Feed Online with WordPress 2.6.2 on ! 43 posts and 9,363 comments.

Seperti Sugali 04.10.08

By Goenawan Lee posted in quote, thought. Saturday, Oct 4th, 2008 at 5:47 pm

Dalam salah satu wawancara terakhir sebelum ajalnya, Pramoedya Ananta Toer pernah berujar tentang ketidakpercayaannya kepada penguasa, “Saya nggak percaya sama yang berkuasa. Nggak tahu besok atau lusa. Sampai sekarang, saya nggak percaya. Saya menulis untuk mengagungkan kemanusiaan, musti menyingkirkan kekuasaan yang sewenang-wenangnya.”

Rasa pesimis Pram mungkin beralasan karena ia berkali-kali harus dikerangkeng penguasa dengan tuduhan yang sangat samar-samar, bahkan tidak jelas. Buku-buku dibakar, naskah diberangus. Kekuasaan cenderung disalahgunakan, dan kekuasaan absolut pasti disalahgunakan. Paling tidak begitu kutipan surat Lord Acton kepada Uskup Creighton, ketika membicarakan kekuasaan para Paus dan Raja.

Di Indonesia dekade 80-an, sosok Petrus–singkatan dari penembak misterius–menjadi momok yang menakutkan di masyarakat. Di pasar, sawah, gang sempit, bahkan di trotoar saat itu saban hari ditemukan mayat-mayat bertato dengan luka tembak. Semasa hidup mayat-mayat itu bisa dibilang sebagai para preman, garong, atau kaum kecu. Para Petrus merajalela, penjahat tunggang langgang bersembunyi. Begitu serius dan kerasnya tekanan penguasa terhadap kaum kriminal saat itu, walau secara taktis juga mereka sering menjadi objek pemanfaatan.

Dar der dor suara senapan
Sugali anggap petasan
Tiada rasa ketakutan punya ilmu kebal senapan
Semakin lupa daratan

Maka lahirlah sebuah lagu bertema kritik sosial dari Iwan Fals pada tahun 1984, Sugali. Sugali, gambaran penjahat yang nekat dan pemberani, menjadi buronan polisi namun tak takut dengan letusan senapan. Congkak karena ilmu kebal senapan yang dimilikinya. Kerap kali diburu Petrus dan menjadikan lokalisasi pelacuran sebagai tempat pelarian. Nama Sugali berasal dari kata Gali, berarti orang yang melawan hukum dan hidup liar di jalanan.

Lagu Sugali hadir pada masa di mana kejahatan–yang menurut penguasa saat itu–serius dan menjijikkan diberantas tanpa ampun di jalanan, tanpa pengadilan, basa-basi maupun peringatan. Bertato bisa jadi dor–mati! Kesimpulan mudahnya saat itu berarti: kekerasan dilawan dengan kekerasan. Tapi tetap saja masih banyak peristiwa salah sasaran yang terjadi. Salah seorang paman saya pernah bercerita kalau dulu beliau pernah mati-matian menghapus tatonya karena takut menjadi korban salah sasaran Petrus.

Melihat apa yang terjadi terhadap mereka yang terpinggirkan itu, bisa dikatakan betapa seriusnya penguasa masa itu dalam menjalankan upaya shock therapy terhadap gerombolan Kapak Merah dan kawan-kawan sejenisnya. Sayangnya para tikus lihai dalam bangunan pemerintah yang diam-diam menggerogoti pondasi keuangan negara dibiarkan berpesta pora. Toh para tikus sudi membagi hasil curiannya dengan kucing-kucing yang seharusnya memburu mereka.

Iwan Fals ~ Sugali (Album Sugali, 1984)

Sua sua sua suara berita
Tertulis dalam koran
Tentang seorang lelaki yang sering keluar masuk bui
Jadi buronan polisi

Dar der dor suara senapan
Sugali anggap petasan
Tiada rasa ketakutan punya ilmu kebal senapan
Semakin lupa daratan

Lihat sugali menari
Di lokasi WTS kelas teri
Asik lembur sampai pagi
Usai garong hambur uang peduli setan

Di di du Di du da di du
Di di du di du du
Di di du Di du da di du
Di du da di du di da di du di da du

Ramai gunjing tentang dirimu
Yang tak juga hinggap rasa jemu
Suram hari depanmu

Rasa was was mata beringas
Menunggu datang peluru yang panas
Di waktu hari naas

Oh bisik jangkrik ditengah malam
Tenggelam dalam suara letusan
Kata berita di mana mana
Tentang Sugali tak tenang lagi dan lari sembunyi

Tar ter tor suara senapan
Sugali anggap petasan
Tiada rasa ketakutan punya ilmu kebal senapan
Sugali makin keranjingan

Lihat sugali menari
Di lokasi WTS kelas teri
Asik joget sampai lecet
Genit gelitik cewek binal paling busyet

Di di du Di du da di du
Di di du di du du
Di di du Di du da di du
Di du da di du di da di du di da du

Apakah kita hanya bisa menunggu ketika para aparat bawahan penguasa kita mengejar para tikus pencuri uang rakyat seperti bagaimana dulu gencarnya Sugali-Sugali lainnya dibrondong senapan Petrus? Contohlah keseriusan dan terapi goncangannya, tapi bukan tanpa pengadilan, tentunya. Seperti Sugali, keseriusan seperti dulu ketika memburu Sugali.

“Yah, menuju 2009 ini kita lihat saja siapa lagi yang bakal diberi modal oleh orang seperti Ical. Rasa-rasanya para penyidik dari Rasuna Said itu bakal tetap kesulitan,” celetuk lelaki paruh baya di samping saya sembari menyeruput kopi pahitnya.

 

* foto Leksa hasil jepretan Antobilang, Leksa walau seram tapi bukan preman lho.

socialbookmarks

entrymeta

You are reading the article, Seperti Sugali. This article was written on Saturday, 4th October 2008 at 5:47 pm and last update on November 20, 2008 at 7:23 am. You can find similar articles in the quote, thought category and , , , , tags, or more articles by Goenawan Lee, if you enjoyed this article. If you have any comments about this article, you can use contact page, or leave a comment below. You can also follow comments made on this article via my RSS 2.0 feed or subscribe to full feed. Thank you for visiting my weblog.

Feed Want to stay up to date with my postings? Watch my blog and subscribe to full feed or comments feed.

41comments

  1. Semoga saya tidak diburu seperti Sugali karena post ini, amin. !@!

  2. Hmm… keh-duh-ax?

    Toh para tikus sudi membagi hasil curiannya dengan kucing-kucing yang seharusnya memburu mereka.

    Seandainya para kucing itu tak memakan curian para tikus, baguskah jika kekerasan macam itu tetap diterapkan (ke Sugali-Sugali bertato) demi langgengnya keamanan?

  3. @ Xaliber von Reginhild: Ada 2 jenis kucing. Satu kucing yang bertugas menangkap tikus, satu lagi kucing misterius yang membunuh tak hanya tikus, tapi juga burung-burung. Oiya, coba baca ini~ Tikus-Tikus Kantor
    Sayangnya ini cara yang sangat tidak tepat karena tanpa adanya pengadilan ke Sugali-Sugali, yang penting dar der dor. :=!

  4. Kadang saya berpikir, kenapa petrus malah pensiun ya?
    Skarang, dari yang preman kampungan sampai preman berdasi malah asyik berpesta semuanya….

  5. Ah, sy ingat kisah2 jaman orba itu. Para Petrus yang melahirkan para Matius (Mati misterius). Anehnya, bertahun2 kemudian, Sudomo (wapangkopkamtib 74-83) pernah menyangkal berada dibalik para petrus, dan menuduh peristiwa2 matius sebagai “perang antar geng”. :-?
    Sekarang ada Kapolri baru, kita lihat apakah keamanan di level jalanan akan lebih baik? d^b
    Untuk tikus2 dalam bangunan pemerintah, sepertinya jumlah kucingnya kurang… Menurutmu, Gun?

  6. :=! saya percaya pemerintah pasti memburu para koruptor!
    pasti itu… catat : PASTI!
    tapiiii…. ya koruptor kacangan.. mereka yang dibiayai untuk ngaku terlibat :(
    aktor kunci bakal masih bisa ongkang2 kaki….
    kalau bisa sih ya dilindungi… >:)

  7. Goenawan Lee:
    Hmm, membunuh burung-burung? :-?
    Tapi apa shock therapy model zaman dulu itu lumayan efektif untuk menjaga keamanan, meski prosedurnya mungkin agak bermasalah?

  8. hingga maut menjemputnya, pram tak juga diakui sebagai sastrawan besar. justru dunia yang mengaguminya. tapi mas gun ndak perlu heran. kalau ndak ada ironi, namanya bukan indonesia lagi, haks. termasuk membiarkan para tikus berdasi mengemplang harta rakyat, sementara penjahat kelas teri diburu sampai ke liang lahat. tahun 2009 pun belum bisa menjanjikan banyak perubahan sebelum tokoh2 status quo tersingkir dari panggung kekuasaan.

  9. Kau memang semakin dewasa gun.

    *menunggu shock therapy buat para tikus*

  10. semoga ini menjadi kritik pemerintah sekarang… :)
    nah sy setuju kalo prinsip sugali ditetapkan bagi tikus2 yg gerogoti keuangan negara…
    tapi di sisi lain, kadang ada juga yang terjebak atau perannya kecil..
    nah masih butuh pengadilan sih juga buat ngadilin.

    tapi sy bertanya2, koq orang bertato yakz? hehehehe

  11. …dan akhirnya,

    Halls of justice painted green
    Money talking
    Power wolves beset your door
    Hear them stalking
    Soon you’ll please their appetite
    They devour
    Hammer of justice crushes you
    Overpower

    The ultimate in vanity
    Exploiting their supremacy
    I can’t believe the things you say
    I can’t believe, I can’t believe the price you pay
    Nothing can save you

    Justice is lost
    Justice is raped
    Justice is gone
    Pulling your strings
    Justice is done
    Seeking no truth
    Winning is all
    Find it so grim, so true, so real [...and Justice for All, Metallica]

    *Sad but True tenan yo Dab..?!*

  12. pesan lagu iwan falsnya dunk bro….. !@!!@!!@!

  13. Ya, seperti yang kamu katakan, keseriusannya dalam mengejar-ngejar Sugali-Sugali ini patut dicontoh, namun menghukum *menembak mati!* tanpa proses keadilan itu yaa… bisa bahaya kalau salah sasaran. :=! Dan seperti yang dikatakan entah siapa aku sudah nggak tahu lagi, lebih baik
    membebaskan seribu penjahat daripada salah menangkap satu orang bersalah, atau semacamnya (walau kalau perbandingannya 1000:1, rasanya…)

    Tapi kok nggak sekalian mengejar-ngejar ‘tikus-tikus’ dalam pemerintahan, sih?

    Lha, gimana tikusnya ditangkap dong kalau kucingnya saja sudah ditaklukkannya… 0:]

    (Eniwei… Itu foto preman nggak dapat, foto soulmate pun jadi ya… )

  14. Jadi pengen belajar buat jadi sniper, terus nembakin pejabat-pejabat itu satu persatu, pas di jidatnya… Sampe otaknya (kalau emang ada) moncrot, terburai..

    *hiperbol*

  15. ahhh, itu toh sejarah lahirnya lagu sugali ini, hehehe… Saya penggemar lagu2nya iwan fals soalnya, jadi jaman kuliah dulu, lagu2 iwan akrab sekali ditelinga saya, kebetulan sahabat2 saya juga aktivis thn 98, jadi yah cukup hapal lagu2 yang bernada sindiran seperti ini, termasuk lagu2 slank…
    (ya ampun, baru nyadar betapa tidak feminimnya saya ketika kuliah dulu, hahaha)

    bicara soal pemimpin, saya sama seperti pak Pram… agak pesimis melihat caleg2 yang berbondong2 mencalonkan diri dalam kancah pemilu 2009 mendatang… Sorry to say, tapi sepertinya saya belum melihat ada sosok yang bnr2 layak untuk dipilih.

    Yang jelas… Money will speak LOUDER… trust me :((

  16. ya kalau enggak ada yang mau jadi penguasa, nanti malah bingung lagi :D

  17. salah seorang PNS pernah bilang ke saya, “kebanyakan dari kami ini korupsi. cuma bedanya ada yang sial dan ketahuan”
    itu artinya mereka menganggap itu gak salah. jadi kalau mau mengharapkan korupsi tuntas dengan segera. agak susah.

  18. walau nggak kena semua…
    tapi perlahan tikus-tikus dan kucing yang sering main petak umpet ini….
    ketangkap basah… karena pembagian lahan dirumah mulai sempit…
    sudah banyak ruang yang dibuka…apalagi tukang bersih2nya bisa menginterogasi si kucing tanpa harus minta izin dulu..heheheheh

  19. gun, postingan yang ini aku ngga baca. sumpah

    met idul fitri… mohon maaf lahir batin

  20. Istilah Gali sendiri berasal dari Jogja…Gerombolan atau Gank liar, diciptakan oleh LetKol Hasbi dulu damrem di Jogja yang memulai menembaki preman preman Jogja. Terus ide ini dipakai secara nasional sama Pak Harto dengan operatornya Jend LB Moerdani.
    Kalau sekarangJogja sudah nggak ada preman gun,..orang orangnya sudah romantis dan melow..

  21. Kalau sekarangJogja sudah nggak ada preman gun,..orang orangnya sudah romantis dan melow..

    ;))

  22. Kok tadi muncul sebagai firefox ya… ;))
    Bismillah, semoga Opera..

  23. Tapi sayapun gak setuju ama Petrus itu

    Kalo ampe kasus salah tembak udah laen cerita

  24. semoga Leksa tidak diburu Petrus walau tampangnya seram dan mirip preman, amin.

  25. Iwan Fals yang saya tahu “aku bukan pilihan” kalo sugali itu yang mana yah?

  26. Kebetulan Mas Gun, saya sempat diskusi dengan anak Korlap Petrus tersebut. Identitasnya tidak saya umbar, tapi beliau ini secara sengaja memang bilang, bahwa saya boleh sebut kalau rumahnya tidak jauh dari mantan RI 1 yang telah almarhum.

    Beliau bilang bahwa pada saat Petrus itu adalah kegiatan yang resmi. Korlapnya berganti-ganti, sesuai dengan siapa yang menjabat dengan jabatan tertentu di kesatuan pengamanan tertentu.

    Kata beliau, waktu bapaknya masih jadi Korlap, setiap sore, bapaknya itu memegang list. Di dalam list itu, ada daftar-daftar nama yang akan ‘disukabumikan’ (istilah mereka sebagai eufimisme pembunuhan).

    Artinya, korban yang akan ‘disukabumikan’ bukanlah sasaran asal tembak belaka.

    Tapi pada kenyataannya, banyak nama orang tak bersalah juga masuk ke daftar list tersebut. Diantaranya karena dendam. Entah siapa yang dendam, dan bagaimana bisa masuk, beliau tidak bercerita.

    Tapi ada juga nama yang seharusnya ada di list tersebut, dihilangkan. Sebab diambil oleh Sang Korlap sebagai ‘tenaga pengamanan’ untuk usahanya di Bekasi.

  27. wah…baru tahu nih thx ya infonya..

  28. cikaakkak, top artist di last.fm : Iwan Fals (300++plays)

    Fine, I\’ll buy a M4A1 Carbine with Scope from eBay and try to deliver it to you by hiding it inside a Wide-Screen TV.

    After you receive the Wide-Screen TV, Smash it, then you\’ll get the goods…

  29. Memang bikin shock therapy sih. Tapi si petrus-petrus ini juga bikin rasa resah dan ketakutan di masyarakat, takut salah tembak…

  30. dasar anak jahanam…!!!!
    lebaran ga pulang kampung kau nak..!!!!

    durhaka…durhaka..!!!!

  31. d^b
    Pram itu orangnya mandiri sekali yah. Kepada penguasa dia tunjukkan sikapnya bahkan ketika penguasa itu dari kalangan kyai sekalipun beliau gak mau kompromi. betul2 “istiqomah”

  32. Mas Iman betul, Bang Aip jugak bener….

    Sebagian besar komentator disini pasti nggak tau kondisi saat itu, baik antara permasalahan dan penyelesaian masalah.

    Premanisme saat itu ( dekade 80an ) memang sudah sangat mengkhawatirkan. Disatu sisi proses hukum berjalan sangat lambat.

    Jadi nggak mungkin menyandingkan penyelesaian permasalahan saat itu dengan kondisi saat ini.

    Btw saya setuju mengenai persoalan koruptor, ( dimana mungkin situ “enggan” ato masih jiper untuk mengungkapkan “penyelesaian” para koruptor ).

    Nampaknya perlu dibuat Undang-Undang khusus bagi koruptor yang terbukti dalam sidang, untuk ditembak mati sampe mati di alun-alun kidul…..

  33. Hmm gemes-gemes! Saya jadi pengen ngasih sendiri shock therapy ke tikus-tikus bangunan pemerintah itu. Sek-sek, tak pasang Sniper Scope di Precision Rifle-ku dulu *main Crysis Warhead lagi* ;))

  34. Wah post menarik nih. Btw, apakah Anda meragukan kucing-kucing di Rasuna Said?

  35. bagus itu, tanpa ampun, tanpa resek2..

    saya mendukung para petrus!!! (masih adakah mereka?)

    daripada meja hijau yang enggak tegas, liat aja amrozi dkk diundur terus eksekusinya, huah…:-@

    btw, gua supridiot gun, hahaha…

  36. ah, sepertinya anda tak akan di tembak mati tuan penulis, cuma masih ada kemungkinan hilang mendadak… wakakakakak…

    Jadi ingat salah seorang penyaksi yang membeberkan makam para korban kerusuhan tempo doeloe, sampai sebuah media elektronik memalsukan alamat dan namanya.

    Petrus, 2 sisi. Aman, namun tersalahgunakan.

  37. Petrus pensiun karena mengkhianati Yesus, sampai tiga kali bahkan ;)

  38. bayangin kalo sekarang ada petrus. tora sudiro udah lama modar pastinya yah :D

  39. Hummm….sugali kereen! *nyanyi nya*

    Jadi inget lagu Tikus-Tikus Kantor…. !@!

  40. Aq kok dr palembang ya? *oot*^^;

  41. ^^; jadi keringetan kalo ngebayangin dibrondong pistol ato senapan
    btw, salam kenal ya Goen ^_^
    kapan pulang ke palangkaraya?

    cheers,
    Kaede

LeaveComment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
Please note that pertamax word and its variants will be held in moderation queue. Be wise.
This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

hadraniel

[XHTML] You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

"I offer themes that showcase your content, not my design skills." —Scott Allan Wallick, plaintxt.ORG

del.icio.usbookmarks

Flickr.comphotos

Mbilung #3SnackMbilung #2Mbilung #1Gadget #5Gadget #4Gadget #3Gadget #2Gadget #1