Feed
 
Online with WordPress 2.8 on !

Yang Eksis dan Merdeka 17.08.08

By Gunawan Rudy posted in personal. Sunday, Aug 17th, 2008 at 9:16 pm

Saya baru menyadari saat itu adalah tanggal 17 Agustus ketika saya turun dari kereta api Lodaya di stasiun Tugu Yogyakarta. “Dasar pemuda zaman sekarang, mana rasa nasionalismu, nak,” mungkin begitu tegur engkong saya jika beliau membaca kalimat pembuka tulisan ini.

eksiskamera Yang Eksis dan Merdeka

Mengingat kemerdekaan dan negeri tercinta ini, mendadak saya teringat tentang seberkas tulisan saya di masa silam mengenai eksistensi. Kira-kira begini cuplikan kalimat-kalimatnya.

Jalan yang panjang dan berliku… Ketika kata-kata orang lain menyayat ganas perasaanmu, dan identitas berada di ambang-ambang, itu memang jalan yang benar-benar panjang untuk membuat orang mengerti bagaimana perasaanmu tentang hidup di suatu tempat dimana kebanyakan dari mereka menganggap bahwa dirimu bukan bagian dari mereka. Dibiarkan atau tidak, jalan untuk mengeksiskan diri ada pada dirimu. Ada banyak rasa sakit yang tak terdengar. Akhirnya, bunyi dan keheningan pun tak bisa dibedakan.

Ya, ketika cintamu terhadap negerimu lebih dalam daripada mereka.

…dalam raungan sebuah eksistensi yang tergesa-gesa.

Cuma berupa curahan hati cengeng dari anak kecil yang berupaya mencari jati dirinya, berusaha mempertanyakan eksistensinya di saat orang-orang menilai dirinya bukan bagian dari mereka. Eksiskah anak itu sekarang? Entah, jawaban itu disimpan dalam-dalam di lubuk hatinya. Tak usahlah dipertanyakan lagi mengenai eksistensinya di negeri ini, karena ia kini mungkin berkiblat pada pepatah kuno, dadi luhur iku ora gampang, sebab wong luhur iku wong sing asor. Menjadi eksis toh tidak seperti memotret diri sendiri lewat cermin.

Menyadari bahwa negeri ini sangat-sangat kaya akan keberagaman, yang menghantarkan pada sebuah persatuan yang berujung pada proklamasi kemerdekaan 63 tahun silam, membuat saya hanya tersenyum miris ketika masih saja melihat pengkotak-kotakan di masyarakat negeri ini. Bukan salah siapa-siapa, entah karena faktor sejarah atau sosial-budaya. Saya sudah tidak peduli cap eksis atau tidak, hati saya sudah tidak terkoyak-koyak lagi seperti dulu. Semuanya saya awali dari diri saya sendiri, yang dengan penuh ketulusan mencintai Indonesia. Momen saya berteriak merdeka dan bangga menjadi Orang Indonesia adalah setiap saat, tak hanya pada hari ini, 17 Agustus. Tersenyum dan selalu berbanga lah untuk negeri ini, tak hanya ketika kebudayaan yang kita punya direbut negeri lain, tak hanya ketika olahragawan kita menggondol kemenangan dari sebuah perhelatan dunia. Misuh-misuh mengutuk yang buruk tanpa mencoba berusaha apakah bukti dari cinta?

Lalu ada seorang teman yang sedikit iseng bertanya, apa saja yang dilakukan di malam 17-an tahun ini. Ada yang bekerja, hingga ada yang cuma tidur–yang kadang mengaku lajang walau punya anak istri di kampung. Tapi terkaget-kaget juga saya mendapati ada juga yang khusyuk berdoa karena malam itu katanya bertepatan dengan nisfu sya’ban. Puji tuhan, negeri ini memang membutuhkan doa, namun juga usaha yang riil dari segenap momongan yang terikat dengannya, tak peduli dianggap orang lain eksis atau tidak.

Meskipun begitu, ada juga orang aneh yang menghabiskan malam pitulasan bersama kekasihnya–bahkan tak rela melepas satu sama lain tatkala salam perpisahan mereka terucap di penghujung dua belas jam romantika itu. Duh, Gusti Allah.

socialbookmarks

entrymeta

You are reading the article, Yang Eksis dan Merdeka. This article was written on Sunday, 17th August 2008 at 9:16 pm and last update on May 16, 2009 at 5:15 pm. You can find similar articles in the personal category and , , , , , , tags, or more articles by Gunawan Rudy, if you enjoyed this article. If you have any comments about this article, you can use contact page, or leave a comment below. You can also follow comments made on this article via my RSS 2.0 feed or subscribe to full feed. Thank you for visiting my weblog.

Feed Want to stay up to date with my postings? Watch my blog and subscribe to full feed or comments feed.

39comments

  1. I think that you love Indonesia much more than most of the people that I know. Those people who might not think you’re a part of them, but they only claim to be what they are occasionally. They should realise that they’re Indonesian, 24/7.

    About the 16th of August: I might know both of those strange people :D And one of them (or both?) is very happy with those twelve hours.

    *malah komentar nggak jelas dalam Bahasa Inggris*

  2. Cinta itu rumit, kadang mencintai menyakitkan, tapi itulah cinta *aku iki ngomong opo?*

  3. kalo gun menghabiskan malam 17an kemana nih? :D

  4. Ohoho… saya malah ditaksir cewek pas malam agustusan ini.
    Tapi saya malah jadi salah tingkah diliati kayak gitu. :-]

  5. oalah kirain orang lain itu paragraf terakhir…
    *eh sy tadi kopdar 17an lho :D sama orang2 terkenal :lol: *

  6. Untung aja saya ndak ikutan lupa. Jauh2 hari sudah diingetin melulu sih.

  7. merdeka mas!

    Anda bagian dari saya kok. jangan :(( dan jadilah begini :d saya percaya, anda bagian dari saya dan bagian dari kemerdekaan ini :)>-

  8. I don’t see anything special from celebration this year… or was I too blind? :-?

    Met HUT RI bagi yang merayakan. :D

  9. postinganmu mellow sekali… /:)

  10. Gun, sesungguhnya kamu jauh lebih eksis daripada yang kamu bayangkan (setidaknya tuk cewek yang kamu peluk) :)>-

    Malam 17an pas bulan purnama kan? :-]

  11. duh jadi malu..
    malem 17an di depan kompi

  12. setiap orang agaknya memang punya cara sendiri dalam meraykan ultah negerinya. semoga saja ndak sampai larut dalam kegiatan hura2.

  13. apa kabar? :d
    malem tujuhbelasan ga istimewa menurut saya mah, jadi ya biasa ja,
    dan lalu dikaitkan dengan cinta? kok bisa ya?
    binun tenan….

  14. @xaliber:

    I don’t see anything special from celebration this year… or was I too blind?

    No, not blind… You were just less informed :D *stomped*

    [real comment]

    Meskipun begitu, ada juga orang aneh yang menghabiskan malam pitulasan bersama kekasihnya–bahkan tak rela melepas satu sama lain tatkala salam perpisahan mereka terucap di penghujung dua belas jam romantika itu. Duh, Gusti Allah.

    Anda mengaku aneh, tuanku? :D *digampar bolak-balik*

  15. merdeka, mas….
    semoga hari esok lebih baik…
    :D

  16. memang aneh…
    org aneh kok ngaku.. ♥

  17. ah br nyadar..masih lbh banyak windows..semoga negara ini benar2 merdeka :)

  18. apakah kita sudah merdeka? Entahlah….

    Mengenai malam juhlasan…. disini suasana hambar… entah mengapa, berbeda dengan tahun2 sebelumnya….

    Lalu salahkah bila bercengkrama dengan seorang pujaan hati? menurut saya ndak. Salahkah? Entahlah…..

    apapun yang terjadi DIRGAHAYU NEGERIKU…. JAYALAH TERUS INDONESIA-KU

  19. Merdeka bos !

  20. tenryata benar jatuh cinta bisa merubah karakter seseorang :-]

  21. @ Infinite Inficio: Te-hee~ Thanks. And I know that both of them are very happy, dear. :D

    @ manusiasuper: Kenapa, ndul? :-?

    @ aRuL [1]: Lalalaaaa~

    @ p4ndu_454kura®: Halah, ke-GR-an aja kau ini nak!

    @ aRuL [2]: Hohohoooo.. Paragraf terakhir biasanya ngaco. :P

    @ Johan: Lho masih ingat komen di blog tho? :P

    @ gempur: Amin~

    @ Xaliber von Reginhild: Entah yaaa… Tiap orang punya sudut pandang sendiri kok. :P

    @ cK: Komen tante melan sekali..

    @ jensen99: K-kok tau pelukan…? :o

    @ hanggadamai: Mendingan daripada yang tidur di kereta. :-]

    @ sawali tuhusetya: Amin, pak. :D

    @ mina: Oh ya? Oh yaa? Heheheee… :D

    @ masamune11: Lha memangnya itu sayaaaaa? :-]

    @ sluman slumun slamet: :D

    @ dani [1]: Karena mendramatisir?

    @ dani [2]: Beliin MacBook…. :(

    @ entahlah: Komen yang gado-gado kayak entry ini. :D

    @ Fikar: Yo!

    @ aprikot: Lha kenapa tho budhe?

  22. Saya sih memang sejak dulu tidak pernah antusias merayakan HUT RI. Bukannya tidak nasionalis tapi memang saya ndak suka merayakan sesuatu. Tapi kalau merayakan kejatuhan rezim, hayuk lah.

    Pengkotak-kotakan? Indonesia sekarang sudah terpecah cita-citany beda dengan dulu. Sudah saatnya Indonesia bubar kecuali kalau mau menyatukan cita-cita.

  23. Setiap orang, setiap komunitas punya cara sendiri merayakan HUT republik tercinta ini. Semoga dari lubuk hati demi optmistis ke depan. Salam, Merdeka.

  24. oh ya, kemaren 17-an ya? RT/RW wa dah kg ngerayain lg seh.

    buat gwa seh kg penting, toh Indo bisa dibilang negara yang hampir punah.

    mungkin cuma tinggal tunggu waktu aj.

    Rasa sayang gwa ama negara Indo dah abis sejak beberapa tahun silam

  25. Tapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu bukan kamu, gun :P

  26. Dalam banged. Jarang2 ada yg posting kayak begini. :) postingan yang bagus!

  27. ihik endingnya ituuu…tapi bener tulisan ini melow banget

  28. oalah gun…. :))

  29. nggak papa Gun, memadu kasih juga salah satu bentuk ekspresi kemerdekaan dengan cara yang berbeda..Apalagi kamu kompakan pakai baju merah putih

  30. kamu tirakatan nya di bandung tho

  31. @ Lemon S. Sile: Bagaimana penghabisan waktu itu bermakna, tuan. :>

    @ Ersis Warmansyah Abbas: Yap, itu diang, Pak. :D

    @ Kerfirou: Kowe jangan lari ke negeri Otaku!

    @ masamune11: Desho desho?

    @ zee: Dalam yang melankolis kali… :P

    @ unai: Kenapa endingnya budhe? :D

    @ yusdi: Opo kowe? :|

    @ IMAN: Waktu itu pakai batik mas. :P

    @ funkshit: Rasanya makin lama komen kowe makin garis, Pras… Celo banget sih.

  32. eke? eke mah minggatnya paling ntar klo kg ke Australia, plng ke Amrik.

  33. @ Kerfirou: *mendekam di Jogja atau Solo*

  34. malam minggu, rapat bike to work….

  35. @ ngodod: Rapat apa rapaaaaat….

  36. Nasionalisme itu apa to sebenarnya, saya kok malah bingung :-??
    Dalam pikiran saya kok kalau kerja jujur, ndak korupsi, membantu yang lain sebisanya dan hal semacamnya itu termasuk melayani negara je …
    Tapi saya ndak hafal nama mentri, uud 1945, dan pemilu 2009 nanti saya ndak milih, kalo gitu nasionalis ndak ya #-o

  37. @ sigid: Nampaknya saya sepakat dengan mas. :D

  38. wow gun wow…

    ternyata masih ada orang yang nasionalismenya tinggi.

    jadi terharu… hohoho….

  39. @ Olive Jordan: Nasionalisme tinggi? Baca paragraf pertama. :P

adsspace

Betang.COM

LeaveComment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
Please note that pertamax word and its variants will be held in moderation queue. Be wise.
This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

[XHTML] You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

"I offer themes that showcase your content, not my design skills." —Scott Allan Wallick, plaintxt.ORG

del.icio.usbookmarks

Flickr.comphotos

Suroloyo #9Suroloyo #8Suroloyo #7Suroloyo #6Suroloyo #5Suroloyo #4Suroloyo #3Suroloyo #2Suroloyo #1
close
New project at lie.siang.in and Betang.COM! I am currently writing cathartic rants on my another blog, Gun.Web.Id.