Archive for December, 2008
Jimbo
Jika kita mencari contoh yang (hampir mendekati) sempurna untuk karakter yang mempunyai perpaduan antara Barat dan Timur, antara teologi dan filosofi, atau lebih-lebih Kristianitas dan Buddhisme, mungkin salah satunya adalah Jimbo, tokoh fiktif buah pena penulis Jepang, Takashi Matsuoka. Yang menarik adalah ketika kita bertanya-tanya, bagaimana melihat dan menyikapi sebuah perbedaan, terlebih lagi dalam masalah agama dan keyakinan? Matsuoka menjawabnya dengan indah lewat Jimbo.
Jimbo, rahib Zen mantan misionaris Kristen dalam novel Matsuoka berjudul "Samurai, Kastel Awan Burung Gereja", seringkali menyebut nama Kristus dan Buddha dalam doanya. Untuk rahib kepala Sohaku ia nyanyikan Sutra, fasih dengan lidah Amerika. Dalam setiap doa ... read more »
Penghujung Kursi Pesakitan
Trunojoyo tak pernah menyangka nasibnya akan berakhir di ujung keris seseorang yang sebelumnya menjadi sekutunya, Tejoningrat alias Amangkurat II. Tanpa ampun keris Kyai Balabar kepunyaan Sultan Amangkurat II menembus dada Trunojoyo hingga punggung. Eksekusi atas pemberontakan Trunojoyo terhadap Kesultanan Mataram yang terjadi secara tak terduga di balairung Payak, Bantul, di awal tahun Masehi 1680 tersebut disaksikan langsung oleh para adipati dan punggawa Kesultanan Mataram.
Tak berakhir sampai di situ saja. Perut Trunojoyo dibelah, hati dan isi perutnya diambil. Hati yang masih segar itu lalu dicincang dan dilemparkan ke hadapan mereka yang menyaksikan eksekusi tersebut. Konon katanya hati yang dicincang tersebut diperintahkan ... read more »
Menikmati Nama
Made namanya. Berkulit cerah, kuning langsat, dengan rambut hitam panjang berombak seperti seorang rocker. Teman sepermainan saya ketika masih kanak-kanak ini, ketika ditanya, "asli Bali ya?" dengan pasti--seperti sudah terbiasa ia akan menjawab, "bukan, saya dan keluarga enggak ada hubungannya sama sekali dengan Bali." Lalu setelah satu-dua penjelasan, barulah si penanya paham bahwa pelafalan nama Made yang satu ini berbeda dengan Made yang dikenal khalayak sebagai salah satu nama khas orang Bali.
"Apalah artinya nama?" ujar Made mencoba mengutip Shakespeare.
Ucapan Made mungkin terdengar begitu indah, namun pada kenyataannya nama lahir dari tujuan, harapan, doa (klise, eh?), keadaan, cita-cita, dan dapat melahirkan ... read more »
















