Feed Online with WordPress 2.6.2 on ! 43 posts and 9,363 comments.

Satria Jawa Paripurna 07.09.08

By Goenawan Lee posted in article, literature. Sunday, Sep 7th, 2008 at 9:31 pm

Orang-orang tua bilang ada ada lima unsur simbolik yang menandakan seorang lelaki bisa menjadi satria Jawa yang paripurna. Masing-masing punya kekhasan tersendiri, dan lelaki Jawa akan dianggap komplit jika mempunyai kesemuanya. Kelima syarat itu antara lain: Wisma, Wanita, Turangga, Kukila, dan Curiga. Kini, tidak seperti evaluasi diri Mas Yeni Setiawan, saya tidak berdarah Jawa tapi ingin mengevaluasi lima perkara ini.

Kelima syarat ini, selain memiliki arti harafiah, juga memiliki makna simbolik yang dalam. Saya memang masih rendah ilmunya, lagipula tak memiliki darah Jawa, sehingga hanya mampu menguraikan sedikit di antaranya. Tapi toh tak ada salahnya untuk sedikit menikmati uraian singkat berikut ini.

Wisma, berarti rumah atau tempat tinggal. Konon katanya ini tempat satria bertolak dan kembali. Tak peduli di Yogya atau Semarang, yang namanya rumah ini bisa berdiri kokoh di mana saja, di bumi manusia. Rumah ini tentu kepemilikan pribadi, tempat sang lelaki menitipkan kepercayaan dan perlindungan dirinya. Bisakah lelaki pengembara dikatakan mempunyai rumah? Ya, tentu, jika ia mempunyai rumah di mana ia bertolak dan ke mana ia akan kembali. Sekali lagi tak masalah di mana, tapi rumah harus terawat, karena rumah itu mencerminkan kepribadian pemiliknya. Dan ah, apakah rumah antik bersejarah yang usianya tua lebih bagus?

Wanita, sudah jelas apa artinya harafiahnya. Wanita, merujuk kepada pasangan, namun lebih pas lagi jika ditujukan kepada istri. Tapi Wanita tak sekadar istri bagi suami. Ia adalah perlambang kehidupan, kemakmuran, dan kesuburan, dan bisa pula menimbulkan rasa bangga di dada seorang lelaki. Seorang lelaki apalagi satria, sudah barang tentu akan terasa hambar jika hidup sendiri. Seorang istri bisa menjadi motivasi bagi lelaki, jika itu diperlakukan dengan baik. Kalau sekadar berkutat di dapur, sumur, dan kasur, bisakah menjadi pasangan yang melengkapi lelaki? Tapi zaman sekarang, salah-salah istri bisa berubah menjadi ikat pinggang yang mengekang lelaki.

Turangga, yaitu kuda, kendaraan. Secara harafiah jika di zaman dahulu satria memakai kuda sebagai kendaraan, maka zaman sekarang bisa diartikan literal sebagai sepeda motor atau mobil. Kini ada kuda bernama Supra, Vega, Ninja, dan lainnya yang berseliweran di jalanan. Dengan adanya kendaraan seorang lelaki bisa dengan mudahnya bepergian ke mana saja. Bahkan, bisa mengunjungi sang istri apabila jarak keduanya terpisah jauh, semisal dari Pantai Utara Jawa ke Pantai Selatan Jawa. Namun selain itu dalam arti tersirat pun, kuda yang merupakan alat untuk membawa lelaki ke berbagai tempat ini bisa berupa sesuatu yang tak terlihat oleh mata fisik. Kendaraan ini bisa berupa ilmu pengetahuan, kemampuan, kedigdayaan, keahlian. Karena dengan kesemua itu, langkah seorang lelaki akan bisa menjangkau banyak tempat, tidak terkukung dalam satu wadah yang terbatas saja.

Kukila, yaitu burung. Burung asli dalam sangkar, maksud harafiahnya. Jadi jangan berpikiran terlalu jauh dulu, toh para lelaki sudah sedari lahir memiliki yang lain itu, bukan? Burung ini lambang klangenan, yaitu kegemaran atau hiburan, juga keindahan. Tanpa itu rasanya hampa hidup seorang lelaki. Terus menjadi robot yang bergerak teratur setiap waktunya. Seorang lelaki harus mampu memaknai lalu mengolah keindahan, serta juga seni. Berkutat dengan barang antik bisa menjadi contoh yang sangat baik untuk hal ini.

Curiga, yaitu keris, atau senjata. Senjata ini bukan bertujuan untuk melukai atau menyerang. Pada dasarnya keris bukan alat tikam, namun piandel atau pembangkit rasa percaya diri. Dengan keris di pinggang, seorang lelaki akan meluap-luap rasa percaya dirinya. Zaman sekarang sudah barang tentu tak mungkin lelaki membawa-bawa senjata. Senjata ini jika diartikan harafiah. Senjata bisa berupa kekayaan, bisa juga ilmu. Tergantung bagaimana memanfaatkannya untuk melindungi. Tapi sebenarnya bagian kelima ini adalah yang mempertahankan empat sebelumnya. Tanpa keris ini, kesemuanya bisa bubar tercerai berai tanpa perlindungan. Keris ini adalah lambang kedewasaan, kewaspadan, dan keperwiraan. Artinya seorang lelaki bisa melindungi, misalnya rumah dan istrinya. Dan lebih jauh lagi, harus tangguh dan mampu melindungi diri, keluarga, dan membela negara. Oh ya, jika mempunyai banyak keris tapi sebagai komoditi bisnis tribal bagaimana ya?

Nah, itulah sekelumit penuturan tentang lima syarat seorang lelaki Jawa yang bisa dikatakan sebagai satria, atau true Javanese gentleman. Memang cuma uraian yang sangat singkat dan terbatas.

Sendika dhawuh, sinuwun. Selamat, Mas Firmansyah. Njenengan sekiranya akan menjadi satria Jawa yang lengkap dan digdaya. Apalagi sumpahnya tahun lalu bagai Sumpah Palapa Gajah Mada, bedanya sumpah tribal ini terlaksana dengan sempurna.

“Saya ingin punya pacar dari CahAndong…” ujarnya.

Mungkin Mas Ari Prasetyo ingin mengikuti jejak Mas Firmansyah? Toh jangka waktu resolusi 2008 sudah mendekati batas akhir.

 

* Sumber gambar berasal dari Heritage of Java.

socialbookmarks

entrymeta

You are reading the article, Satria Jawa Paripurna. This article was written on Sunday, 7th September 2008 at 9:31 pm and last update on November 20, 2008 at 7:31 am. You can find similar articles in the article, literature category and , , , , tags, or more articles by Goenawan Lee, if you enjoyed this article. If you have any comments about this article, you can use contact page, or leave a comment below. You can also follow comments made on this article via my RSS 2.0 feed or subscribe to full feed. Thank you for visiting my weblog.

Feed Want to stay up to date with my postings? Watch my blog and subscribe to full feed or comments feed.

82comments

  1. *nunggu perang komen* ~8)

  2. halah, endingnya guyon ternyata;))

  3. Bahkan, bisa mengunjungi sang istri apabila jarak keduanya terpisah jauh

    Selama ini naik kuda bernama Lodaya, ya? Kok nggak pernah mencoba menunggangi Turangga saja ;))

    Burung asli dalam sangkar, maksud harafiahnya. Jadi jangan berpikiran terlalu jauh dulu, toh para lelaki sudah sedari lahir memiliki yang lain itu, bukan?

    Lha, tapi kan kalau tidak punya burung yang itu memang bukan lelaki namanya… :|( *dilindas mobil*

    Duh, ini entry selamatan atau sindiran, sih, buat yang telah jadian~? Serasa menyindir seseorang yang memiliki bisnis barang-barang tribal yang baru diceritakan kepada saya. ;))

  4. @ cK: Komen doms ah.

    @ venus: Serius ki, mbok. 8p

    @ Infinite Inficio: Turangga dari SBY ke BDG lewat YK berangkatnya jam 11 malam, enakan Lodaya yang sampai lebih pagi.
    Lah ini entry tulus ah. :P

  5. Burung ini lambang klangenan, yaitu kegemaran atau hiburan, juga keindahan

    wah…. kalo dipotong seperti itu pasti ngakak2 :lol:

    wah filosofinya karakter pria jawa… kyknya sy ngak sampe deh :D

  6. Wisma bisa cari gubuk di pinggiran ciliwung.
    Wanita… rating blog ini brp sih? x)p
    Turangga… jual motor listrik harga murah kualitas teratas!
    Kukila… http://www.deviantart.com lol
    Curiga… jaman sekarang tanpa senjata asal menang jumlah ntar jg menang kok. :d

  7. namanya aneh-aneh gak paham sayah :D turonggo = senengane turu neng tonggo??? *OOT* :D

  8. Wisedom itu tidak mengenal darah kok Dab. Justru seperti mata, kamulah yang bisa melihat mataku dengan jelas daripada aku sendiri melihat mataku.

    Begitulah segala sesuatunya terjadi, menurutku.

  9. ntar kl ktemu org bule lagi, mau coba ngasih tahu ini dan klaim sebagai “metode hidup ala indonesia” ah. ;))

    Semua orang di indonesia berjuang untuk istana, istri, bmw, tipi dan senapan angin!

  10. *manggut-manggut* ;))

    *nyatet*

    menuju kedigdayaaan *halah* =))

  11. Gun.. segera deh kamu bikin surat macam surat adipati karna itu buat kekasih lodayamu disana.. sebelum bom molotov menghancurkan warung gubug atau djendelo kafe

  12. ckckckckck.. :d giamana kalo ada kurang tuh syarat2 di atas? jadi gak sempurna dong sebagai lelaki :d

  13. d^b emang beda klo yg kejawen mah
    :d

  14. opo ki ?? :o

    aku baca ini malah jd kasian bgt sama cowo jawa. utk menjadi ‘komplet’ dia tergantung oleh 5 hal tersebut. so pathetic. kebendaan bgt bukannya, dan bisa ilang sewaktu-waktu.
    lima hal tersebut bukan hal yang sejati bukan ?/

    pathetic…..i feel sorry for java man….

    *wong jowo murtad*

  15. tp sayang gun kamu bukan true Javanese gentleman :-? *digetok*

  16. bandwidth bs masuk turangga kan.. :) apalg jarak jauh..
    ooo..CA lg mengharu biru oleh daya ♥ rupanya..
    selamat buat yg menempuh (masalah) kisah baru :)

  17. mendem wedokan rak ketinggalan,gun…. :!@!

  18. @ aRuL: Dipotong apa, kang? :P
    Lah saya juga ndak nyampe tuh. :))

    @ Steax [1]: Senjata kan bisa berbentuk banyak hal, taktik juga senjata. Dan keberanian berkata juga senjata? Blog juga senjata, ah ra mudeng aku…

    @ mantan kyai: Saya juga ndak paham. :|

    @ Yeni Setiawan: Menjura kepada Yeni Titik Setiawan… Oooo…

    @ Steax [2]: Ini warisan filosofi Djawa dan bisa jadi Indonesia tho dab?

    @ Eru Reed: Hayo, sahaya juga manggut-manggut sahaja nih.

    @ funkshit: Nungsi ke Puskom piye?

    @ arsyadsalam: Itu rasanya filosofi satria sahaja deh. Mbuh ah. :P

    @ alle: Asem ik!

    @ memeth sumeong: Kebendaan apa tho, budhe? :D
    Kan masing-masing bisa merujuk ke wisdom tho? Seperti yang tertulis. :P
    Ah, pasti ini pembelaan buat sang satrianya budhe…

    @ aprikot: Ndak apa. :D

    @ dani: Iya, Turangga… :)) *lagi Y!M-an*

    @ abeeayang™: Wakakaaa… ;))

  19. sepertinya akan ada makan makan besar neh………… 8-b

  20. tinggal nglakoni,
    plus kungkum di sendang…

  21. Sigh, mak jleb!! menusuk sekali, juragan…

    #-o

  22. Saya jadi ingat percakapan antara Minke dan ibunya dalam “Bumi Manusia”. Saat itu Minke baru saja pulang setelah lama tak terdengar kabarnya. Minke yang hebat itu pun cuma bungkam saat dipetuahi dengan begitu lembut oleh ibunya ihwal wisma, wanita, turangga, kukila dan curiga. Itu salah satu percapakan indah yang pernah saya baca dalam khasanah kesusastraan Indonesia.

  23. wah, postingan ini sarat dengan idiom2 jawa. kesempurnaan hidup orang jawa konon memang bisa dilihat dari kelina ikon itu, mas gun. tapi seieirng dengan perubahan zaman, agaknya nilai2 filosofis semacam itu suatu ketika hanya akan jadi simbol belaka.

  24. aseli ndak ngerti filosofi jawa,, ngerti cuman sandang, pangan, papan.. ;))

    salam kenal.. :)

  25. Lha lawannya gagamatala (curiga, turangga, wisma, wanita, kukila) yaitu molimo gak dibahas sekalian Mas Gun?

    Oh ya, thanks sudah mampir dan meninggalkan jejak.

  26. Gun, dirimu sudah dapet semua belum 5 hal itu?
    *meragukan* –|

  27. si gun lagi berusaha chic *menanggapi komen chic* :P

  28. wew!!! orang jawa emang kebanyakan filosofi ;)) tapiiiiiii dengan nilai2 luhur ini emang kita diharapkan bisa jadi manusia seutuhnya *ngomong apa saya inih?*

    btw… smoga kalo memang anakku nanti lelaki… bisa memenuhi semua unsur ituh !@! amiiinnn!!!!

  29. Ini perasaan saya saja atau memang blogger itu kebanyakan orang jawa yah? Maksudnya dibandingkan dengan satuan budaya lainnya. Kayaknya sering kali saya menemui filosofi Jawa di blogosfer.

  30. @ yusdi: Aminnn~

    @ IMAN: Akh, jamane gampang meteng… mlayu*

    @ Nazieb: Saya cuma menusuk cewek, nggak menusuk cowok…

    @ zen: Kalau nggak salah itu menjelang pernikaha Minke atau bukan, nggg? Ah ya, Minke yang mengagumi segala sesuatu tentang Eropa dan dunia modern hanya bisa diam membisu saat itu.

    @ sawali tuhusetya: Malah bisa bersifat kebendaan dan keduniawian saja, pak. :(

    @ wildankurnia: Salah juga. Saya ngertinya cuma slogan KB: 2 anak lebih baik! :D

    @ dosengila: Kali ini cuma buat nggarapi seseorang…ups… ;))

    @ Chic: Jlebbb… :|

    @ didut: Berusaha apa tho? :))

    @ carra: Amiiieeennn… Semua kebudayan punya filosofi tertentu, dan kadang jika ditelaah filosofi-filosofi itu mitip-mirip juga ya. Misalnya dalam Konfusius dan Kejawen.

    @ gentole: Apa bisa kita kaitkan dengan penggunaan internet yang rada marak di Pulau Jawa? !@! *seenaknya mengkorelasikan*

  31. wah hebat….

    banyak orang jawa sendiri yg gak mengerti artinya turangga d^b

  32. d^b d^b d^b siip…

  33. Numpang, …
    Kuda juga bisa berarti simbol pengendalian mas karena jika orang menaiki kuda maka dia akan memegang tali kendali. Jadi, jika ingin sempurna, manusia harus bisa mengendalikan semua nafsu yang menguasai dirinya. Intinya adalah pengendalian diri :=!

  34. @ torasham: Oh ya?

    @ yurie: |(

    @ sigid: Wah, benar itu mas. Filosofinya makin saya pahami sedikit demi sedikit. :=!

  35. Saya bukan orang Jawa. Tapi saya suka dengan kelima prinsip Jawa di atas. Salam kenal.

  36. Walaaah, Mas Gun. Kekny saya ga mungkin jadi gentleman Jawa kalo begitu penilaiannya. :lol:

    Meskipun saya suka sama adat begini. Setidaknya lebih bijakana dalam menilai seorang pria ketimbang orang zaman sekarang. Sekarang ini kan seringnya lebih penting, duit, duit, duit, karir, ganteng. Cih, mana punya saya…
    Yah, meskipun lima di atas saya ga punya tapi lebih enak dengernya.

    Mas Gun sendiri, gimana?
    *nanya istrinya*

    *dijitak sama Mas Gun*

  37. Ternyata njenengan lebih njawani ketimbang kulo mas! halah…

  38. @ Rafki RS: Salam kenal juga. Lah saya juga bukan kok. :D

    @ Lemon S. Sile: Yah, memang sih saya ganteng… Tapi yah beginilah. B-)
    Tanya isteri saya sana~

    @ Gempur: Haiyah, saya kebetulan suka mempelajari sahaja kok. :=!

  39. kalau begitu saya mau nanya…

    gimana caranya supaya saya bisa menerapkan kelima prinsip di atas pada diri saya ya? |(
    *kok jadi kayak konsultasi kodoh gini sih??* ;))

  40. wah, berat euy kalo di suruh milih yg mana dulu. kalo kamu disuruh milih mana yg pertama, mau pilih mana hayo?

    *lam kenal ya…

  41. wah,,,susah yah klo mo jadi ksatria? tp kekna emang bener ituh ukuran untuk jadi menantu yg mau tanpa hambatan :D

  42. @ Lemon S. Sile: Ngobrol langsung aja nanti. :=!

    @ sinau: Lah, kan bukan masalah urutan tho? :P

    @ AngelNdutz: Argh! Saya belum bisa melamar anak orang. :((

  43. Itu kelima syarat ditulis berdasarkan prioritas ya? Wah, Wisma itu yang berat! *merenung karena masih ngekost* :p Menjura kepada Mas Escoret…

  44. Lha jaman sekarang apa kemana-mana mesti mbawa pistol, Goen….

    ***komen ndak mutu….***

  45. he..he… emang di cahandong.org keren2 ya? ampe segitunya pengin dapet pacar dari sana… he..he.. btw critanya keren… siip bro…d^b

  46. Hi hi, mas, saya itu baru sadar kalau IP saya dideteksi berasal dari Pontianak di tempat njenengan.
    Padahal ndak lho .. ;))

  47. @ -=«GoenRock®»=-: Bukan priritas, tapi keterkaitan. :D

    @ mbelGedez™: Bawa pistol…di, ehn? ;)

    @ Masenchipz: Nggak, mungkin si Firmansyah khilaf saat itu. ;))

    @ sigid: Haiyah, aslinya di mana dong?

  48. d^b d^b d^b hebat sekali pemahamannya tentang jawa..

    btw, curiga ternyata artinya keris yahhh, wah wah wah… bener2 baru nyadar kalo saya tidak tahu sama sekali bahasa jawa, hehehehe… :)

    |(!@!

    OOT: sebagai newbie… saya malu harus mengakui kalo baru tahu GUM dan GUN ternyata adalah 2 org yang berbeda, hahahaha… bener2 bodoh saya ini… :P

    ;))

  49. Ampunnnn…

    baru nyadar kalo saya mempergunakan emoticon secara berlebihan… habis lucu2 sih, hahahaa… saya malah tadi latah pengen bikin cerita yang mewakili semua emoticin yg ada diatas.

    KAli ini komtar terhadap komentar saya sebelumnya itu, tanpa emoticon…

  50. Dengan adanya entri dan komentar-komentar disini, tampaknya sudah bisa dibenarkan bahwa pembuat entri yang terhormat sudah bisa dan sudah mau dipanggil dengan titel “Mas Gunawan”. :D

    *nyampah*
    *kabur*

  51. Kalo 5 unsur simboliknya “molimo (minum, main, madon, madat dan maling)” gimana tuh? ;))

    *kabur*

  52. semoga bisa terpenuhi kelima-limanya !@!

  53. @ silly [1]: Bukan secara literal, cuma nama simbolisnya aja. Hehee… Saya juga masih harus banyak belajar.
    Heee, saya yang newbie, mbakyu… :=!

    @ silly [2]: Eh, buat aja ceritanya! Hihihiii…

    @ Xaliber von Reginhild: *tendang*

    @ Tito: Baru nanti… :P

    @ dhepe: Amieen…

  54. Euh… saya mencoba sedikit lebih serius kali ini…

    Kenapa wanita dijadikan salah satu kriteria ya? :? Meskipun ada penjabarannya, tapi itu berarti yang hidup sendiri tak bisa memenuhi kriteria? Seperti Bethoveen (atau Mozart ya?) yang tidak menikah… apa ini bisa disalurkan ke alternatif lain? :=! (dalam arti positif)

    *mudah-mudah ngga ada interpretasi yang aneh* ^#(^

  55. wah..wah…. Mas Gun… sudah hampir lengkap yah….

    Wisma : sepertinya sudah hampir ada
    Wanita : jelas ini ada di Priangan
    Turangga : Punya kan? hehehe
    Kukila : Sepertinya sudah ada
    Curiga : wah yang ini jelas ada donk…

    berarti hampir menjadi satria yah… selamat…!!!

    @Xaliber:
    Bisa saja di interpretasikan sebagai hal yang lain….

  56. Wahh hebat……..benar2 memahami falsafah Jawa, yang diajarkan untuk para calon pengantin…..terutama untuk calon pengantin pria.

  57. walah… persepsi saya selama ini Turangga itu jenis ban mobil hihihi…
    **pergi ke puskesmas ngecek darah jawa or engga**

  58. Kalo buat jadi Wanita Jawa Paripurna, apa syaratnya, masbro? :d

  59. Meski saya orang jawa, beberapa hal di atas rasanya masih jauh buat saya miliki…

    Ah…

  60. lebih afdol lagi gak, kalau kudanya dari jenis Mitsubishi Kuda?

  61. @ Xaliber von Reginhild: Cuma melihat unsur kebendaannya aja? :P
    Kan selain kebendaan juga ada sebagai simbolik yang tersirat.

    @ someone: Masih jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuh….

    @ edratna: Saya belum jadi calon pengantin. :D

    @ CY: Kukira dulu kereta api. :))

    @ Satria Biawak: Ente mau cari wanita Jawa apa Sunda? >:) *kabuuur*

    @ ardianto: Saya jauuuuuh juga. :((

    @ Nesia!: Ngepas namanya, tapi saya prefer motor gede aja. :D

  62. membayangkan kalau kita telan mentah-mentah “ayat” tersebut…..
    parkiran mall bakalan penuh dengan kuda
    :D

  63. @ kyai slamet: Hwakakaa, tapi cowok bakal merawt burungnya loh. :P

  64. Akhirnya ga jadi ngomongin ini waktu itu… *siyul-siyul*

    Jadi, Tuanku? Bagaimana caranya?

  65. @ Lemon S. Sile: Eh lupa, lain kali saja deh.. Lagi kerja soalnya. :=!

  66. @Goenawan Lee:
    Hmm, kok unsur tak tersirat dari wanita tak tertangkap oleh saya ya. x)p

  67. @ Xaliber von Reginhild: Yang menemanimu di kala sendirian, yang bisa membuatmu tersenum jika bersedih, yang bisa menenangkanmu di saat kalut…

    Laptop?

    *digebuk*

  68. OMG wanita digantikan begitu saja oleh laptop… :y *ditendang*

  69. @ Infinite Inficio: Lha bagiku nggak~ :d