Feed STATUS: WordPress 2.5, theme has been updated to GEnhanced-Magz 0.8. Internet Explorer bugs?

Sebenarnya apa agama saya? 13.09.07

By rozenesia posted on Thursday, Sep 13th, 2007 at 2:31 pm

Dari Catatan Seorang Agnostik, 13 September 2007…

It's a secret, dear

Saya kesal.

Saya lelah.

Kesal karena terus-menerus dihujani pertanyaan yang sama.

Yang bagi saya tidak ada gunanya.

Lelah karena pertanyaan itu seakan tidak ada akhirnya.

Sedari saya mendaftar di Perguruan Tinggi.

Melewati ujian masuk, seterusnya ke pendaftaran uang ulang.

Di ospek pun begitu, makrab tak ketinggalan pula.

Seterusnya kuliah perdana, dan kuliah-kuliah setelahnya.

Sebenarnya untuk apa kalian bertanya seperti itu?

“Agama kamu apa, sih?”

“Kamu agamanya apa ya?”

Saya kesal.

Saya lelah.

Memang, solusinya mudah.

Cukup saja katakan agama yang saya warisi dari orangtua anut.

Yang tertera sangat jelas di KTP saya.

Walau saya sebenarnya miris melihat kolom pencantuman agama.

Tapi tidak semudah itu.

Bagi saya jelas tidak mudah.

Saya sebenarnya bisa dan bangga menjawabnya.

Cuma ada satu masalah.

Mengapa agama yang saya anut harus ditanyakan segala?

Pentingkah itu?

Oh, lupakan.

Saya tidak menjawabnya dan hanya tersenyum simpul.

Lalu muncul beberapa spekulasi.

“Kamu Katholik ya?”

“Agama kamu Katholik?”

“Kamu pasti Kristen.”

“Hmnnn… Buddha?”

“Kamu Islam?”

“Kristen?”

Dan masih banyak lagi spekulasi.

“Kamu Konghuchu?”

Dan lagi, lagi seterusnya.

Saya tetap tidak menjawab, hanya bertanya balik.

“Darimana tebakan itu?”

Tebakan, ya, tebakan!

“Wajah kamu keliatan banget deh.”

Takjubnya, agama bisa ditebak dari fisik!

“Sifat dan sikap kamu kayaknya sih.”

Lagi, dari sifat dan sikap?

Saya tetap tidak menjawab.

Membiarkan mahasiswa seangkatan di fakultas tetap tidak mengetahuinya.

Agama itu di dalam diri saya.

Dan Tuhan lah yang saya sembah.

…dalam nama rozenesia~

entrymeta

You are reading the article, Sebenarnya apa agama saya?. This article was written on Thursday, 13th September 2007 at 2:31 pm and last update on January 26, 2008 at 10:23 pm, in Yogyakarta, Indonesia. You can find similar articles in the belief, diary, indonesia, literature, philosophy, thought categories and , , , , , tags, or more articles by rozenesia, if you enjoyed this article. If you have any comments about this article, you can use contact page, or leave a comment below. You can also follow comments made on this article via my RSS 2.0 feed or subscribe to full feed. If you would like to continue reading more, and the next article is called surat terbuka untuk yang berpuasakuasa. Thank you for visiting my weblog.

Feed Want to stay up to date with my postings? Watch my blog and subscribe to full feed or comments feed.

177comments

  1. yah mau gimana lagi…kau sendiri yang mempersulit agama yang kau anut dengan kepercayaan yang kau ikat…kalo emang g mau repot…tinggal jawab aja beres kan…???

    islam kek..
    kristen kek..
    protestan kek..
    budha kek..
    hindu kek..
    agama lain yang belum saya sebutkan jangan marah karena saya emang g peduli dengan agama

    dan mengenai dapat diliat dari fisik…kan memang benar bahwa agama adalah faktor keturunan,ras juga faktor keturunan…agama = faktor keturunan = ras…

  2. terserah apa menurut lho…

  3. gitu aja ribut.

  4. @ dipaksa baca: Nah, komentarnya ngadat di tengah nih, bukan menuju sasaran dari tulisan. Ga apa deh. Memang, sudah dijawab kalau menjawab itu gampang, seperti yang tertulis. ;)
    Namun ada masalah lain, dan inilah saya sebenarnya saya bahas. :D
    Agama itu, memang keturunan, mayoritasnya begitu. Orangtuamu agama A, kamu kemungkinan besar agama A pula… Dan jika dikaitkan dengan ras, saya agak sensitif masalah ini. Bagi saya, aneh jika menebak agama seseorang dari fisiknya.

    @ Uchiha Miyu: Nah, begitu dong. Terima kasih. :D

    @ qnewt: Ini bukan ribut, bung. Ini hanya tanya jawab kebatinan yang diungkapkan dalam sebuah karya sastra (??). :lol:

  5. secara gw rasial…

    lo mau apa…???emang beberapa ras identik dengan agama tertentu kok…

    kalo emang pingin nyalahin sesuatu…salahin aja tuh orang” suci bego yang nyebarin dogma secara terpusat….

    ya aku tau sasarannya semoga benar tuh kenapa melihat dari fisik kan…???ya itu aku bilang tadi…ras membentuk penampilan luar…???ya….ras dipengaruhi faktor keturunan…???ya…faktor keturunan sangat mempengaruhi agama…???ya…….seseorang menebak agama orang lain dari penampilan luarnya saja…???sangat mungkin..

    *apalagi kau kuliah ditempat banyak orang dari berbagai ras daerah berkumpul…otomatis mereka mencari apa yang kau sebut dengan konformitas sosial,mereka cenderung untuk mencari teman dengan beberapa ciri khas yang sama…dalam hal ini agama…

    salam damai,kalo g terima ayo kita perang sekarang…*ditendang*

  6. Ehem…

    remeh tapi memang menjengkelkan, apalagi dihubung-hubungkan sama fisik, ah… !! serasa pengen muntah

  7. Agama itu di dalam diri saya.

    Dan Tuhan lah yang saya sembah.

    *catet*
    Terasa individualistis, tapi memang demikian adanya.
    Couldn’t agree more… ;)

  8. kita senasib :mrgreen:

  9. Benar,
    Agama ada dalam hati, ngga usah di permasalahkan. Yang terpenting bagaimana saling menghargai… tul ga??
    Lam kenal yah

  10. Tidak setiap rasa harus diberi nama. Jadi orang baik saja, sudah lebih dari cukup, buat Tuhan dan manusia.
    Salam Nesia!

  11. Pencantuman agama di KTP un bisa jadi salah satu bentuk diskriminasi juga. Sebab dengan mengetahui agama seseorang, orang lain cenderung untuk mengambil sikap yang sesuai dengan agama dua.

  12. Saya punya temen waktu KKN tahun 2002 yang mengisi kolom agama dengan kata Kemanusiaan.
    Dia juga kecewa terhadap kondisi “kolom agama di KTP”.
    Sepertinya dia berpikir bahwa agama tidak seharusnya menjadi sarana untuk saling nge-cap :wink:

  13. Ah, bikin agama baru, yuk. Situ susun kitab sucinya, saya jadi nabinya. :P

  14. dah dibilang buat agama agnostik, nggak mau sih. :P

  15. wah sama tuh kalau saya sering dibilang “orang hindu” ya
    saya setuju kalau agama gak bisa dilihat dari fisik

    @ Difo
    walah bagusnya Mas sekaligus buat kitab sucinya
    biar mencegah kemungkinan kontradiksi
    eh kalau Mas udah jadi Nabi, saya yg jadi kafirnya ya :P

    @ Mas Dana
    agnostik jadi agama??
    bukannya lebih tepat gak beragama tuh :D

  16. ya sudah saya katakan.
    kamu bukan orang beragama !!!! dasar atheis !!!
    wakakakakkkk

    gitu aja koq repot

  17. @secondprince

    yah itu agama yang tak beragama. *bingung*

  18. eh eh, apapun agamanya yang penting salam kenal ajah… ;)

  19. Agama itu di dalam diri saya.

    Dan Tuhan lah yang saya sembah.

    agama bukan untuk diperdebatkan..itu urusan saya dengan Tuhan saya

  20. Apapun agamanya… minumnya te….

    *Dihajar karena nyampah*

  21. saran saya, pake pecijilbab saja biar kelihatan agamanya apa. :D

    *digampar sekampung*

  22. *tarik2 jilbab chika*
    huh! saya tertipuh! kirain miyabi! :lol:

  23. @ dipaksa baca: *ngasih sesajen* (moga ga nolak, ga minta yang macem-macem kayak sebagian oknum mbah)
    Well… Sebenarnya bukan masalah saya kuliah di mana, mbah. Tapi masalahnya itu uang kuliah… Kasih solusi dong, mbah. :( (OTT mode: ON)
    [ntar disambung, kau ada di sebelahku sih, jadi ga selera ngetiknya]

    @ peyek: Kadang hal yang remehlah yang menyebabkan perpecahan, cak. :(

    @ alex: Sayangnya kepedulian agamis sosial saya mulai terkikis. :mrgreen:

    @ cK: *jabat tangan*

    @ Ady: Salam kenal. Yup, ga usah dipermasalahkan lebih jauh. Bikin repot aja. :D

    @ NesiaWeek: Hidup agnostik! Hidup nesia! :P

    @ Sawali Tuhusetya: Tauk nih, Pak. KTP saya kegedean, jadi ngepas banget di dompet. Hilangkan aja kolom agama, KTP tambah kecil. Pas deh~

    @ sigid: Nah, ayo buat agama “Kemanusiaan”. :lol: *ngomporin*

    @ Kopral Geddoe: Kalo saya yang nyusun kitab sucinya, saya tulis kalo Tuhannya saya. :lol:

    @ gi males login: Bisa diganyang beberapa kelompok ‘pokoknya’. :lol:

    @ secondprince: Hindu? :?

    @ Bachtiar: Tidak beragama bukan berarti atheis, tuan. :D

    @ Resta: Salam kenal lagi! :D

    @ regsa: Jadi kepikiran kalo Tuhan geleng-geleng kepala (??) ngeliat manusia ribut sendiri. :lol:

    @ Amed: Makannya apa? *lempar sampah* :lol:

    @ cK: *ngakak liat foto yang komen ini pakai jilbab* :lol:

  24. @ alex: Dia mirip Miyabi? 8O *catet*

  25. Hehehe…. Lingkaran agama nie…hehehe

    Asal jangan keasyikan keluar masuk……hihihi…….

    kalau ditanya, ya tanya balik aja….

  26. saya juga pernah mengalami hal semacam itu(pertanyaan)
    saya rasa keingin tauhan mereka wajar,ya sapa tau nanti suatu saat diajak sholat ech ternyata bukan muslim (notabene kan mayoritas di Indonesia ini Muslim)

  27. Kok kayaknya nyang bikin blog ini gue kenal.. Hmm…

  28. kayaknya lebih penting kolom golongan darah di KTP dibandingkan agama, tapi seringkali golongan darah dikosongkan (atau malah nggak ada ?)

    misalnya, waktu kecelakaan dan butuh transfusi darah secepatnya, yang ditanyakan kan “eh, golongan darahnya apaan ?” bukannya “eh, agamanya apaan ?” :mrgreen:

    betul, agama itu dalam diri sendiri

  29. misalnya, waktu kecelakaan dan butuh transfusi darah secepatnya, yang ditanyakan kan “eh, golongan darahnya apaan ?” bukannya “eh, agamanya apaan ?” :mrgreen:

    Ahahahahaha….
    Benar memang :lol:

    *ngakak subuh2*

  30. jadi inget ada tulisan gedhe di tembok deket malioboro,
    AGAMA, ANTARA AKU DAN DIA
    BUKAN ANTARA AKU DAN MEREKA
    ditulis gedhe2 pake pilox, kayaknya perlu deh sekali2 ente melihat tembok itu :D

    *kabur, mo buka puasa dolo di lembah UGM*

  31. Agama?

    Santai ajah~ Jawab ajah beda-beda ke setiap orang… [anak ini kok minta digaplok ~__~]

    Tapi benernya apa sih pentingnya agama? Yang disembah itu satu kan? [eh, gak tau juga deh, siapa tau ada yang nyembah yang lain... :P]

  32. Sebenarnya apa agama Anda?

    Hindu? Buddha? Katolik? Islam? Kristen? Agama2 lainnya?

    *Pertanyaan nggak guna karena sebenernya nggak penting juga kita tau agama orang lain… Tapi kebanyakan orang2 kurang kerjaan dan pengen tau agama orang lain trus dengan pandangan sempitnya mengkotak-kotakkan orang lain menurut agamanya…*

  33. Saya setuju. Segitu pentingnyakah agama sampai harus dipertanyakan?

    Salam kenal, :D

  34. gue blg ‘terserah apa menurut lo’ bukan berarti lo salah ato benar lho ya? -____-;a

    Love is Cinta
    Opinion is Opini
    Bastard is Kurang Ajar

  35. mmm…
    ribut lagi!

  36. @ Magister of Chaos: Nanya balik juga sama aja. :?

    @ baliazura: Iya juga ya… :? Kalau di RRT (selain di Fujian dan Guangzhou), kayaknya ga ada rasa keingintahuan yang berlebihan. Tapi yah, positive thinking aja dulu. :P

    @ Black_Claw: :rolleyes:

    @ fertob: Perlu bang. :lol: Perlu tanya agama, siapa tau tewas, terus bisa manggil pemuka agama yang tepat buat ritual. :lol:

    @ alex: *ngakak siang2*

    @ antobilang: Wah, sekali-kali ajak saya melihatnya ya? :?

    @ Dream Maker: Djaman sekarang, agama itoe penting! Pokoknja jang ini jang benar! Jang lain? Ke selokan Mataram adja… :lol:

    @ Bebek Jamuran…: Nanya balik. Agama om bebek jamuran? :lol: *siap-siap mengkotak-kotakkan*

    @ Mondrosen: Salam kenal. Hayoo… Agama Mondrosen apa? :mrgreen:

    @ Uchiha Miyu: Nee? Kan udah dibilang terima kasih juga. :? Ga paham makna terima kasih itu? :?

    @ nur: Niatnya ga ribut kok. :?

  37. “itu orang kok gak puasa…. ah pasti bukan islam…. ”

    sering banget denger kata2 itu :-s

  38. @ dobelden: Iya, bung. Sifat pukul rata gitu, lho.. Yang sudah merakyat.

    “Hei kamu, kenapa ngeblog! Blog itu buatan orang kafir! Harom tauk!!” :lol:

  39. agama,,ras,,
    hmm,,,
    dah biasa dipertanyakan padaku
    *salaman ma ck n rozenesia*

  40. Saya sendiri lebih suka kalau agama itu benar-benar ada di dalam private sphere. Nggak masuk katepe, nggak ke mana-mana. :?

    Btw, itu mbak-mbak yang gendong-gendong bebek di atas fungsinya apa? :roll: walau memang pesannya entah kenapa jadi lebih kuat.

  41. @ ‘K,: Yak, agar lebih akrab, anda traktir ya? ;)

    @ Kopral Geddoe: Samaaa! Ini dia yang saya mau sebenarnya. Fungsi gambar itu? Penegasan saja sih, kalau agama apa yang dianut, ga perlu banyak dipertanyakan segala. :D

  42. Agamamu adalah tidak beragama. *satu lagi fatwa ngawur*

  43. @ danalingga: Wah, baru tau saya kalau ada agama yang namanya “tidak beragama”. Udah legal di indonesia belum? :?

  44. Wah , anda di Indonesia ya? Syusyah kalo begitu, wong agama bola aja yang jelas jelas umatnya banyak ndak lolos lolos juga nih. ;)

  45. @ danalingga: Tauk nih… Nih negara selektif amat milih agama. Kasian ya agama bola. :(
    Pake disalahkan pula tuh agama. :(

  46. Takjubnya, agama bisa ditebak dari fisik!

    Wah parah banget atau hebat banget ya jika ada orang yang bisa mengetahui agama dari fisik :mrgreen:

  47. @ deking: Sangat hebat, malah. ;)

  48. siggghhh…klise dan klise…
    apa ini gak bisa dihindari ya? kayanya kita semua disini pasti dan yakin udah mendapatkan pertanyaan yang sama :roll:

  49. @ extremusmilitis: pertanyaan yang saya sendiri sebenarnya malas membahasnya. Tapi lumayan berhasil, sampai sekarang ini di fakultas saya, belum ada yang tahu. :lol:

  50. Kok waktu kuliah saya ga pernah ditanya ya?? tampangnya preman kali ya hihihi…

    agama ditebak dari fisik?? Itukan yg namanya Generalisasi kan…

    @Geddoe
    Gambar mbak2 itu kan maksudnya yg bertanya adalah bebek dan yg ditanya adalah makhluk cakep… tul kan rozenesia?? (duh.. nih nama rozenesia susah banget ngetiknya pake sistem 10 jari, lain kali pilih yg gampang ya, Udin misalnya ato butet) :mrgreen:

  51. aha… membaca tulisan pertama….
    cara menulis… cara bertanya…. uhmmm hanya satu yang terlintas dikepalaku..

    uhmm sepakat sih.. kadang menjengkelkan kalo pertanyaan2 tersebut malah mengganggu privasi….
    *busyet makin lama persahabatan lebih didasarkan pada stempel yg melekat dari pada ketulusan*
    :(

  52. @ CY: (susah? asyekkk) Generalisasi pukul rata sial… :|

    @ almascatie: That’s I mean. ;)

  53. lhah komenku kemaren belon dibales lagi…???dasar nih orang….

  54. @ dipaksa baca: Sabar amat kenapa sih… (bilang aja ngeles)
    Komen pendek akibat sibuk >> Menebak agama dari fisik, hebat jika benar-benar yakin. :lol:

  55. hihihi ..ternyata ada teman senasib, aku malah lebih parah yang nanya dosen pas lagi absen…wuiiiiiiiiiiiiih…bukan hanya tampang, NAMAku yang sedikit “aneh” kata mereka di hubung2kan(nebak2) dengan apa ?agama yang ku anut!!!
    aduh emak n bapak ‘ aku tetep cinta dengan nama yang kalian berikan’

  56. @ katasa07: Dosen aneh. :?
    Menebak agama dari nama… :lol:
    Mungkin sih, cuma buat apa coba? :?

  57. *honestly,aku g tau kau ngomong apa….jangan jadi shiba ahh…

    g paham nih…orang awam gini….

  58. @ dipaksa baca: Ini blog-o-spehere, bung. :lol: Biasakan diri dengan komen tersirat. ;)

  59. *jep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep-ajep*
    yang namanya g paham itu y ga paham bang…dijelasin dulu dunks…khusus untuk orang awam ini

  60. @ dipaksa baca: Makanya, join… :lol:

  61. Agamamu apa ya bung?? :mrgreen:

  62. oops salah… agamamu apa ya non..?? :mrgreen:

  63. liat aja di katepe :D
    kan harus dicantumkan
    suka ato tidak suka

  64. @rozenesia:

    Aih, agama saya? Yang berdasarkan KTP? Yang sesungguhnya?

    Berdasarkan KTP sih Kristen, yang sesungguhnya? Entahlah….

  65. Btw, kolom agnostik di katepe belum disahkan juga, ya? :?

  66. @ CY: Bung atau Non ga masalah. :P
    Agama? Kalau mau nulis, agnostik aja. Cuma di Endonesa… susah…

    @ caplang™: Agama di KTP sama di hati mah banyak yang beda. :D

    @ Mondrosen: Waduh o.O
    Aku ga nanya kok~ Kan cuma parodi. :D

    @ Kopral Geddoe: Susah, brader. :?

  67. @geddoe…*diplomat mode on*haha…agnostik kan bukan agama tapi aliran kepercayaan…ntar kalo ditulis aliran kepercayaan : agnostik banyak yang protes karena KTP-nya kegedean lagi

    @mawar (bukan nama sebenarnya)…ajari aku dumz mbak..g paham dunia per-blogg-ingan nih

  68. agama itu ditanyain supaya mereka tau anda beragama apa, sehingga bisa menghormati anda… misalnya anda muslim, jadi tau aktivitas2 apa saja yang dilakukan, misalnya kristen, hari minggu pasti ada gerejaan, dan sebagainya.
    Bukan mau dikotomi tapi memang seperti itu.
    Kalo misalnya di luar negeri kita di tanya agama kita, supaya mereka tau kebiasaan2 apa saja yang tidak kita lakukan.

  69. Ya… turuti kata hati aza…. :)
    Apapun agama yg kita anut, yg penting kita happy menjalaninya.
    hehehe…. *itu klo menurut aku* :D

  70. agama lagi.. agama lagi… cuapeee deh…

    Beda itu indah kan…?

  71. @ aRuL
    Prakteknya tidaklah seagung dan seindah itu, mas.

    Misalnya mas agamanya Apel. Saya agamanya Pisang. Setelah saya ngasih tahu kalau saya agamanya beda dengan mas, yang selanjutnya terjadi adalah pengotakan. Tentunya mas ada tendensi (walaupun kecil) bahwa, kalau saya beragama Apel, mas akan mengajak saya beribadah ini lah, berdiskusi ini lah, dan merasa bahwa saya lebih dekat. Nah, setelah mas tahu saya ternyata umat Pisang, mungkin mas akan mengurangi keramahtamahan itu, misalnya, memilih untuk tidak berbicara masalah Tuhan dengan saya. Apakah mas bisa menjamin mas akan menyajikan keramahtamahan yang setara? Sebab bagaimanapun dari kacamata umat Apel, umat Pisang adalah pendosa yang bisa membahayakan akidah dan akan disiksa selamanya oleh sang Maha Pengasih di neraka. :P

  72. hidup harus punya prinsip

  73. @ aRuL: Teori di mulut dan kenyataan di lapangan saya rasa berbeda. :?
    Ah, mau jelaskan, tapi keduluan sang Kopral. :|

    @ wihandyn: Bener! :mrgreen: Apapun agamanya, kita sama-sama umat manusia. :lol:

    @ mr lekig: Sangat indah, tuan. ;)

    @ Kopral Geddoe: oalah, aku telat…

    @ A-isy: Tentu saja, saya setuju. Prinsip saya adalah semua agama itu benar. ;)

  74. Tentu saja, saya setuju. Prinsip saya adalah semua agama itu benar.

    Wah kok bisa sama yak? jangan jangan…..

  75. @ danalingga: Sama? Salaman dong~
    Jangan-jangan apa? :?

  76. Iya, iya. Ngerti, ngerti.

  77. @ Uchiha Miyu: :lol:

  78. lhah mbak…komen ke 67 komenku kok ga si feedback…???

  79. lhah mbak…komen ke 67 komenku kok ga si feedback…???

  80. Namaku kok ga ada “d” nya seh??! :mrgreen:
    *protes* :D

  81. wah mbaknya nyang punya blogg rada error nee…
    *kabur, takut dilempar gara-gara ngejunk*

  82. @ Kopral Geddoe & Rozenesia :: yah kalo bagi saya tetap pandangan saya begitu koq… teman saya banyak juga tidak seagama dengan saya, dan saya bisa saling memahami jika kita tau agama masing2..
    begitu ketika anda di negara2 notabene tidak satu agama dengan anda, semisal seorang muslim berada di antara non muslim, wajar dong ditanya agamanya apa? supaya mereka tidak mengajak atau memberikan makanan yang haram buat mereka. danbegitu pula sebaliknya.

    Intinya gini boz… bahwa menanyakan agama itu tidak berarti hanya sekali lagi hanya mau mengotak2an, tetapi juga ada yang ingin menghormati.

  83. @aRul : kagak setuju bozz….soalnya ini kasusnya di Jawa, yang notabene agamanya Islam, ini mah salah mukanya mbak Rose aja nyang tidak mencerminkan agamanya, makanya ditanya oleh orang agamanya apa…

    aku rasa dia ditanya bukan untuk menghormati, tapi emang pada dasarnya yang nanya itu berharap kalo agamanya si mbak Rose ini sama kek agamanya dia….nah kalo gini apa buikannya pengkotak-kotakan…???

    last, aku rasa memang dari luar kelihatannya bertanya untuk bisa menghormati lebih jauh, tapi sapa yang tau sih kalo ternyata dalam hati mereka yang bertanya itu memaki-maki…???

  84. [...] yang lain, saya perasaan ingin tahu yang berlebihan. Jika rozenesia merasa capek dan lelah karena sering ditanya tentang status agamanya, banyak orang lain yang mengalaminya. Saya juga pernah dicap kafir meski yang bersangkutan tidak [...]

  85. @ dipaksa baca [1]: Ahemn… Mana? :P

    @ dwihandyn: Anoo… Maaf, salah ketik. m(_ _)m

    @ dipaksa baca [2]: Cih…

    @ aRuL: Di ‘western culture’, jika ada yang bertanya “What’s your religion?” saya hanya akan berkata “It isn’t your business…”.
    Dan kata “dipaksa baca”, jika kita nanya agama dengan seseorang, memang kecenderungannya pasti berharap agamanya sama agar bisa lebih dekat, jika beda, jangan harap perlakuannya sama seperti yang beragama sama.

    @ dipaksa baca [3]: Cih, muka saya memangnya bisa mencerminkan agama saya ya? :?

  86. * di paksa komen lagi *

    jadi inget dulu waktu aku balik ke indonesia lagi.. aku di tanyain molo sama temen-temen

    ‘ agama mu apa ? ‘ :lol:
    wakkakakak

  87. @ Zazi: Guna ga seh? :lol:

  88. Mmmmm…
    Perlu dikomuniskan, eh?
    Ah.. sudahlah.. ^^

    Senpai.. pelik sekali ternyata masalah ini ya?
    Saya sendiri suka menanyakannya soalnya.. hahahaha.. ^^
    Tujuannya cuma satu sih.. memberi lecture dogma.. ^^
    Kalau agama beda.. uhmm.. selama orangnya enak diajak omong plus nyambung.. it doesn’t matter.. wong Gusti Allah sing disembah kuwi yo nggak kiro bedo2.. ^^


    ~intermezzo~
    @Mond: Mond Kristen? Saya kira Budha.. -_-

    Haih.. mungkin kalau tanya-nya gitu malah semakin mengerucut (eh?)..
    Yang dipentingkan mungkin bukan “Sesuatu yang Agung” itu sendiri.. tapi kebiasaan, “ritual”, dan praktek hidup menurut AJARAN agama..
    Huh.. saya benci otoritas lembaga yang dinamakan agama itu..

    Saya menyembah Tuhan dan melayani Tuhan..
    Saya bukan menyembah agama dan melayani agama.. ^^

  89. @ vincentiusferrer: He? Komunis? :?
    Nah, mau diskusi sama saya masalah Teologi? :P

    Saya menyembah Tuhan dan melayani Tuhan..
    Saya bukan menyembah agama dan melayani agama.. ^^

    NICEEEEEEEEEEE!!!!!!!!

  90. Daripada ditanya: Kamu Wild Muslim ya?
    ROFL
    Kalo saya mah, simply tiap kali mereka tanya apa agama saya, saya anggap aja mereka cuma nanya food preferance saya :p