Feed Online with WordPress 2.6.2 on ! 141 posts and 9,208 comments.

Agama Itu Kompleks, Kawan… 24.02.08

By Goenawan Lee posted in thought. Sunday, Feb 24th, 2008 at 5:15 am

Rasanya sudah lama sekali semenjak terakhir aku mengeluarkan unek-unekku mengenai agama dan kepecayaan. Entah aku yang kehilangan seleraku mengenai hal itu, atau aku belum menemukan masalah yang menghantuiku. Tentu apa yang dituliskan itu tidak bisa dipaksakan. Itu bagiku. Apa yang kutulis mengalir begitu saja. Termasuk kali ini. Dan kali ini pendek saja.

Tempo hari Pak Sawali bertanya, “BTW, postingan religinya mana? kok lama ndak muncul mas gun?”, dan aku hanya tersenyum saja. Nampaknya sebuah pandangan lain mengenai agama dan kepercayaan di luar pandangan umum memang diperlukan. Ah, bukan. Atau tepatnya malah dinanti-nanti. Apapun alasannya, apakah sekadar untuk memperkaya khazanah berpikir, untuk ditertawakan, atau untuk dibantai. Yang jelas aku hanya menuliskan apa yang mengalir di otak mungil ini. Otak yang tidak secemerlang Microsoft Ambassador, programmer Eppendi dot com, atau IT Consultant itu. ;))

Ya, kita mulai, dan pendek saja…

Dalam sebuah obrolan ringan dengan temanku, topik tak sengaja mengalir ke masalah agama. Temanku dengan entengnya melontarkan kalimat, “Wah, Buddha itu agama yang ga berTuhan…”, ah, satu lagi kesalahpahaman mengenai Buddha, pikirku. Susah payah aku menjelaskan, tetapi ia tetap bertahan pada pendapatnya yang entah darimana ia mendapat doktrin seperti itu.

Sekali lagi aku melihat banyak pendapat bertaburan mengenai konsep Trinitas. Betapa simpelnya para penganut monotheist mengklaim bahwa dalam Trinitas terdapat TIGA Tuhan dan TIDAK mungkin TIGA Tuhan itu bisa mengatur alam semesta dengan alasan pasti akan bentrok dan saling menabrak. Kurasa sekali lagi, mungkin saja sebuah kesalahpahaman.

Sama halnya dengan pandangan-pandangan yang menilai Islam adalah agama yang identik dengan kekerasan, hanya dari melihat peristiwa-peristiwa kekerasan yang mengatasnamakan Tuhan, terorisme, dan banyak tindak kekerasan lainnya. Sebenarnya kurasa itu tidak sesimpel itu jika kita mau mempelajari lebih dalam bagaimana sebenarnya. Kesalahpahaman?

Mengapa kukatakan kesalahpahaman? Karena pendapat-pendapat seperti itu terlalu simpel. Agama lain seakan dipandang terlalu dangkal dan simpel, dengan sikap arogan tentunya. Agama lain dikomentari dengan mudahnya tanpa mempelajari lebih dalam seluk beluknya. Akhirnya apa yang terjadi? Pendapat-pendapat simpel seperti ini menyebar di masyarakat, dan bagi believer yang hanya bisa percaya dan ikut-ikutan saja, itu menjadi sebuah keyakinan terhadap pandangannya mengenai agama lain. Contoh mutakhir, tentu saja kesalahpahaman dan pendapat sederhana mengenai Satanism.

Contoh-contoh yang sudah kusebutkan di atas tidak perlu dibahas terlalu panjang lebar di sini, karena aku bukan membahas kasus-kasus itu, melainkan hanya mengenai pandangan simpel saja. Andai saja seorang pemeluk agama bisa memposisikan dirinya sebagai pemeluk agama lain, apakah dengan mudahnya ia bisa berpikir sesimpel itu? Mari kita lihat simulasinya, eh, maksudku contohnya saja. Aku menggunakan namaku sebagai contoh saja.

Gunawan adalah penganut agama Haruhiism. Dengan mudahnya ia mengatakan bahwa agama Yukiism itu tidak mungkin karena Yuki bukan Tuhan, melainkan hanya sahabat Haruhi, padahal ia tidak mengetahui banyak mengenai Yukiism. Ia sendiri tidak mencoba memposisikan diri sebagai pemeluk Yukiism. Dan ketika penganut Yukiism menjelek-jelekkan agama Haruhiism, lagi-lagi dengan pandangan simpel, ia marah besar dan membela habis-habisan. Padahal sebelumnya ia melakukan hal yang sama–menjelek-jelekkan–terhadap agama Yukiism. Standar ganda, dengan pandangan yang dangkal mengenai agama lain.

Kurasa, [semua] agama itu kompleks, kawan… Semua tidak sesederhana itu. >:D<

socialbookmarks

entrymeta

You are reading the article, Agama Itu Kompleks, Kawan…. This article was written on Sunday, 24th February 2008 at 5:15 am and last update on August 27, 2008 at 5:01 pm, in Yogyakarta, Indonesia. You can find similar articles in the thought category and , , , , tags, or more articles by Goenawan Lee, if you enjoyed this article. If you have any comments about this article, you can use contact page, or leave a comment below. You can also follow comments made on this article via my RSS 2.0 feed or subscribe to full feed. If you would like to continue reading more, the previous article on my weblog is called Borobudur riwayatmu kini… and the next article is called Heran. Thank you for visiting my weblog.

Feed Want to stay up to date with my postings? Watch my blog and subscribe to full feed or comments feed.

84comments

  1. bwahahaha!!!!

    betul sekali!! banyak orang yang juga meremehkan Animeism;)

  2. Klo Mr.G ini agamanya apa??
    :-]

    disini ndak boleh pertamax yah? [-x :-?? :))

  3. wah gara2 comment ku sebelumnya ada kata pert*max e trus nggak muncul ki..

  4. Klo atheis gmn mr.G?

  5. klo pert*max koq ndak boleh napa bro??

    ya dah hetr*k aja yah.. :p :p :p
    :)>- :)>- :)>- :)>- :)>-

  6. :)) udah mainan wiki aja!
    eh, tak masukin sabda gunawan = “agama itu kompleks kawan” ke wiki ya? ;))

  7. Kyon adalah tuhan!!!! [-o< [-o< [-o<

    :)) :))

  8. Wah, salah paham kan tuh jadinya. Tapi herannya ya itu tadi gun, walau dah di jelaskan dengan sangat rinci tentang kesalahpahaman tersebut, biasanya si orang itu tetap kukuh memegang anggapannya semula. Mengherankan bukan, ketika informasi dari orang yang menjalani agama itu di tolak, malah lebih mempercayai informasi dari orang luar yang kadang hanya melihat dari luarnya saja. Manusia memang hanya mau percaya apa yang hendak di percayainya.

    *melanjutkan membaca haruhi*

    Hem, kalo haruhi sih benar-benar kompleks. Makanya agama turunannya juga kompleks. :lol:

  9. Yap, setuju. :D
    Saking kompleksnya saya jadi malas kalau sudah memikirkan soal agama…. :”>

  10. Setiap orang sudah terpola sejak lahir oleh lingkungan, karena demikianlah keadaannya. Seorang Ayah yang beragam A tentu menginginkan anaknya mengikuti agama yang dianutnya, karena menurut si A agama yang dianutnya benar. Sehingga secara langsung atau tidak langsung anaknya akhirnya mengikuti pola pikir tentang agama si A. Kalau ada yang berkeras dengan ego Agamanya walaupun telah diberi penjelasan panjang lebar seperti yang dikatakan mas Dana, demikianlah. Semakin kita memberi penjelasan semakin keras hati menentangnya, apalagi kalau penjelasan itu langsung menohok keyakinannya. Jadi biarkanlah setiap orang dengan apa yang mereka yakini.

  11. Kompleks ? Perumahan kali disebut kompleks.. :P
    *ane tidak komepeten bicara agama*

  12. saya mau peluk-peluk dek gun aja deh.. >:d< btw kitab suci haruhiism itu apa ya?? :-?

    *menunggu sabda lanjutan dari gun*

  13. wuiihhh….ra mudheng agama2an :D

  14. mas gun, negeri kita ini kan dasarnya memang multikultur dan multiagama. menurut hemat saya sih, yang kita butuhkan saat ini bukan penjelasan teknik soal syariat atau teknis2 peribadatan yang lain karena itu persoalan internal. yang kita butuhkan saat ini adalah begaimana membangun sikap toleran dan saling menghargai sesama pemeluk agama sehingga kita tidak gampang lagi mengklaim sebuah justifikasi bagi agama yang dianutnya atau memberikan stigma pengkafiran bagi umat lain yang tidak sealiran. postingan mas gun saya nilai cukup bisa memicu semangat keberagamaan yang toleran itu,

  15. loh ada simbok venuuuuus!!! :d

  16. satu pertanyaan,
    Kalau mualaf versi Buddha namanya apa Gun ?
    ( pertanyaan sewaktu hujan hujan di Kuil Sam Poo Kong )

  17. Dowh, masalah agama, sensitip tenan iku .8-|. Ora wani komeng. Eh… lha kok ngeyel ngomeng :-]

  18. Hadduuw, kalo mau belajar kek gini dapetnya di mata kuliah apa Gun? sepertinya aku perlu ngambil mata kuliah itu :D

  19. Apakah ini ada hubungannya dengan tafsiran-singkat-yang-sederhana? :-? Atau justru simplifikasi arti?

    Seperti… makna satir yang bisa cukup berubah seperti tertulis di Wikipedia Simple dan akhirnya menimbulkan kesalahpahaman arti seperti [disini]?

    Dan akhirnya semuanya menggeneralisasi… bukankah begitu?

  20. dasar hedonis… :”>

  21. apakah hirumaism itu termasuk agama? :D

  22. kok saya malah keinget BANGSAWAN ya?:D

  23. Yup, gw baru bisa memahami pluralisme setelah gw kuliah DISINI. Ya, sebuah lingkungan yang bisa membuka ‘tempurung’ untuk melihat keberagaman di dunia ini.
    Karma++
    *eh, tombol karma-nya dimana ya?*

  24. keyakinan terhadap agama sendiri itu penting, tapi toleran terhadap penganut agama lain juga amat sangat penting

  25. Tumben loe nulis agama malah adem ga misuh-misuh, Goen?

  26. Perbedaan sudut pandang (entah apa latar belakangnya) memang selalu merepotkan …

    *bersyukur keycode-nya cuma “munkar” … bukan “kafir” :D

  27. mau haruhiism, kyonism atau yukiism.. mendingan lakukan gerakan joget hare-hare yukai bagian masing-masing aja dengan benar supaya bisa joget hare-hare yukai bareng dan kompak di akhir episode… :x ~:>

  28. sepakat…
    dan mungkin emang gak ada perlunya kita ngurusi agama orang lain

    urusi dulu ja agama sendiri, masih banyak yang perlu dilakukan daripada sibuk2 ngurusin agama lain

  29. Betapa simpelnya para penganut monotheist mengklaim bahwa dalam Trinitas terdapat TIGA Tuhan dan TIDAK mungkin TIGA Tuhan itu bisa mengatur alam semesta dengan alasan pasti akan bentrok dan saling menabrak.

    saya mau OOT dikit, ada ga org yg tau makhluk apa yg hidup di galaksi lain selain bimasakti ini??
    ga ada kan…, kalo hal sesederhana itu saja manusia semua ga tau, bagaimana bisa menyelami pikiran Tuhan Sang Raja Langit yang Maha Pintar itu??? mau 3 kek, mau 10 kek kenapa ada yg merasa bisa mengklaim kalau itu bakal bentrok dan saling menabrak dgn kapasitas otaknya yg hanya secuil debu diantara seribuan galaksi di semesta ini?? Sadarrr dongg… hehehe…

  30. iya, agama memang kompleks dan setau saya jika diskusi mengenai Agama, harus dilakukan secara baik - baik , tanpa mencela agama lain, dan satu lagi adalah tanpa terkesan memaksakan kehendak. ehehehehe keren postingannya, mengangkat tema agama tanpa menjelekkan satu agama pun.

  31. AGAMA Issue yang sentitip … mending bahas yang lain aja |:d|

  32. segini dibilang pendek. ..ehm.. tapi juga malah kurang panjang dinks

  33. Kalo yang didisikusiin adalah perbedaan atawa perbandingan agama, memang bisa mancing emosi dan perdebatan tidak bermutu. Kenafa kita tidak nyoba ngebahas persamaannya saja?:)>-

  34. @cabe rawit
    ngebahas persamaan juga bakal mancing emosi dan debat ga mutu, soalnya ada segelintir umat yg merasa eksklusip dan ekstra khusus dimata Tuhan sehingga tidak mau disamakan dgn umat lain yg beda aliran (:|

  35. woooii… mana tuan rumahnya… :d
    *sekalian test Gravatar*

  36. Aku percaya Tuhan mendengar doa kita. Entah bagaimanapun cara kita menyembahNya…

  37. Ya, mungkin kita semua harus hati-hati supaya ndak terjebak dalam agama.
    Berdebat tentang agama bisa jadi keblinger karena itu bukan intisarinya.
    Agama seyogyanya membantu kita memahami Tuhan dan bukan tujuan akhirnya.
    Dan, Tuhan (yg penuh kasih, kebijaksanaan, dsb.) tidak perlu diperbedatkan.
    Bukankah kita semua (?) yakin kalau Tuhan itu “maha” dan Tuhan itu satu. :)>-

  38. memang susah kalo berdebat topiknya masalah keyakinan, dan saya paling males kalo sudah berdebat masalah keyakinan gak akan ada habisnya, wong kita aja gak tau di terima apa enggak amal perbuatan kita pada apa yang kita yakini saat ini, trus sempet-sempetnya memperdebatkan agama lain
    :-w :-?

    salam kenal dek gun.. :d

  39. Spertinya bukan seseorang menilai agama orang lain sepertinya yang salah… Tetapi orang tersebut yang salah memahami agamanya sendiri.. Jika dia bisa memahami agamanya sendiri dengan benar, maka dia pun bisa memahami / mengambil sikap yang baik dengan agama lain.

    Bukan begitu?

  40. dasar ente! ane sumpehi keffir ente…!!! kalo ane aliran yoghurt :-]

    hehehe peace ^ ^

  41. Saya percaya bahwa setiap agama atau kepercayaan mengajarkan kebaikan dan menolong sesama. Keluarga besarku multi agama….jadi saya melihat bahwa agama apapun inti ajarannya adalah hampir sama.

  42. ane sumpehi ente keffir!!!! XD~ :-?

  43. @ Kerfirou: Lha terus? :D

    @ vcrack [1]: Sokooooooooooorrr…. =))

    @ vcrack [2]: Maksudnya? Atheist kan ndak berarti ndak beragama. :P

    @ vcrack [3]: :-w

    @ IT Consultant [1]: Udah sana wikikan! :))

    @ saRe’: Haruhi!!! [-o< @ danalingga: Ah itu! Bullshit dengan mencari kebenaran, kecenderungan manusia memang hanya percaya dengan apa yang ingin dia percaya.

    @ Cynanthia: Caya ndak malas... :">

    @ daeng limpo: Membiarkan orang meyakini apa yang ia yakini memang bagus. Tapi itu dalam konteks internalagamanya, jika keyakinan terhadap salahnya agama lain (dengan sangat simpel), malah bisa membuat perselishan. ;)

    @ Jiewa: :|

    @ cK: >:D< Light Novel! :))

    @ venus: Nyantai mbok. :D

    @ sawali tuhusetya: Amiinnn... Itu juga yang saya harapkan pak. Ndak usah segala ngurusi tetek bengek itu. Jika agama yang diyakini welas asih dan cinta damai, maka berbuatlah welas asih dan damai terhadap siapapun. :)

    @ IT Consultant [2]: :|

    @ iman brotoseno: Kan udah dijawab… :|
    *lempar ke CY*

    @ -=«GoenRock®»=-: Kekekeee.. Ini aku nulis dengan damai, bro. :D

    @ annots: Jahhh… Yang beginian sih mikir ndiri aja. :D

    @ Xaliber von Reginhild: Pernah baca entriku yang “Jangan sepotong-sepotong juga dong, Pak”? :P

    @ moerz: Maksud?

    @ Me-u: Maaf, itu ndak terdaftar! Haruhiism yang resmi, ada situsnya haruhiism.com

    @ nico: Maksud?

  44. @ Alex Budiyanto: Wah, promosi kampus neh. :))
    Gue sih udah dari SMA, dan keluarga besar yang multireligi. :))

    @ walahwalah: Itu. :D

    @ Goenawan Lee: Suka-suka gue dong!

    @ deking: Tapi perbedaan itu ga mustahil buat disatukan kan? :P
    Keycodenya itu malaikat om. :D

    @ Diki: Bener ituh… =)) ~:>

    @ CY [1]: Nah, manusia coba melogikan Tuhan dengan sederhana kan? =))

    @ suprie: Heheheee… Tumben ga misuh kan? Artinya udah deket ke pencerahan. :-j

    @ loper: Kalau sensitif, amannya ga usah beragama aja ya?

    @ funkshit: Terus? :|

    @ Cabe Rawit: Persamaan? Wuih, eh keduluan si CY…

    @ CY [2]: Nah loh. :))

    @ CY [3]: Mana gravatarnya? :D

    @ iphan: Amen. :D

    @ sigid: Jahahaaa… Tepat sekaleee!
    Manusia udah sibuk mikirin agama, hukum-hukum agama lah, tapi kok lupa sama Tuhan? :|

    @ Parta: Ya, kita ga tau apa kita bener ato salah. Kita cuma bisa yakin kan? :))
    Salam kenal juga. Wuih, dipanggil dek… :”>

    @ Okto Silaban: Haaa… Tapi kadang jika terlalu ‘candu’ dengan agama sendiri,agama lain dinilai ‘di bawah’. :|

    @ shinobigatakutmati [1]: :|

    @ edratna: AH, sama Bu. Keluarga besar saya juga. Semua intinya menuju kebaikan bersama, hanya sayang sebagian manusia ada yang ngerasa paling tinggi derajatnya. :)

    @ shinobigatakutmati [2]: :-w

  45. apa itu artinya kita mesti mempelajari ajaran agama lain dan memposisikan diri sebagai pemeluk agama tersebut ?? padahal ajaran agama kita sendiri aja masih banyak yang masih perlu kita pelajari… :-?
    saya bingung. ga usah ngomentarin agama lain aja lah… *cari aman :-]

  46. @ niez-nya adit: Itu kalau mau ngomentarin. Ngeposisiin itu cuma agar kita tau rasanya dikata-katain dengan argumen simpel. :|

  47. Pernah, lalu? :D
    *sedang lambat menangkap info*

    Oh, maksudnya seperti halnya yang terjadi dalam entri itu kah?

  48. *lupa, pesan di atas seharusnya ditujukan pada bang Goenawan Lee atas tanggapannya terhadap komentar saya sebelumnya.

  49. @ Xaliber von Reginhild [1]: T E F A T ! :-]

    @ Xaliber von Reginhild [2]: ?

  50. @ aldohas: Sorry kejaring Akismet. :D
    Ya ini dia, banyak umat sekarang yang hobi ngata-ngatain tanpa bercerminke diri sendiri. :|

  51. *sial, keycode-ku bisa-bisanya seraphim. kalau seraphim yang dilempar dari surga, ya mungkin saja* >:)

    kurasa tidak perlu berpanjang lebar disini : Saya Setuju dengan Anda.

    :d

  52. @ fertob: Kayaknya random keycode ini asyik ya. :))
    Sayang aku login. >:)

    Ya, karena pendek saja. :D

  53. Asem namaku ikut ketulis T_T

  54. @ The Sandalian: Horeee… Kesummon!! |:d|

  55. Semua agama kompleks? :-?

  56. @ Kroco Geddoe: *klik*

  57. Bagi saya, saya adalah Tuhan!!!!

    *pergi ke mesjid [-O<

  58. @ Nazieb: :|

  59. [-x

    mengenai tulisan di atas, aku hanya berkomentar *kembali pada diri masing-masing*

    because : diri kita sendiri lah yang berurusan dengan Tuhan, bukan orang lain. dan untuk memantapkan hati tidak perlu mendengarkan bisikan dari lain tentang apa yang kita yakini.

    *kita berbeda*

  60. @ nazel0612: Salah konteks, bukan terhadap apa yang kita yakini, tapi bagaimana manusia memperlakukan milik orang lain. Dalam konteks ini agama orang. :P
    Agama orang diperlakukan sepele, dicap hasil karangan lah, apa lah. Kakakaaaaa… :))

  61. x(

    untuk apa mempermasalahkan agama orang lain??? agama sendiri aja belum tentu dijalankan dengan benar :))

  62. @ nazel0612: Maka dari itu saya ga suka apabila dalam pengajaran (pendoktrinan) agama ada udah nyinggung agama lain. Ngata-ngatain agama ini dimodif lah, blablabla lah…Taik kucing semua!

  63. =))

    salah mas, yang lebih tepat lagi tai anjing. itu lebih buat orang yang tak bisa menghargai agama lainnya.!!!

  64. Iya kompleks, tapi tidak semua agama sama kadar kompleksnya
    *alah ribet nih saya* :)

  65. OOT, kayaknya agama saya yang paling kompleks ;)
    *maksa banget*

  66. @ nazel0612: ;))

    @ J Algar [1]: And so subjectivity works…. :D

    @ J Algar [2]: See? ;))

  67. koq gw sepertinga farmiliar dengan kata Haruhi, Anime kah?