Archive for September, 2008
Membicarakan Ingatan
"Pengetahuan menjadi pengetahuan sejati hanya bila diperoleh dengan usaha pemikiran bukan ingatan."
~ Lev Nikolayevitch Tolstoy
Aku memulai dengan mengingat sedikit, maka aku akan berusaha keras untuk mengingat lebih banyak. Itu sia-sia. Karena dengan mengingat lebih banyak, aku akan makin berusaha untuk mengingat lebih banyak lagi. Tak pelak lagi, ingatan adalah godaan. Berbahaya atau tidak, tak begitu buruk juga jika mengikuti godaan sebuah ingatan.
Tak hanya godaan. Ingatanku juga memaksa untuk mengenang hal-hal yang memuaskanku, semua yang penuh suka cita dalam perjalananku terdahulu, namun mengabaikan yang tidak. Sebuah kewajaran jika aku menginginkan ingatan yang tidak mengecewakanku. Tapi bukankah itu hampir mustahil rasanya?
read more »
Langkah
Engkau pernah bilang kita harus tetap melangkah.
Sudah genap setahun sejak engkau berpulang.
Kuharap engkau bisa melihat langkahku di sini.
Sembari engkau melangkah juga di alam sana.
Papa. read more »
Satria Jawa Paripurna
Orang-orang tua bilang ada ada lima unsur simbolik yang menandakan seorang lelaki bisa menjadi satria Jawa yang paripurna. Masing-masing punya kekhasan tersendiri, dan lelaki Jawa akan dianggap komplit jika mempunyai kesemuanya. Kelima syarat itu antara lain: Wisma, Wanita, Turangga, Kukila, dan Curiga. Kini, tidak seperti evaluasi diri Mas Yeni Setiawan, saya tidak berdarah Jawa tapi ingin mengevaluasi lima perkara ini.
Kelima syarat ini, selain memiliki arti harafiah, juga memiliki makna simbolik yang dalam. Saya memang masih rendah ilmunya, lagipula tak memiliki darah Jawa, sehingga hanya mampu menguraikan sedikit di antaranya. Tapi toh tak ada salahnya untuk sedikit menikmati uraian singkat berikut ... read more »
Tentang Titik Dan Tamat
"Tak hanya titik di penghujung kalimat itu, bahkan torehan kata tamat pun tak akan sanggup merenggut kau daripadaku…"
~R.G.E., 2 September 2008
Akankah ada sesal di kemudian hari bagi Sang Paman setelah mengutip guratan pena tanpa pikir si anak muda itu? Tidakkah ia akan seperti Daud yang memohon dibenarkan oleh TUHAN, tersurat dalam Kitab Mazmur: "Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; bebaskanlah aku dan kasihanilah aku."?
Dan cukuplah sahaya memberi tabik sembari memohon diri, meninggalkan pelataran rumah tanpa menjawab lagi. Menoleh pun tidak. read more »
















