Feed Online with WordPress 2.6.2 on ! 141 posts and 9,208 comments.

surat terbuka untuk yang berpuasakuasa 18.09.07

By rozenesia posted in thought. Tuesday, Sep 18th, 2007 at 1:05 pm

bacalah suratku!

kepada yang berpuasakuasa,

o yang berpuasakuasa, apa salah kami hingga gubuk reyot tempat kami mencari nafkah harus ditutup pada siang hari? apa hanya alasan menghormati mereka yang puasa? apa itu berarti di bulan puasa semua harus serba puasa? tak bisakah membiarkan kami mengais sedikit rezeki di bulan yang ujarmu suci ini? kami tahu kalau kami harus menghormati mereka yang berpuasa, tapi bisakah yang berpuasa juga menghormati kami? mengapa harus kami yang harus menghormati sementara kami tidak dihormati untuk mencari nafkah? apa ini arogansi mayoritas? atau ini bukti bahwa jika ingin berpuasa, segala sesuatu di sekelilingnya harus berpuasa juga? atau ini hanya bukti bahwa mereka yang berpuasa tidak bisa menahan hawa nafsunya jika di sekitarnya ada yang tidak berpuasa? lalu apa esensi dan hakikat puasa mereka? sekadar budaya saja? apa berpuasa artinya harus mencegah dulu segala sesuatu yang menimbulkan hawa nafsu, bukannya menahan diri dari sesuatu yang menimbulkan hawa nafsu tersebut? jika begitu, alangkah hampanya spiritual mereka. puasa yang tidak berarti apa-apa.

o yang berpuasakuasa, pantaskah kalian membrendel mereka yang tidak berpuasa? menangkap satu demi satu mereka yang makan dan minum di pinggiran jalan. merazia mereka yang mengisi perut lapar mereka. mungkin saja di antara mereka ada yang bukan kaum wajib puasa. lalu di mana makna puasa kalian? toh kalian dengan arogan menahan. apakah dengan sikap seperti itu puasa kalian akan bermakna?

o yang berpuasakuasa, tolong beritahu kami, mengapa kalian begitu semena-mena? kami tidak menghormati kalian yang berpuasa? dengan apa kami tidak menghormati? makan dan minum? apakah kami dengan congkaknya melakukan itu di hadapan kalian? apakah kami memamerkannya? jika tidak, lantas mengapa kami dituduh tidak menghormati?

o yang berpuasakuasa, mari kita sama-sama menghargai. kami hargai kalian yang menjalankan ibadah. tapi tolong hargai kami. hargai kami untuk mengais rezeki, hargai kami untuk mengisi perut lapar kami. kami menghargai kalian, dengan tidak makan dan minum dengan sombong di hadapan kalian.

o yang berpuasakuasa, apakah dengan menuduh, puasa kalian tetap bermakna? apakah dengan melarang kami membuka usaha, esensi puasa kalian tetap terjaga? apakah dengan menangkap dan menghukum yang tidak berpuasa, tidakkah spiritual puasa kalian makin hampa? apakah dengan saling ribut, mempersoalkan rumah makan, kalian akan mendapatkan pahala puasa?

o yang berpuasakuasa, tolong dengarkan keluh kesah kami, tolong jawab pertanyaan kami…

socialbookmarks

entrymeta

You are reading the article, surat terbuka untuk yang berpuasakuasa. This article was written on Tuesday, 18th September 2007 at 1:05 pm and last update on August 27, 2008 at 3:30 pm, in Yogyakarta, Indonesia. You can find similar articles in the thought category and , , , , , , , , , , , , tags, or more articles by rozenesia, if you enjoyed this article. If you have any comments about this article, you can use contact page, or leave a comment below. You can also follow comments made on this article via my RSS 2.0 feed or subscribe to full feed. If you would like to continue reading more, and the next article is called Jangan sepotong-sepotong juga dong, Pak!. Thank you for visiting my weblog.

Feed Want to stay up to date with my postings? Watch my blog and subscribe to full feed or comments feed.

141comments

  1. vertamax, yay!! :lol:

  2. anda tidak salah kok. tenang aja. 8)

  3. edit nama *baru inget nggak bisa html*
    komen lagi ah…

    saya dengarkan keluh kesannya. silahkan telpon 0809-protes-ke-tuhan

    bebas pulsa…

    kemudian tinggalkan pesan. nanti akan saya jawab secara personal.

    terima kasih…

  4. jeritan ini mengingatkan perjalanan dari rumah ke ambon :)
    disepanjang jalan walau banyak warung buka tapi sodara2 sayah yg non tidak terlihat merokok sama sekali.. syah kagum bener… :(
    padahal kalo hari biasa kita bisa nemu dimana saja..
    *sayah rindu toleransi seperti ini*

    btw.. satu hal yg sayah ingat… setiap kebiajakan yang berkuasa tidak pernah berasal dari kalangan bawah.. selalu hanya untuk mengikuti kehendak yang berkuasa.. s***t

  5. saya menghargai ko
    ente tenang aja
    :mrgreen:

  6. basi!

  7. kalo ga ada geregetnya kan ga seru :lol:

  8. @ cK: …. :?

    @ yang berpuasakuasa: Amen :D

    @ yang berkuasa: Saya ga funya hengpon. :cry:

    @ almascatie: Hidup pluralitas dan toleransi! :P

    @ Fajar: Gut! :D

    @ Fadli: He? Ga ada yang jual makanan basi di bulan puasa kok? :?

    @ saRe’: :lol:

  9. nyante aja bro……
    kalau di kampung saya warung hanya dianjurkan untuk tiadak buka….
    hanya dianjurkan loh….
    kalau mau buka ya silahkan , wong dia punya wewenang .iya gak ?
    kalau warung yang buka juga agak ditutup gitu bro….
    haha….

    stay cool

  10. bachtiar si pengemis: Bagoesss!!! Ada godaan. Love that~

  11. hoahem…

    ohh…ini toh celoteh orang yang kemarin ngajakin saya makan mie ayam dipinggir jalan sekitar jam 4 sore….

    kalo menurutku (yang ngekost didaerah warung) mereka tuh nutup warungnya bukan karena menghormati yang puasa…tapi emang jam segitu g ada yang beli boz…yang g puasa cuman brapa doang..percuma dumz mereka masak dari shubuh tapi makannannya yang kebeli cuman dikit.mending mah masaknya deket-deket maghrib terus makanannya laku degh dibeli buat buka…

    kalo diAmbon mah,mereka emang rugi kalo nutup warungnya…makanya warungnya teuteup buka….

  12. @ dipaksa baca (lagi): Kurang ajar kau. :lol:
    Lha? Kau kan kost di kampung santri. Kau bilang sendiri begitu kok. :?

  13. hihihi…warungmu di daerah mana sih roze
    di daerah aku, warung tetep buka tuh
    malah ada yang warungnya buka (pura2 tutup/pura2 toleransi?) di pakein layar githu

  14. @ katasa07: Saya biasa mangkal di Babarsari deket Atma Jaya. :P
    Banyak yang buka atuh… :lol:
    Tapi saya ga permasalahin daerah kok. :mrgreen:

  15. kampung santri juga warungnya lebih banyak tauk….depan kamar udah warung,samping juga warung…bahkan kalo kau liat juga bapak kost itu juga punya warung….sebelah kost,kanan-kiri warung…depan kost,warung…jalan lagi…warung lagi…

    *mie ayamnya kemaren g enak…udah aku bilang bakso aja malah maksa mie ayam…

  16. @ dipaksa baca: Tapi bulan fuasa buka ga? :?

  17. sekali lagi, beragama itu urusan pribadi dengan Tuhan
    gak perlu ada yang ikut campur, apa maksudnya pengen masuk surga bareng2 ya? atau cuma gagah2an?
    :D

  18. @ antobilang: Ho-oh, setujuh! :mrgreen:

  19. apa maksud sih? -__-

  20. @ Uchiha Miyu: Baca yang bener. :lol:

  21. buka dengan alasan yang aku sebut dipostku yang pertama…

  22. Loh, yang jualan itu juga berfuasa toh?

  23. @ dipaksa baca: :?

    @ danalingga: Kayaknya. :lol:

  24. Suratmu….
    Menyentuh…
    Menyeret tanganku menggeser mouse untuk “Save Page As” begini… :|

  25. Jawabannya sederhana …
    Mohon hormatilah kami2 yang berpuasakuasa ini :twisted:
    *Ah … alasan basi ya*

  26. Waduch terlalu cepat klik “submit”

    Mmmm maunya dihormati taoi kok malahan tidak mau menghormati (hak) orang lain ya :mrgreen:
    Ah … ironis sekali :(

  27. Masyarakat di negeri ini, lebih-lebih yang berkuasa, agaknya perlu banyak belajar bagaimana melakukan toleransi, tidak hanya dalam hal ibadah puasa, tetapi juga pada aspek kehidupan yang lain.

  28. Saya ndak puasa, tapi ndak makan siang gara-gara pengin ngirit :mrgreen:
    Puasa itu apa to sebenarnya?
    Waktu mencari pahala, latihan menahan lapar, latihan menjadi bijak, latihan menjadi sabar, latihan menahan nafsu atau apa ya?
    Kalo latihan menahan nafsu, makin banyak godaanya kan makin cool kalo berhasil :cool:

  29. siapa yang puasa?? siapaa?? suruh buka aja semua!! :twisted:

    jadi saling paksa gini,, :|

    *Ma lagi error*

  30. Kalo melaksanakan ajaran agama dgn berakibat menyusahkan manusia lain, bahkan Tuhan sendiripun tidak akan pernah setuju. Mari kita tunggu bersama bencana alam peringatan berikutnya dari Sang Sumber sbg pertanda bhw Dia tidak setuju. :D

  31. yang berpuasakuasa, tolong dengarkan keluh kesah kami, tolong jawab pertanyaan kami…

    Aku baru bisa membaca untuk mendengarkannya……, ditunggu “file audio”nya dlm format midi atawa mp3 juga gapapalah… sekalian link donlodnya, tksh
    :lol:
    santai aja bro…

  32. Buka semua rumah makan! :lol:

  33. Bayangkan: selama bulan puasa, semua yang menjual makanan di alam Universitasku dilarang buka! Kami sampai makan di food court Univeritas Tarumanegara!

    KEJAM! KEJAM! KEMBALIKAN NASI PADANGKUUUU!!!!!

  34. nyante aja bro. bukannya dilarang buka, tapi mereka yang membiarkan warungnya tutup. ato, kami nyante aja kalo ada siapa yang makan ato minum, ato ngoker..,
    (ngetes juga, aku baru belajar ngoment…:D)
    ya,, kami tetap menghormati mereka yang nggak puasa…

    (salah ya??)

  35. Surat terbuka ? Mana tembusannya ? :?

  36. @ alex: Hiks… :(

    @ deKing: Nah ini dia, Pak. Harus ada hubungan timbal balik yang saling menghargai, ga ada arogansi mayoritas. :D

    @ Sawali Tuhusetya: Benar. ;)
    Dengan adanya toleransi itu, Indonesia bisa berjalan maju, ga jalan di tempat. Ga usah menyalahkan siapa-siapa, introspeksi dulu.

    @ sigid: Bener! :lol:
    Makan ga makan asal kumpul tahan godaan~ :lol:
    Puasa? Ah, mikir dulu… Ajang menjadi bijak, sabar, dll. Pokoknya yang baik-baik lah. :D

    @ Rizma: Lapar? :?

    @ CY: Yap! Ajaran agama saya yakin untuk kebaikan bersama umat manusia, bukan hanya segolongan manusia saja. :D

    @ k* tutur: Waduh… Kan “kami”, susah ngontok yang lain, tuan. :D
    eh, kok “bro” sih? o.O

    @ Kopral Geddoe: Setuju! :mrgreen:

    @ Mondrosen: Aduh, yang ga wajib puasa kasian kalau begini. Kan ga sahur. Lapar banget dong… :(

    @ rainazure: Bro… Lagi-lagi bro…
    Eh, ini kan sedikit menyinngung PerDa di beberapa daerah yang meskipun bagus aturannya tapi penerapannya kelewatan, lho. :lol:

    @ Mihael “D.B.” Ellinsworth: “Terbuka” yang ini kan maksudnya untuk semua kalangan, ga ekslusif. :|

  37. Baru tahu itu surat merujuk pada curhat. :lol:

  38. heee…soir, Tuhan g sempet baca..

    lagi sibuk ngawasin yang berpuasakuasa soalnya mereka itu kalo g diawasin puasakuasanya bisa batal…

    trus kalo batal nyalahin tuh warung yang pada buka…

    duuhhh…sussah degh jadi Tuhan

  39. Daku sendiri sih gak puasa, tapi IMHO daku setuju-setuju aja kalo warung-warung ditutup asal udah keputusan bersama (pemilik warung+org yg minta nutup+org skitar).

    Kalo udah keputusan bersama, yah daku can’t object on that.
    Kalo warungnya dbuka bakal menguntungkan banyak orang (di skitar warung banyak yang gak puasa), kurasa gak masalah dibuka. Tapi kurasa kalo emang warung tuh sebegitu ngeganggu-nya yah mungkin dicariin jalan tengah, misalnya daku setuju banget tuh ama warung yang nutupin warungnya pake layar gitu. Intinya gak ada pihak yang terlalu dirugikan lah.

    Kalo daku jadi gak bisa jajan, yah mau tak mau makan di rumah. Kalo gak sempet masak, yah beli n ngestok cemilan nan banyak / makanan instant / masak H-1.

  40. maunya puasa tanpa godaan kali yeeeee

  41. Mungkin ya, mereka yg puasa jadi kepengen makan klo lihat orang lain lagi makan. Padahal yg lagi makan kan tidak menawari mereka makan.
    Yach… saling menghargai lah… biar damai selalu… :D

    Salam kenal yach….

  42. *mode OOT: on*
    Ini ada PR yang harus dikerjain secepat mungkin
    *mode OOT: off*

  43. lupa bilang, Salam Kenal ya..

    Memang susah menjadi minoritas… Makanya besok2 kalau reinkarnasi, pilih jadi mayoritas.. :D

  44. @ Mihael “D.B.” Ellinsworth: Rencananya hampir semua tulisan di sini akan saya kemas dalam bentuk curhat, lho. Saya ga mau sok ngerti sok bicara lantang panjang lebar ngejelasin. Ya, curhat aja dulu. Ga semua curhat itu melankolis atau gimana gitu ya… :D

    @ dipaksa baca: Ahahaaaa… I like your comment, bro. :lol:

    @ Javenne: Keputusan bersama sih okay, tapi kalau pemerintah (terutama daerah) udah ikut campur, apalagi memaksa, itu yang susah. :(

    @ Jendral Bayut™: Ga seru dong. Dapat apa coba?

    @ dwihandyn: Salam kenal. Yang ga wajib, makan silahkan. Asal ga dengan sombongnya sengaja makan di depan yang puasa. :D

    @ extremusmilitis: *klik* :lol:

    @ mr lekig: Salam kenal juga. Ahahaaaa… Mayoritas di mana dulu, tuan? :P

  45. :cry:

    Terharu…

    Good good..

  46. @ Ravelt: Lha? Kok terharu? :P

  47. Yah, kan ditutup demi kebaikan org yg berpuasa jg kan? Kshan org yg berpuasa kalo tergoda.

  48. @ : Komentar dari satu sisi nih. Yang ga puasa bagaimana? Misalnya ada PerDa yang melarang semua rumah makan atau warung makan tutup di bawah jam 12 siang. Lalu yang ga puasa? Yang ga sempat nyiapin makanan? :lol:
    Terus kasihan karena tergoda? Lha? Memangnya puasa HARUS ga ada godaan ya? :?
    Jadi semua yang bisa membatalkan kudu ditutupi selama siang hari? :?

  49. sttttt…….. kadang memang merasa ga enak pada saat nge-liat orang makan disamping kita… tapi yah itu karena pluralitas maka semua mempunyai hak untuk melakukan apa saja termasuk makan bagi yang ga berpuasa.. nah dalam kondisi ini kan kembali lagi kepada esensi ber-toleransi antar manusia.. bagaiman penganut agama lain atau yg tidak berpuasa bisa menghormati orang berpuasa…
    makan ditempat yang mungkin tertutup, tidak makan ditempat yg sekiranya ada orang yg melakukan puasa dan hal-hal sepele lain….
    teman-teman sayah disini pada saat mau merokok pasti mereka tanya sayah dulu apakah boleh merokok disamping sayah yg mereka tau puasa, dan sayah mengijinkan mereka sebab saya tau itu hak mereka dan sayah ga mungkin tergoda.. nah toleransi yg ditunjukkan dengan bertanya.. tentang hal sepele itu yang sangat saya hormati bahkan menambah erat tali persahatan…
    kenapa harus digugat salah satu pihak, bukankah kita bisa saling menghormati :)
    Peraturan untuk melarang membuka usaha itu bukan penyelesaian yang baik… sebab akan menjadi bentuk penindasan baru seperti diungkapkan disini.. tapi maukah kita saling menghormati diantara yang puasa dan tidak puasa?

  50. weh comment sayah panjang jga yah
    *mijit jari jempol yang retak*
    :lol:

  51. @ almascatie: Wuiiiihhh… 8O
    Panjang… 8O
    Yup, asal makan di tempat tertutup dan ga sengaja manas-manasin yang puasa, why not? Kenapa harus ada peraturan yang melarang pembukaan usaha di siang hari segala? ;)

  52. halah alasan basi…!!!

    Allah g pernah tuh nyuruh warung tutup setiap puasa…Tuhan-Tuhan nyang laen juga kagak ade tuh nyang ngelarang warung buka waktu umatnya lagi puasa…???

    di kitab-kitab suci kagak ade juga tuh fatwa-fatwa atawa ayat-ayat yang bilang puasa, warung harus tutup… dari Al-Qur’an, injil, kamasutra ampe dikitabnya ratu adil dijabanin kagak ada larangan tuh….

    kalo peraturan manusia bisa ngelampaui peraturan para Tuhan,ngapain juga percaya ama Tuhan….

  53. lihat posting di atas. :shock:

    *ngakak di neraka lapis ke 7*

  54. bukankah semakin besar tantangan semakin nikmat bagi yang berpuasa?
    apalagi kalau berhasil melewatinya sebulan penuh, wah itu akan lebih baik.

    berdasarkan hasil survey:
    banyak temen-temen yang memilih untuk berpuasa di tempat yang justru banyak tantangan-nya mulai dari yang makan dan minum di depan umum, ngerokok dengan santainya, sampe yang ada maksiat-maksiatnya, daripada di daerah yang justru adem-adem saja, karena merasa bahwa dengan bisa melewati semua itu, arti dan makna puasa yang sebenarnya dapat mereka rasakan

  55. feedback kalle tribute to danalingga,nerake nyang mane bang…??? :?

    peraturan para Tuhan aja dilampaui…kali-kali aja para orang nyang berpuasakuasa itu ntar nutup neraka juga…ntar dagh,kalo udah bosen diancem ama neraka paling ujung-ujungnya neraka ditutup juga….

    wadduh,niatnya menjalankan perintah Tuhan kok malah sambil mendikte perintah Tuhan….

  56. *OOT Mode ON*
    ada afa ini?
    ada afa ini?
    ko rame sekali??

    *baca suradna*
    emang mas rozen lagi usaha warung apa segh? makanya mas, kalo baru mbukak warung jangan pas bulan fuasa, harom tauk! ntar bisa diseret malekad ke neraka lho!!!

  57. @ dipaksa baca: Ah, biasalah… Kenapa batal puasa? Karena ga tahan liat yang lain makan di warung makan. :lol:
    Kenapa batal puasa? Karena MARAH liat yang lain makan. :lol:

    @ danalingga: *ikutan ngakak*

    @ extremusmilitis: Nah, itu juga yang saya pikir. ;)
    Jika hanya diam diri seharian di rumah, apalagi tidur. Rasanya puasa biasa-biasa aja deh. :D

    @ hoek: Kok ‘mas’ sih? :?
    Well… Ane ga funya warung. :lol:

  58. Yg ga puasa masak sendiri lah -__-

  59. @ Uchiha Miyu:*catet* :lol:
    Nah, bagaimana dengan mahasiswa? ;)
    Karyawan kantor? ;)
    Sempat masak? :P

  60. Enggak setuju!

    Masa’ gara2 Ramadhan warung ditutup?!

    Harusnya warung2 dsb dibuka, biar bisa melatih iman lebih kuat lagi~

    *ditimpuk*

  61. @ bakebake: Bagoesss! Kulkas pun mendukung pembukaan warung. :lol:

  62. yosh….

    miyu kau keknya terlalu idealis yak…g semua orang yang g puasa punya tangan buat masak. g semua orang yang g puasa punya kompor buat masak. yang paling gampang nih, g semua orang yang g puasa bisa masak…

    baka~sama….yosh…setujju…!!!
    kalo dimanja terus apa gunanya puasa…???

  63. @ dipaksa buat (kagak log in): Dan ga semua orang yang puasa punya waktu untuk masak. ;)
    *maratapi nasib mahasiswi-mahasiswi cantik yang terpaksa mengungsi ke univ lain buat nyari kantin* :cry:

  64. There’s something called MI GELAS/POP MIE!!!!

  65. @ Uchiha Miyu: Mau bunuh perlahan-lahan ya? Kejam amat. Para ahli kesehatan udah bilang kalau mie instan itu kurang sehat. Jadi dianjurkan kalau mau makan, ya seminggu sekali. Kalau tiap hari makan itu, mau bunuh minoritas ya? :(

  66. * di paksa komen *

    saya bingung :?

  67. @ Zazi: Fans kan kudu komen di blog sang idola.~

  68. @miyu:

    sadis amat, nyuruh orang makan mi gelas selama sebulan :lol:

  69. @ danalingga: Iya tuh. :lol:
    Genocide. :lol:

  70. Mikir dong! Kan cuma buat sebelum buka puasa. malamnya kan bs makan luar. cape de.

  71. wah bener tuh katanya mbak rose…lhah kalo emang pada awalnya orang yang kagak puasa disuruh makan mi gelas…ngapain dari awal buka warung…???

    beggimanne sih…kok kagak konsisten gittu…

    satu lagi…g semua orang yang g puasa tau kalo besok itu puasa…jada ya mereka kagak siap-siap….lapper degh seharian…apalagi orang yang sibuk….yang biasanya dikantor cuman nyuruh OB beli ini beli itu…
    lha kalo OB nya bilang, “mbak warungnya tutup” mampus udah….

    dan hello….apa ya mau kekampus atau kekantor sambil nenteng-nenteng MI GELAS/POP MIE ama air panas….

    idddihh…najjis mah kalo gw…

  72. =_______________________=

  73. [setuju ma zazi, anaknyapun tiap hari dikejer2 suruh komen di sini]

    Miyu, dari seantero komen, kayaknya komenku paling menarik :lol:

    Yah… Puasa itu kalo gak salah tahan nafsu kan? Kalo misalnya gak ada godaan yang bikin nafsu sama ajah bukan puasa dong ah

    Kasian bener tiap hari denger anak kos2an yang ga puasa terpaksa puasa gara2 gak ada makanan

    Makan pop mie/mi gelas? Aku tiap hari makan indomie ajah udah kena marah, cari mati katanya :lol:

    Miyu, kalo misalnya kamu puasa di sebelah orang yang lagi makan, pas buka itu rasa ‘puasa’nya terasa loh

    [orang yang ga puasa mah bia komen kayak gini~ hohoho]

  74. @ Uchiha Miyu: Paling ga sehari sekali, dan tetap ga sehat. Lagipula, kata “dipaksa baca”, nyari mie gelas kan di toko/minimarket/supermarket, terus air panasnya? :lol:
    Mahasiswa atau karyawan kantor yang sibuk mah dapat darimana? :lol:

    @ dipaksa baca (kagak log in): Udah dibilang juga kalo nyurun makan makanan instan itu Genocide. :lol:

    @ Zazi: Kenafa? :?

  75. @ Dream Maker: Anak baik harus nurut apa kata papi/mami kamu ini. :lol:
    Iya, kasian yang kost-kostan, kecuali dia bisa sewa rumah di Casa Grande. :lol:

  76. hapuskan POP MIE dan MIE GELAS selama bulan puasa…!!!!

  77. Kalo gitu beli buku masak dong >>

    emg ga ada mall yg restox buka? di balikpapan ada sih, tp di ‘tutup2in’.

  78. udah besok sayah mo buka warung aja…
    “warung es degan wordpress”
    jualannya di blog aja ah tapi apamasih kena grebeg ga sih
    :lol:

  79. ceileh…lagi ngampus atawa kerja disuruh ke mall….

    balik-balik disambit dosen ama supervisor itu mah….

  80. @ dipaksa baca (kagak log in) [1]: SETUJUHHH!!! :lol:
    *dibantai perusahaan mie instan*

    @ Uchiha Miyu: Di sebuah kota di Indonesia, sebelum jam 12 siang dijami yang ga puasa bakal kelaparan karena pemerintah daerah melarang semua warung makan dan resto buka. :lol:

    @ almascatie: Haram! Haram! Grebekk!! :lol:

    @ dipaksa baca (kagak log in) [2]: :lol:

  81. @almascatie

    wah? warung es degan wordpress? :lol:

    papi roze jahat sih, udah 3 harian dikejer2 suruh komen

    harusnya kayak mami roze dong, bisa tahan godaan!

    walaupun… [lirik2 statusnya sekarang]

  82. ga ada perintah buat nutup warung kan?
    kalo emang warungnya tutup ya berarti datengnya dari keinginan si pemilik warung. kalo ternyata ada oknum2 yang maksa dia tutup, ya kita bakar™ aja oknumnya..

    gampang…

  83. @ Dream Maker: Papi? Mami? Status? :?

    @ calonorangtenarsedunia: Ada beberapa peraturan daerah di beberapa daerah yang ‘menyuruh’ untuk menutup. ;)

  84. masalahnya oknumnya itu berupa perda…masak ya dibakar…yang ada kita dicap makar dan tiba-tiba mayat kita ada di teluk tokyo sono noh

  85. halah keduluan ama mbak rose….intinya gitu lah…..

  86. yah, kalo mo komplain sana ke pemerintahan -___-

  87. @ dipaksa baca (kagak log in): :lol:
    *tertawa melecehkan*

  88. @ Uchiha Miyu: Pemerintah daerah, tepatnya. ;)
    Pemerintah daerah yang terkesan menunjukkan arogansi mayoritas. :(
    Komplain? Saya melakukannya lewat blog ini. ;)

  89. ha ha *tertawa miris*nangis darah*

    kalo pemerintah mau ndenger mah, mbak rose kagak bakal bikin entry ini dagh….