Pemilu Taiwan Sebagai Referendum 19.03.08
By Goenawan Lee posted in article. Wednesday, Mar 19th, 2008 at 4:58 pmBeberapa hari mendatang dunia internasional akan menyaksikan salah satu peristiwa terpenting di kawasan Asia Timur yang akan mempengaruhi perpolitikan kawasan tersebut, bahkan dunia pada umumnya, dan hubungan China-Taiwan khususnya. Pemilihan presiden Taiwan kali ini jelas memiliki arti yang sangat penting karena apapun hasilnya, itu akan mempengaruhi hubungan kedua negara ke depan. Kedua calon presiden memiliki program yang bertolak belakang dalam masalah hubungan bilateral China-Taiwan. Kubu Nasionalis Kuomintang (KMT) yang mencalonkan Ma Ying-jeou menginginkan hubungan baik dengan China, sedangkan Partai Progresif Demokratik atau Democratic Progressive Party (DPP) dengan kandidatnya Frank Hsieh menyatakan tetap bersikukuh mempertahankan kebijakan pemerintahan Chen Shui-bian yang menuntut kedaulatan dan pemisahan diri penuh Taiwan dari China.

Perseteruan panjang China-Taiwan berawal sejak perang saudara di China antara Kubu Nasionalis (Kuomintang) pimpinan Chiang Kai-shek dan Kubu Komunis (Communist Party of China) di bawah pimpinan Mao Zedong pada akhir Perang DUnia II. Tahun 1949 perang saudara tersebut berakhir dengan kekalahan Kubu Nasionalis. Chiang Kai-shek dan ribuan pengikutnya terpaksa melarikan diri ke Pulau Formosa (Taiwan) dan mendirikan pemerintahan di sana. Taipei menjadi pusat pemerintahan Republik China di bawah kekuasaan Kuomintang, walaupun Beijing tidak pernah mengakui kedaulatan Taiwan dan tetap menganggap pulau tersebut sebagai wilayah dari China daratan sendiri. Beijing berulang kali memperingatkan akan menyerang Taiwan jika tetap bersikeras memisahkan diri dari China.
Perjuangan Taiwan untuk mendapatkan kedaulatan penuh mendapat pukulan telak pada tahun 1971 ketika keangotaannya di PBB dicabut. Seperti halnya perjuangan Tibet yang hampir mati, ini disebabkan oleh Presiden AS saat itu, Richard Nixon yang membuka hubungan diplomatik dengan China dan kemudian dengan pengaruh AS yang kuat di PBB, keanggotaan Republik China dialihkan dari Taipei ke Beijing. Masuknya China sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB makin mempersulit perjuangan Taiwan menuntut keanggotaan di PBB demi mendapat pengakuan internasional sebagai negara berdaulat penuh dan terlepas dari China.
Pemilihan presiden Taiwan beberapa hari mendatang tidak hanya sekadar mengganti presiden semata setelah delapan tahun pemerintahan presiden Chen Shui-bian di mana hubungan China-Taiwan semakin memanas, namun juga berfungsi sebagai referendum untuk membuktikan keinginan rakyat sebenarnya, apakah cenderung ke arah ‘merdeka’ atau ‘bersatu’. Ini jelas bukan pilihan yang mudah karena memiliki sisi positif dan negatif yang hampir berimbang di semua aspek.
Jika Hsieh memenangkan pemilihan dan kembali meneruskan kebijakan pemerintahan Chen sebelumnya, bukan tidak mungkin ancaman China untuk menyerang Taiwan tidak sekadar main-main belaka. Pada tahun 1996 China sempat menembakkan beberapa rudal ke arah pantai Taiwan. Apalagi delapan tahun belakangan hubungan diplomatik kedua negara mengalami kebekuan karena sikap politik dari pemerintahan Chen yang terus-menerus mengindikasikan untuk memisahkan diri. Konflik bersenjata di kawasan Asia Timur adalah salah satu efek yang bisa timbul suatu saat nanti jika Taiwan bersikukuh memerdekakan diri sepenuhnya. Di bidang ekonomi efek negatifnya adalah putus totalnya hubungan ekonomi China-Taiwan yang sudah berlangsung sejak lama, ini dapat menyebabkan lumpuhnya perekonomian Taiwan di luar negeri. Sementara itu dengan pengaruh China yang sangat besar di dunia internasional, Taiwan bisa saja terisolasi dan terkucilkan, karena tuntutan keanggotaan Taiwan di PBB dapat diblokir oleh China yang menggunakan hak veto sebagai anggota tetap Dewan Keamanan.
Di lain pihak, seandainya Ma yang terpilih menjadi presiden dan program perbaikan hubungan bilateral dengan China berjalan mulus, diramalkan Taipei akan terus bergantung pada Beijing. Seandainya Ma tetap mempertahankan kedaulatan pun, pengaruh Beijing akan masuk ke pemerintahan Taiwan karena KMT mendesak Ma untuk kembali bersatu dengan China. Di bidang ekonomi, akan terjadi arus barang dan tenaga kerja murah dari China daratan ke Taiwan yang menyebabkan tergangunya roda perekonomian Taiwan. Lebih jauh lagi, jika Taiwan akhirnya bersatu dan menjadi wilayah China, seperti yang terjadi di Tibet, isu-isu kebebasan agama akan menjadi masalah nantinya.
Sebenarnya baik Hsieh maupun Ma pribadi sama-sama tidak menyatakan akan berpisah atau bersatu dengan China. Keduanya yang memiliki agenda yang sama dalam peberantasan korupsi dan perbaikan ekonomi hanya berbeda jalan bagaimana hubungan dan cara bekerja sama dengan Beijing. Namun kebijakan yang dipilih keduanya jika terus dijalankan jelas mengindikasikan ke arah pemisahan atau persatuan di masa yang akan datang. Terlebih lagi kedua partai yang menyokong keduanya sebagai kandidat sangat bertolak belakang. Di satu sisi ada DPP yang memperjuangkan kemerdekaan, di pihak lainnya KMT yang menginginkan Taiwan bergabung dengan China. Pilihan dilematis yang dipengaruhi banyak kepentingan ini memiliki beberapa pertimbangan, mulai dari bidang ekonomi hingga ancaman terjadinya konflik fisik.
* foto dari AFP dan Time.





























1
From gunawanrudy.com
Ya, ya, ya.. Ini pendek saja.
Habis ini kayaknya saya mau hiatus, ada UTS. Makanya ndak sempat nulis panjang.
2
From caplang.net
mestinya bisa bekerja sama dengan china dan memanfaatkannya
tapi balik lagi tergantung sehat tidaknya keadaan taipei
bisa memanfaatkan dng baik ato malah termanfaatkan
karena ga bisa dipungkiri kebangkitan china akhir-akhir ini
daripada perang terus…
3
From Bekasi diary.jan,web.id
ini udah cukup panjang koq.. heheheee…
klo saia sich lebih setuju,taiwan berdiri sendiri aja..
4
From Jakarta venus-to-mars.com
segini kok pendek siiihhhh????
ya sudah, selamat belajar. halah
5
From Yogyakarta unclegoop.wordpress.com
sdikit mirip dengan yang di Tibet, meski sepertinya kalau di Taiwan ada mekanisme pemilu. Namun, melihat agenda dan kepentingan di belakangnya, sepertinya menjadi tidak sederhana memang. Ada China yang begitu kuat, juga PBB yang “sepertinya” tidak adil.
ah, lagi-lagi susah-susah mudah.
btw, kalau peta kekuatannya di antara kedua partai gimana?
6
From gunawanrudy.com
@ edy: Masalahnya China/RRT sendiri dalam menjalankan hubungan baik dengan Taiwan, tetap mengakui Taiwan sebagai wilayahnya.
@ vcrack: Kenapa?
@ venus: Harusnya lebih panjang, mbok.
@ Goop: Mirip? Beijing sama sekali ndak mendapat apa-apa dari Taiwan hingga sekarang, beda dengan di Tibet.
Kalau menyoal Partai (bukan kandidat presiden) sih, di pemilihan legislatif KMT yang sebelumnya jadi pihak oposisi menang telak dengan 86 kursi dari 113 kursi di parlemen.
7
From ekowanz.info
yaudh selamat menjalankan ibadah ujiannya denga baik dan benar….
8
From gunawanrudy.com
@ eko marssetiawan: Mata kuliah PI-HI saya terancam kena nilai jelek nih… ^
^
9
From Jakarta aghofur.com/berkabung-kangen-irrasional-desire.html
dosenmu perlu dipertanyakan kalo seorang bloger banyak mengupas hubungan internasional seperti mas goen ini masih dapat nilai jelek… itu namanya tak obyektif.. kalo saya jadi dosennya.. kukasih nilai A+++ hehehehehehe
btw, sebenarnya, prihatin juga dengan keadaan taiwan yang selalu bersitegang dengan RRC.. pisah atau menyatu bukan masalah bagi saya.. yang penting rakyat makmur dan kenyang! selesai masalah… wekekekekeke
10
From Jakarta aghofur.com/berkabung-kangen-irrasional-desire.html
aku mau ke yogya mas! setelah dari semarang… bisa ketemu gak?!
11
From Jakarta mbelgedez.com
Jadi enaknya gimana, Gun….
Mau teteup misah kayak sekarang apa gabung ajah….
12
From gunawanrudy.com
@ gempur [1]: Well, kayaknya bagi saya masalah nilai ini sulit bener.


APalagi kalau sudah ndak sejala ama dosen.
Ini lebih ke masalah idealisme sih.
@ gempur [2]: Yak, udah dibicarain via Y!M.
@ Mbelgedez: Sekarang walaupun ‘pisah’, tapi statusnya masih nggak jelas banget. Kedaulatannya masih belum penuh, soalnya RRT bersikeras nggak mengakui plus Taiwan ndak dapat tempat di PBB.
Dilema nih, gabung atau pisah punya sisi negatif dan positif bagi Taiwan. Saya sih ndak tau mesti gimana.
13
From Riau doombloog.com
yang penting…. server di Taiwan nggak down, walaupun ada pemilu, perang, badai, yang penting servernya masih aman
>-
14
From Jakarta daniiswara.net
ceritanya taiwan lg ngambang2 berbahagia..tp was-was jg..serba salah
eh kmrn2 bang arifkurniawan.wordpress.com nyari2 blog politik..kayaknya recommended nih..
15
From Yogyakarta otakiphan.wordpress.com
dan semoga barang barang made in taiwan gak cepet rusak…
16
From Jakarta nazieb.com
Hmmmm… saya kasihan sama Taiwan. Mau merdeka tapi ndak ada yang ndukung.. Gara-gara negara-negara lain pada tunduk ke China gara-gara takut di-embargo.
Mau minta tulung ke PBB ya ndak isa, wong China jadi anggota DK.
Mending minta tulung ke Amerika sahaja. China dan Amrik kayaknya mau perang neh…
17
From Yogyakarta hermansaksono.blogspot.com
Kalau secara dijadikan semacam Hong Kong aja gitu nggak bisa Gun?
18
From Den Haag dodoling.wordpress.com
saya sih setuju kalo taiwan berdiri sendiri, sepertinya dia cukup berpotensi sih. ya itu sih cuma sepanjang pendapat saya yang gak pernah apdet berita sedetail mas effendi yang menyampaikannya sih. tapi…
oh iya, met UTS, jangan lupa bawa kartu peserta ya.
19
From Jakarta semestanet.com
Taiwan negara maju, tapi terisoloasi dalam politik global.
Berani ambil resiko nggak ya, memaklumatkan kemerdekaan? 60 tahun mestinya negara itu udah jauh beda kulturnya. Apa RRT juga akan mengambil jalan invasi militer? Takut AS? Dari dulu cuma gertak doang. Tapi kalau terjadi, Indonesia bakal juga kena getahnya, karena investasi Taiwan di Indonesia besar juga tuh. Kalau perang beneran, udah jelas siapa yang menang lah.
20
From Jakarta ridu.web.id
wew. jangan-jangan ini kisi2 buat UTS yah??
21
From Jakarta blog,imanbrotoseno.com
denger denger bokep Taiwan jelek
* nyungsep
22
From Guangzhou
Taiwan adalah bagian dari China, tidak bisa disamakan antara tibet dengan taiwan, latar belakang sejarah kedua itu berbeda. saya merasa sangat ironis. taiwan memiliki hubungan yang begitu dekat dengan Jepang, tapi sikap dan hubunganya terhadap China yang merupakan saudara kandungnya sangat berbeda dan bertolak belakang. padahal ketika perang dunia, jepang dengan kejinya menjajah taiwan.
note: - mayoritas orang taiwan adalah orang hokkian.
- menurut berita, 7 tahun belakangan ini pereknomian taiwan tidak mengalami kemajuan yang berarti. kata lain jalan di tempat. saat ini di taiwan, gaji sarjana yang baru lulus adalah 5000 HK dollar.
Ada beberapa kejadian lucu selama Pemilu Taiwan kali ini:
selama pemilu, Frank Hsieh menyerang Ma Ying-jeou dengan menyebarkan berita:
a) Ma Ying-jeou memiliki green card amerika, (Penghianat negara)
b) Istri Ma Ying-jeou pernah mencuri buku perpustakaan kampus, ketika kuliah di USA
c) Ma Ying-jeou tidak mungkin bisa membawa taiwan ke masa depan yang lebih baik. karena Ma Ying-jeou bukan orang taiwan “asli”. (Ma Ying-jeou lahir di hongkong, tidak bisa bicara bhs hokian dengan lancar )
d) Ma Ying-jeou bisa berkhianat, (karena dikuburan Papanya Ma Ying-jeou tertulis kata2 pro China)
selama pemilu, objek serangan Frank Hsieh meliputi: Istri Ma Ying-jeou, Kakak perempuan Ma Ying-jeou, Papanya Ma Ying-jeou yang sudah meninggal.
23
From Helmond arifkurniawan.wordpress.com
@dani: Bener dok. Ini salah satu blog (hampir) politik nominasi saya kok. Setiap saat selalu dipantau lewat RSS.
Mas Gun, beberapa saat lalu, saya sempat buang air kecil di Taiwan. Di airport. (*maap nih, lokasi ceritanya agak jorok, hehe*)
Di pintu dalam WC, ada tulisan gede banget. Nampaknya baru. Yaitu, “Free Taiwan!”. Karena saya iseng, saya pindah WC. Ke terminal lainnya. Dan ajaibnya, disana pun ada tulisan gede-gede ‘Free Taiwan!’
Saya yakin, tulisan itu paling besoknya juga hilang. Sebab airport Taiwan memang terkenal bersih sekali.
Begitu jalan-jalan di kota. Di sudut-sudut kota, begitu banyak tulisan ‘Free Taiwan!’. Tersembunyi. Di pojok.
Beberapa hari kemudian, saya sibuk berbincang-bincang dengan masyarakat lokal. Mereka bilang, “Selama kami masih memproduksi motherboard murah dan bagus, China tidak bisa apa-apa!” (*kebencian pada RRT cukup tinggi di sana*)
Tapi yang jadi pertanyaan saya, melalui artikel ini (begitupun pada AK47 diatas, yang nampaknya on the spot ketika pemilu), adalah, “Benarkah Taiwan mau merdeka? Lalu kira-kira kalau mereka mau merdeka, apa hubungannya dengan RI?”.
24
From Guangzhou
Barat?Free Tibet !
Jawab?Are you from Tibet ?
Barat?No but I care about Tibet !
Jawab?Do you care about Indians losing their land to white people like you ?
Barat?China stop killing in Tibet
Jawab?Canada stop killing in Afghanistan
Barat?Boycott Beijing Olympics
Jawab?Boycott Vancouver Olympics
Barat?Shame on you China !
Jawab?Shame on you Steven Harper !
Barat?Go back to China !
Jawab?Go back to Europe !
Barat?China make poison toys !
Jawab?No one force you to buy ! (or?Your pants are Made in China too, why don’t you take it off)
Barat?Chinese pigs !
Jawab?So’s your mom !
Barat?Shut up !
Jawab?Fuck off !
Barat?You Fuck Off Too !
Jawab?You Fuck Off Three !
25
From Jakarta fieldmarshall.wordpress.com
Taiwan-Tiongkok daratan memang masalah yang sensitif dari dulu….
Semoga aja perubahan iklim politik di Asia Timur khususnya Tiongkok daratan-Taiwan tidak membawa pengaruh buruk ke Indonesia…heheheh…..
26
From Yogyakarta antobilang.wordpress.com
@ mas iman : setuju, di asia timur raya tetap jepanglah kiblatnya.
27
From shinobigatakutmati.wordpress.com
asalkan film drama cina-taiwan masih pada diputar di indonesia….. berarti kondisi masih adem ayem :-]
28
From Jakarta dimasu.wordpress.com
*berpikir china “mengakuisisi” taipei* …hmm.. 2 kutub yang berbeda… tetapi jika benar terjadi, akan menjadi sebesar apa lagi nih si China
@antobilang
melihat perkembangan sekarang, sepertinya korea sudah harus diperhitungkan setelah pertumbuhan ekonominya jauh melewati jepang pada 1 dekade belakangan ini.
29
From Jakarta myresource.wordpress.com
huaahhhh….
bareng UTSnya….
semangat kawan…
30
From Jakarta detnot.wordpress.com
presiden yg baru masihngeyel sam acina gk ya? :-]:-]
31
From Fayetteville edipsw.com
Wah repot juga ya kalau terjadi perselisihan terus. Emangnya China dan Taiwan nggak bisa bersatu?
32
From gunawanrudy.com
@ quelopi: Puji Tuhan!
@ dani: Haiyah, saya ndak konsen politik.
@ iphan: Kondommu impor Taiwan, Pan?
@ Nazieb: Justru sulitnya di sini, dab!
AS dan RRT punya kepentingan dalam bidang ekonomi. Posisi AS di sini agak sulit karena di satu sisi ia punya kepentingan dengan Taiwan juga.
@ Herman Saksono: Liat sisi historisnya, Hong Kong yang sekarang berstatus sebagai Daerah Administratif Khusus dulunyamerupakan daerah koloni Inggris yang diserahkan ke RRT. Sedangkan Taiwan latar belakangnya beda lagi.
@ chriz: Potensi ada, hanya resiko bakal terkucil dalam dunia internasional.
@ Junarto: Ya, perbedaan kultur bisa dirasakan sekali. Apalagi penduduk Taiwan yang mengungsi dari daratan Tiongkok dulunya berbeda faham dengan pemerintahan komunis RRT.
Untuk invasi militer, kayaknya peran AS cukup besar di sini. Faktor “menjaga kepentingan” lah yang membuat situasi stagnan terus dari dulu-dulu.
@ ridu: Jelas bukan…
@ iman brotoseno: Belum nonton, mas. :-]
@ AK-47 [1]: Jelas berbeda jauh. Secara kultur, historis, bahan sosial sangat-sangat berbeda.
Sikap permusuhan kepada China lebih disebabkan pada perbedan faham politik dan faktor historis ketika perang saudara di Tiongkok sebenarnya. Taiwan bisa dekat dengan Jepang isa dikatakn karena mereka sejalan dalam bidang ekonomi, faham politiknya pun nggak bersinggungan. Masalah jajahan atau nggak, Indonesia dan Jepang saja lumayan akrab kan sekarang?
Selama pemerintahan Chen, roda perekonomian bisa dibilang macet. Karena sikap-sikap Chen yang antipati terhadap RRT, maka sikap politik RRT pun menjadi keras dan “memblokir jalan ekonomi” Taiwan di luar negeri.
Yap, pemenangnya adalah Ma. Semoga sikap politik Ma bisa meredam ketengan di Asia Timur.
@ arifkurniawan as bangaiptop: Kalau kita lihat pada survey ke rakyatnya sendiri, yang menginginkan kemerdekaan nggak sampai setengahnya. Namun ajaibnya sebagian besar menginginkan keangotaan di PBB. Indikasinya, ada kepentingan bahwa rakyat Taiwan ini “menjaga” perekonomian negaranya. Karena jika memaksa merdeka, RRT bisa langsung memblokir “jalan” ekonomi Taiwan. Namun jika mendapat keangotaan PBB, “jalan” Taiwan dengan negara anggota PBB lainnya akan makin terbuka.
Kalau mau merdeka dan hubungannya dengan RI sendiri seperti yang dipaparkan sebelumnya. Bahwa banyak investasi Taiwan di sini, namun tetap kalah banyak dengan investasi RRT sendiri. Jika merdeka dan RRT tetap ga terima, bisa-bisa hubungan bisnis dan ekonomi RI-Taiwan akan macet karena “ancaman” dari RRT yang punya pengaruh lebih kuat.
@ AK-47 [2]: Wah, malah mengarah ke Barat ini…

*mikir jauh ke demonisasi*
Btw, yang protes kan penduduk Tibet sendiri…
@ Bart: Pengaruhnya ke bidang ekonomi, investasi luar.
@ antobilang: Dasar juragan JAV.
@ shinobigatakutmati: Ini mikirnya drama.
@ dimasu: E, si Anto bicarain industri bokep ntuh. =)
@ moerz: Ya, ya, yaaa…
@ detnot: Kan yang menang Ma.
@ Edi Psw: Kalau liat keadan sekarang, hampir ga mungkin bersatu dalam satu negara. Kecuali bidang kerjasama…
33
From Semarang findmyishtar.blogspot.com
Jadi kangen F4 dan Tao Ming She deh..
btw titip salam buat siapapun penguasa China, kalo jadi meluluhlantakkan taiwan, tolong F4 dipindah dulu kemana yah?tenkyu..
34
From gunawanrudy.com
@ stey: Wakakaaa… Kalo saya sih, orientasinya ke Pop Hong Kong.