dan dunia ^^
Dan puisi ini saya juga sedikit mengambil ajaran K'ung-fu-tzu.
@ Zazi: :?
Sumfah saya juga
@ syafriadi: *jabat tangan*
kebadanan ya
afa itu.......
sepertinya saya juga suka
:mrgreen:
@ Fajar: Sadar! Dasar lelaki... :lol:
Tulisannya Gun memang selalu menjadi favorit aku ?
*berpikir keras*
akhirnya....
ini yang paling kusuka :
tak bisa disebut suci. tapi adakah raga yang lapuk diselimuti kesucian ? atau apakah kesucian hanyalah angan-angan tak kunjung pasti ?
*merenung*
kebadanan??? menarik juga. klo kesetubuhan gimana, ups! beda ya..
http://benbego.wordpress.com
Ya... ya... keseimbangan antara badani dan rohani . *sok bijak*
@ ,,,ItadaKimasu Onigiri,,,: Oalah, tulisan mengenaskan kayak gini kok... :?
@ fertobhades: Bagi saya kesucian hanyalah sebuah taraf yang menjadi tujuan dari manusia, dan itu nggak akan dicapai manusia. Hanya motivator saja. :
*merenung*
@ benbego: Waduh... Waduh... :lol:
@ danalingga: Cinta.... Hati, dan tubuuuh... :mrgreen:
*sok jadi penyair*
*cari kata berakhiran -i*
jika sudah seimbang badan dan rohani
anda pasti sufi sejati
BTW, boleh dikutip nggak puisinya ke sebuah milis?
@ Junarto Imam Prakoso: Hahahaaaa... Ini cuma angan, pak.
Eh, boleh kok. Nggak udah tulis rozenesia... Tulis aja LXY (Li Xiang Ying) atau GR (Gunawan Rudy). Terserah yang mana...
Bakakakakak.....dasar .
*ikut ketawa aja deh*
@ Bachtiar: Lha? kenapa?
OOT :
Li Xing Ying? Ganti lagi? Dulu kan Li Xiang Yin
"PS: Sumfah bin Ya’Kin, saya tidak menghamili pacar Anda! "
-____-
wah!!! I semua!!!
@ Dream Maker: Ying, for sure! Ying! Fragnance...
@ Uchiha Miyu: Ada yang salah? :?
Hmm...
Tampaknya ajaran saya telah meresap dengan baik..
Konon katanya, jalan tengah adalah jalan para Nabi, Gun..Jadi di tengah2 saja lah..Jangan terlalu berat ke mana2..
@ mahagurunyagun: Xie xie, suhu.... m(_ _)m
ini anak sastra apa HI sih?? :roll:
hihi
emang siapa yang menuding anda menghamili pacar orang, mas Gun??
ternyata anda.......
*sok kaget* :shock:
@ saRe': Sumfah HI, ukhti!!! :lol:
Hohohohooo... Ternyata apa? :mrgreen:
Ga, cuma iri aja. Coba bahsa inggris bisa kyk gini...
ternyata dikau memang pemerkosa !!Guunn!!!
*panggil polisi, suruh ke kamar Gun*
@ Uchiha Miyu: Intinya, FANTASI!!! :lol:
@ Luce: Lha? Bukannya ente yang kemaren macem-macemin anak tetangga? :?
butuh renungan panjang
^_^
@ almascatie: Silehken. :lol:
*gelar tikar*
Koko kevin macem2in anak tetangga?
pasti dipalakin anime-anime-nya
Otaku sih
...
Papi macem2in anak tetangga? [bukan macem2in pacar orang, tapi anak tetangga]
@ Dream Maker: ...Kevin sih... Mwahahahaaa...
Hei, hei... Aku normal tauk!
kayaknya koko kevin lebih tertarik sama Konata ketimbang anak tetangga :lol:
siapa tau ada anak tetangga yang umurnya gak beda sama papi [tapi aku gak tau cewe/cowo sih] :lol:
@ Dream Maker: Ku-kurang ajar!! Aku setia tauk!!
*nangis sesegukan karena shan-in udh ga perjaka lagi*
bukankah memang 'jalan di tengah' adalah yang paling tepat? hehehe..
tidak melekat pada keduniawian, tapi tidak meninggalkan keduniawian ini karena kita masih hidup di dunia.. :lol:
@ cK: Cici meragukanku..? :cry:
@ Nathania: Maunya ke tengah, tapi ga kesampaian. Manusia biasa sih.
he...nggak kok shan-in... *elus elus pala shan-in*
aku kebacanya elus-elus paha shan-in... -_- jadi horror
Efek ngegame kah ini?
lagi lagi skenario Tuhan.
manstrap..
ikut nimbrung baca aja. eh plus comment ding ini.
Sepertinya saya juga menikmati kebadanan (padahal tampak jelas :mrgreen: )
Menikmati kerohanian butuh usaha yang kadang jauh lebih keras :grin:
@ cK: *mengeong kayak kucing*
@ celotehsaya: Oi... Oi...
@ mardun: Hush... Situ masih tertarik game hentai yang laknat itu? :lol:
@ endjivanhouten: Hohohooo... Dan manusia nggak akan bisa memahami-Nya.
@ qnewt: Oke, oke.
@ sigid: Yuppie, tapi mkenikmati kebadanan mekan energi gede juga.
tidak terlalu kebadanan, tidak terlalu kerohanian...
brarti,
"yang sedang-sedang saja..."
udah lama ga baca puisinya Shan In, dan seperti biasa, Ma ga ngerti,,
@ mr lekig: Sippp!!! :mrgreen:
@ Rizma: Lha? Puisi mudah kayak gini... :?
itukah yang kini membuat diriku alami?
tak bisa memang disebut suci
namun serasa elok dalam untaian nurani
juga pada raga lapuk yang belum mati
Yang paling gw suka itu.... ^ ^
kk memang berbakat yaa~
tp yang ngebuat mata belo tu kata ini.. --> menggauli
artinya sama kayak menggagahi kan ya?
yang paling disuka :
"itukah yang kini membuat diriku alami?
tak bisa memang disebut suci
namun serasa elok dalam untaian nurani
juga pada raga lapuk yang belum mati"
kayaknya tulus trus jujur.. hahaha..
yang membuat mata terbelalak :
hebat deh~!!
"menggauli kebadanan nikmat tak terperi"
[...] sih yang diharapkan dari saya? Saya cuma hibernasi sebentar di dunia mimpi mana bisa bawa [...]
tidak begitu paham, but saya tidak bisa mengilhami dan memahami sebuah puisi...
ah, ternyata puisi ya......
waduh komentar nomor sekian......
tentang kesimbangan duniawi dan rohani
gaya bahasa-nya bukan puisi
akhiran rima seluruh-nya "i"
cocok juga di baca di kamar mandi
Kok jadi begini???
au ach..... hehehehehe.......
keseimbangan itu penting, itu aja dech
aku suka yang ini
^_^
ternyata benar dugaan eke!!!
Gun sudah mengarah ke jalan yang' lebar namun maut di ujungnya'!
@ Sheiren_Chan: Nggak perlu begitu dipahami.
@ aroe: Kata siapa ini puisi?
@ almascatie: Itulah mengapa saya, atau kita, menulis ya...
@ Luce: Maksud ente? :?
@ B E E: Maaf kemarin ketelan Akismet, anjing penjaga saya. :lol:
Hmnn... Menggagahi? membuat gagah kah? :lol:
Wakakakaaa...
Thanks sudah komen.
Tengoklah hati yang terkubur dalam
adakah ia berbicara atau diam
dipasung akalkah atau memang terpendam
sebab belum lagi bayang berkaca malam
Tengoklah hati yang terkubur dalam...
Ferry ZK: Puji Tuhan. Amin.
herannn...herannn....
saya stuju sekaligus tidag mendukung....
herman...hermannn......
kapan nnieyh?
hrrrr.... dah lawas ternyata
@ Sheiren_Chan:
@ Naru: Makanya, up-2-date dong, non. :lol:
assalamualaikum saya baru melawati blog kamu ini. cerita di atas menyampaikan maksud apa ya? salam perkenalan
ada yang bilang kalo tubuh wanita itu untuk di komersilkan, gak tau juga bener pa gak....dan itu berlaku khusus untuk wanita yang dapet label "obralan"
@ hibatullah: Waalaikumsalam, ya akhi.
Salam kenal juga. Cerita di atas? itu puisi, ya akhi.
@ Andromeda: Salah tempat komen, mas.
Obral daging ya? :lol: