The Ravages of Time 25.02.08
By Goenawan Lee posted on Monday, Feb 25th, 2008 at 12:17 pm
Sinopsis
Berawal saat Dong Zhuo mulai melebarkan kekuasaan. Keluarga pedagang Sima yang dipimpin oleh Sima Yi ternyata mempunyai sisi lain, yaitu memiliki kelompok pembunuh rahasia (assasin) yang paling ditakuti di Tiongkok, Prajurit Cacat (The Handicap Warriors).
Sejak peristiwa pembunuhan Xu Lin (tokoh fiktif, ahli strategi Dong Zhuo), lambat laun keluarga Sima mulai terlibat dalam konflik perebutan kekuasaan di Tiongkok kala itu. Di tengah penceritaan Liu Bei, Cao Cao, dan keluarga Sun. Serta 8 Jenius murid Sima Hui the Water Mirrors, [SPOILER] » Yuan Fang (tokoh fiktif), Jia Xu, Xun Yu, Guo Jia, Zhou Yu, Pang Tong, Zhuge Liang, dan seorang lagi yang belum diketahui « [/SPOILER].
Plot
The Ravages of Time disadur dari Sejarah dan Roman Tiga Kerajaan (Samkok), namun dari sudut pandang yang berbeda dari versi sejarah dan roman. Ini menyebabkan bagi mereka yang sudah mengetahui cerita Samkok, pasti tidak bisa menebak keseluruhan plot dalam manhua ini. Saya pribadi juga agak terkejut saat membaca kisah Lu Bu di sini.
Berbeda dari Roman Tiga Kerajaan yang lebih condong ke Liu Bei dan Catatan Tiga Kerajaan yang lebih condong ke Cao Cao, sudut pandang manhua ini sendiri adalah Sima Yi. Keluarga Sima yang awalnya hanya pedagang akhirnya mampu meredakan kekacauan selama ratusan tahun dan mendirikan dinasti baru dengan Sima Yan sebagai kaisarnya.
Saking berbeda dengan versi umum Samkok, banyak kejutan di manhua ini, antara lain Lu Bu yang tidak hanya super dalam hal kekuatan fisik, namun juga sangat cerdas! Dong Zhuo yang dalam versi umum digambarkan sebagai penguasa hedon yang doyan arak dan main perempuan, dalam manhua ini ia cukup bijak dan berwibawa.
Plot umumnya memang berkisar seputar politik zaman Tiga Kerajaan, plus strategi dan taktik militer.
Cerita dan Karakter
Karakter awal dalam manhua ini tentu saja adalah Sima Yi, yang sudut pandangnya menjadi sudut pandang utama dari manhua ini. Karakter lain semuanya adalah karakter dari Samkok, seperti Lu Bu, Liu Bei, Guan Yu, Yuan Shao, dan lain-lain. Ada beberapa karakter fiktif juga seperti Yuan Fang, Xu Lin, dan Shan Wuling. Selain itu ada juga cerita beberapa tokoh yang berbeda dari versi umum, misalnya Zhao Yun yang ternyata awalnya adalah Liaoyuan Huo (pemimpin Prajurit Cacat), Diao Chan yang ternyata adalah Xiao Meng (anggota Prajurit Cacat), Zhang Liao yang pada penceritaan awal adalah Lu Bu palsu yang bertugas menyamar sebagai Lu Bu, dan karakter lainnya.
Ada beberapa alur cerita utama dalam manhua ini, antara lain Sima Yi dengan Prajurit Cacatnya, kebangkitan Cao Cao, kemunculan Liu Bei, serta cerita keluarga Sun dari Wu. Tiga alur cerita yang disebutkan terakhir sedikit banyak dipengaruhi oleh alur pertama, yaitu Sima Yi dengan Prajurit Cacat. Terbukti dengan bergabungnya Sima Yi menjadi bawahan Cao Cao, Liaoyuan Huo yang mengabdi kepada Liu Bei dengan nama Zhao Yun, dan beberapa pengaruh lainnya terhadap kaluarga Sun.
Semuanya berawal dari keputusan keluarga Sima yang mengirimkan Prajurit Cacat untuk membunuh Xu Lin, ahli strategi Dong Zhuo yang berkuasa saat itu. Alasannya adalah keluarga Sima menentang keputusan tidak adil Dong Zhuo terhadap para pedagang. Peristiwa pembunuhan Xu Lin ini menyebabkan kemarahan Dong Zhuo dan akhirnya Lu Bu turun sendiri untuk mencari pembunuh Xu Lin.
Di lain pihak, Yuan Shao mengumpulkan para gubernur dan penguasa wilayah lainnya untuk berkoalisi melawan Dong Zhuo yang dianggap mengendalikan Kekaisaran. Dalam pasukan koalisi inilah nama Liu Bei beserta dua saudara angkatnya mulai terdengar.
Saya sempat terkagum-kagum bagaimana caranya taktik Jia Xu bisa membuat dua monster macam Lu Bu dan Ma Chao terusir dari Luo Yang. Walaupun saya sempat terdiam sejenak saat melihat dialog ini.
Lu Bu: “May I ask your name?”
Ma Chao: “The son of Ma Teng, Ma Chao.”
Selanjutnya? Baca sendiri. ![]()
Teknis
Murninya memang tidak bisa disebut manga, tapi manhua (komik Mandarin). Namun pengarangnya sendiri, Chan Mou, mencoba keluar dari gaya manhua umum dengan mengadaptasi gaya manga Jepang, tidak seperti seperti gaya Tony Wong atau gaya Li Ziqing.
Karena mengadaptasi gaya manga Jepang itu, sekilas pembaca akan berpikir ini adalah manga Jepang, bukan manhua Hong Kong. Chan Mou benar-benar mencoba gaya manga dengan melakukan penggambaran keren dan anggun pada beberapa karakter laki-laki dan perempuan. Tapi tetap saja karena disadur dari Samkok, manhua ini kering akan karakter perempuan, terlalu banyak lelaki keren dan tampan yang maju berperang. ![]()
Meskipun begitu, penggambaran keren dan anggun ala Chan Mou juga cukup berbeda dengan manga Jepang kebanyakan. Jika kita lakukan perbandingan, mirip-mirip gaya Yoshito Yamahara dalam manga Ryuroden (Legenda Naga). Memakai gaya real dengan sentuhan kuas yang cukup dalam. Penggambaran latar dan karakter figuran seperti prajurit pun dilakukan dengan cukup detil.
Desain karakter dalam manhua ini juga seperti game Dynasty Warriors series, mencoba desain lain dari yang diceritakan sejarah. Namun tidak seekstrem game itu dengan desain baju zirah yang berkilat-kilat dan kostum norak, tentunya. Hanya agak kontras dengan pandangan umum bahwa kala itu di Tiongkok semuanya berambut panjang dan adalah tabu untuk memotong rambut. Juga dengan desain unik dan aneh yang membedakan tiap karakter. Misalnya saja Zhao Yun yang bertubuh agak kecil, Zhang Fei yang dalam roman dan catatan sejarah digambarkan sebagai lelaki gemuk berjenggot dan berbadan besar, dalam manhua ini digambarkan sebagai lelaki atletis yang memiliki tato (lukisan?) di wajahnya mirip dengan pemain opera tradisional Tiongkok. Ini juga sama dengan penggambaran Ma Chao yang juga digambarkan mirip pemain opera. Bahkan desain rambut dan wajah Liu Bei seakan-akan menggambarkan ia adalah White Jesus. ![]()
Satu lagi yang cukup menarik, bahwa hampir di tiap chapter manhua ini, terdapat puisi dan kata-kata mutiara Tiongkok. Ini dapat menjadi bahan renungan dan pelajaran bagi kita. Sayangnya proses penerjemahan menjadi agak lambat dikarenakan puisi dan kata-kata mutiara ini. Pihak penerjemah harus mencari kata-kata terjemahan yang pas agar keindahan bahasanya tidak pudar saat diterjemahkan ke bahasa lain.
Penerbitan di Indonesia
Sayang sekali saat ini yang diterbitkan di Indonesia barulah versi bajakannya saja. Saran saya jangan sekali-kali membeli versi bajakan ini. Selain terjemahannya yang buruk, kualitas cetakannya juga jelek. Sangat mengganggu, saya rasa. Karena manhua aslinya diterbitkan dalam Bahasa Mandarin, jadi agak susah juga membacanya. Dari info yang saya dapat, di beberapa mall di Jakarta, ada toko yang menjual manhua versi Mandarinnya. Jika Bahasa Mandarin Anda cukup lancar, silahkan saja berburu manhua ini.
Tapi ada kabar baik! Remnant Warriors telah menyediakan mangascan (manhuascan?) berbahasa Inggris yang siap di-download di sini. Memang versi mangascan (manhuascan?) Bahasa Inggris ini jauh tertinggal dari versi Bahasa Mandarin, tapi jika ingin tetap mengikuti manhua ini, alternatif ini layak dicoba. Bagi yang ingin menunggu para penerbit komik di Indonesia menerbitkan versi Bahasa Indonesia, ya silahkan juga. ![]()
Saya sendiri hingga review ini dirilis, memilih untuk mengikuti (manhuascan?) versi Bahasa Inggris dari Remnant Warriors. Lumayanlah baru chapter 80 (sampai review ini dirilis). ![]()
Jika Anda adalah penggemar kisah-kisah Tiga Kerajaan (Samkok), sering memainkan game macam Dynasty Warriors, Romance of Three Kingdom, Kessen, dan sebagainya, manhua ini cukup direkomendasikan untuk dibaca. Sudut pandang lain yang ditawarkannya saya rasa cukup mampu memperkaya khazanah kita akan kisah Tiga Kerajaan.
Informasi
Judul: Huo Feng Liao Yuan, The Revages of Time
Pengarang: Chan Mou
Seri: Belum diketahui, masih terus berlanjut…
Genre: Historical, Drama, Action, Philosophical, Psychological
Rating: P-13 (13 tahun ke atas)
Overall Rate
08/10
Download
Remnant Warriors — Download (Inggris).
* terima kasih banyak kepada sdr. Risang yang telah mengenalkan manhua ini kepadaku.

Sekadar iseng mengamati perkembangan SNMPTN tahun ini, maka saya berjalan-jalan ke situsnya, dan saya sekali lagi mendadak ilfil. Setahun yang ...
Ya, itu alasannya. Saya tidak perlu memakai penjelasan berbelit-belit yang intinya tidak jelas, saya juga tidak perlu memakai bahasa yang ...
DISCLAIMER - 21/05/2008 1:57 PM: Entri ini hanya membahas kasus yang menimpa Harun Yahya, dari aspek sosial dan hukumnya. Entri ...
Sertifikat adalah hal yang biasa kita dapat setelah mengikuti sebuah seminar, apalagi jika seminar tersebut berbayar. Masalah mengerti materi yang ...
Betapa aku menyesali takdirku
Jubah naga menggantikan jubah biksuku
Aku terlahir sebagai biksu Budha
Namun mengapa berakhir di istana kerajaan?
Begitulah puisi singkat yang ...
Mungkin sampai saat ini saya sedang dalam kondisi yang tidak berbahagia. Tugas yang menumpuk dan beberapa deadline pekerjaan lain membuat ...








1
From Jakarta records.claieth.net
Saya nggak terlalu suka manhua, tapi kayaknya yang ini menarik. Aku lihat dulu, deh.
2
From Yogyakarta gunawanrudy.com
@ Cynanthia: Kalo ga suka dengan gaya lelaki berotot versi Tony Wong, ini beda banget.

Kayak manga Jepang aja.
3
From Jakarta fertobhades.wordpress.com
Dan boleh dikatakan hampir tidak ada cerita tentang Tiga Kerajaan yang berpihak pada Wu (Sun Jian, Sun Ce, dan Sun Quan)
Mulai dari San Guo Zhi, San Guo Yan Yi, dan Romance of TK, semuanya berbicara tentang Shu dan Wei. Padahal Wu tidak pernah ditaklukkan sebagaimana Shu ditaklukkan oleh Wei dan Cao’s Family “ditaklukkan” oleh Sima’s Family (Dinasti Jin).
Dan ini lagi ada manga China yang “mempelesetkan” cerita Tiga Kerajaan dengan cara yang benar-benar terpeleset seperti komik Legenda Naga.
Sejak kapan Sun Ce menjadikan Zhao Yun sebagai pengikutnya dan mati dibunuh Gan Ning ? Hehehehehe…. kayaknya kalau saya baca manga ini, jangan-jangan cerita yang asli tentang Tiga Kerajaan bisa hilang…
Btw, I’m Wuist and Lu Xun-Lu Meng are my fav. officer.
“Saya sempat terkagum-kagum bagaimana caranya taktik Jia Xu bisa membuat dua monster macam Lu Bu dan Ma Chao terusir dari Luo Yang”
Dari dulu saya selalu yakin kalau strategist terbaik di masa Tiga Kerajaan adalah Jia Xu, mengalahkan Zhuge Liang, Pang Tong, Zhou Yu, ataupun Guo Jia. Dan di game ROTK (PS2) Jia Xu yang paling tinggi inteligensinya.
4
From Yogyakarta gunawanrudy.com
Dari kebanyakan media yang ada, mayoritas berpihak pada SHU dan Liu Bei.


…yang berpihak pada keluarga Cao rada dikit.
Kalau ke keluarga Sima sih, mungkin karena taktik jangka panjang Sima Yi dan keberhasilan keluarga Sima menyatukan Tiongkok.
Btw, memang Wu jarang sekali diceritakan.
Chen Gong berkata, “Semua sejarah itu subjektif. Bagi semua penguasa, semua jenderal mereka itu sekuat Lu Bu.”
”
Salah satunya karena pasangan ini mampu menaklukkan Guan Yu sang Dewa Perang?
Entah kenapa saya terlalu memfavoritkan Xun Yu.


Mungkin karena sifatnya yang ‘bersih’ dalam menyusun taktik, tidak seperti Jia Xu dan Guo Jia.
Sayangnya nama Zhuge Liang dan Sima Yi besar karena Romance of Three Kingdoms.
Kalo ROTK versi PS1 sih, Zhuge Liang yang paling tinggi.
5
From Yogyakarta kapucino.org
GA MINAT..
terusnapa koment…
MAU NGEJUNK AJAH…
dilempar sandal..
6
From Yogyakarta gunawanrudy.com
@ leksa:
7
From Jakarta nazieb.com
Masuk kategori JAV kah ini?![:-] :-]](http://gunawanrudy.com/smilies/yahoo_whistling.gif)
8
From Yogyakarta gunawanrudy.com
@ Nazieb: Baca bener-bener…
9
From Jakarta fertobhades.wordpress.com
Eh, kayaknya saya lebih tertarik sama Three Kingdom. Mungkin karena literatur yang mendukung sangat banyak. Juga tokohnya sangat banyak, dan ada game-nya lagi.
Dr. Rafe de Crespigny dari Australia National University (ANU) pernah nulis tentang kisah Wu. Judul bukunya General of The South. Dari situ saya dapat banyak cerita dari versi lain tentang Wu. Link-nya ada disini.
Matinya Guan Yu itu salah satu “plot strategi” yang terbaik yang ada di kisah Three Kingdom. Bisa dibandingkan dengan Battle of Chi Bi, Battle of Guan Du (kalahnya Yuan Shao), dan pertarungan antara Zhuge Liang dan SIma Yi waktu Shu melancarkan North Invasion (munculnya Jiang Wei).
Dan banyak “pendukung” Guan Yu yang gondok gara-gara itu.

10
From Yogyakarta gunawanrudy.com
@ fertob:
Jelas, toh manhua ini kan bagian dari versi lain roman itu juga.
*klik*
Promosi WU.
*contoh fans Guan Yu yang dongkol*
11
From Jakarta deathlock.wordpress.com
Argh. Pingin download. Tapi hard disk sudah dibooking oleh Bleach
dan beberapa hal lainnya.12
From Yogyakarta gunawanrudy.com
@ Xaliber von Reginhild: Aku punya sampai chap. 80 cuma 400an MB saja ah.
13
From Jakarta
@goenawan Rudy: cuman 400 MB? waaah… saya mau… saya mau…saya mau
14
From Yogyakarta gunawanrudy.com
@ entahlah…. kutaktahu: 400 MB itu cuma sampai chap 80 om.

Kan masih jauh sampai tamatnya…
15
From Jakarta
@goenawan rudy: tak apa-apa…. segitu pun saya masih mau…. btw, DL di mana?biar saya DL sendiri
16
From Yogyakarta gunawanrudy.com
@ entahlah…. kutaktahu: Itu klik aja tulisan DOWNLOAD di entryku di atas.
17
From
sankyu…. maafkan atas ketidaktelitian saya….
18
From Surabaya p4ndu3121990.wordpress.com
Di foto itu yang mana Sima Yi-nya?
Sejak kapan Lu Bu jadi cerdas? Bukannya dia itu haus darah sehingga kadang menyimpang dari strategi awal? Misalnya saat lawan Yuan Shao?
Bijak dari Hongkong?
Lu Bu jadi ramah??
19
From Surabaya p4ndu3121990.wordpress.com
Kok Gravatar-nya ga keluar?
20
From Yogyakarta gunawanrudy.com
@ Febenance:
@ p4ndu_454kura [1]:
Ndak ada. Itu prajurit cacat.
Yang kamu kemukakan itu yang di ROTK. Di sini, taktiknya dengan memakai Lu Bu palsu (Zhang Liao salah satunya) berhasil menipu lawan.

Jangan hanya percaya tok begitu saja dengan sebuah versi sejarah/roman.
Sekali lagi termakan steotype.

Di sini penggambarannya benar-benar beda dari yang umum.
Ingat, nggak ada yang pasti dalam sejarah.
Scene pertemuan Lu Bu dan Ma Chao bukannya memang begitu?
@ p4ndu_454kura [2]:
21
From Jakarta
komen…. Lu Bu terlalu ganteng…. dan juga kok dia ramah sih? sama Ma Chao lagi…
22
From Yogyakarta gunawanrudy.com
@ Febenance: Kayaknya Chan Mou fans Lu Bu.

..tapi rata-rata tokoh cowo ganteng mellu dibuatnya.
DI sini kan Ma Chao menolongnya.
23
From Jakarta fertobhades.wordpress.com
Hahahaha…. Lu Bu emang cerdas kok. Cerdas dari Hongkong…
Tapi, banyak yang bilang kalau Lu Bu itu adalah orang yang paling beruntung di era 3 Kerajaan. Warrior yang luar biasa, punya Kuda yang tercepat dan tercerdas di seluruh daratan China, dan punya istri yang tercantik di seantero negeri. Sayang, dia coward.
*dan juga katanya homok*
*mirip kamu deh….*
24
From Yogyakarta gunawanrudy.com
@ Emperor Shao:
Chan Mou kan orang Hong Kong.
Batas antara pujian dan hinaan itu tipis?![:-] :-]](http://gunawanrudy.com/smilies/yahoo_whistling.gif)
25
From idham.jardiknas.net
Guan Yu ? [bawah + atas + pukul] pas lagi nangkep musuh klo darahnya tinggal dikit pas Guan Yu nerkam musuhnya langsung belah jadi dua
Fans Guan Yu mode Ding dong arcade
hehehhe
26
From Jakarta gunawanrudy.com
@ idham: Jadi ingat taktik Lu Xun dan Lu Meng.![:-] :-]](http://gunawanrudy.com/smilies/yahoo_whistling.gif)
27
From Jakarta tehsore.wordpress.com
Waa…pengen baca! pengen baca! tapi males donlod….
Pengetahuan ttg Samkok kebanyakan dari DW sih…jadi pengen tahu lebih banyak. Pernah ketemu novelnya tapi …tobat liat halamannya.
28
From Jakarta
om ^^… ada manhua lain nya g….kayak karya2 TONY WONG gitu…….kl ada ya beri tau dmn DL nya…. thanks
29
From Jakarta
Saya juga baca manhua ini. Kalau gak salah udah sampai vol 30 deh.
Ceritanya keren abis.