Feed Online with WordPress 2.6.2 on ! 141 posts and 9,208 comments.

Jangan sepotong-sepotong juga dong, Pak! 09.10.07

By rozenesia posted in thought. Tuesday, Oct 9th, 2007 at 3:07 pm

Sepotong? Kue?
sudah, buat apa membicarakan yang lain

UPDATE: Ending ditambahkan…

PERINGATAN PENULIS: Kisah ini disadur dari kisah nyata belaka. Nama orang, lokasi, dan lain-lain telah disamarkan agar menjaga privasi.

Kisah kali ini disadur dari kisah nyata, jadi bukan karangan saya semata. Peringatan, agar nantinya tiada penyesalan, tulisan kali ini adalah curhat. Sekali lagi adalah curhat. Paham?

Baiklah, sekadar perkenalan tokoh terlebih dahulu.

Mahasiswa A, di sini kita singkat MA saja. Eits, bukan mahasiswa abadi, maksudnya. Mahasiswa aneh yang masuk ke beberapa kelas agama, baik diam-diam atau terang-terangan. Status agamanya masih belum diketahui oleh sebagian besar teman seangkatannya.

Dosen B, kita singkat DB saja. seorang dosen agama X yang mengajar di kelas MA. Dosen yang sangat-sangat mengutamakan disiplin, apalagi soal absensi dan keterlambatan masuk kelas.

Ada apa dengan kedua tokoh ini? Konflik kah?

***

Kelas Agama X, pertemuan pertama, Minggu kedua September…
Pembahasan mengenai apa itu agama.

DB: “Jika saya melakukan kekeliruan, jangan sungkan untuk mengkoreksi. Mengerti?”

MA:

Kelas Agama X, pertemuan kedua, Minggu ketiga September…
Pembahasan mengenai pemahaman mengenai agama X.

DB: Sekarang ini, banyak sekali umat-umat non-X yang melancarkan tuduhan kepada agama X hanya berdasarkan pemahaman yang sepotong-sepotong mengenai kitab suci X. Untuk itu, kita sebagai umat agama X haruslah mengkoreksi pemahaman mereka yang hanya sepotong-sepotong itu. Karena kitab suci bukanlah sesuatu yang bisa dipahami secara tekstual saja. Jika hanya secara tekstual, anak kecil pun bisa menjadi ahli agama.”

MA: “Jadi, menurut Bapak, tindakan apa yang sebaiknya dilakukan umat agama X jika umat non-X menyerang agama X dengan pemahaman mengenai agama X yang hanya sepotong-sepotong?”

DB: “Sebaiknya tak perlu saja, toh mereka juga nanti capek sendiri. Tapi jika sudah meresahkan banyak pihak, ada baiknya sebagai umat agama X yang baik, kita sebaiknya melakukan pengkoreksian atas tuduhan mereka. Bicara baik-baik dan berikan penjelasan kepada publik mengenai dajaran yang sebenarnya,”

MA:

Kelas Agama X, pertemuan ketiga, Minggu keempat September…
Pembahasan…

MA tidak masuk karena ada urusan mendadak di pulau lain.

Kelas Agama X, pertemuan keempat, Minggu pertama Oktober…
Pembahasan mengenai mengapa memilih agama X sebagai pedoman hidup.

DB: “Agama X adalah agama universal yang merupakan rahmat bagi alam semesta. Agama bagi seluruh umat manusia, tidak seperti agama Z yang khusus bagi bangsa M saja, atau juga agama Y. Di kitab suci agama Y sendiri juga ditegaskan bahwa agama itu hanya untuk bangsa M saja. ‘Tiada lain aku diutus selain kepada domba-domba yang tersesat dari bangsa M.’ Jadi agama X berbeda dengan kedua agama tersebut. Benar jika dikatakan agama X adalah untuk seluruh umat manusia.”

MA: “Pak, saya sedikit mengkoreksi. Ayat dari kitab suci yang bapak kutip tadi hanya sepotong saja. Jika dibaca keseluruhan, yang dimaksud bukan begitu. I hanya ingin menguji keimanan perempuan dari bangsa N. Disebut jelas dalam kelanjutan ayat tersebut. Jika bapak hanya mengutip sepotong-sepotong, yaitu bagian itu saja, maka maknanya akan melantur jauh dari yan dimaksudkan di kitab suci agama Y, Pak.”

DB: “Coba Anda jelaskan.”

MA: blablabla… *menjelaskan, disingkat saja, terlalu panjang*

DB: Jadi menurut Anda begitu?”

MA: Benar, Pak. Saya kebetulan juga sering membaca kitab suci Y. Bapak sendiri yang mengatakan bahwa jangan memahami kitab suci secara tekstual. Bapak juga bilang bahwa banyak umay non-X yang menyerang ajaran X hanya dengan pemahaman yang sepotong-sepotong. Tapi tadi bapak menjelaskan ke kami semua dengan hanya mengutip sepotong ayat dari agama Y yang maksudnya melantur jauh dari yang selengkapnya dijelaskan pada kitab suci agama Y. Jadi, jangan sepotong-sepotong juga dong, Pak!”

***

…dan curhat selesai. :twisted:

*kabur ke Sam Po Kong di Semarang setelah kontra dosen dan seisi kelas*

UPDATE!!!
Karena beberapa pihak penasaran akan ending dari kisah ini, maka…
Ah, endiangnya di luar dugaan, cukup biasa. DB berhasil mengendalikan keadaan dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada MA. Tanya jawab memakan waktu lebih kurang 10 menit dan akhirnya waktu untuk kelas agama berakhir. Menurut MA, gara-gara dijejali dengan seabrek pertanyaan yang sebagian besar diantaranya OOT, klarifikasinya mengenai pencomotan ayat yang sepotong-sepotong jadi seakan tertimbun.
Yak, selesai!

socialbookmarks

entrymeta

You are reading the article, Jangan sepotong-sepotong juga dong, Pak!. This article was written on Tuesday, 9th October 2007 at 3:07 pm and last update on August 27, 2008 at 3:20 pm, in Yogyakarta, Indonesia. You can find similar articles in the thought category and , , , , , , , , tags, or more articles by rozenesia, if you enjoyed this article. If you have any comments about this article, you can use contact page, or leave a comment below. You can also follow comments made on this article via my RSS 2.0 feed or subscribe to full feed. If you would like to continue reading more, the previous article on my weblog is called surat terbuka untuk yang berpuasakuasa and the next article is called Eksplorasi Tubuh. Thank you for visiting my weblog.

Feed Want to stay up to date with my postings? Watch my blog and subscribe to full feed or comments feed.

122comments

  1. NO PERTAMAX ALLOWED! :twisted:

  2. yay vertamax!!!!!!!

  3. @ hoek ga login: Wakakakaaa… :lol:

    *tertawa melecehkan*

  4. you rock gun!!! XD

  5. lha? agama orang dua diatas ini X, Y, atawa Z??
    :lol:

  6. arrgghhh….ga bisa vertamax
    _____________________
    ah ya, si MA emang bener-bener sesat (TM) !!!
    ndak bole itu membantah dosen! ndak baek!!!
    lagian juga, tau afa segh si MA, khan dia cuma (TM) mahasiswa!!!

  7. Kadangkala yang begini agak terlupakan juga ya… menganjurkan untuk jangan mengutip hanya sebagian dari kitab X tapi juga mengutip sebagian dari kitab non-X. :?

    Kelanjutannya bagaimana? :P

  8. @ razu: Dan nilaiku terancam kayaknya. :lol:

    @ almascatie: Nggak jelas, kayaknya. :lol:

    @ hoek ga login: Hueheheee… Pokoknya dosen lebih lebih berkuasa. :lol:

    @ Xaliber von Reginhild: Seperti yang saya katakan di Y!M barusan. :P

  9. namanja dosen kajaknja emang loetjoe jah? dimana-mana ada adja jang kajak gitoe.

  10. @_@ pake X, Y, AB, DB jadi bingung @_@

  11. Wah, si MA ternyata memang telah benar-benar tersesat. *geleng-geleng*

    Ini betulan kisah nyata, mosok sih masih ada standar ganda gitu? :shock:

  12. @ Lemon S. Sile: Wadjarlah, Toean. :D

    @ Zazi: Hueheheee… Maunya pisang atau anggur gitu? :lol:

    @ danalingga: Di SMP - SMA aku kan sudah kenyang disodorin Mat*** 15:26 itu. :|

  13. babat habis!! ayoo!!! hajar!!!!!
    *serasa nonton WWF*
    :lol:

    MA adalah murid yang memperhatikan pelajaran.
    :mrgreen:

  14. @ saRe’: Saya cuma ga tahan kalau ada singgung-menyinggung antar agama dengan sedikit pengetahuan akan agama yang disinggung. :lol:

  15. ngabsen dulu. udah ngantuk. mo bobo…besok dibaca deh… 8)

  16. jadi Anda–Rozenesia– ini apa sih sebenarnya?

  17. @ cK::|

    @ Lemon S. Sile: Hmnn? Pertanyaannya ambigu. :?

  18. hal yang memang sering & banyak terjadi . . . = =”

  19. @ qhiichan: Makanya saya curhat. :lol:

  20. agama X, Y, Z ? jadi ingat persamaan kuadrat

    *ending cerita MA diusir dari kelas oleh DB* :mrgreen:

  21. mm… memang agama harus lebih dipahami secara menyeluruh.
    nah biasanya memang yang lebih memahami adalah orang-orang sudah mendalaminya. wajar kalo ahli-ahli agama mengerti dan paham.
    Yah coba tanyakan saja ke ahli agama supaya lebih paham… tidak sepotong-sepotong..

  22. jangan-jangan dosennya dulu kuliah agamanya dapet C :P

  23. Ah, fenomena yang benar-benar umum, tapi baru kali ini ada yang menuliskannya. :D

  24. Hayah, kalau saling mengutip kitab ndak selesai-selesai mas, puanjang jadinya. Belum ntar kalo ada yang marah-marah.
    Gimana kalau ndak usah saling menyerang :-)

  25. “tulisan kali ini adalah curhat. Sekali lagi adalah curhat. Paham?”

    IYA IYA!!!

    Gun, ini lo ngomongin lo sendiri ya? -__- (Ya iyalah, inikan blog curhat) soalx lo kan baca 2 kitab skrg.

  26. mending kamu aja yang jadi guru dosen agamanya.. :mrgreen:

  27. Hee…he…he…
    Tipical orang Indon, kitab agamanya sendiri ajah, sukak ndak mudeng apalagi mbaca. Tapi demen bangets ngomongin kitab agama orang laen.

    Pokoknya terjadi antar umat deh…. Ndak nyang ini, ndak nyang itu, klakuannya sama ajah…

    Lucu…. :lol:

  28. trus udah dikeluarin dari kelas blm sama dosennya?

    Saya udah pernah..ya karena masalah kayak gitu juga.. :mrgreen:

  29. siap2 aja dapet nilai sangat memuaskan :evil:

  30. numpang liat-liat ya hehe..

  31. numpang lewat ya……hehehehe

    salam kenal kang…..

  32. curhat thoo???
    yaaa…mudah2an sang dosen juga ga menilai seseorang hanya krn melihat ideologinya yang sepotong-sepotong….

  33. jadi bagemana endingnya? sudah ada cewek di kelas itu yg bisa saya rojer?





    …rojer…rojer…bisa dikopi? ganti!

  34. sip2 jangan setengah2 …

    trus reaksi dosennya?

  35. katanya speechless tuh :lol:

    endingnya gimana? o.o?? apa akhirnya MA dimutilasi?? atau digoreng di wajan?? [diinjek]

  36. *siboek mentjari stempel*

  37. “aha…ketemoe nih stempel”

  38. *tjap kapir di dahi MA*

    *dari djaoeh ngeliat DB nganggoek-nganggoek*

  39. Wah, hattrick [menatap yang atas]

    papi, mutilasi ajah yang hattrick seperti dosennya papi me-mutilasi kata2! :twisted: [diinjek]

  40. Hee? Emang hattrick ga boleh ya?

    Wuahaha, no comment lah.

    Sekali-kali, sodorin satu buku ke dosennya, biar ngerti!

    Kayak topik di gotei aja, bedanya.. Agamanya kebalik :P

  41. ILustrasi fakta yang menarik dan memikat nih, Mbak. Toleransi antarumat beragama di negeri ini agaknya masih rawan konflik. Justifikasi terhadap kebenaran yang mereka yakini cenderung makin narcis habis. Padahal, sebenarnya kalau pemahaman terhadap sebuah agama dilakukan secara *halah* kaffah alias sempurna (tidak sepotong-sepotong) agaknya konflik dan debat kusir yang mengatasnamakan agama bisa dihindari.

  42. eh, hampir lupa. Maafin juga saya Mbak kalau ada salah2 kata. Selamat hari raya idul fitri.

  43. @ tan andalas: Hush… Ini bukan kelas matematika. :lol:
    Eh, ending ditambahkan. :P

    @ aRuL: Saya bingung mau bertanya ke ahli agama yang mana dan ahli agama dari agama apa. :?

    @ mardun: Jadi saya bakal dapat C juga nih. :(

    @ Kopral Geddoe: Ahahaaa… Saya menulisnya buat curhat aja. Soalnya nilai saya bakal terancam kalau-kalau dosen sangat subjektrif. :lol:

    @ sigid: Saya maunya ga usah menyerang lah. Tapi masih ada beberapa oknum… :(

    @ Uchiha Miyu: Lha? Kok yang dikomentarin malah tulisan curhatnya? :?

    @ cK: Jangan mah, ntar semua mahasiswa pada agnostik semua. :P

    @ mbelgedez: Iya ah, mbah. Pahami aja kitab sendiri. Ga usah repot sama yang lain.

    @ calonorangtenarsedunia: Dosennya licik nan pintar ah, saya dihujani pertanyaan aneh sampai kelas akhirnya selesai.

    @ ‘K,: Moga ga ngulang aja semester depan. :lol:

    @ Diffz_Cool: Sila. :D

    @ senyumeva: Syalam juga. :D

    @ grace: Ahahaaa… Amen. :lol:

    @ Shelling Ford: Selamat, di kelas banyak gadis lugu nan manis yang muasih jomblo. :lol:

    @ bakazero: Baca aja endingnya T___T

    @ Dream Maker: Kayaknya bakal digorang di neraka…. :P

    @ celotehsaya: … :lol:

    @ bakebake: Wew, apa dosennya mau saya sodorin kitab suci agama Y yang saya punya. Ntar disita dengan alasan dipinjam ah. o.O

  44. @ Sawali Tuhusetya: Ah, Pak. Bagi saya, cukup memahami lebih dalam ajaran agama yang dianut saja tanpa perlu menjelek-jelekkan agama lain walau itu di kalangan sendiri. Karena agama yang kita anut sendiri saja belum bisa kita kuasai secara mendalam, apalagi agama lain. ;)

  45. dosen juga manusia :D
    yg masih bisa salah

    Maafin juga saya Mbak kalau ada salah2 kata.

    :lol:

  46. berat sekali curhatnya bu, saya gak ikutan ah, apalagi kalo curhatnya setengah-setengah :D terlebih yg ngerti juga setengah-setengah, ribet ..

  47. Maafin juga saya Mbak kalau ada salah2 kata

    *ngakak-ngakak guling* :lol: :lol: :lol:

  48. Pantesan kemaren d Y!M kok aneh apa ya… pantesan aku bingung… ternyata ini toh ==a…

    Lagipula… ampun-ampun XD XD… *ngakak* tak sopannya mahasiswa sekarang ini…

  49. *ngiri*
    *nggak pernah punya dosen yang aneh kaya DB*
    Kan lumayan tuh… buat isi waktu luang :P

  50. ohohoho, menarik…………
    tapi kenapa di kelas agama lo kg disinggung soal Atheisme, Komunisme, ato kepercayaaan orang Irian?

  51. saya pilih agama Z aja deh…

    emang di setiap pelajara agama selalu diisi dengan perbandingan suatu agama dengan agama lain ya? susah jadinya kalau begitu..

    kebetulan sih dari SD sampai tamat kuliah, di pelajaran agama saya sangat amat dan benar2 jarang menyebut apalagi membandingkan dengan agama lain, cukup urus diri sendiri aja..

    salam damai

  52. Ini endingnya gmn yah? Penasaran… :?:

  53. @ caplang™: Dosen juga mahasiswa kan. :lol:
    Hush… Jangan ketawa. :mrgreen:

    @ warmorning: Udah dibilang ini blog curhat yang ga jelas, bukan penenaman dogma kok. :D

    @ cK: :?

    @ Ataner: Hush… Hush… Namanya juga mahasiswa manusia. :P

    @ auriNgoNpaiSte: Mau aku paketkan? :lol:

    @ Luce: Lha? Soalnya cuma yang ini yang bisa saya sanggah dengan tepat. :lol:
    Komunisme ga gitu berhubungan sama pelajaran agama ach.

    @ mrlekig: Katanya sih buat meyakinkan kalau ente-ente (mahasiswa) sudah memilih agama yang tepat. :lol:

    @ Fukutenshi Youfan: Lha? Udah saya tulis kan di entry? Update kan kemarin malam. :?

  54. ahahahahaha…makanja mbak…jij djangan soejka main rahasia2an…dibold poetih gittoe…

    betewe…taoen depan jij ngoelang makoel agama kan…??? :? :P

  55. @ celotehsaya: Hush… Itu kan ciri khas saya. :P
    Ngulang mata kuliah agama? Ogah! Ogah! :twisted:

  56. ah komen saya yang kemarin di delete.curang ?

    apa ditelen akismet ?

  57. @ nayz: Tidak di-delete. Saya menghargai setiap komen yang masuk kok. Tidak masuk akismet.

    Cuma nyasar ke http://rozenesia.wordpress.com/2007/09/12/Halo-Dunia/

  58. saya jadi meragukan jenis kelaminmu, Gun.. :mrgreen:

  59. @ calonorangtenarsedunia: Sudahlah, saya tau kalau nama Shan-in (Xiang Ying) itu agak feminim. Artinya mengandung kata-kata feminim pula.

    *ngambek*

  60. Ah, silakan >D
    Pake pos biasa ya?? Biar nyampenya dua minggu kemudian >D
    (dan si dosen udah mati keabisan napas)

  61. emang artinya apa?

    *OOT*

  62. OOT :

    pa-papi ini laki-laki sejati kok! mana mungkin bukan, kalo bukan, dia kupanggil ‘mami’, bukan ‘papi’!

  63. Lha klo makan, emang harus sepotong-sepotong kan….???
    Masa semua langsung dimasukin….
    hehehe…. ga nyambung!
    *kaburrrr*

  64. *sowan ke rumah mathematisce buat ngitung formula-nya* :lol:

    gak nyangka yak bro juga concern dengan legitimasi agama yang emang lagi terjadi saat ini ;)

  65. trus, kenapa lo jg kg ngebahas soal Animiism? agama gwa tuh……….

  66. Suruh si DB (bukan DeBe ya hihihi…) ke blog saya dan baca2 trus jabarkan pertanyaan2 yg dia kasi ke kamu biar gw bikin stress dia :twisted:

    Ahh… dosen agama…, mau mengajar ttg kebenaran kok pake cara yg ga bener…, kalo istilah gw utk DB diatas itu “Menjilat ludah sendiri”

    :D

  67. Hahahaha…kayaknya waktu si MA berlibur ke pulau lain itu, dia sedang menyiapkan apalan2 buat ngadalin si DB tuh…wkwkwkw

    yup..jangan sepotong2 kalo gak mau dipotong…

  68. lah tapi menoeroetkoe DeBe tjoekoep bidjak kok dengan tidak langsoeng marah tapi menghindari rasa maloe dengan memberikan pertanjaan jang OOT…

    dia taoe tjara mejelamatkan moekanja….tapi tidak taoe tjara menjelamatkan moeloetnja…

  69. pak sawali kok belum dateng lagi ya? :lol:

  70. @ calonorangtenarsedunia [1]: Bright… Fragnance… :cry:

    @ Dream Maker: Entah… Siapa tahu saja aku wanita. Siapa tahu7 saja aku lelaki. Dari mana kamu tahu? ;)

    @ dwihandyn: Parahnya makan dogmanya sepotong aja, yang lain disisihkan. :lol:

    @ extremusmilitis: Multireligi itu menarik. :P

    @ Luce: Hidup ANIMEism…!! :lol:

    @ CY: Nyuruh dosen? :lol:

    @ One Piece: Engg… Saya ga berlibur, ah… :?

    @ celo *kagak log in*: Cih, coba dia marah… Dan aku aktiufkan recorder di HP. :lol:

    @ calonorangtenarsedunia [2]: Apa maumu hah? :lol:

  71. walaupun lebih tepat agama eke dibilang loliism seh.
    (hidup Kodomo no Jikan!!!anime baru MUST-SEE season ini!!!!)

  72. itu avatarnya…
    avatarnya………
    sefertina saia fernah melihad dimana yahhh…………..
    AH YA!!!
    BOKEF JEFANG!!!!

  73. hohohoho cerita lalu cerita lalu,
    masih sering diulang-ulang
    Nostalgia kah gun ? :lol:

    hentai nih

  74. @ Luce: Haruhiism, nee? :?

    @ hoek: Enak aja! Ga bener ituuu!

    @ rudyhilkya: Heheheee… Curhat kesel aja, Pak. :lol:
    Jangan mikir hentai ach. :lol:

  75. Ga mau apa2 kok.. :mrgreen:

    *muka tanpa dosen*

  76. Ga mau apa2 kok..

    *muka tanpa dosen

    ah…salah!!!

    harusnya dosa..

  77. Hruhiism?itu juga! tp wa lebih tepat disebut KyoAniism daripada Haruhiism
    (KyoAni=Kyoto Animation, Studio HEBAT yg bantu bikin FullMetalPanic?Fumoffu, FMP!TSR, Inuyasha, dan Creator dari AIR, Haruhi, Kanon 2006, Lucky Star, dan Clannad)
    btw, dah nonton Clannad blom lo? bagus tuh, Charnya ada yang bisa 500 Hit Combo :lol:

  78. ah ija…mbak rose ini pan lolism…

  79. Eh, kalo bahasa Batak itu Dosen singkatan dari “dongan na senu”, artinya… teman yg gila wakakaka…..

  80. Ada orang jelek . . .

    *larii…………….*

  81. *narik garis lurus*
    ternyata yang sepotong-sepotong itu bawa sampah ndak setengah-setengah…
    *dikejar-kejar ama yang empunya blog* :lol:

  82. belajar agamanya juga sepotong sepotong, kelasnya cuma seminggu sekali…
    salam kenal

  83. @ calonorangtenarsedunia: Kayaknya disengaja deh… :roll:

    @ Luce: Kirim DVDnya ke aku!!! :twisted:
    *kesal nggak ada waktu donlot*

    @ celo *kagak log in*: Enak aja… Aku Moeism tauk! Moeee~ Moe~

    @ CY: *lapor ke perserikatan dosen*
    Baidewei, katanya kalo om kuliah lagi, nilai om bakal dipangkas. :lol:

    @ Naru: SPAM terus kau…

    @ extremusmilitis: *pasang jebakan a la Indian*

    @ iman brotoseno: Seminggu sekali aja udah males, pak. :lol:
    Salam kenal juga.

  84. Endingnya justru jadi membingungkan. Padahal tanpa update endingnya sudah bagus.

    Penonton KUCHIWA!!!! :lol:

  85. @ Lemon S. Sile: Mari kita tunggu reaksi DB setelah kuliah aktif kembali. :lol:

  86. gila :lol: dosennya disikat :twisted:

    canggih gun ;)

  87. Lha.. yg bilang “DOngan naSENu” itu juga dosen (plus teman) gw dulu dikuliahan kok :D

  88. @ rudyhilkya: Kata dosennya sendiri kan boleh komplain, pak. Tapi ntar gimana ya nasib saya…

    @ CY: Ohohohoooo… :rolleyes:

  89. ::rozenesia, memang jika berbicara tentang tulisan entah itu kitab atau apalah, biasanya menghasilkan pro-kontra…dan entah kenafa aku koq terfikir pribahasa, “berburu di padang datar, bagai bunga kembang tak jadi” kenafa ya…???

  90. @ zal: Pro-Kontra emang wajar terjadi, mas. Tapi rasa-rasanya kalau standar ganda dan ngutip sebagian, kok rasanya konyol ya. :roll:

  91. #zal#
    bukannya berburu di padang datar dapat rusa berbelang kaki ya? :P

  92. @ mardun: Apapun lah. :P