Feed Online with WordPress 2.6.2 on ! 141 posts and 9,208 comments.

Mereka yang mulai duluan! 25.12.07

By rozenesia posted in thought. Tuesday, Dec 25th, 2007 at 2:49 pm

Grraahh!!
mereka yang memulai duluan! jadi apa salah saya!?

Singkat saja. :P

Saya tidak mau bicara mengetik panjang-lebar kali ini.

Sebelumnya, perhatikan dulu catatan berikut:

.
.
.

Alkisah, seorang anak SMA (sebut saja Ying) yang merasa sedang ‘kehilangan’ agamanya terlibat obrolan singkat pada jam istirahat dengan seorang teman, sebut saja John.

John : “Ying, tau ga loe… Makin kacau aja nih dunia. Banyak orang-orang gila yang bunuh manusia buat mulusin jalan mereka ke sorga.”
Ying : “Maksud loe aksi teror kemaren itu?”
John : “Apa lagi? Yang mana lagi? Loe jelas liat lah… Barbar banget sih mereka. Mereka kira agama mereka aja yang paling bener gitu?”
Ying : “Lha kok nyambungnya ke agama?”
John : “Jelas lah… Masa loe kagak tau, mereka kan bilang jalanin perintah agamanya, jalanin perintah Tuhan. Gila aja ada agama kayak gitu. Ga banget deh.”
Ying : “Loe sentimen ama orangnya atau sama agamanya sih? Bingung nih gua. Sama temen-temen aja loe akrab ama sebagian aja, sebagian kayaknya loe cuekin deh.”
John : “Ah ga tau deh. Yang jelas gue ga suka sama mereka. Bergaulnya milih-milih. Terus milih-milih itu pake alasan dari agama pula.”
Ying : “Kok loe sendiri yang sewot, loe juga milih tuh. Gimana sih?”
John : “Gue kan ga salah, mereka duluan yang nyolot. Wajar dong gue balas juga!”
Ying : “Terserah loe dah, gue capek mikirinnya…”

~-~

Sepulang sekolah, di sebuah warung makan Ying bertemu dengan teman satu angkatan di sekolahnya, sebut saja Amin. Mereka pun mulai terlibat pembicaraan sambil menunggu pesanan tiba.

Ying : “Min, kita seangkatan, tapi dari yang gue liat, loe jarang banget bergaul sama anak-anak, kenapa sih?”
Amin : “Bukannya gitu, Ying… Gue pilih teman yang baek-baek.”
Ying : “Menurut gue hampir semua temen seangkatan kita baek aja tuh, kalo kita kesampingin dulu mereka yang suka bolos dan tawuran…”
Amin : “Susah deh pokoknya, bro. Gimana ya, banyak di antara temen-temen kita itu nutup diri deh, bergaulnya ekslusif gitu.”
Ying : “Tapi gue liat loe ama beberapa loe yang ikutan ekskul keagamaan gitu pada teriakin apa gitu tentang agama laen.”
Amin : “Ah, tau ga loe, yang mulai duluan tuh mereka. Mereka pada nuduh dan jelekin macem-macem. Kalo mereka ga duluan, ga bakal kayak gini deh kita-kita! Otomatis dong kita-kita bela diri!”
Ying : “Ah, gue bingung ama kalian semua…”

~-~

Ying menghela nafas panjang, tidak habis pikir dengan arogansi yang ditekankan masing-masing pihak. Jadi, siapa yang salah dan siapa yang mulai duluan? Entah. Selama masih ngotot mempertahankan sudut pandang sepihak dan menekankan arogansi, generalisasi yang negatif, serta berpatokan pada orangnya, damai di kerajaan surga hanyalah angan-angan belaka.

…tapi kenapa Ying cuma bisa diam saja ya? :mrgreen:

socialbookmarks

entrymeta

You are reading the article, Mereka yang mulai duluan!. This article was written on Tuesday, 25th December 2007 at 2:49 pm and last update on August 27, 2008 at 3:38 pm, in Yogyakarta, Indonesia. You can find similar articles in the thought category and , , , , , , , , , , , , , tags, or more articles by rozenesia, if you enjoyed this article. If you have any comments about this article, you can use contact page, or leave a comment below. You can also follow comments made on this article via my RSS 2.0 feed or subscribe to full feed. If you would like to continue reading more, the previous article on my weblog is called Alkitab itu… and the next article is called Seandainya saya menjadi anggota DPR…. Thank you for visiting my weblog.

Feed Want to stay up to date with my postings? Watch my blog and subscribe to full feed or comments feed.

93comments

  1. Maaf, PERTAMAX habis. :D

  2. Hoh???
    *komen dulu baru baca*

  3. Agama lagi. :|

  4. entahlah, saya juga bingung…

  5. nyem..

    ” Mereka yang mulai duluan!” dengan sudut pandang yang berlawanan menghasilkan pemikiran yang sama namun membuatnya jadi kontroversi ya?

    Kenapa Yang diam? Karena menurutnya, mereka (Amin dan John) nggak bisa dikasihtau, mungkin? :D

    *Otak seteres*

  6. Sensitif, takut salah omong. Nyumbang doggie style aja :P

  7. Iya dong, kan mereka semua yang duluan, kita gak boleh diem aja!! Harus dilawan!! Pokoknya pendapat kita paling benar!! [nyambung2nya ke entri sebelomnya yah :p ]

  8. Mampir dulu ajah…

    takut kyk mas Payjo… :P

  9. seperti lirik lagu dangdut …
    kau yang mulai, kau yang mengakhiri …
    kalo rebutan bener-beneran saya gak ikutan Gun :)

  10. Mudah2an virus damai menyerang dan menggerogoti persendian jiwa semua pemeluk agama maupun yang tak beragama.. amin

  11. style khusus Rozenesia …

  12. @ Amed: Sekarang mana? :P

    @ antobilang: Lha? Ini pan analogi. :mrgreen:

    @ niez: Jadi? ;)

    @ bakebake: Nah itu, sudut pandang boleh beda, tapi kalau sudah generalisasi dan berpatokan pada orangnya, PLUS ngotot pada sudut pandang sendiri tanpa mencoba menelaah sudut pandang lain, itu susah…
    Ying diam karena….karena Ying lagi stress mikirin pacarnya waktu itu… :mrgreen:

    @ Payjo: Silahkan. :P

    @ Dream Maker: :lol:

    @ Praditya: Silahkan juga. :P

    @ cakmoki: Gimana yah pak… Kalau udah terpatri saya yang paling bener gini susah juga… :mrgreen:

    @ gempur: Amiiinn…

  13. @ leksa: Maksud? :?

  14. seandainya saya jadi Ying, bukan tidak mungkin juga hanya bisa diam. Nggak gitu ngeh sih…

    :lol:

  15. *bengong*

    **ikutan bingung**

    Ah, ternyata begitu toh …

    *tercerahkan*

  16. @ Mrs.Neo Fortynine: Aih, masa sih… :P

    @ danalingga: *meditasi* :mrgreen:

  17. waduh…kayak gini mah nggak ada habisnya… :-?

    tanya kenapa?

  18. ooh mau bikin blog niche topik yang seperti ini ya?….

  19. Hmm… seperti meributkan telur sama ayam, mana yang keluar duluan? :P

    Kalau batu ketemu batu, keduanya bertabrakan dengan kencang, memang pada akhirnya yang tersisa hanya serpihannya. :)

    :mrgreen:
    *ngga jelas*

  20. Apa masih tentang ‘pokoknya’ ?
    *bingung ;) *

  21. @ cK: Yah, arogansi itulah tante… :mrgreen:

    @ ekowanz: Ya? Kenapa om? :?

    @ Xaliber von Reginhild: Maka dari itu saya bilang damai di Kerajaan Surga masih ngambang. :P

    @ watonmuni: Kaum dari agama manapun yang ‘pokoknya’. :D

  22. Sepertinya Anda kurang betah membiarkan kedamaian berlangsung lama ya, baru saja menghadirkan entry ‘Pesan-Nya’, sekarang sudah menyuguhkan tulisan yang membuat otak jadi panas lagi.

    Ah, itu nggak penting. Menyangkut bacaan tadi, menurut saya keduanya sama-sama memulai, tapi beda.
    Di mana bedanya? Terletak pada cara atau perilaku keduanya. Si Amin meneriakkan tentang agama sehingga membuat si John memusuhinya. Kalau dilihat dari situ, si Aminlah yang duluan. Si John pun mulai duluan. Kenapa? Karena cara pikirnya. Sifatnya, yaitu kalau berteman suka milih-milih, akibatnya begitu melihat orang kayak Amin maka dia pun langsung menjauhinya.

    Kenapa Ying diam saja? Kita nggak tau sekarang Si Ying lagi ngapain. Sampai tulisan ini dimuat, mungkin saja Ying hanya diam. Tapi sekarang, siapa tau? Bisa saja sekarang Ying sedang mendamaikan kedua belah pihak atau malah semakin memperparah keadaan, kalau itu memang sungguh sebuah kejadian yang memang benar-benar terjadi.

  23. @ StreetPunk: Maaf tadi kena moderasi akismet, entah kenapa. Saya ga tau.

    Ini tulisan analogi mas, saya mengajak berpikir mereka yang cuma bisa menyalahkan pihak lain dengan generalisasi, berpegang pada arogansi, tanpa melihat sudut pandang lain. Kalau otak jadi panas, saya ga tau karena ini hanyalah sebuah otokritik dan kritik yang saya layangkan kepada pihak yang tengah berseteru yang cuma bisa nyalahi pihak lain sebagai ‘yang mulai duluan’.

    Ying di sini tak lain adalah saya (Li Xiang-ying) yang mencoba membawa potret kehidupan ke dalam sebuah wacana yang diharapkan bisa membawa pembaca merenungi lagi akibat dari perselisihan, yaitu rasa arogan dan ngotot pada pendapat sendiri.

    :D

  24. Agama lagi, agama lagi… :(

    Heran, dari dulu sampai sekarang orang kerjanya ribuuuut melulu. Tidak pernah mau melihat dari sudut pandang yang lebih luas. :?

    Eh, nyambung, ngga? :mrgreen: *lemot karena baru bangun tidur*

  25. Saya benci Pemerintah..
    Mereka tidak bisa memberikan kedamaian hati pada setiap umat beragama yg berbeda…
    Seringkali pula mereka mengangkat isu agama demi mencari popularitas, damned..!

    Dan saya juga benci umat beragama yang mengatas-namakan agama demi meraih kursi di pemerintahan….Mereka seringkali berbicara sok bijak di hadapan massa mereka mengatas-namakan keadilan….. Bullshit…! Padahal yg mereka ikuti adalah hawa nafsu akan dunia…. I hate it..!

    *bingung.. kok aku jadi serius sih..?*
    *No Way…*

    *Pergi.. sambil ‘nyalahin’ rozenesia karena telah membuatku jadi serius…. hehe… :) *

  26. @ Cynanthia: Nyambung kok. Agama saya pakai sebagai bahan penyampaian aja, jujur saya ini ngritik budaya “mereka yang mulai duluan!”, lho. :mrgreen:
    Agama jadi contoh karena di situ sering digunakan istilah ini. ;)

    @ antarpulau: Ahahaaa… Bisa aja. :lol:

  27. mana yg mulai duluan…. ayam apa telur ?? :mrgreen:

  28. kenapa tdk mencoba tips “siapa yg mau ngalah duluan” :lol:

  29. bakar!! Bakar!!! :D

  30. Seorang asing dari negeri asing datang kesuatu negeri. Ia menemui kerumunan dipersimpangan jalan. Rupanya ada yang bersengketa ditengah kerumunan. Orang asing itu lalu bertanya pada orang-orang dikerumunan, apa yang sedang terjadi. Apa yang sedang dipersengketakan orang2 itu, atau benarkah mereka sedang bersengketa.

    Malang bagi si orang asing, mayoritas kerumunan tidak memahami bahasa dan pertanyaannya dan juga sebaliknya. Walaupun begitu, si orang asing tidak bosan-bosannya menanyai satu persatu anggota kerumunan. Setiap percakapan menghasilkan jawaban yang tak pernah memuaskan.

    Si orang asing bingung, dia senantiasa berganti-ganti kesimpulan. Yang dia dapatkan hanya bingung dan bingung dan bingung yang bertambah. Ia tidak salah, Ia hanya ingin tahu. Satu-satunya salahnya adalah dia tidak mau beranjak dari kerumunan yang kacau itu.

    Ohh, andai dia menarik diri dari kerumunan itu. Memanjat pohon mungkin. Atau mengintip dari atas balkon. Atau bertanya pada seorang pertapa di negeri itu. Atau mendaki bukit untuk melihat dari kejauhan. Atau menyendiri ke goa untuk menganalisa. Mungkin saja ia bisa memahami kerumunan itu.
    Mungkin saja ia bisa memahami persengketaan itu.
    Mungkin saja ia bisa memahami kenapa begini kenapa begitu.
    Dan sangat mungkin ia bisa memilih mana kerumunan yang layak dia dekati mana yang tidak.

    == Semoga Semua Makhluk Berbahagia ==

  31. gue mo komen apa ya?, semuanya udah komen? he..he..he

  32. lo jual, gw beli!

    gitu yak? :lol:

  33. Makanya damai aja, ndak usah memancing isu yah ;D

  34. pendek sih roz

    ming tautanne sak bajek :D

    *fyuh

  35. Peace dong. Kalu berantem mulu kasihan yang g’ tau apa-apa. Kecuali berantemnya g’ pake kekerasan it’s ok

  36. halah….
    agama lagi… :(
    pantesan laku keras…
    [mari jualan agama]
    dijamin laku kerasss

  37. yaah~ semua orang pasti pilih2 untuk punya temen, sadar ga sadar,.
    tapi bukan berarti harus menjauhi dan memusuhi yang bukan teman, bukan? :mrgreen:

    eh, bahas agama ya?
    :roll:

  38. Tau ndak, Roz….

    Persilatan model begenee cuman kental di Indon loh….

    Di negri nyang tiap hari brantem kayak Lebanon dan Israel itu ternyata laen lagee critane, ndak kayak kita loohh….

    Ke…ke…ke… :)

  39. mereka tuch mule duluan :mrgreen:

  40. *kompres kepala dengan air es*

    Moderasi akismet, belakangan ini saya mengalaminya, pada blognya Xaliber pun kayaknya beberapa komen saya tersangkut.

    Masalah generalisasi, mempertahankan arogansi, dan semacamnya sungguh memerlukan seseorang yang berpikiran jernih, yang dapat memberikan pencerahan terhadap pihak-pihak yang berseteru (ambillah John dan Amin tadi sebagai contoh) akan sikap mereka selama ini. Tapi seseorang tersebut harus tau cara menyampaikan dengan tepat, agar tidak timbul salah saham. Selain itu, dia pun harus bisa melihat sikon dalam menyampaikan pencerahan tersebut. Jangan ketika mereka sedang bertengkar hebat, tiba-tiba dia menyampaikan ceramah. Bisa-bisa dia dibunuh.

    Dalam kisah John, Amin, dan Ying tadi maka si Ying sangat diharapkan mampu mendinginkan kedua belah pihak

  41. Judulnya kaya ngajakin berantem yah? jadi takut baca isinya?

    -Ade-

  42. hmmm..perlu dipahami dulu..

  43. Ying, John, dan Amin kurang wawasan tuh… masih fanatik sempit :)

  44. Kalau postingan ini membawa damai ngga?? :mrgreen:
    Huehehehe…. sorry becanda! :D
    Mari kita bersatu! :D

  45. Bingung nih mau Coment apa…
    hehehehe

    Oia ini aja dh,,,
    Blognya bagus… :)

  46. saya juga tiada bisa berdiam diri ketika melihat perdamaian di muka bumi ini terancam. saya sikat mereka siapapun biang keroknya :mrgreen:

    mereka yang duluan bikin onar, sih :P

  47. *GUBRAK*

    Saya harus mengubah gaya ini… :cry:

    Ketika saya menyinggung agama dalam posting “Karena wanita ingin dimengerti…” ga ada satupun yang sadar, di sini saya ga nyinggung agama tapi mau main analogi, eh, dikira ngangkat isu agama… :cry:

    Gaya penyampaiannya kayaknya salah… :cry:

    *stress*

    *hiatus aja*

    @ CY [1]: Mau bikin saya tambah bingung hah… :lol:

    @ CY [2]: Waks, judul seperti itulah posting berikutnya, kok tau… :lol:

    @ joyo: Puas ngomporin mas? :mrgreen:

    @ Fadli: Waks… Bisa tolong beritahu di makah sang pertapa? :D

    @ daeng limpo: Ya, silahkan lah… :P

    @ caplang™: Maybeee.. :P

    @ aRuL: Yang jadi masalah kedamaian itu belum-belum berkurang juga, jadi yah analoginya diangkat ke sini.

    @ dobelden: Ga ngerti. :P

    @ fikriana: Wah, kalo ga pake kekerasan itu lebih bahaya, udah main mental dan psikologis… :D

    @ masdhenk: Lha? Agama cuma analogi to’? :?

    @ saRe’: Ga bahas agama. :mrgreen:
    Yah, seperti itulah. :P

    @ mbelgedez: Masa anak-anak sekolahnya nggak kayak gini? 8O
    Saya kan ngomongin fenomena sosial, bukan agama. :?

    @ abee: Ckckckkk…

    @ StreetPunk: Yang pasti adalah bagaimana menjaga kenetralan itu, mas. Benar, kalau lagi di puncak amarah, masa diceramahin? Bakal digebuk tuh… :lol:

    @ Sayap KU: Analogi kok, mbak. :P

    @ andi bagus: Silahkan. :D

    @ alief: Lha saya fanatik terhadap apa vak? (saya= Ying)

    @ Yari NK: Kalau disalahartikan sih, kayaknya nggak. Yah, tulisan analogi emang rentan sih. :D

  48. @ Hanster: Heheee… Makasih. :D

    @ Dekisugi: Dassaaarr… :lol:

  49. kamu yang salah!

    hahahahahahahahahahaha

    *pose pahlawan bertopeng

  50. Mereka muley duluan, jadi mereka pertamax? Hihihi, peace!

  51. oh ini hasil meditasi yah…
    hehehe..
    bang roze, semoga disurga ada istana untuk blogger yah..

  52. John ama Aming berpikiran fanatik dan sempit

    gak kan ada abisnya kalo terus2an mempermasalahkan siapa duluan, siapa paling dizalimi, tempat ibadah mana yg paling banyak dibakar, dst.. :P

  53. salam kenal…numpang lewat ya….

  54. Ah, kayak pertanyaan ayam dan telur ^^;
    Maa, masing - masing orang punya pikiran lemah. Dan tidak punya toleransi. . Masing - masing juga gak sadar kesalahan sendiri dan berusaha menyudutkan pihak lain :3
    Gun, kalau kejadiannya ditulis seperti itu, namamu tidak usah diganti aja :3

    Komen soal kalimat terakhir. . . Kalau mau dukung, mau gak mau harus memihak sih. Dukungan yang netral keseringan tidak bawa hasil. . Contohnya aja kayak jadi pahlawan, pasti ada pihak yang kalah kan (F/SN ref), jadi diam saja memang sudah nasib itu anak :3

  55. Gun, mulai lagi deh….
    Mulai…
    Mulai….
    Mulai….

    Saya pilih kunci mulut, wakakakakaaka.

  56. Ceritamu bagus. Tapi, saya kibarkan bendera damai. Ikut demo yuk, demo kedamian, he he.

  57. Nadanya kurang radikal. :mrgreen:

    Hmm…pribadi, saya sendiri mulai bosan dengan artikel agama. Yang kemarin sih kebetulan saja sedang ada niat.. :-?

  58. mulai bosan beragama yah Mihael, seperti teman saya yang sudah bosan belajar agama.

  59. analoginya ok juga. emang banyak orang yang ingin memaksakan kehendak dalam masalah keyakinan. yang nggak sepaham sering direcokin. tapi kayaknya kok nggak akan bertahan lama karena situasi multikultur dan multiagama yang hidup di negeri ini.

  60. Okay… kayanya yang ini hampir mirip dengan kasus yang saya angkat dalam postingan terbaru saya. betul?

  61. kalau ada ying, berarti ada yang -nya dong…
    agama lagi…. :(

  62. Ya, benar. Bagaimana menjaga kenetralan. Itu pasti.

    Senang bisa berdiskusi dengan Anda.
    .
    .

  63. Apa yang salah yaa, pendidikan, pemahaman, kecerdasan, malas belajar, angan2 kebnayakan kemiskinan, problema sosial, kemiskinan struktur, persaingan bisnis aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh mbuh… :)

  64. [...] Peringatan Natal, toleransi, toleransi beragama, Yahudi Warning: Maaf postingan ini hanya catatan kegelisahan saya pribadi karena selama ini mendapat informasi linier tentang ajaran entah darimana yaitu [...]

  65. ough.. beraatt :|

  66. Dengan adanya konflik, bukanya kita justru malah jadi lebih bersatu? :mrgreen:

  67. Oh ya betul… salahkan mereka! Balas terus! Tidak mau tinggal diam! Lagipula, ngomong agama lagiiii… terusin aja, biar jadi blog ttg. Agama :D

  68. Manusia makhluk yang susah ditebak. Seandainya bisa telepati rasanya bakal berbeda.

  69. wah, artikelnya bgs :) *introspeksi diri deh gw..* :p

  70. Err, kembali ke penolakan prinsip ‘mata dibayar mata’ oleh Gandhi, sepertinya… :?

  71. @ Ade: Ampuuunn bagindaaaa… :(

    @ Niwatori: What… 8O
    Istilah yang bagoessss!! :lol:

    @ Moerz: Bukan, hasil meditasinya tar aja. Ah, surga itu bener ada yak? :lol:

    @ Tito: Nah, apa bisa ada yang ‘mau ngalah duluan’ nih? ;)

    @ Eka: Salam kenal juga. :)

    @ Dawn: Kenapa ga usah diganti? :?
    Mengenai kenetralan, di sosilogi dan HI kan ada istilah mediasi dan arbitrasi. :mrgreen:

    @ Hanna [1]: Saya juga diem di situ lho… :mrgreen:

    @ Hanna [2]: Boleh. :mrgreen:

    @ Mihael “D.B.” Ellinsworth: Lha emang gitu yang diomongin kok, kayaknya juga tetap sedikit menjaga etika deh.
    Eh btw, emangnya ini penuh mengenai agama yak? :mrgreen:

    @ Menggugat Mualaf: Saya ga bosen belajar agama walau udah kehilangan agama. :P

    @ Sawali Tuhusetya: Heheheee… Pak, kalau udah masuk fase nuduh orang lain yang mulai duluan gini biasanya susah. :(

    @ Neo Fortynine: Ah, saya coba liat dulu. :mrgreen:

    @ telmark: Masa cuma agama sih? :mrgreen:

    @ StreetPunk: Meskipun susah, tetap mungkin. Sama-sama.

    @ kurtubi: Kalau dirunut semuanya emang banyak banget, pak. Tapi landasan dasarnya biasanya faktor ekonomi. Entah ach…

    @ pengki: Masa sih? :?

    @ RETORIKA: Ya, dalam ruang lingkup satu kubu. Hasil konflik kan kalo ga persatuan ya kehancuran… :P

    @ Ataner: Masa saya cuma ngomongin agama nih? :P

    @ Lemon S. Sile: Seandainyaaaa…. Anda ke Jogjaaaa… :lol:

    @ fiona: Makasih, saya juga introsepeksi nih.

    @ Kopral Geddoe: Heheheee… Kalau gigi dibayar gigi oleh Hammurabi? :mrgreen:

  72. roz..kek mana kok bisa blogmu ini ada saljunya? ajarin duung….caranya kayak mana?cieee….

  73. @ ibnu amir: Ada di blog WP kok diumumin si Matt, tapi kalau mau Indonesia-nya, buka aja http://manusiasuper.wordpress.com/2007/12/25/ada-salju-di-blog-saya/ . Semoga bermanfaat. :D

  74. Tidak akan pernah ada yang benar dan salah. Dan tidak akan pernah ada satu orang-pun yang mau mengaku salah kecuali kalau dia, kamu, aku, dan kita, serta mereka sadar.
    Aku sebagai pribadi lebih percaya pada perkataan ini Gun:
    “Kasihi-lah Musuh-mu Sama Seperti Engkau Mengasihi Diri-mu Sendiri”

    :mrgreen:

  75. @ extremusmilitis: Heheheee… Baguslah kalau ada yang ‘mereka yang ngalah duluan’. :D

  76. Dasar, benar-benar seperti orang Indonesia, ga mau ngalah…

    Padahal kalo ngalah, akan mengundang simpati dan perhatian orang banyak untuk menang di kemudian hari..

  77. @ Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji: Sorry kemakan akismet. Ga tau aku. :lol:

    Nah, menjalankan taktik mengalah untuk menang kah? :P

  78. “Bagi yang merasa pintar, silahkan didebat.”
    ngga jadi akh.. ntar disangka pintar lagiii
    numpang lewat aja ..

  79. @ Funkshit: Lha? :lol: