Feed Online with WordPress 2.6.2 on ! 141 posts and 9,208 comments.

Sekuel: Trik Jitu Sejuta Pengunjung dan Komentar 05.01.08

By rozenesia posted in article. Saturday, Jan 5th, 2008 at 7:29 pm

Episode sebelumnya: Trik Jitu Sejuta Pengunjung dan Komentar

.
.
.

Ini sebenarnya tidak bisa disebut sekuel. Hanya konfirmasi saja.

Sebelum membaca, disarankan untuk melihat bagian pertamanya terlebih dahulu. Klik ini…

Mengutip tulisan 049 mengenai bahan acuan.

***

By 049 @ Desember 25, 2007 12:18 pm

Hiperbola

Suatu pernyataan yang dilebih lebihkan untuk memberikan kesan tertentu. Contoh: Air mata membanjiri wajahnya

Ironi

Cara pengungkapan maksud dengan pengungkapan kebalikan dari apa yang sebenarnya terjadi. Ironi bertujuan untuk menyindir lawan. Contoh: Lho? Kamu ini, baru pukul 12 siang baru saja bangun!

Satir

Silakan baca sendiri di sini

Bahan acuan lain bisa diliat di sini. Atau silakan menghabiskan waktu menjelajahi Wikipedia dan sejenisnya. Semoga tulisan ini bisa sedikit memberikan penjelasan terhadap tulisan saya sebelumnya tentang doraemon.

***

Semacam itulah saya menulis mengenai Trik Jitu Sejuta Pengunjung dan Komentar.

Sekali lagi silahkan melihat tulisan ini.

Apa? Masih belum mengerti? Klik ini dong…

Jadi…

.

.

.

…saya sebenarnya menyindir.

Sekian dan terima kasih.

socialbookmarks

entrymeta

You are reading the article, Sekuel: Trik Jitu Sejuta Pengunjung dan Komentar. This article was written on Saturday, 5th January 2008 at 7:29 pm and last update on August 27, 2008 at 3:44 pm, in Yogyakarta, Indonesia. You can find similar articles in the article category and , , , , , tags, or more articles by rozenesia, if you enjoyed this article. If you have any comments about this article, you can use contact page, or leave a comment below. You can also follow comments made on this article via my RSS 2.0 feed or subscribe to full feed. If you would like to continue reading more, the previous article on my weblog is called Trik Jitu Sejuta Pengunjung dan Komentar and the next article is called Agama, Tuhan, dan Parodi Permainan. Thank you for visiting my weblog.

Feed Want to stay up to date with my postings? Watch my blog and subscribe to full feed or comments feed.

70comments

  1. saya sih mengerti. mungkin masih banyak pembaca yang tidak mengerti tulisan satir.. ^^

  2. o maksudnya ini memperjelas gitu yah? :D

  3. bagi saya satir boleh2 saja tapi dengan komposisi benar, tidak menjatuhkan tapi untuk membangunkan.

  4. linknya 49 itu salah kayaknya :D

  5. Hiperbola itu bukannya tulisan tentang Bola yang kebanyakan?

    *ditimpuk*

  6. saya punya praduga bersalah nih… :) kecurigaan saya, waktu rozenesia nulis tulisan satir, sebenarnya dia sedang tertawa terbahak-bahak dibelakang layar, sambil membayangkan berapa banyak orang lagi yang akan “terpesona” dan “tertipu” sambil kebingungan mengartikannya. :mrgreen:

    adhominem…adhominem…. ;)

    *buset dah, gara-gara tulisan satir itu, kok jadi banyak yang belajar satir mobil ya ?*

    Nih, ada peringatan dari mas Amed disini :

    Satir itu rentan untuk disalah pahami, apalagi dijadikan bahan buat maki-maki orang. Sebaiknya jangan diteruskan kebiasaan menulis satir. Tulislah seadanya saja, hentikan kreativitas yang tidak berguna itu!

  7. nah lo….. :mrgreen:

  8. walah, saya kena sindiran juga nih mas roze. di blog ini ternyata ada macem2 majasnya juga, yak *halah*

  9. Saya sendiri, jujur saya, waktu pertama kali masuk ke dunia Wordpress (dengan lebih serius), belum mengenal apa tulisan satir itu. :P Barulah setelah baca-baca di Wikipe, saya mengerti apa maksud dari “satir”. :D

    Mungkin begitu juga dengan yang lainnya.

  10. Yak, salut atas kejujurannya.
    Betapa herannya saya melihat sebagian pembaca yang tidak tanggap dalam memahami situasi pada postingan trik jitu sebelumnya. Untungnya postingan ini muncul tepat waktu. Tapi bagaimanapun, sisi positif yang bisa diambil dari postingan sebelumnya yaitu ekspresi ketidaksenangan Anda terhadap fast-reader.

    Anyway, saya kok jadi teringat kembali tentang fenomena botd yang terjadi belakangan ini, yaitu blogger yang meminta maaf setelah menipu pembaca atas konten yang berbau pornografi?

  11. @ cK: Yah, sekadar konfirmasi eksperimen satir kemaren aja. :lol:

    @ aRuL [1]: Iya, agar ga kejebak. :D

    @ aRuL [2]: Yang sulit itu menilai kadanrnya itu, udah dibahas di Y!M tadi kan?

    @ aRuL [3]: Fixed, thanks.

    @ alex: Ente wartawan BOLA yah? :lol:

    @ Pyrrho [1]: Lha? Lha? Ini nggak ditujukan buat semuanya kok. :lol:
    Hohohoo… Dan saya miris melihat hasilnya tadi, makanya rilis ini.
    Ckckckkk… Belajar! Belajar!
    Lha bukan kebiasaan to’? :lol:
    Kan belajar… *ngeles* :mrgreen:
    Ndak kok, sebenarnya cuman pengen ngasih warna aja ke variasi tulisan. Supaya ndak terjebak dalam satu style. Lagipula saya ndak keukeuh pada satu style lah. :lol:

    @ Pyrrho [2]: Lha bukan kebiasaan to’? :lol:

    @ Sawali Tuhusetya: Lah masa kena sih pak? Kena gimana nih? :?

    @ Xaliber von Reginhild: Udah sering denger dulu, kebetulan pecinta sastra yang ga mahir sastra. Tapi ga gitu diperhatiin sama saya dulu. Masuk WP, baru perhatiin.

    @ StreetPunk: Lha saya ndak jujur kok apalgi meminta maaf kok. :lol:
    Ini kan tulisan konfirmasi, dan emang berseri untuk mencegah hal-hal yang ga diinginkan. ;)

    Saya nggak semuanya ga senang sama fast-reader. Saya malasnya melihat yang nitip komen saja, berlalu begitu saja. Sekadar buka blog orang, komen tanpa membaca apalagi tahu isi tulisan. :D

  12. Yaa, yaa…. tampaknya saya paham sekarang :D

  13. Maksudnya jujur itu, yang ada kata-kata ‘jadi…saya sebenarnya menyindir. Sekian dan terima kasih’. Itu kan pengakuan jujur.

    Lha? Minta maaf? Ya enggak dong memang nggak perlu minta maaf lagi, yang saya bilang teringat itu maksudnya keadaannya mirip aja dengan yang saya sebutkan tadi.

    Fast-reader yang menitip komen dan berlalu begitu saja mungkin dia nggak tau mau komen apa pada suatu tulisan karena mungkin tulisan tersebut terlalu berat baginya atau dia mungkin memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai topik yang diperbincangkan namun dia memaksakan juga untuk komen sehingga terkesan fast-read

  14. @ Cynanthia: Amin.

    @ StreetPunk:
    Mengutip kembali komentar feedback saya~ di entry sebelumnya.

    @ venus [2]: Seperti yang udah saya kemukakan dalam feedback, nggak semestinya dipukul rata semua. Ini tergantung dari empunya blog, bisa juga tulisan. Kalau pada dasarnya empunya blog nggak gitu suka komen ala doggy style dan nyatanya ia lagi membahas tulisan yang serius, tapi dibegitukan ya entah. Lain kali kalo tulisannya sekadar iseng dan pelepas stress.

    …dan…

    @ Xaliber von Reginhild: Yah, saya ambil contoh pribadi. Waktu ngebahas topik “Cina, China, atau Tionghoa” dengan serius, saya ga senang tiba-tiba ada komen numpang lewat. :)
    *coba jujur*

    Nah misalnya di entry Fak. Sastra Mesin yang ngelawak (tapi ada makna tersirat) sih ga apa. :P

  15. …istilah drama semua… meskipun kenalnya dari sastra juga…
    all time favorite sih….sarkas, gampang.

    haha…
    ini apa hubungannya sama episode 1? *kayak nanya Star Wars aja*

    (kabur sebelum ditimpuk)

  16. PunkStreet?*ga penting*

    Yah…yang penting sang empunya blog mesti belajar untuk bersabar, nggak usah terlalu diambil hati apalagi sampe sakit hati. Mungkin si pengkomentar jarang berkunjung ke blog tersebut jadi dia belum tau betul tentang sang empunya blog.
    Saya aja sampe saat ini kalo ada komen ngasal saya tanggapi dengan sewajarnya dan tetap berusaha untuk menghargainya. Toh masih banyak komen-komen lain yang bermutu.

  17. @ Lemon S. SIle: Halaaahh… Halaahhh… Ini episode konfirmasi ndan penegasan aja kok.

    @ StreetPunk: Sorry, kebalik ngetik..ngantuk berattt… :mrgreen:
    Heheheee.. Sama here. Saya selalu menanggapi tiap komentar yang masuk, lihat saja sendiri. Nggak satupun dibiarkan lepas. Bahkan pakai [1], [2], sampai [5]… segala… :lol:

    Makanya, yang terpenting itu ya “tau diri” di rumah orang. :P

  18. Yang terpenting “tau diri” di rumah orang, setuju banget tuh, tapi kayaknya kata-katanya sungguh ‘mengena’ terhadap komentator yangnggaktaudiri tersebut, ya? Di sini pernah terjadi ya?

  19. @ StreetPunk: Gini sebenarnya… Manusia tuh kecenderuangnnya ingin dihormati, tapi bagaimana bisa dihormati tanpa menghormati orang lain? Ini siklusnya.

    Kayak mas Guh bilang di entry sebelumnya.

    Makanya mas-mas dan mbak-mbak, seriuslah selalu dalam berkomentar, setidaknya setelah itu kita merasa pantas untuk memimpikan orang lain juga akan serius dalam berkomentar.

    Gitu aja maksud saya.

    Jadi gimana kita itu bisa “tau diri” dulu lah di blog (rumah maya) orang. :D

    Pernah kejadian atau ga, ya itu kan berbeda di persepsi tiap orang. Bisa aja saya nganggap ini komentar ga tau diri, tapi orang yang berkomentar itu ga ngaggap gitu (ya iya lah!! namanya kan emang ga “tau diri”)
    Ga perlu lah dibahas pernah kejadian atau ga, di mana, kapan, atau siapa. Bikin misuh aja. Jadi ya intinya ingin menyadarkan sesama termasuk diri saya sendiri.

    Tau dirinya pake ” dan ” lho. ;)

  20. Pembahasan yang menarik ya. Mudah-mudahan dapat menyadarkan semua agar dapat berkomentar serius terhadap postingan serius..
    ..setidaknya meminimalisir ketidakseriusan

  21. @ StreetPunk: Postingan serius kadang bisa diselipkan guyonan kok, semuanya ya tergantung dari empunya blog itu juga, juga nyesuain kondisi dan situasi. Semisal belum kenal ya kita harus hati-hati dan tau diri di depan tuan rumah. :D

  22. Postinganmu yang mengenai panggilan cina, china, chinese, atau tionghoa tuh kayaknya bener-bener serius ya

  23. @ StreetPunk: Saya mau bawa serius. :mrgreen:
    …asal ndak misuh. :P

  24. Karena menyindiru itulah makanya saya merasa tertipu judul kemaren. Wong saya mo nerapin , eh dah di sindir duluan.

  25. @ danalingga gi fakir bandwith: Wakakaaa… Kadang satir harus sampai judul lho. :P
    Maaf deh, maaf… :lol:

  26. memang, trik paling jitu menyadarkan “kekurangan” orang lain adalah menggunakan satir..

    btw, itu Sumi Yang nya cakep ^^
    *ikutan jadi fans*
    kalo yang ini trik jitu dalam berkomentar di blog orang: gunakan Sumi Yang sebagai avatar. dan hasilnya, komen anda pun pasti dibaca oleh pengunjung lainnya. no fast reading pada komen anda. cerdik sekali:)

  27. @ dimasu: Aseli komen mas selalu bikin ngakak! :lol:
    Ta’ cantolin blogroll ah~

    SUMI YANG is minee!! :twisted:

    *niat buat galeri foto Sumi Yang*

    Bener juga, orang kejebakimaji pada avatar yah… :lol:

    Satir itu biasanya yang nyadar ya yang dituju. Tapiiii… Itu kadang sulit juga tergantung kepribadianyang dituju itu. :D

  28. [...] Ingat, baca sekuelnya dengan klik ini!! [...]

  29. numfang lewadh….
    *ditendang*
    be te we, emang ada yang ndak ngerti tulisan yang kmaren itu satir ya?
    fasti mereka yang ndak ngerti lagi tinggal di goa
    *komengtator inilah salah satunya*
    ah ya, maaf OOT baginda, itu fake fotona safa ya? ko ya saia ndak fernah ngliadh *binun*

  30. @ Hoek Soegirang: Yang jerjebak dari BOTD kemungkinan ada yang ga tau. :D
    Avatar? Baca sidebar saya~

    Sumi Yang
    an anchor on Metro TV’s daily Mandarin-language program Metro Xin Wen and also News Flash bulletins

    indeed, my current WP-avatar and Gravatar is her photo, not mine

  31. Saya tinggal di goa nih…

  32. @ yarza: Gua-manusia-Gua. :mrgreen:

  33. kenapa gak kamu biarkan saja persepsi orang tentang tulisanmu itu?
    toh kita gak akan bisa memaksakan sudut pandang. bagaimanapun, risiko terjadinya beda pemahaman selalu ada dengan sendirinya dalam sebuah “teks”. di sini lah kemudian “konteks” mengambil alih peran. ingat mantra Paman Tyo? blogosfer adalah rimba teks.
    lagipula, tidak akan pernah seorang Seno Gumira Ajidarma memberi penjelasan tentang maksudnya menulis “Sepotong Senja untuk Pacarku”. karena kemudian, makna “sepotong senja” bagi masing2 orang tentu berbeda.

    demikian

  34. Saya suka tau diri di rumah orang itu, meski tak ada di postingan, tapi malah itu yang lebih menarik.
    Dan untuk postingannya makasih mas, mengingatkan tentang majas-majas :lol:

  35. Rupanya bro’ roze merasa tidak puas dgn komentar2 yg ada di post sebelumnya, hinggu merasa perlu memperjelas dgn postingan ini.. :P
    maafkeun kalo saya termasuk yg nyampah di post sebelumnya..

  36. maaf jg kalo saya termasuk yang satir di posting s

  37. maaf jg kalo saya termasuk yang satir di posting sebelumnya

  38. *s = sebelumnya, maaf salah ketik :)

  39. Saya “agak telmi” nih…..karena kalau nulis ya nulis aja……wahh jangan-jangan ada yang tersinggung atau keliru ya?

  40. satir makanan apa seh?

    *kabur sebelum di lempari batu*

  41. dasar kau tukang nyetir eh salah nyindir hehehehe :P
    sip lah ya……..!

  42. wah kalau aja tulisannya lebih panjang khan asyik jadi pencerahan hohohoh salam kenal

  43. *jatuh dari kursi*

    Wakakakakakaka!

  44. @ arya: Ahahaaa… Sedikit konfirmasi di sini cuma agar satir itu nggak dikira beneran terus diikuti aja. Kalao dikira beneran tapi ga diikuti ya ga apa. Nah kalo diikutiu… efeknya kan nggak cuma beda sudut pandang, tapi udah ke hal-hal yang rada gimana gituuu… :lol:
    Ini cuma meminimalisir efek negatif aja. :D

    @ goop: Heheheee… Komen atau ga komen, tetap tau diri juga namanya. ;)
    Saya cuma ngikut oom 049 ah. :P

    @ qzink666: Ndak, saya ga ingin ada yang bener-bener ngikutin gitu. :lol:

    @ Muhammad Zulfikar [1]: Ya… Yaa…

    @ Muhammad Zulfikar [2]: Yaaa… :D

    @ Muhammad Zulfikar [3]: Hooo…

    @ edratna: Yah, saya mah nggak ingin trik itu bener-bener diikutin, soalnya udah saya kasih peringatan tentang menyatir sebelum membacanya. ;)

    @ lahapasi: Enak yah? *nanya balik* :lol:

    @ shinobigatakutmati: *siul-siul*

    @ uwiuw: Masa sih panjang enak? :P

    @ Uchiha Miyu: Ada apa? :?

  45. ooooo….. :P

    gw baru ngerti setelah baca linknya fertobhades.

  46. Ga ngeh saya. Tapi judulnya lumayan buat menipu…he2x

  47. Ga usyah terlalu diribetkan Gun. makin banyak yang tidak faham nantinya.

    Semoga Bahan Acuan itu bisa membantu.
    Amin

  48. @ purnama: Baguslahhh!

    @ nicoustic: Masa ga paham? Menipu? Saya cuma memainkan sedikit satire. ;)

    @ Neo Fortynine: Amin.

  49. alhasil saya pun terhasut… masuk dlm perangkap trik jitu

  50. Menyatir tulisan satir… :lol:

  51. @ redcollege: Maksudnya? ;)
    Lha ndak perhatiin entry sebelumnya toh?

    @ Kopral Geddoe: Is that rite…? :lol:

  52. serasa belajar bhs indonesia.. :D

  53. Pokoknya sejuta topan badai deh :P

  54. hmmmm… gue bingung.mungkin bodoh gue… dan gue yakin gue bodoh..hidup bodoh

  55. dasaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrr :lol:

  56. terima kasih infonya.

  57. @ dhezsya: Sama Pak Sawali aja. :mrgreen:

    @ djunaedird : Sip! Sipp!

    @ jiwakosong: Bodoh bukan bingung… Bingung bukan bodoh… ;)

    @ zal: :mrgreen:

    @ julfan: Sama-sama~

  58. thank you mba :)

  59. ditunggu bagian ke tiga nya
    bisa jadi trilogi nich

    *berlalku menjadi fast reading

  60. @ bangbadi: Sama-sama. :lol:

    @ funkshit: Heheeee… Moga-moga ada. :mrgreen:

  61. :lol:

  62. @ brainstrom: :?

  63. Alvatarnya berubah menjadi perempuan ya?

  64. Jadi orang - orang disana belum tahu kalau itu satir ? :-?

  65. @ Hanna yang lagi hiatus: Iyaaaaaaaaaaaaaaa~

    @ Mihael “D.B.” Ellinsworth: Sekadar meminimalisir kemungkinan terburuk. ;)

  66. Saya mengucapkan selamat, dan mendukung trik itu. Sehingga saya tinggalkan pesan… di sini :)

  67. @ abah Zacky al-Atsary: Ah, terima kasih. ;)

  68. [...] post ini bukan satir lho… ini post curhat [...]

  69. Umm… “Satir” mobil?

  70. @ p4ndu_454kura: Rite, fella. :roll:

del.icio.usbookmarks

Flickr.comphotos

Lensa #8Lensa #7SilhouetteLensa #1Lensa #2Lensa #3Lensa #4Lensa #5Lensa #6