Ayah, engkau pergi sebelum melihatku lulus…
…ahh, jika engkau saja bisa pergi tanpa penyesalan, mengapa aku harus menyesal dan larut dalam kesedihan?
In Memoriam …. – 2007
PS: rozenesia adalah Shan-in Lee. Terima kasih.
Labels: death, father, philosophy

















...
.......
kenapa ya ko sama lagi Ayah aku pun lahir di tahun yang sama seperti Ayah kamu. Jadi kepikiran tentang Ayah..*semoga dia berumur panjang dan sempat melihat aku lulus*
*aku turut berduka*
kematian....? itu yang saat ini sangat aku takutkan.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Gun aku ikut bela sungkawa atas musibah yang kamu alami sekarang. Gun kamu tabah dan sabar ya....
teruskan usahamu. gapailah apa yang kamu inginkan. kelak ayahmu akan melihatmu dengan bangga diatas sana.
Sang "Ayah" telah telah masuk ke dalam kedamaian, damai.
Ada yang bilang kalau seseorang tidak pernah benar-benar meninggalkan kita, jika kita selalu menyimpan kenangannya dalam hati.
Move on, be brave ...
Semoga sang ayah damai di sana. Tugas dan amanat yang mesti dijalankan oleh yang ditinggalkan adalah mendoakan dan meneruskan perjuangannya.
Gun, turut berbelasungkawa yah...
ternyata ini blogmu yah...
*liat PS*
ha?
saya jadi ingin menulis tentang momen2 berharga dengan orang yang disayangi, dan kepedihan saat ditinggalkan oleh mereka.
pepatah mengatakan, "kadang kita baru menyadari bahwa seseorang itu begitu berharga untuk dicintai saat orang itu sudah tiada lagi di sisi kita"
tabah ya....
Tabah ya Lee... Tabah...
Tabah, tabah. Bro.
basi sih...tapi.... yang kuat y Gun....
sing tabah yo, le...
segala yang berasal dariNya akan kembali kepadaNya
tabah ya kawan!
...
Shan-in, sabar ya
Semoga Allah memberikan tempat yang terindah buat Ayah ya Nak...

sudah tau kok...

Turut berduka cita.
ingat 1 hal, Ayahmu tdk pergi meninggalkan. Ia hanya mendahului, utk menantikan keluarganya kembali berkumpul disuatu tempat yg lebih baik.
salam.
Tul, untuk afa menyesal, yang penting hidupmu jangan sampe sia sia.
Ehm...
*mikir2*
rasanya kenal deh dengan aktor intelektual di balik blog ini :mrgreen:
*ngilang*
jangan bersedih kami disini adalah saudaramu, karena semua blogger khan bersaudara
Tulll, kalo beliau aja bisa berangkat tanpa penyesalan, ngapain juga yang ditinggal bersedih? Lebih baik kita rayakan 'selesainya misi' dan 'berlanjutnya perjalanan' beliau
Soal kelulusan, kayaknya tetep akan menyaksikan deh... kata orang dulu sih gitu.
Turut berdukacita..., jadikan pesan2 beliau utk memicu energi2 dalam tubuhmu bereaksi mencapai sukses di hari depan...
sorry ... aku turut berduka cita ya ....
aku yakin ayahmu disana akan bangga dengan keberhasilan yang akan kamu capai....
turut berduka bro.. kata-kata terakhir ga boleh dilupakan
Saya ga bisa ngasih nasehat apa-apa, ga ada kata-kata yang bisa mengungkapkan kesedihan, dan semua perasaan yang kamu rasa sekarang.
Saya cuma bisa bilang, saya, mungkin kami, ada di sini.. Dan itu semoga bisa berarti sesuatu ya Gun...
Bro, inilah yang disebut jalan hidup. Sekarang, tugas kita jadi orang baik, agar ayah berbahagia di sana karena penerusnya juga dikenal orang sebagai orang yang baik. Semoga beliau ditempatkan di tempat sebaik-baiknya di sisi Allah SWT, amien.
Wah...ini toh sebabnya kamu melankolis...maaf tidak tahu...
Turut berduka...
Yang tabah Gun, ibuku juga sudah meninggalkanku T^T
yg tabah ya, bro...
Yang tabah ya... semoga beliau mendapatkan kedamaian disisiNya...
Idem sama mas Guh.
Semangat, semangat.
Turut berduka cita
maaf telat
Tetap tabah ya
Tabah ya bang Gun _ _'
tabah ya , jangan disesali terus. tetaplah pandang kedepan .oye?
caiyo shan...
permasalahan qt sama
pernah menyesal dengan peristiwa yang sama
walopun obyek berbeda
pasti kamu bisa
buat ngadepin smuwa....
ia tidak melihatmu lulus diduni ini namun ia pasti melihatmu lulus dari sana
.
turut berduka cita ...
May he R.I.P
Wew...ngaku bo.
Saya juga turut berbela sungkawa...
Walaupun jasadnya sudah tiada, namun jiwanya akan terus hidup. Teruslah mengingatnya dan beliau akan terus hidup di memori orang-orang yang dekat dengannya. Dengan begitu, secara tidak langsung, beliau akan tetap melihat kelulusanmu...
Pesan di PS: Cih~ Pantes aja ada yang aneh... Ternyata...
Gun, tanpa disuruh sabar pun kamu pasti tau kalo kamu harus sabar.
Sekarang bahagiain orang-orang di sekitar kamu, karena ayahmu pasti berharap kamu melakukan itu.
[...] Setelah mengetahui bahwa ada seorang teman saya yang baru saja kehilangan orang yang paling dihormatinya, saya tiba-tiba jadi memikirkan hal yang tidak-tidak ketika sedang berbaring di kasur menunggu mata [...]
kamu harus kuat Gun... semakin kamu kuat, Papa kamu bakalan lebih bahagia
jujur, kamu masih lebih baik dari aku, Papa kamu sempet ngeliat kamu sampai sebesar ini...nah aku aja dulu SD aja belon tamat...
yang kuat ya...
ah, entah apa yang bisa kukatakan, karena aku lom pernah mengalami hal seperti ini....
seperti apa yang pernah kukatakan di YM, relakanlah, lepaskanlah, menangislah jika harus menangis, teriaklah jika harus berteriak, tapi relakanlah.
Dia memang telah tiada, tapi jiwa-nya akan ada selalu ada, kuatkanlah hatimu saudaraku...
Yang tabah ya...... Mudah-mudahan dengan makin tabahnya kamu Papa kamu akan makin tenang istirahatnya.........
Om anto ikut berduka ya..
sudah di jogja lagi belum?
Turut berduka cita..
turut berduka broo... :norose:
semoga kamu tabah dan sabar..
Setiap hari aku selalu memikirkan kapan aku atau ke-2 kakakku dan ke-2 orang tuaku akan meninggal. Entah mengapa kadang aku selalu ingin saat itu tiba tetapi kadang juga aku sangat takut dengan saat itu... Apalagi kalau sedang kesal, pasti bawaannya pingin orang itu cepat meninggal! Wah...
Tapi kalau ayah dan ibu... Sama kayak Gun... Aku nggak bakal ngedoain mereka ber-2 cepat meninggal meskipun kadang-kadang menyebalkan :cry:
*dihajar massa karena komentar yang bertele-tele*
turut berduka cita.
aku sangat mencintai ibuku.aku sangat mencintai ayahku.
tapi aku jarang bertemu dengan mereka.
maklum perantauan..
ah..
jadi rindu ayah ibuku dirumah..
semoga diberi umur panjang.
amien.
Semoga tetap mendapat yang terbaik di dunia yang selanjutnya...
He had you in this life,
He must have been proud
ayahmu pasti bangga padamu nak...
[...] Sekarang saya tiba-tiba teringat lagi obrolan ayah dan anak di pesawat waktu itu. Saya jadi merasa betapa kejamnya saya berucap seperti itu. Apa mungkin saya hanya kesal saja, karena waktu itu saya dalam perjalanan pulang ke kampung halaman, begitu mendengar Papa meninggal dunia? [...]
[...] sampailah ruhku pada tanggal 22 September 2007, hari di mana papa yang kucintai meregang nyawa. Maaf, aku tak sanggup berkata apa-apa kali ini… [...]
Hmph....
@ Miakis: ?
saya ikut berbela sungkawa walaupun telat...